Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Perdebatan Pertama


__ADS_3

Sudah dua minggu berlalu, tinggal sebulan lagi gips tangan dan kaki Alexa akan dibuka.


Aditya sudah mulai sibuk bekerja kembali, bahkan sering dia membawa berkas ke apartemennya.


Hari ini Aditya ada meeting dengan client diluar. Dia lupa membawa berkas yang dipesankan Dimas untuk dibawanya tadi. Berkas itu masih ada di meja kerja Dimas.


Dasar si Adit udah tua. Dia melupakan berkas ini. Ah mending aku antar ke apartemennya sekalian aku pengen ketemu Sandra. Kangen udah lama tidak lihat wajahnya. Ucap Dimas dalam hati.


Dimas mengambil berkas tersebut kemudian membawanya ke mobil lalu mobil Dimas bergerak menuju apartemen Aditya.


Ting.. tong...


"Bi tolong lihat siapa yang datang" Alexa sedang duduk di kursi roda di depan ruang TV.


"Iya bu" Bi Leha berjalan menuju pintu.


"Siapa bi?" tanya Alexa.


"Katanya Pak Dimas Bu, temannya Bapak mau antar berkas yang ketinggalan" jawab Bi Leha.


"Oh iya, suruh masuk" perintah Alexa


Bi Leha membukakan pintu kemudian Dimas masuk dan menyapanya.


"Assalamu'alaikum Sandra, lama tak jumpa aku, rasanya kangen" ucap Dimas.


"Ah Kak Dimas bisa aja" Setelah menikah dengan Aditya. Alexa mengganti panggilanya pada teman-teman Aditya, sama seperti panggilannya dengan Aditya yaitu kakak.


"Ada perlu apa Kak? Kak Adit belum pulang lho. Tadi katanya masih meeting di luar" tanya Alexa.


"Aku cuma mau ketemu kamu aja. Kangen San" jawabnya becanda tapi serius hihihi sekalian modus.


"Hus... becanda aja kerjanya" Alexa membalas ucapan Dimas.


"Nih suami kamu itu udah pikun. Bulak balik aku ingatkan untuk bawa berkas ini, eh dia lupa dan meninggalkannya di meja kerjaku" lapor Dimas.


Saat Dimas menyerahkan berkas yabg tertinggal kepada Alexa, Aditya masuk dan saat ini posisinya Dimas sedang berdiri membelakangi Aditya dan didepan Dimas terlihat kursi roda Alexa.


"Ngapain kamu datang Dim" ucap Aditya tidak senang. Dia langsung mendekati Dimas dan Alexa menyaksikan apa yang sedang mereka lakukan.


"Ini aku mau mengantarkan berkas yang kamu tinggalkan di meja kerjaku, sekalian mau lihat Sandra, aku kangen udah sebulan lebih tidak ketemu" ucap Dimas.


"Sekarang kamu sudah mengantarkan berkasnya dan kamu sudah melihat Alexa kan? jadi pulanglah" Aditya terlihat marah.


Dimas melihat perubahan wajah Aditya dan tersenyum.


"Ok bro, nih berkasnya. Aku langsung pulang seperti yang kamu mau" Dimas memberikan berkas yang dia pegang ke tangan Aditya. Sambil berlalu dia membisikkan sesuatu ke telinga Aditya.

__ADS_1


"Kamu cemburu ya" Dimas tertawa meledeknya.


"Sialan" umpat Aditya. Dimas segera berlari menjauhi Aditya yang akan marah dan segera Dimas keluar dari Apertemen Aditya.


"Kenapa kamu terima tamu saat aku tidak ada?" tanya Aditya dingin.


"Maaf Kak, tapi Kak Dimas bilang dia cuma mau mengantarkan berkas yang tertinggal di mejanya. Itu saja" jawab Alexa.


"Kamu kan bisa menerimanya dan langsung mengusirnya. Jangan berlama-lama bersama laki-laki lain" perintah Aditya tegas.


"Gak enaklah kak, masak langsung di usir, dia kan sahabat kamu. Lagian kami gak cuma berdua aja disini, kan ada Bi Leha. Jadi tidak akan terjadi apa-apa disini.


Aditya mendorong kursi roda Alexa ke kamar.


"Sudah kesorean ini kamu dibasuh. Ayo jangan banyak cerita lagi" ucap Aditya.


Aditya membuka jas yang dia pakai kemudian menggulung lengan bajunya sampai ke siku. Setelah itu dia membawa Alexa ke kamar mandi dan mendudukannya diatas toilet yang tertutup. Aditya membuka baju Alexa tapi kali ini berbeda. Terasa sedikit kasar.


Alexa tau saat ini Aditya sedang marah, jadi Alexa lebih memilih diam. Saat membasuh bagian dada Aditya sedikit meremas dadanya kasar. Alexa meringis kesakitan tapi dia tidak berani berontak.


Mungkin karena sudah dekat waktuku datang bulan kali, makanya dadaku sakit kalau disentuh, fikirnya.


Aditya membasuh seluruh tubuh Alexa kemudian mengeringkannya dan membantunya memakai pakaian dalam dan baju luarnya.


"Sudah selesai" ucap Aditya. Aditya mengangkat tubuh Alexa ke atas ranjang. Sekarang gantian dia yang mandi dan berganti baju.


"Kakak kenapa?" tanya Alexa.


Aditya tetap diam.


"Kakak marah?" tanya Alexa.


Aditya tetap diam.


"Kaak... bilang donk kalau aku ada salah, jangan didiamkan begini" ucap Alexa.


"Aku tidak suka kamu menerima tamu laki-laki saat aku tidak ada dirumah. Walau dia temanku sendiri" perintah Aditya.


Cih kenapa aku begitu marah melihat Dimas menatap wajahnya seperti tadi. Rasanya aku terbakar cemburu. Taukah kamu Lexa suami kamu ini sedang cemburu. Teriaknya dalam hati.


"Iya Kak, lain kali tidak akan ku ulangi" jawab Alexa lemah.


Kak, kamu cemburu? benarkah kamu cemburu? kalau kamu cemburu berarti kamu sudah mencintaiku. Soraknya dalam hati.


"Aku keluar dulu mau melihat apakah Bi Leha sudah pulang atau belum" ucap Aditya.


Dia keluar sekalian ingin mencari udara segar untuk menghilangkan amarahnya karena cemburu.

__ADS_1


Ternyata Bi Leha sudah pulang. Makan malam sudah tersedia di meja makan dan semua pekerjaan rumah sudah diselesaikan Bi Leha.


"Kak" panggil Alexa sambil berteriak.


Aditya segera berlari ke kamar karena mendengar suara Alexa yang menjerit seperti membutuhkan sesuatu.


"Kak, perutku sakit" ucap Alexa.


Aditya segera menggendongnga dan membawanya ke kamar mandi. Saat hendak menurunkan celana dalamnya terlihat ada bercak darah.


Ya Allah aku datang bulan. Ucapnya dalam hati.


"Kamu?" tanya Aditya terputus.


Alexa diam dan menggangguk malu.


"Perutnya sakit?" tanya Aditya. Pasti perutnya sakit, Cica juga kalau datang bulan hari pertama selalu kesakitan bahkan sampai nangis. ucap Aditya dalam hati.


Lagi-lagi Alexa mengangguk karena malu, sangat-sangat malu tapi hal ini pasti terjadi.


Aditya tersenyum melihat wajah istrinya yang memerah karena malu, seketika amarahnya melayang hilang entah kemana.


"Ya udah kakak bersihin ini dulu ya" Aditya mencuci pakaian dalam Alexa yang terkena bercak darah.


Setelah itu dengan telatennya Aditya memasangkan pembalut untuk Alexa. Tiba- tiba Alexa menangis.


"Lho kamu kog nangis, perutnya makin sakit?" tanya Aditya.


Alexa menggelengkan kepalanya.


"Jadi kenapa kamu nangis Xa?" tanya Aditya lagi.


"Aku malu kak kamu harus melakukan itu untukku. Maaf.. aku merepotkan kakak" Alexa semakin terisak.


"Hei... kenapa harus malu, nanti saat kamu melahirkan kan aku juga yang akan membersihkan darah kamu pas melahirkan. Lebih banyak lagi nanti. Jadi anggap ini latihan aku agar nanti sudah terbiasa" jawab Aditya.


Alexa masih terisak.


"Sudah jangan nangis, kan sudah pernah aku bilang pada kamu kalau kamu itu tidak pernah merepotkan aku. Ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab aku menjaga kamu." Sambung Aditya.


"Terimakasih ya kak" ucap Alexa.


Alexa memeluk erat Aditya saat Aditya menggendongnya kembali ke kamar.


Kalau kamu begini aku semakin jatuh hati padamu kak, dan aku akan semakin egois untuk memilikimu. Aku ikhlas kak untuk menyerahkan seluruh hidup, jiwa dan ragaku untukmu.


Uuuh so sweetnya... 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2