
"Sil... bangun.." Dimas menepuk pipi Sisil sedikit lebih keras. Karena dari tadi Sisil sulit sekali dibangunkan.
Nih manusia apa kebo doyan banget tidur. Gak pake malu-malu lagi tidur di depan cowok. Ucap Dimas dalam hati.
"Kita sudah sampai Bandung ya kak?" tanya Sisil.
"Sudah. Kamu itu tidur apa pingsan sih. Susah sekali bangunnya" jawab Dimas kesal.
"Maaf Kak aku nyenyak sekali tidurnya. Habis nyaman sih di mobil Kakak" ucap Sisil polos.
"Lap dulu iler kamu tuh" Dimas menunjuk kearah pipi Sisil.
"Oh my god" Sisil terlonjak dan segera melihat kaca di mobil sambil mengambil tisu untuk membersihkan ilernya yang di tunjuk Dimas tadi. Rasanya dia sangat malu sekali Dimas melihatnya tidur sampai keluar ilernya.
Saat dia tidak melihat apa-apa di kaca baru Sisil tersadar kalau dia baru saja dikerjai Dimas.
"Ih Kak Dimas iseng banget. Aku kira benar tadi ada iler di pipiku" ucap Sisil kesal.
"Hahahahaha...." Dimas tertawa sangat keras karena sudah berhasil mengerjai Sisil.
"Yuk kita turun nunggu Aditya dan Sandra" Dimas keluar dari mobil menuju ruang tunggu kedatangan dalam negeri di Bandara Husein Sastranegara disusul Sisil yang ada di belakangnya.
Sesampainya di terminal kedatangan dalam negeri Bandara Husein Sastranegara. Mereka melihat Aditya dan Alexa baru saja keluar dari dalam Bandara.
"Kita datang tepat waktu" ucap Dimas.
"San... kami disini" teriak Sisil ketika melihat Sandra dan Aditya.
Alexa dan Aditya segera menyamperin mereka.
"San, gimana honeymoonnya, enak banget ya jalan-jalan ke Raja Ampat" Ucap Sisil sambil berpelukan dengan Alexa.
"Iya Sil. Keren banget disana" jawab Sandra.
Aditya dan Dimas mengikuti Alexa dan Sisil menuju mobil. Dimas dan Sisil duduk di depan sedangkan Alexa dan Aditya duduk dibelakang.
"Kita makan dulu ya Dim" ajak Aditya.
__ADS_1
"Oke Dit" jawab Dimas.
Dimas melajukan mobilnya menuju kota Bandung dan sampailah mereka di salah satu restourant yang terkenal di kota itu.
"Gimana Dit honeymoon kalian?" tanya Dimas ketika mereka sedang duduk santai sambil menunggu makanan yang mereka pesan datang.
"Mau tau aja. Kalau kamu penasaran nikah sono. Ngapain juga punya julukan playboy tapi sampai sekarang belum nikah juga" jawab Aditya.
"Kamu kan tau siapa wanita yang aku kerjar dulu" ucap Dimas sambil melirik Alexa.
"Eits... jangan pernah kamu melanjutkan usaha kamu dulu ya. Awas" Aditya memberi ancaman.
"Kenapa Kak, emangnya Kak Dimas dulu suka sama siapa?" tanya Alexa.
"Dia suka sama istri orang" jawab Aditya.
"Ih Kak Dimas gak keren ah masak mau jadi Pebinor" ucap Sisil.
"Apa tuh Pebinor Sil?" tanya Dimas bingung.
"Perebut Bini Orang" jawab Sisil sambil tertawa.
Aditya dan Alexa tertawa melihat wajah kesal Dimas.
"Enak aja. Aku bukan pebinor. Dulu cewek itu belum nikah tapi teman aku yang nekong duluan. Ya terpaksa aku mundur" jawab Dimas.
Aditya melototkan matanya kearah Dimas mengisyaratkan agar Dimas tidak memperpanjang omongannya.
"Kacian ya Kak Dimas di tekong teman" ledek Sisil.
"Kak Dimas kan masih punya stock cewek yang banyak. Tinggal pilih salah satu" ucap Alexa.
"Bedalah San. Kalau dulu aku pacaran kan untuk happy fun aja, jadi yang penting cewek itu cantik dan sexy. Kalau kriteria untuk istri ya harus ditambah harus jelas bibit bobotnya dan yang terpenting dia baik agar kelak anak-anakku bisa dirawatnya dengan baik" jawab Dimas panjang.
"Heleeeg banyak banget kriteria kamu. Tuh semua kroteria itu ada di samping kamu, kamu aja yang gak sadar" ucap Aditya.
"Siapa, Sisil? hahahah dia mana baik ceriwis gini. Yang ada kasian nanti aku dan anak-anakku di repetin tiap hari sama dia. Memang sih Sisil cantik tapi kecil gini badanny dan gak ada sexy-sexynya" ucap Dimas seenaknya seakan disitu tidak ada Sisil.
__ADS_1
"Ih Kak Dimas kejam banget ngomongnya kayak gitu. Sisil kan masih ada di sini Kak. Bisa gak ngomongnya dimanis-manisin dikit. Gini-gini kan aku baik. Kalau aku jahat mana aku mau nemani kakak datang dalam acara reunian kampus Kakak. Lagian penilaian sexy itu relatif. Badan aku ini proforsional. Sesuai dengan bentuk dan besar tubuhku. Kalau tubuhku kecil begini isi didalamnya gede-gede iih.. aku gak bisa bayangkan anehnya" jawab Sisil polos.
Alexa dan Aditya tertawa mendengar kata-kata Sisil.
"Kakak aja yanh fikirannya kotor, pasti kalau lihat cewek bayangin yang nggak-nggak. Ya kan?" tanya Sisil.
"Namanya juga cowok Sil, imajinasinya akan lebih tinggi dari kenyataannya. Kalau gak hidup kagak enak, seperti tv hitam putih gak asik kan di tonton buat sakit mata" jawab Dimas seenaknya.
"Sudah-sudah kalian jangan berdebat lagi. Mending kita makam dulu. Kami udah lapar dari tadi, ya kan yank?" ucap Aditya kepada istrinya.
"Iya Kak, perutku dari tadi udah keroncongan" jawab Alexa.
Pelayan segera menghidangkan makanan yang mereka pesan dan setelah itu mereka segera menyantap makanan yang telah dihidangkan.
Setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanan menuju butik yang terkenal di Bandung untuk mencari pakaian buat Alexa dan Aditya yang akan mereka pakai dalam acara reuni akbar kampus Aditya nanti malam di ballroom sebuah hotel terbesar di Bandung.
Aditya dan Alexa asik memilih gaun yang cocok buat mereka pakai nanti malam. Akhirnya pilihan Alexa jatuh pada gaun berwana coklat muda dengan hiasaan renda dan dilapisi kain tipis dengan bagian bawahnya bergelombang. Sedangkan untuk Aditya mereka memilih jas hitam dengan dasi kupu-kupu. Sangat serasi sekali mereka.
Setelah selesai membeli gaun untuk nanti malam, mereka keluar dari butik dan mencari hotel tempat mereka menginap nanti malam.
Tak lama Sandy yang baru saja sampai di Bandung segera menyusul mereka ke hotel untuk memesan hotel buat mereka.
Mereka sengaja memesan tiga kamar. Satu kamar untuk Aditya dan Alexa, satu kamar untuk Sandy dan Dimas dan satu kamar lagi untuk Sisil dan Mitha.
Mitha sudah tidak canggung lagi bertemu dengan teman-teman Sandy karena mereka sudah saling kenal sejak pesta pernikahan Reza di Bandung kemarin dan mereka bertemu lagi saat persta pernikahan Aditya dan Alexa 3 bulan yang lalu.
Jadi baik Mitha dan Sisil nyaman-nyaman saja kalau harus berbagi kamar hotel untuk mereka tidur nanti malam.
Mereka masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat dan bersiap untuk menghadiri acara reuni akbar alumni teknik elektro ITB yang akan diadakan di ballroom hotel terbesar di kota Bandung.
Diundangan tertera acara dimulai jam 8 malam jadi Aditya dan kawan-kawan sepakat untuk berangkat jam 7 malam agar mereka tidak terlambat. Karena biasanya kalau weekend begini kota Bandung akan padat dan macet.
Setelah selesai shalat maghrib semua bersiap di kamarnya masing-masing menampilkan penampilan terbaik mereka karena ini adalah acara formal yang di selenggarakan dengan sangat mewah dan meriah. Aditya dan kawan-kawan ingin tampil sempurna.
..............
__ADS_1
BERSAMBUNG