Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Aku Mengenalmu


__ADS_3

Aditya memandangi punggung Alexa yang berjalan meninggalkan ruang rapat.


"Kenapa Bro, kamu terpesona dengan Sandra? Eits... tidak boleh, sudah aku duluan yang menargetkannya jadi gebetanku" cegah Dimas.


"Tenang aja Dim, aku tidak akan nekong kamu kog. Aku hanya penasaran aja sepertinya aku kenal dengan dia. Kemarin juga pas dia nyanyi dan bermain gitar di malam pesta ulang tahun perusahaan sepertinya aku mengenal suaranya tapi siapa ya?" ucap Aditya penasaran.


"Bisa jadi Dit kamu kenal dia, dia juga berasal dari Medan" Sandy memberikan sebuah informasi baru.


"Oh ya?" Aditya balik bertanya.


"Tapi dia kuliah di Jakarta dan dia sangat berprestasi. Saat tes tahun lalu dia satu-satunya kandidat yang paling pintar dan paling muda. Dia lulusan terbaik UI Dit" puji Sandy.


"Kalau aku karena tidak hadir saat tes wawancara terakhir saat pencarian manager keuangan yang baru jadi aku tidak tahu mengenai prestasi akademisnya yang penting bagiku dia adalah cewek tercantik di gedung ini" ucap Dimas.


"Dasar kamu, fikirannya itu melulu" ledek Aditya.


"Wajar donk Dit, namanya juga sedang pencarian?" ucap Dimas.


"Pencarian apa, pencarian bakat?" tanya Aditya.


"Pencarian yang terbaik. Siapa tau dia bisa dijadikan calon istri dan aku yang pertama nikah diantara kalian" Dimas membanggakan diri didepan teman-temannya.


"Hajar mang jangan kasi kendor, pepet teros" ucap Sandy memberi semangat.


Aditya tertawa melihat gaya teman-temannya ini.


Tapi diam-diam rasa penasaran Aditya tetap ada didalam hati, tak mau hilang walau sudah dia coba melupakannya.


Saat di ruang kerjanya Aditya memanggil Manager HRD.


"Pak Agus, tolong bawa biodata Sandra Manager Keuangan keruangan saya" perintahnya pada bawahannya melalui telepon kantor dari ruangannya.


Tidak memakan waktu yang lama, Pak Agus datang dengan tergesa-gesa, takut Bos nya ini marah karena pekerjaannya yang lambat. Bos nya ini terkenal suka kerja yang cepat dan cekatan, tidak suka dengan sebuah kesalahan sekecil apapun itu.


Tok...tok..tok...


Pak Agus mengetuk pintu ruangan Aditya.


"Masuk" perintah suara yang ada di dalam.


Pak Agus masuk kedalam ruangan Aditya dan meletakkan berkas yang diminta Aditya tadi melalu telepon.

__ADS_1


"Ini Pak berkas yang Bapak minta, biodata Ibu Sandra" ucap Pak Agus sedikit takut melihat Aditya.


"Terimakasih letakkan saja disitu Pak" jawab Aditya sambil terus memeriksa berkas yang ada di mejanya.


"Kalau tidak ada yang lain saya permisi Pak" Pak Agus pamit dan keluar dari ruangan salah satu pendiri perusahaan tempat dia bekerja.


Setelah kepergiannya Aditya mengambil berkas yang diletakkan Manager Keuangan tadi. Dibukanya dan dibacanya biodata Sandra.


Alexandra Nur Wiratama, kelahiran Medan, umur 25 Tahun. Data akademik tamatan Universitas Indonesia, Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen Keuangan. Lulusan terbaik, tamat dalam waktu 3 tahun 8 bulan.


Turun kebawan lagi. Data sekolahnya, tamatan SMU NUSA BANGSA Medan.


Deg..... Jantung Aditya berpacu kencang.


Ini dia, Alex... kenapa namanya berubah jadi Sandra? Cih... sok manis. Preman pasar tetap saja preman pasar walaupun sekarang tampilannya sudah berubah. Tapi mengapa dia bisa berubah drastis seperti ini? tanya Aditya dalam hati.


Tiba-tiba Aditya teringat kejadian 4 tahun lalu saat dia pulang ke Medan libur kuliah.


Flashback on


"Kak Adit kemarin pas lebaran Mbak Alex pulang. Sekarang dia udah berubah lho pendiam dan memakai jilbab, cantik banget" Celoteh adik kesayangannya Cica.


"Iya lho Dit, Mama aja sampai pangling melihatnya. Alexa yang tomboy dulu kini berubah jadi feminim dan cantik" timpal Mama Aditya.


Aditya masih asik makan.


"Kamu gak penasaran gitu pengen melihatnya?" tanya Mamanya.


"Ngapain juga Adit lihat dia yang ada nanti Adit sial Ma kalau ketemu dia" jawab Aditya kesal.


Flashback off


Benar kata Mama dan Cica sekarang Alexa sudah berubah feminim, anggun, lembut dan cantik. Aku sampai tidak mengenalinya tadi. Tapi tetap saja aku tidak mau dekat-dekat dengannya bisa-bisa aku sial lagi. Umpat Aditya dalam hati.


Aditya menutup berkas yang berisi biodata Alexa kemudian memanggil sekretarisnya. Tak lama sekretarisnya masuk keruangannya.


"Ya Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya sekretarisnya.


"Tolong kamu antar berkas ini kebagian HRD. kamu kembalikan pada Pak Agus ya" perintah Aditya sambil menyerahkan berkas yang ada ditangannya kepada sekretarisnya.


Sekretaris Aditya menerima berkas yang diserahkan Aditya dan membawanya kebagian HRD untuk diserahkan kepada Pak Agus sesuai dengan perintah Bosnya.

__ADS_1


Aditya kembali bekerja, membaca beberapa berkas yang ada di mejanya kemudian membubuhkan tanda tangannya sebagai tanda persetujuannya.


Masuk jam makan siang para sahabat Aditya datang keruangannya.


"Bro makan siang bareng yok keluar" Ajak Dimas.


"Kalian duluan aja, kerjaanku masih belum selesai ini" jawab Aditya.


"Ayolah Dit, kita kan udah lama gak ngumpul. Lagian pekerjaan gak ada habis-habisnya. Kalau kamu melupakan makan siang yang ada nanti kamu yang sakit. Kami gak mau repot ngurusin kamu" bujuk Sandy.


"Ngapain juga kalian ngurusin aku. Aku dah besar kog bisa ngurus diri sendiri" jawab Aditya.


"Bandel banget. Kamu itu kalau udah sakit manja banget dan ngerepotin, banyak mau dan perintah sana sini. Orang pasti gak akan percaya lihat kamu sakit bisa manja. Runtuh semua sikap dingin dan jaim kamu, nilai pasar kamu langsung turun" ledek Dimas.


"Emang aku barang" balas Aditya.


Aditya merapikan berkasnya kemudian menerima ajakan teman-temannya. Mereka berjalan menuju parkir mobil.


"Naik mobil kalian aja ya, mobilku gak bisa keluar. Tadi mobil yang disebelah parkirnya sembarangan. Aku jadi keluar dari pintu sebelah kiri. Awas tuh pemilik mobil, aku akan cari tau siapa pemiliknya, habis dia aku buat" Aditya berkata kesal.


Dimas dan Sandy tertawa melihat tingkah sahabatnya ini. Kumat lagi kekejamannya, mereka bisa membayangkan gimana nanti pemilik mobil yang disebutkan Aditya akan habis diomelin.


Aditya, Dimas dan Sandy makan diluar, dua jam berikutnya mereka kembali ke kantor atas desakan Aditya. Padahal Dimas dan Sandy berencana santai menyambut kedatangan sahabatnya ini. Tapi bukan Aditya namanya kalau suka berleha-leha. Walau ini hari pertama dia kembali bekerja di kantor pusat tapi dia tetap serius dan bekerja keras tak kenal waktu.


Adity memeriksa semua perkembangan perusahaan selama dua tahun ini dia tinggalkan keluar kota. Walau dia selalu mendapat laporan tiap bulan melalui email tapi tidak membuat Aditya bisa begitu saja menerimanya.


Dia benar-benar memeriksa semuanya sampai detail. Waktu tidak terasa berjalan. Jam sudah menunjukkan angka 5. Dia harus pulang ke apartement, Aditya ingin segera membersihkan dirinya dan bersantai di apartemennya.


Aditya keluar ruangan dan berjalan menuju parkir mobil. Dia melihat mobil yang disebelahnya belum berpindah posisi masih tetap seperti posisi tadi pagi.


Aditya menelpon bagian security.


"Coba kamu priksa mobil dengan plat B XXXX milik siapa, suruh dia datang dan menggeser mobilnya. Jadi orang pinter sedikit donk markirin mobil jangan seenaknya saja" Aditya kesal dan marah.


Security yang ditelepon sontak terkejut dan takut mendengar suara atasan mereka yang terkenal galak ini. Dia segera melihat daftar kendaraan, setelah mengetahui siapa pemiliknya kemudian menelponnya dan meminta pemilik kendaraan tersebut memindahkan mobilnya sesuai dengan intruksi Bosnya.


Alexa yang baru saja di telpon bagian keamanan yang menceritakan permasalah mobilnya yang salah parkir segera berjalan kencang menuju parkiran.


Sesampainya dia di depan mobilnya, alangkah terkejutnya Alexa melihat sosok pria yang sedang memandanginya dengan tatapan tajam.


"Kamu....."

__ADS_1


__ADS_2