Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Tentang Kamu


__ADS_3

"Kelas 2 SMU aku pindah rumah tepat di sebelah rumah Alex eh maksud aku Sandra. Kalian ingat nama depannya? Alexandra. Dirumah orangtuanya memanggil dia dengan nama Lexa tapi disekolah dan disekitar rumahku orang-orang memanggilnya Alex karena gayanya persis seperti laki-laki. Sebenarnya dia anak yang ceria dan memang pintar, aku akui itu karena kami pernah terpilih mewakili sekolah sebagai utusan untuk mengikuti olimpiade matematika dan kami menang dengan nilai tertinggi sesuai kelas masing-masing. Dibalik kepintarannya dia adalah anak yang iseng dan usil. Sering sekali dia mengerjaiku. Naik keatas pohon mangga dengan menggunakan mukena menakutiku dengan berpura-pura menjadi kuntilanak, melengketkan ular mainan yang sangat mirip ular asli di pagar rumahku, menyenggol pelayan saat menghidangkan minuman sehingga jatuh membasahi wajah dan bajuku. Terakhir saat perpisahan sekolah aku sedang pidato diatas pentas dia mencopot kabel microphone sehingga suaraku tidak terdengar dan saat dia memasangnya kembali bunyi dengungan sangat kencang dan memekakkan telinga membuat aku ditertawakan oleh semua orang yang ada disekolah. Sebenarnya masih banyak kisah lain yang tidak jauh berbeda tapi aku malas mengingatnya" akhirnya Aditya bercerita tentang kisah Alexa.


Dimas dan Sandy masih diam mendengarkan cerita Aditya.


"Sejak aku mengenalnya aku melihat dia dan Reza selalu bersama, pulang dan pergi sekolah bareng, main bareng dan jalan-jalan bareng. Bahkan Reza sering bertamu di rumah Alexa sambil bermain gitar di depan teras rumahnya. Mereka pernah cerita kalau mereka sudah berteman sejak SD. Bahkan mereka teman sekelas sejak SD dan SMP, SMU saja yang beda kelas. Pokoknya dimana ada Alexa disitu pasti ada Reza. Kalian lihat sampai sekarang juga mereka masih bersama. Aku tidak tau apakah mereka memang bersahabat atau hubungan mereka lebih dari itu" ucap Aditya.


Setelah jeda sesaat sambil meneguk minumnya Aditya melanjutkan ceritanya.


"Sejak tamat SMU aku tidak pernah bertemu dengannya lagi, mungkin kalau dihitung sekitar tujuh atau delapan tahun kami tidak ketemu. Aku jarang pulang saat liburan atau lebaran dan setiap aku pulang gantian Alexa yang tidak pulang. Aku dengar dari Mamaku Alexa kuliah di Jakarta dia lulus masuk UI" Adity menarik nafas panjang.


"Sampai pada saat pertemuan pertama di malam pesta Ultah Perusahaan aku melihat dia bernyanyi sambil memetik gitar. Saat itu aku seperti pernah mendengar suaranya tapi aku tidak ingat dimana dan malam itu aku tidak bisa melihat wajahnya karena pesta topeng yang dibuat panitia. Pertemuan kedua saat rapat pertama waktu aku menyampaikan kembalinya aku dikantor pusat pada semua manager dan para asistennya. Aku seperti mengenal wajahnya tapi tidak bisa menebak siapa dia, karena aku tidak menyangka Alex bisa berubah menjadi Sandra. Alex yang tomboy seperti laki-laki tiba-tiba menjelma menjadi Sandra yang cantik dan anggun. Karena penasaran aku minta datanya kebagian HRD disitulah aku baru tau kalau Sandra itu adalah Alex" Tutur Aditya.


"Lalu kenapa kamu tidak bercerita pada kami?" tanya Sandy penasaran.


"Kalian ingat hari pertama kerja aku kesal karena ada mobil disebelah mobilku parkir sembarangan sampai aku tidak bisa masuk kedalam mobilku? Ternyata itu mobil milik Alexa. Setiap bersamanya aku selalu merasa sial makanya lebih baik aku menghindarinya. Aku tidak mau kejadian dulu yang memalukan terulang kembali" ucap Aditya kesal.


"Hahahaha.... akhirnya ada juga orang yang bisa mengalahkanmu ya Dit. Bisa juga kamu merasa takut dekat dengan wanita hahahaha" ledek Dimas.


"Somr** lo" umpat Aditya.


"Aku gak menyangka Sandra sekeren itu, rasanya aku benar-benar jatuh hati padanya. Oh Sandra" Dimas memegang dadanya.


"Lebay lo bro" ledek Sandy.


"Serius bro. Sandra emang keren kan bisa membuat seorang Aditya yang pendiam dan dingin serta kejam lebih memilih mundur dan menjauh karena tidak pernah menang jika berhadapan dengan Sandra?" Dimas tertawa mengejek.

__ADS_1


"Iya juga sih Dit, kenapa kamu malah mengalah padanya. Biasanya kamu kan punya seribu cara untuk mengalahkan para musuhmu?" tanya Sandy.


Aditya terdiam, baru kali ini dia mendapat pertanyaan yang tidak bisa dia jawab. Dia fikirkan berulang kali dan mengingat setiap peristiwa yang terjadi antara dia dan Alexa, mengapa sedikitpun tidak ada perlawanan darinya malah dia memilih mundur dan menghindar padahal sering sekali dia berucap akan membalaskan dendamnya pada Alexa atas rasa malu yang dia terima tapi semua itu tidak pernah terlaksana.


"Sudah ah... udah selesai ceritanya, aku gak mau cerita lagi tentang Alex atau Sandra atau apapun namanya. Kesal aku mengingatnya, mending kita pulang saja" ajak Aditya.


Mereka keluar dari Restourant kemudian pulang kembali ke apartemen.


Aditya masuk keruang kerjanya memandang deretan buku yang tersusun rapi di rak buku lemarinya. Pandangannya tertuju pada sebuah album kenangan. Aditya menarik album tersebut dan mengekuarkannya dari rak. Dia membuka album kenangan bukti nyata setiap prestasinya. Album yang berisi foto-foto setiap dia memenangkan lomba atau kejuaraan sejak dari SD sampai kuliah.


Pandangannya terhenti pada foto SMU saat dia dan Alexa memenangkan lomba olimpiade. Mereka foto berdua sambil memegang piala mereka masing-masing. Aditya dan Alexa tersenyum bahagia.


Aditya kembali teringat peristiwa dulu dimana dia dan Alexa sempat dekat. Selama berlatih mempersiapkan olimpiade matematika mereka selalu pergi dan pulang sekolah bareng bahkan sering belajar bersama dirumahnya atau dirumah Alexa.


Wanita ini selalu serius kalau sudah belajar, tidak ada wajah usil atau sikap isengnya yang keluar. Semua berjalan seperti biasa. Tapi mengapa setelah itu aku membencinya? Padahal aku tau saat di Cafe sepulang olimpiade dia memang tidak sengaja menyenggol lengan pelayan yang sedang membawa minuman.


Mengapa aku bisa membencinya tapi herannya mengapa aku malah menghindar bukan membalas apa karena dia wanita? tapi pada saat itu dia tidak terlihat seperti wanita.


Jiwa lelaki yang terjerat dalam tubuh wanita.


Bagaimana dia bisa berubah drastis seperti ini? Anggun, lembut dan cantik dengan memakai jilbab?


Tidak... tidak... kamu harus sadar Dit, dia tetaplah preman pasar. Dan sahabatmu menyukainya.


Akh..... Aditya menggaruk kepalanya yang tak gatal dan menutup album kenangan itu kemudian berjalan ke kamar dan istirahat dikamar tak lama nafasnya sudah teratur pertanda bahwa dia sudah terlelap dalam tidur siangnya.

__ADS_1


Ditempat lain...


"Kak Adit terlihat makin dewasa dan berwibawa ya San, aura pengusahanya sangat kentara terlihat. Aku salut melihat keberhasilannya. Aku saja masih kerja di perusahaan orang sebagai karyawan tapi dia sudah punya perusahaan sendiri" ucap Reza.


"Bukan miliknya sendiri Za tapi milik bersama" potong Alexa.


"Trus gimana perasaan kamu bisa setiap hari bertemu dengannya, apakah semakin berbunga bunga?" tanya Reza menggoda.


"Apaan tiap hari ketemu, dia itu kembali seperti dulu selalu menghindar bertemu denganku. Kalau tidak karena terpaksa kurasa dia tidak akan mau melihatku" jawab Alexa sedih.


"Kamu mau terus-terusan seperti ini San?" tanya Reza.


"Maksud kamu?" Alexa balik bertanya.


"Ya jalan ditempat, sama seperti tujuh tahun yang lalu. Nanti saat dia pergi lagi baru kamu menyesal dan kehilangan. Apa kamu gak lelah terus seperti ini?" Reza menatap wajah Alexa.


"Aku harus bagaimana Za?" giliran Alexa yang bertanya.


"Kejar dia... cari perhatiannya. Tunjukkan kamu sudah berubah bukan Alex yang dulu. Sekarang kamu jauh lebih cantik dan anggun dari yang dulu. Dan buktikan padanya bahwa kamu bukan pembawa sial untuknya" Reza berusaha memberi semangat.


"Kamu tau aku bukan wanita seperti itukan Za?" ucap Alexa.


"Hei.. aku tidak menyuruh kamu mengemis cinta tapi buat dia mencintai kamu. Membuat dia jatuh cinta tidak harus dengan berbuat agresif San. Kamu tunjukan kelebihan kelebihan kamu dimatanya, kamu punya sesuatu yang tidak banyak dimiliki para wanita. Kamu tidak cengeng, penuh semangat dan pekerja keras San" Reza berusaha menyadarkan Alexa bahwa dia punya kelebihan.


"Pikat dia secara elegan tidak murahan. Kamu kan pintar, rayu dia secara intelektual. Aku yakin dia akan sadar karena dia adalah pria yang pintar. Kamu pasti bisa" ucap Reza meyakinkan.

__ADS_1


Alexa terdiam dan berusaha mencerna setiap perkataan Reza.


__ADS_2