Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Melepas seorang sahabat


__ADS_3

Tok...tok..tok...


Alexa mengetuk pintu ruangan Aditya.


"Masuk" jawab suara dari dalam.


Alexa membuka pintu dan menarik nafas panjang saat masuk keruangan itu.


"Maaf Pak, saya mengganggu. Saya mau mengantarkan undangan pernikahan Reza dan Lidya" ucap Alexa sambil menyerahkan undangan pernikahan itu dihadapan Adity.


Aditya menerimanya.


"Kamu kapan berangkat ke Bandung?" tanya Aditya.


"Kamis sore Pak sepulang kerja" jawab Alexa.


"Pergi dengan siapa?" tanya nya lagi.


"Berdua dengan Sisil, Reza dan Lidya duluan perginya Kamis pagi dari Jakarta langsung menjemput rombongan Medan di Bandara Bandung" jawab Alexa.


Duh kenapa aku harus melaporkan semua padanya. Dia memang atasanku tapi ini kan bukan urusan pekerjaan. Batin Alexa.


Aditya tersenyum melihat tingkah Alexa yang serba salah dan canggung.


"Kamu nyetir sendiri ke Bandung?" Aditya bertanya lagi.


"Iya Pak" jawab Alexa singkat.

__ADS_1


Tumben perhatian, bisiknya dalam hati.


"Ya sudah kalau begitu hati-hati dijalan. Jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya" Ucap Aditya tegas.


Haah... aku gak salah dengar? dia bilang hati-hati? Alexa terus bicara dalam hati.


"Eh iya Pak terimakasih, saya permisi" Alexa menunduk memberi hormat dan pergi meninggalkan ruangan Aditya.


Tanpa sadar Aditya tersenyum melihat sikap Alexa yang dari tadi salah tingkah.


Sepertinya dia memang benar-benar berubah. Biasanya anak itu gak ada takutnya sama siapapun bahkan terlalu cuek. Sekarang dia jadi sopan dan lebih pendiam. Ucap Aditya dalam hati.


Setelah keluar dari ruangan Aditya, Alexa masuk keruangan Dimas dan Sandy untuk menyerahkan undangan pernikahan Reza. Mereka memastikan akan hadir ke pesta pernikahan Reza dan Lidya bahkan Sandy berencana untuk mengajak pacarnya sekalian jalan-jalan dan belanja di Bandung.


Hari Kamis pagi Reza dan Lidya berangkat menuju bandung bertiga dengan Supir. Selain mereka tidak ingin hanya berdua saja di mobil Reza sengaja membawa supir agar dia tidak kelelahan menjelang pernikahannya. Sesampainya di Bandung mereka langsung menuju Bandara Internasiolan Husein Sastranegara Bandung.


Semua rombongan dijemput dengan Bus Pariwisata yang sengaja di sewa Reza untuk keluarganya biar muat untuk semua sekalian biar lebih berasa mereka sedang jalan-jalan. Tak lupa di Bus tersebut dipasang spanduk besar yang bertulisan ROMBONGAN DARI MEDAN.


Reza memang sengaja memesan spanduk itu alasannya agar keluarganya saat jalan-jalan tidak sulit mencari Bus mereka.


Lidya tertawa melihat tingkah calon suaminya itu. Ada-ada saja alasannya. Bahkan Reza sudah menyusun agenda dan jadwal jalan-jalan ketempat wisata selama 3 hari untuk keluarganya agar mereka bisa sekalian keliling kota Bandung dan jalan-jalan ketempat wisata yang ada di Bandung.


Mereka juga dipesankan Hotel bintang lima untuk tempat menginap. Reza benar-benar memberikan pelayanan terbaik buat keluarga dihari bahagianya. Dia ingin semua merasakan kebahagiaan seperti yang dia rasakan saat ini.


Kamis sore Alexa dan Sisil sudah merencanakan untuk pulang tepat waktu kemudian mereka segera menyusul Reza dan Lidya ke Bandung melewati jalur jalan TOL Jakarta - Bandung.


Alexa dan Sisil sampai di Bandung Jam 10 malam langsung menuju hotel ikut bergabung dengan keluarga yang berasal dari Medan. Sisil sudah tidak merasa sungkan lagi karena lama berteman dengan Alexa dan Sisil membuat dia sudah kenal dengan keluarga mereka bahkan orantua Sisil juga hadir dalam pesta ini karena Lidya dan Reza adalah sahabat baik Sisil.

__ADS_1


Seluruh keluarga saling berkenalan dan sangat senang hadir dalam pesta besar dua provinsi. Itu sebutan mereka untuk acara pernikahan Reza dan Lidya.


Jumat malam Reza dan Alexa berjalan di taman Hotel, kemudian mereka duduk di bangku yang disediakan dipinggir taman.


"San, aku akan menikah besok. Maaf ya aku mendahului kamu. Terimakasih karena selama ini sudah membantu semua kelancaran pernikahanku" ucap Reza.


"Tidak masalah Za, jodoh siapa yang tau. Jodoh kamu lebih dulu datang dari pada aku. Dan aku bahagia atas pernikahan kalian" jawab Alexa.


"Maaf mungkin kedepannya aku akan menomor duakan kamu. Selama ini aku berusaha untuk selalu ada dan menjadi orang terdekat kamu, menjadi pelindung kamu sebagai sahabat. Kita sudah berteman lama kan San, sejak SD sampai sekarang, banyak kenangan yang telah kita lalui berdua. Mulai besok ada wanita yang harus selalu aku lindungi dan aku pertanggung jawabkan dunia dan akhirat. Aku berdoa semoga kamu juga secepatnya mendapatkan pendamping dan pelindung hidup kamu. Terimakasih San selama ini kamu selalu ada menemani dan mendampingiku disetiap keadaan. Kita saling berbagi, baik disaat susah, sedih dan senang bersama. Bahkan kita juga sering berbagi duit setiap akhir bulan saat masih di kos dulu" Reza tertawa tapi sudut matanya meneteskan airmata.


Dia tidak pergi jauh dari sahabatnya ini, tapi dia melepaskan tanggung jawabnya sebagai teman karena besok dia akan menikah dengan calon istrinya. Dia pasti akan lebih memusatkan perhatian dan kasih sayangnya pada istrinya dan akan membangun keluarga bersama dengannya. Dia tidak akan pergi jauh dari Alexa karena jarak apartemen mereka hanya berbeda lantai kapan saja mereka bisa bertemu tapi tentu saja pasti akan ada yang berubah antara mereka.


Alexa yang melihat Reza meneteskan airmata jadi ikut menangis juga.


Alexa menggenggam tangan sahabatnya ini.


"Bukannya kita sepakat tidak ada kata maaf dan terimakasih diantara kita. Kamu sudah berapa kali mengucapkan kata maaf dan terimakasih Za. Kalaupun harus diucapkan, harusnya aku yang mengucapkan kata itu. Terimakasih kamu selalu ada disampingku sebagai teman juga sebagai saudara. Aku tidak akan kehilangan kamu, aku akan mengerti posisi kamu sekarang, sangat mengerti. Berbahagialah, bangun rumah tangga kamu bersama Lidya. Aku yakin kamu akan menjadi imam yang baik untuk Lidya. Akulah orang yang paling bahagia atas penikahan kalian jadi kamu jangan bersedih, jangan menangis Za. Doakan aku juga akan mendapatkan jodoh yang baik dan bertanggung jawab seperti kamu" ucap Alexa.


Malam itu mereka menangis, bukan menangis sedih tapi tangis bahagia. Mengingat kenangan mereka dulu. Terlalu banyak yang telah mereka lalui berdua.


Malam ini mereka saling melepas, bukan melepas untuk berpisah tapi melepas sebuah tanggung jawab persahabatan.


Hubungan persahabatan antara pria dan wanita tentu akan berbeda setelah menikah. Pasti ada jarak yang harus dijaga karena akan mempunyai pendamping hidup dan akan mempunyai keluarga.


Ada perasaan yang harus dijaga, perasaan pasangan masing-masing. Ada batas yang akan dibuat, tidak bisa turut campur lagi dalam hidup seorang sahabat.


Sahabat yang baik adalah sahabat yang selalu mendukung, saling membantu dan saling menjaga.

__ADS_1


Itulah persahabatan yang dijalani antara Alexa dan Reza.


__ADS_2