
Satu minggu sudah Alexa merubah tampilannya. Sekarang dia sudah lebih mahir memakai jilbab kemanapun dia pergi. Sudah seminggu juga dia belum bertemu Reza. Dan Alexa tidak mau mengabari perubahannya biar saja Reza terkejut melihat tampilannya kini.
Sore itu Alexa baru saja pulang dari supermarket membeli beberapa kebutuhannya di kos. Saat hendak masuk tiba-tiba tersengar suara laki-laki mengucap salam. Laki-laki itu adalah Reza. Alexa sengaja diam saja tak bersuara.
"Lid ada Sandra" tanya Reza, dia tidak tau bahwa yang ada didepannya adalah Alexandra sahabatnya karena posisi Alexa membelakangi Reza.
"Deeeeeeer" ucap Alexa mengejutkan Reza.
"Astagfirullah..... Sandra ini kamu?" Reza menghapus dadanya karena terkejut dan saat melihat wajah wanita yang ada didepannya adalah Alexa sontak dia berteriak tanpa sadar.
"Sssstt... ribut banget. Iya ni aku Alexandra sahabat kamu" jawab Alexa sambil tersenyum.
"Kamu pakai jilbab sekarang?" tanya Reza.
Alexa masih tersenyum dan mengangguk.
"Alhamdulillah.... nah gitu kan cantik San, aku sampai pangling tadi lihat kamu. Hampir saja aku gak kenal" ucap Reza.
"Sejak kapan kamu pakai jilbab" tanyanya lagi.
"Sudah seminggu" jawab Alexa.
"Kenapa kamu pakai jilbab?" Reza bertanya penasaran.
"Gak kenapa-kenapa pengen aja. Cantik kan?" jawab Alexa tersenyum.
"Cantik tapi aku harap ini bukan sebuah trend yang lagi viral sekarang kan?" Reza penasaran.
"Ye jilbab itu bukan viral sekarang kali Za, dari zaman Rasulullah sudah ada perintah untuk menutup aurat" Alexa menentang kata-kata Reza.
"Ya aku takut aja kamu pakai jilbab cuma ikut-ikutan atau gaya-gayaan aja untuk tampil lebih cantik" ujar Reza.
"Ngapain juga aku harus gaya-gayaan untuk cantik dari lahir aku emang udah cantik kog. Kamu aja yang baru sadar sekarang" jawab Alexa.
"Iya... yang waras ngalah" ledek Reza sambil tertawa.
"Duduk yuk, aku serius ni nanya kamu" Reza menarik lengan Alexa untuk duduk di kursi yang ada di teras depan kosan Alexa.
"Melihat kondisi Papa kemarin aku tersadar Za harus berubah. Aku tidak mau Papa memikul dosaku karena tidak menutup aurat" Jawab Alexa dengan serius.
__ADS_1
"Alhamdulillah sahabat terbaikku sudah mendapat hidayah" Reza mengusap kedua wajahnya seperti baru berdoa.
"Aku meminta bantuan Lidya untuk membimbing dan mengajariku untuk jadi wanita yang lebih baik lagi"
"Itu baru Alexandra yang ku kenal. Selalu yakin dan percaya diri dalam setiap tindakannya tidak pernah setengah setengah dalam berbuat selalu full dan fokus terhadap keputusan yang dia ambil. Kamu itu Te Oo Pe banget" Puji Reza.
"Iya donk, siapa dulu? Alexandra Nur Wiratama" ucapnya dengan percaya diri.
"Sombong Amat!!!" Canda Reza dan mereka berdua pun tertawa.
Reza sangat senang atas perubahan yang dialami sahabatnya ini. Apapun keputusan yang sudah diambil Alexa, Reza akan selalu mendukungnya karena mereka sudah seperti saudara kandung sudah selayaknya saling jaga dan tolong menolong.
"Oh ya kamu ngapain cari aku?" tanya Alexa.
"Kangen aja pengen ketemu kamu. Udah seminggu kan kita gak ketemu?" ujarnya.
"Cie...cie.. kangen aku atau teman aku?" ledek Alexa.
"Ya sekalian San, kata pepatah sambil menyelam minum air, sekali mendayung dua tiga pulau terlewati, tak ada gading yang tak retak, kalau ada jarum yang patah jangan disimpan di dalam hati" canda Reza.
"Apa sih, pantun kog campur aduk kayak gitu. Pusing dengarnya" Ejek Alexa.
Mereka kembali tertawa. Sore ini Reza dan Alexa menikmati sore menjelang senja dengan canda tawa. Keakraban dan kedekatan mereka tak perlu dipertanyakan lagi. Seminggu tak bertemu aja mereka sudah saling rindu dan kehilangan. Itulah arti persahabatan mereka.
Waktu berlalu tanpa terasa, sampailah mereka di bulan Ramadhan. Setelah hampir satu bulan berpuasa akhirnya aktivitas kampus diliburkan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Jauh hari Reza dan Alexa sudah memesan tiket pesawat untuk mereka pulang kampung ke Medan. Rasanya sudah tidak sabar menanti hari kepulangan.
Sisil dan Lidya pulang ke kampung mereka masing-masing dengan menaiki kereta api. Sedangkan Reza dan Alexa pulang satu hari setelahnya ke Medan dengan pesawat terbang.
Pagi-pagi sekali Reza dan Alexa berangkat dengan taxi menuju Bandara. Mereka sengaja mengambil penerbangan pagi agar tidak repot dan jalanan juga tidak ramai.
Setelah sahur Reza dan Alexa tidak tidur kembali. Mereka langsung bersiap mandi ban berangkat ke Bandara. Alasan lain agar sampai Medan juga belum siang jadi mereka masih punya kekuatan dan tenaga untuk berpuasa walau mereka adalah musafir.
Alexa sampai dirumah diantar Taxi.
"Assalamu'alaikum Papa, Mama" Alexa mengucap salam.
"Wa'alaikumsalam" jawab Papa dan Mama Alexa serentak.
__ADS_1
"Ya Allah anak Mama cantiknya pakai jilbab Mama hampir gak tanda lihat kamu sayang" Mama Alexa memeluk Alexa dengan erat.
Papanya yang sudah sembuh total mengikuti istrinya dari belakang menyambut kedatangan anak gadisnya dari Jakarta.
"Gimana kabar kamu sayang?" tanya Papanya sambil mencium kening anak gadisnya.
"Alhamdulillab sehat, Papa gimana keadaannya?" Alexa balik bertanya.
"Seperti yang kamu lihat Papa sudah sembuh total" Jawab Papanya.
"Sejak kapan kamu pakai jilbab? kog gak ngabari Papa dan Mama?" tanya Mamanya.
"Sudah lama Ma, Lexa sengaja merahasiakannya dari Papa dan Mama biar jadi kejutan saat Lexa pulang" Alexa tersenyum kejutannya untuk orangtuanya berhasil.
"Papa senang melihat kamu yang sekarang, terimakasih sayang kamu sudah menjadi anak gadis kebanggaan kami" Ucap Papa Alexa.
"Kamu puasa kan?" tanya Mamanya.
"InsyaAllah puasa Ma" jawab Alexa.
"Kalau begitu kami istirahat dikamar ya, kamu pastu lelah baru dari perjalanan jauh" Mama mengusap lembut kepala Alexa.
"Iya Ma" Alexa melangkah menuju kamarnya.
Sesampainya dikamar Alexa segera mengganti pakaiannya dan berbaring di tempat tidur.
Aaah nyamannya kalau sudah sampai rumah rasanya hilang semua beban hidup ataupun tuntutan tugas kuliah atapun ujian akhir semester.
Sebentar lagi akan dilangsungkan ujian akhir semester ganjil tahun ke dua perkuliahaannya. Akhir-akhir ini Alexa memang sibuk mempersiapkan diri untuk ujian akhir semester. Dia ingin lulus tepat waktu bahkan kalau bisa lebih cepat dari target.
Sebenarnya pulang lebaran kali ini membuat hatinya bergetar. Dua tahun kuliah baru tahun ini dia pulang libur Lebaran Idul Fitri. Tahun lalu karena Lebaran berdekatan dengan ujian semester Alexa tidak pulang kampung.
Fikirannya melayang pada Aditya. Bagaimana kabarnya sekarang. Sudah tiga tahun tidak pernah bertemu, walau tahun lalu Alexa sempat melihatnya secara tak sengaja di Bandung itu tidak termasuk bertemu karena Aditya tidak melihatnya.
Alexa meraba dan mengelus dadanya mencoba menetralkan detak jantungnya.
Apa kabarmu cinta pertamaku??? Kurasa kau tidak akan mengingatku bahkan mungkin kau tak ingin bertemu denganku tapi bolehkah aku berharap kali ini saja aku bisa melihatmu lagi walaupun kau tak menyapaku, walaupun kau mengacuhkanku aku tak peduli.
Aku hanya ingin menatap wajahmu.
__ADS_1
Airmata Alexa menetes perlahan merasakan nyeri di dadanya karena rindu.
Apakah kali ini kau pulang????