
"Cinta... bangun sayang. Cinta..." panggil Satria.
Satria mengangkat tubuh istrinya dan membaringkannya ke atas tempat tidur.
"Dokter tolong" panggil Satria.
Tak lama datang dokter dan perawat memeriksa keadaan Cinta.
Setelah dilakukan pemeriksaan Cinta akhirnya sadar dari pingsannya.
"Aku kenapa dokter? kepalaku pusing sekali" ucap Cinta.
"Ibu setres dan shock. Ini bisa membahayakan kandungan Ibu" jawab Dokter tersebut.
"Apa Dok?" tanya Satria.
"Istri Bapak hamil. Selamat buat Ibu" ungkap dokter.
Cinta kembali menangis mendengar kata-kata dokter dan dia menatap wajah suaminya.
"Kamu tahu Mas kenapa tadi siang saat aku keluar dari perusahaan Aditya tersenyum bahagia? Karena aku baru saja mendapat kabar dari dokter kandungan kalau aku saat ini sedang hamil" jawab Cinta.
"Apa?" Satria tidak bisa berkata-kata lagi.
"Aku datang ke kantor Aditya untuk meminta maaf atas kejadian di Cafe dua minggu yang lalu. Aku mengatakan pada Aditya bahwa kamu tidak sengaja menabrak Sandra saat itu" ungkap Cinta sambil terisak.
Satria menatap kearah Aditya seakan meminta jawaban dari Aditya. Aditya mengangguk membenarkan perkataan Cinta.
"Aku sudah melakukan semua yang kamu pinta Mas. Aku sudah melupakan Aditya dan tidak akan berharap kembali padanya. Aku ingin membangun rumah tangga dengan kamu. Kita mulai dari awal lagi semuanya. Aku melihat Aditya dan Sandra begitu bahagia. Rumah tangga mereka sudah sempurna karena kehamilan Sandra. Aku juga ingin seperti mereka Mas. Dan menurutku kita harus berdamai dengan masa lalu" jawab Cinta menjelaskan.
Satria menggenggam tangan istrinya.
"Dan Allah sangat baik pada kita Mas, baru saja aku berdamai dengan masa lalu dan memohon maaf pada Aditya, aku langsung mendapat telepon dari dokter saat keluar dari ruangan Aditya. Dokter bilang program kehamilanku berhasil, saat ini aku sedang hamil. Makanya aku tersenyum bahagia mendapat kabar bahagia itu" Cinta berbicara sambil terisak.
"Ayo Mas kita bangun kembali rumah tangga kita. Kita mulai dari awal lagi. Aku ingin bahagia bersama kamu" ucap Cinta.
Satria memeluk tubuh istrinya.
"Terimakasih sayang, aku sangat bahagia mendapat kabar bahagia ini" ungkap Satria.
Aditya dan Alexa menghampiri tempat tidur Cinta.
"Selamat ya Cinta, Satria atas berita bahagia ini. Kami turut senang mendengarnya" ucap Aditya.
"Dit.. maaf kan aku Dit. Aku sudah salah sangka pada kamu. Aku bersedia menerima semua hukuman dari apa yang sudah aku lakukan" ungkap Satria pasrah.
"Tidak Mas. Aku tidak mau menjalani kehamilan ini sendiri. Aku tidak sanggup" ucap Cinta.
__ADS_1
"Dit tolong kamu maaf kan semua perbuatan Mas Satria Dit, tolong maafkan kami" pinta Cinta.
Alexa menggenggam tangan suaminya mencoba memberikan dan menyalurkan kehangatan pada Aditya.
"Kak.." pinta Alexa pada Aditya.
Aditya menatap wajah Alexa kemudian menarik nafas panjang.
"Aku sudah memaafkan semuanya Sat. Aku tidak akan menuntut apapun pada kamu. Aku dan Cinta sudab sepakat untuk berteman dengan kalian" Ungkap Aditya.
Aditya menepuk bahu Satria.
"Semua kisah lalu Sat. Aku sangat bahagia saat ini bersama istri dan calon anak-anakku. Aku ingin kalian juga bahagia. Aku tahu kamu memang benar-benar mencintai Cinta sudah dari dulu. Aku berdoa semoga rumah tangga kalian bahagia" ucap Aditya.
"Terimakasih Dit" Jawab Satria.
Aditya dan Satria saling berpelukan. Mereka sudah berdamai dengan masa lalu mereka.
"Bagaimanapun kamu merupakan bagian dari aku. Dalam namaku juga ada nama kamu. Aditya Satria Gunadi" jawab Aditya tersenyum
Satria tertawa dan membalas pelukan Aditya.
"Iya ya nama kamu juga ada Satria nya" ujarnya.
Semua yang ada diruangan tersebut tersenyum menatap mereka.
Alexa mengenggam tangan Cinta.
"Selamat ya Cinta atas kehamilan kamu" ucap Alexa.
"Terimakasih Sandra. Maaf kehadiranku kembali menyakiti kamu dan maaf kalau kami sudah mengganggu keharmonisan rumah tangga kalian" ujar Cinta tulus.
"Semua sudah berakhir jangan diungkit dan di ingat-ingat lagi. Lebih baik kita berdamai dengan masa lalu. Kita sudah berhasil melewatinya dan saat ini kita sama-sama sudah bahagia. Tidak ada yang perlu dibahas lagi. Mari sama-sama kita menatap masa depan" jawab Alexa tersenyum lembut.
"Aditya memang tidak salah memilih kamu. Kamu sangat baik Sandra" ucap Cinta sambil memeluk Alexa.
"Terimakasih Cinta. Kamu juga wanita yang baik. Karena aku sangat yakin suamiku selalu dikelilingi dengan teman-teman yang baik" jawab Alexa.
"Nah begini donk. Akhirnya semua berakhir dengan bahagia" ucap Dimas bahagia menyaksikan teman-temannya berdamai dengan masa lalu mereka.
"Aku sangat senang melihat kalian seperti ini dan bisa kupastikan aku tidak akan kehilangan dua temanku dulu. Kamu dan Cinta" sambung Dimas menatap Satria dan Cinta bergantian.
"Terimakasih Dim. Aku juga sangat senang berteman dengan kalian lagi. Maaf Dim atas semua yang pernah aku lakukan pada kalian" ungkap Satria.
"Tidak masalah Sat. Aku sudah memaafkan dan melupakan semuanya" jawab Dimas.
Dimas dan Satria yang berpelukan sekarang.
__ADS_1
Akhirnya semua merasa lega. Semua sudah berakhir dengan bahagia.
***********
Lima bulan berlalu....
"Kak... Kak Adiiiiit" panggil Alexa, dia berusaha membangunkan Aditya.
"Ada apa sayang. Jam berapa sekarang? Kamu kenapa, lapar?" tanya Aditya. Aditya yang sedang tidur terbangun karena panggilan istrinya.
Usia kehamilan Alexa sudah sembilan bulan lebih dan sedang menunggu hari kelahiran anaknya. Semakin besar usia kandungan istrinya semakin besar juga nafsu makannya. Biasanya malam-malam begini Alexa akan meminta sesuatu yang bisa untuk dimakan.
Aditya melirik jam dinding, saat ini sudah jam 2 malam. Aditya menatap wajah istrinya. Dia sangar terkejut melihat wajah istrinya yang penuh dengan peluh keringat
"Sayang kamu kenapa? Kamu sakit. Apa yang sakit sayang?" tanya Aditya.
"Perutku sakit Kak. Aku rasa aku mau melahirkan" jawab Alexa sambil meringis.
"Apa sayang?" Aditya kaget mendengar kata-kata istrinya.
Aditya yang sudah siaga menunggu kelahiran anaknya segera bangkit.
"Ayo sayang" ucap Aditya dan ingin menggendong istrinya.
"Jangan Kak. Aku sangat berat sekarang, kamu tidak akan sanggup menggendong aku lagi" jawab Alexa.
"Sanggup sayang. Kamu tenang saja ya" ucap Aditya.
"Biar aku jalan saja, ini juga akan membantu memperlancar persalinan. Kamu bawa tas aja ya" jawab Alexa.
"Baiklah, sekarang kamu pakai jaket dan jilbab kamu ya. Kita kerumah sakit sekarang" ucap Aditya.
Alexa dan Aditya keluar kamar. Aditya segera membangunkan Mama dan Mama mertuanya yang sudah beberapa hari datang dari Medan dalam rangka menemani dan ingin menyambut kelahiran cucu-cucu mereka.
"Ma... bangun Ma" Aditya mengetuk pintu kamar Mama dan Mama mertuanya.
"Ada apa Dit?" tanya Mama mertuanya keluar dari kamar.
"Alexa mau melahirkan Ma" jawab Aditya.
"Apa? Alexa mau lahiran?" ucap suara Mama Aditya dari dalam kamar.
"Ayo Mbak kita harus segera ke rumah sakit" ajak Mama Alexa pada Mama Aditya.
"Ayo... ayo... Kita berangkat sekarang" jawab Mama Aditya.
Alexa, Aditya dan Mama mereka kemudian berangkat menuju Rumah Sakit Kasih Ibu.
__ADS_1