
Seminggu sudah berlalu, dengan penuh cobaan yang membuat Aditya panas dingin setiap hari melihat dan memakaikan baju Alexa yang sexi dibeli Mama dan Mertuanya.
Orangtua Aditya dan Alexa kini sudah pulang. Aditya juga akan mulai bekerja besok.
Aditya tidak mungkin membiarkan Alexa sendiri dirumah dalam keadaan cidera seperti itu.
Melalui sebuah yayasan Aditya mencari seorang asisten untuk bekerja dan menemani Alexa di apartemen selama dua bulan selama Alexa sakit.
Jam 10 pagi asisten yang akan bekerja di apartemen sudah datang.Hari ini wanita itu hanya dijelaskan apa saja tugas dan pekerjaannya dan sekaligus berkenalan dengan Aditya dan Alexa.
"Perkenalkan nama saya Leha Pak, Bu" ucap asisten rumah tangga sementara.
"Bi Leha, saya Aditya dan istri saya bernama Alexa. Saat ini istri saya sedang cidera, tulang tangan dan kakinya retak, jadi dia tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya selama 2 bulan. Bi Leha tolong bantu semua keperluan istri saya disini sekalian beres-beres semuanya ya. Setiap jam 5 sore saya usahakan sudah pulang ke rumah jadi kalau saya sudah pulang Bibi juga boleh pulang" Aditya menjelaskan tugas Bi Leha.
"Iya Pak" jawab Bi Leha.
"Bibi bisa mulai bekerja besok. Datangnya tolong pagi-pagi langsung buatkan kopi dan sarapan ya"
"Iya Pak" jawabnya.
"Saya boleh pulang Pak?" tanya Bi Leha
"Boleh, ini ongkos Bibi untuk hari ini" jawab Aditya.
Bi Leha pulang kembali kerumahnya setelah itu besok jam 6 pagi dia harus sudah sampai di aprtemen majikan barunya.
"Xa, mulai besok Bibi akam bantu kami dirumah. Kebutuhan sehari-hari kita kosong di apartemen ini. Aku sudah lama tidak belanja. Kamu mau ku ajak keluar belanja bulanan sekalian cari udara segar. Gak bosan seminggu dirumah aja" ajak Aditya.
Sekarang Aditya sedikit berubah, Alexa perhatikan sekarang dia sudah lebih banyak bicara, tidak pendiam seperti dulu dan juga sekarang nada bicaranya lemah lembut. Bahkan sesekali dia sudah mau diajak bercanda. Jadi makin cinta... Sorak hati Alexa.
"Mau banget Kak, tapi Kakak kan capek harus ganti baju aku lagi. Gak mungkin aku keluar seperti ini?" ucap Alexa.
"Tidak masalah asal kamu senang" balas Aditya.
Tuh kan sekarang Aditya lebih perhatian membuat aku semakin nyaman berada didekatnya. Batin Alexa.
__ADS_1
Tiga puluh menit kemudian mereka sudah turun ke basement apartemen. Aditya mengangkat Alexa dan membantunya duduk di kursi mobil kemudian melipat kursi roda istrinya dan meletakkannya di bagasi mobilnya.
Satu jam kemudian mereka sudah sampai di supermarket. Aditya mengambil kursi roda dan meletakkan Alexa diatasnya kemudian mereka berjalan masuk kedalam supermarket.
Di depan pintu supermarket Aditya bertemu dengan teman kuliahnya Candra bersama pacarnya.
"Hei Dit, pa kabar? sudah lama ya kita tidak bertemu. Terakhir ketemu di Bandung sekitar hampir dua bulan yang lalu" sapa Candra.
"Iya" Aditya hanya menjawab seadanya saja karena dia masih teringat kejadian di Bandung dan Aditya masih curiga kalau Candra yang membocorkan kabar kepulangan Aditya kembali ke Jakarta kepada Satria. Menurut Aditya, Candra adalah mata-mata Satria.
"Siapa nih Dit, gak dikelankan pada kami?" tanya Candra.
"Kenalkan ini istriku Alexa" jawab Aditya.
Alexa hanya tersenyum menundukkan kepalanya memberi hormat.
"Lho kamu sudah nikah Dit, kog gak ngundang-ngundang?" tanya Candra terkejut.
"Kami baru akad saja nanti kalau resepsi pasti aku undang. Oh iya kami masuk dulu ya, ada yang mau di cari. Permisi" pamit Aditya.
Candra menatap kepergian Aditya dan istrinya sambil berbicara pada pacarnya.
"Hah.. Cantik sih tapi cacat" ucapnya. Tapi Aditya mendengarnya dengan jelas.
Aditya hendak menghampiri Candra tapi Alexa menahannya.
"Udah Kak biarin aja. Ngapain Kakak marah. Aku kan tidak cacat hanya cidera. Nanti juga sembuh, aku tidak tersinggung kog dengar kata-katanya" ucap Alexa masih menggenggam tangan suaminya.
Mereka terus berjalan tanpa sadar kalau tangan mereka masih saling menggenggam karena kejadian tadi.
Tangannya hangat sekali rasanya aku seperti dilindungi. Selama ini aku selalu merasa kuat, mandiri dan terbiasa sendiri, baru kali ini aku merasa benar-benar menjadi wanita yang dilindungi oleh seorang pria dan aku sangat senang pria itu adalah suamiku. Sorak hati Alexa.
Enak saja Si Candra itu bilang Alexa cacat, istriku tidak cacat. Dia istri tercantik dan terbaik dimuka bumi ini dan yang terpenting aku mencintainya. Batin Aditya.
Mereka sudah ada di dalam supermarket. Alexa memangku keranjang belanjaan diatas pahanya sedangkan Aditya mendorong kursi roda Alexa dari belakang.
__ADS_1
Satu persatu barang yang dibutuhkan mereka ambil dari rak susun supermarket. Mereka saling mengobrol dan sesekali tertawa bercanda.
Semua kebutuhan mereka sudah selesai dipilih dan dibayar. Aditya meminta tolong salah satu staff supermarket mendorong troly mereka sampai mobil karena Aditya sedang mendorong kursi roda Alexa.
Tak lama mobil berjalan dan sampai kembali ke apartemen. Aditya mengantarkan Alexa lebih dulu ke apartemen, setelah itu dia turun kembali ke basement untuk mengambil belanjaan mereka di mobil.
Aditya membawa semua belanjaan mereka di dapur setelah itu menyusunnya di tempat penyimpanan barang. Untuk bahan makanan Aditya meletakkannya di kulkas.
Alexa terus menatap suaminya saat Aditya melakukan semua kegiatan itu. Ini adalah pemandangan yang menyenangkan baginya. Dia merasa sangat bahagia.
"Kamu haus, mau minum?" tanya Aditya
Alexa tersenyum dan mengangguk. Bahagia sekali Kak kamu perhatikan aku seperti ini. Hati-hati kak nanti aku bisa rakus sama perhatian kamu. Kamu kan belum cinta sama aku. Bisik hatinya.
Aditya mengambil gelas dan mengisinya dengan air kemudian memberikannya pada Alexa.
Tiba-tiba Alexa tersedak dan batuk. Aditya segera menepuk punggung Alexa.
"Pelan-pelan minumnya" ucapnya lembut.
Kalau lama-lama begini aku bisa meleleh Kak.. batin Alexa.
"Maaf ya Kak, aku jadi merepotkan kakak. Harusnya aku yang merawat dan melayani semua kebutuhan kakak" ucap Alexa.
"Dalam rumah tangga itu harus saling mengisi Xa, saat ini kamu yanh butuh pertolongan kedepannya mungkin aku yang akan membutuhkannya. Kalau keadaannya di balik. Kamu mau meninggalkanku?" tanya Aditya.
"Nggak Kak, kita kan sudah sepakat tidak ada kata perpisahan dalam rumah tangga kita" jawab Alexa.
"Nah sama aku juga begitu jadi jangan pernah berkata kalau kamu mereporkan aku. Aku suami kamu sudah tugasku merawat, menjaga dan melindungi kamu" ucap Aditya.
"Iya Kak" jawab Alexa.
Kamu bicara tugas seorang suami kak. Masih ada tugas satu lagi yang tidak kamu sebutkan yaitu mencintaku. Batin Alexa.
Ada satu lagi tugasku yang belum bisa aku sebutkan pada kamu Xa yaitu mencintaimu. Karena aku belum bisa pastikan siapa pria yang kamu sukai seperti yang Reza katakan. Bisik hati Aditya.
__ADS_1