
Di apartemen Alexa.
"Sandraaaaa... aku kangen banget. Sejak kamu menikah aku kesepian, tinggal sendiri disini" ucap Sisil.
Sisil yang selalu ceria ternyata bisa sendu juga.
Alexa memeluk sahabatnya.
"Makanya Sil kamu juga serius cari jodohnya, biar segera menyusul aku dan Lidya, kamu baik-baik aja kan sendirian disini?" tanya Alexa.
"Baik San tapi ya itu sepi.." jawabnya sedih.
"Sebentar ya Sil, aku mau ke kamarku dulu. Yuk kak" Alexa mengajak suaminya masuk ke kamar Alexa.
"Jadi begini rupanya kamar istriku" ucap Aditya sambil memperhatikan sekeliling kamar Alexa.
Kamar Alexa memang tidak sebesar kamar Aditya. Di kamar ini hanya ada tempat tidur enam kaki, meja rias dan lemari yang semuanya berwarna putih.
Semua tertata rapi dan teratur. Terdapat foto-foto yang disusun rapi di atas meja nakas dekat tempat tidur.
Ada foto-foto Alexa bersama Sisil dan Lidya, foto berempat bersama Reza dan lebih banyak foto Alexa berdua bersama Reza. Terakhir disudut sana dengan bingkainya yang paling kecil, ada foto mereka waktu pulang dari olimpiade matematika. Foto mereka di Cafe bersama teman-teman perwakilan sekolah lengkap dengan guru pembimbingnya setelah pulang dari olimpiade matematika. Di dalam foto itu Aditya dan Alexa berada ditengah dan berdampingan, mereka tersenyum dan memegang piala yang mereka menangkan.
"Kamu masih menyimpan foto ini?" tanya Aditya.
"Iya, satu-satunya foto kenangan-kenangan aku bersama kakak" jawab Alexa.
"Sekarang kan udah banyak di album foto pernikahan kita" ucap Aditya.
"Iya, tapi foto ini kan penuh kenangan. Ini bukti kalau kita dulu pernah dekat dan berbaikan. Setelah acara ini kakak kembali membenci dan menjauhiku" jawab Alexa.
"Maaf kan aku sayang" ucap Aditya sambil memegang pinggang istrinya dan memeluknya.
"Semua tinggal masa lalu kak, sekarang kan kita sudah bahagia" jawab Alexa.
"Ya sudah, apa yang mau kamu bawa hem..?" tanya Aditya.
"Aku cuma mau mengambil baju kerjaku Kak. Senin nanti kan aku sudah mulai bekerja. Sebentar aku susun dulu ya" jawab Alexa.
Aditya duduk diatas ranjang empuk Alexa dan tertidur.
Alexa sudah selesai memasukkan bajunya kedalam koper. Menyusun beberapa pasang sepatu kedalam kotak untuk dibawanya ke apartemen Aditya. Selebihnya dia biarkan tetap seperti ini.
Nanti kalau dia membutuhkannya dia bisa mengambilnya ke sini lagi sekalian mengunjungi Sisil.
Alexa membangunkan suaminya.
"Kak... bangun kak. Aku sudah selesai" ucap Alexa.
"Kita berangkat?" tanya Aditya.
"iya, yuk..." ajak Alexa.
Aditya berdiri dan membawa koper serta kotak yang Alexa susun tadi.
"Kamu duluan aja ke apartemen Reza ya, aku ke mobil dulu masukin barang-barang kamu. Nanti aku nyusul. Nomor berapa apartemen Reza?" tanya Aditya.
__ADS_1
"Nomor 425 Kak" jawab Alexa.
"Berarti lantai 4 ya" tanyanya lagi.
Alexa menganggukkan kepalanya.
"Sil kamu mau ikut kami kebawah? mau singgah ke apartemen Reza, ada yang mau aku ambil" ajak Alexa.
"Nggak San, aku lagi ada kerjaan dikit" Jawab Sisil.
Aditya dan Alexa masuk ke lift dan menekan tombol 4 dan basement. Lift berhenti di lantai 4.
"Kak aku duluan, aku tunggu ya" ucap Alexa.
Aditya membalas dengan senyuman.
Sesampainya di apartemen Reza.
"Kamu kemarin di Rumah Sakit kog cepat banget menghilangnya?" tanya Reza.
"Kak Adit kelihatannya marah ya San kemarin?" sambung Lidya bertanya.
"Iya dia marah sama kamu Za, karena dia lihat kamu mau ngangkat aku ke kursi roda" jawab Alexa.
"Dia cemburu?" tanya Reza.
"Iya. Eh Za, emang kamu pernah cerita sama Kak Adit kalau aku sudah menyukai seseorang?" tanya Alexa.
"Iya, dan dia bertanya siapa orang itu" kata Reza.
"Trus kamu jawab siapa Yank?" tanya Lidya.
"Kamu tau dia menebak siapa orang tersebut?" tanya Alexa.
"Nggak. Emang tebakannya siapa San?" Reza balik bertanya.
"Kamu" jawab Alexa.
"Hahahaha.... dia bilang begitu?" Reza tidak percaya orang pintar seperti Aditya bisa berfikiran pendek seperti itu.
"Makanya kemarin di RS waktu kamu mau mengangkat aku dia marah" ungkap Alexa.
"Dia cemburu berarti San" ucap Lidya.
"Iya dia cemburu. Tapi berkat kamu akhirnya dia mengungkapkan perasaannya" Jawab Alexa tersenyum.
"Cie...cie... yang cintanya bersambut. Tak bertepuk sebelah tangan lagi" ledek Reza.
Alexa tersenyum-senyum mengingat kejadian tadi malam.
"Aku senang berarti rumah tangga kamu sudah tidak ada masalah lagi kan San. Kalian sudah saling mencintai?" tanya Lidya.
"Alhamdulillah Lid, aku sangat senang sekali" jawab Alexa.
"Waah selamat Sandra. Aku senang sekali" Lidya memeluk Alexa.
__ADS_1
Tak lama Aditya sampai di apartemen Reza.
"Kak Adit mau minum apa?" tanya Lidya.
"Apa aja Lid" jawab Aditya.
"Eh Bumil jangan capek-capek, biar aku aja yang ambilin minum suamiku" ucap Alexa mengikuti Lidya ke dapur. Alexa sudah tidak asing di apartemen Reza karena apartemen Reza ini sudah seperti miliknya sendiri.
"Lidya hamil?" tanya Aditya.
"Iya kak, makanya kemarin kami ke RS bareng sama Alexa" jawab Reza.
"Za, kamu tau kan siapa orang yang disukai Alexa?" tanya Aditya.
"Iya, aku tau" jawab Reza.
"Sejak kapan kamu tau?" tanyanya lagi.
"Sejak kuliah. Saat liburan semester satu, kami liburan ke rumah Lidya di Bandung. Kami jalan ke Mesjid Salman ITB, disana Sandra melihat Kakak berjalan berdua dengan seorang wanita. Aku melihat wajahnya sangat sedih. Saat aku tanya kenapa dia bersedih, dia jawab baru saja melihat Kakak jalan dengan seorang wanita. Aku langsung bisa menebak perasaannya. Karena aku tau Sandra itu wanita yang kuat jarang sekali menangis. Tapi dia menangis saat melihat Kakak. Aku tau perasaannya sangat dalam pada kakak" jawab Reza panjang.
"Terimakasih Za... Terimakasih kamu telah menjaga Alexa selama ini. Sampai sekarang aku sulit percaya ternyata pria yang kamu bilang kemarin itu adalah aku" ucap Aditya.
"Sekarang Kakah sudah tau perasaan Sandra, bagaimana dengan perasaan Kakak sendiri?" tanya Reza menyelidik.
"Aku juga mencintainya Za" jawab Aditya.
"Syukurlah, ternyata kalian memang saling mencintai. Tapi satu permintaanku Kak, jangan pernah sakiti dia ya. Sandra bukan hanya seorang sahabat tapi dia sudah seperti keluarga bagiku. Aku sudah menganggapnya sebagai adikku" ungkap Reza.
"Iya Za, aku berjanji tidak akan menyakitinya dan akan selalu menjaganya" jawab Aditya.
"Serius amat ceritanya?" tanya Alexa sambil membawa minuman untuk Aditya. Kemudian Aditya meminumnya.
"Kami membahas urusan kantor sayang" jawab Aditya.
"Oh iya Za, aku mau ambil gitar ya?" pinta Alexa.
"Oh boleh. Tumben kamu mau ambil. Udah lama kan gak main gitar di rumah?" tanya Reza.
"Pak Bos mau dikelonin tiap malam pakai dentingan gitar" Alexa mengedipkan matanya pada Alexa.
"Hahaha..." tawa Reza.
Reza bangkit dari duduknya kemudian mengambil gitar Alexa di ruang kerjanya dan menyerahkannya pada Alexa.
"Kita pulang yuk kak. Kan mau belanja lagi. Nanti kita kemalaman pulangnya" ajak Alexa
"Yuk... kami pulang dulu ya Za, Lid" pamit Aditya.
"Da bumil. Jaga debaynya baik-baik ya.." ucap Alexa.
"Iya.. semoga kamu segera menyusul" doa Lidya.
"Doain ya, lagi usaha ni. Debaynya lagi otw" jawab Alexa.
"Seeep" Reza mengacungkan jempolnya.
__ADS_1
Kemudian Aditya dan Alexa meninggalkan apartemen mereka dan bergerak menuju supermarket.
BERSAMBUNG...