Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Kisah Dimas


__ADS_3

Aditya dan Alexa turun dari atas pentas disambut hangat oleh teman-temannya.


"Waaah aku gak menyangka suara Kak Adit bagus, kalian tampak serasi sekali" ucap Lidya.


"Tidak percuma ya gitar Sandra dibawa pulang, rupanya untuk latihan kalian dirumah" ledek Reza.


"Aku sangat terkejut Bro ternyata kamu bisa juga menyanyi" ucap Erwin.


"Bro... kalian luar biasa, sangat romantis" ucap Dimas semangat.


Dan banyak ucapan selamat dan pujian lainnya untuk Aditya dan Alexa..


"Semua berkat istriku tercinta Alexa" Aditya mengecup pipi istrinya tanpa malu-malu didepan umum.


Yang melihat tingkah mereka langsung bersorak gembira.


"Ciee.... yang udah BUCIN" teriak penonton.


Aditya dan Alexa tertawa bahagia.


Selain kedua pengantin sepertinya Aditya dan Alexa artis bintang tamunya malam ini. Semua tamu sangat senang melihat pasutri ini.


"Ternyata cinta bisa merubah Aditya yang dingin menjadi seorang pria yang romantis ya" ucap Dimas.


"Bisa Dim, kamu juga bisa. Kalau kamu sudah menemukan cinta sejati kamu, aku yakin kamu yang seorang playboy akan bertekuk lutut dihadapan wanita yang kamu cintai. Cinta bisa merubah apapun" sambut Erwin.


"Kapan cinta itu datang padaku ya??" tanya Dimas.


"Cinta bisa datang kapan saja asal Kakak cepat sadarnya, sebelum cinta itu direbut pria lain" ucap Reza sambil melirik kearah Sisil.


Dimas melihat Ridho kembali mendekati Sisil. Entah perasaan apa yang tidak disadarinya. Dia sangat marah melihat kedekatan Sisil dan Ridho.


Ngapain mereka dekat-dekatan. Mana nenek lampir itu tertawa bahagia lagi bersama Ridho. Apa sih yang mereka bicarakan sampai nenek lampir itu bisa tertawa lepas? tanya Dimas dalam hati.


Reza tersenyum melihat tingkah Dimas yang serba salah dan berbisik ditelinga Aditya.


"Kak sepertinya sahabat kakak yang satu ini sedang terbakar api cemburu" ucap Reza pada Aditya.


Aditya melirik Dimas kemudiam mengikuti arah pandangan Dimas ternyata ada Sisil yang sedang berbincang-bincang dengan Ridho teman kuliahnya.


"Sepertinya kita harus lebih menyulut apinya lebih besar agar dia ikut terbakar" ucap Aditya tertawa.


Tak lama Sisil dan Ridho berjalan mendekat ke meja tempat Aditya dan teman-temannya duduk. Ridho sengaja duduk mendekat ke Aditya sedangkan Sisil bergabung dengan Lidya dan Alexa.


"Dit kata Sisil dia sahabatnya istri kamu?" tanya Ridho.

__ADS_1


"Iya benar, ada apa Dho?" Aditya balik bertanya.


"Kata Dimas Sisil sudah punya pacar?" tanya Ridho lagi.


"Dimas bilang begitu? setau aku sih Sisil masih jomblo. Coba pastikan sama Dimas siapa pacarnya Sisil, mungkin Dimas tau?" ucap Aditya sedikit keras agar Dimas mendengarnya.


Semprul nih si Ridho sepertinya dia serius ingin mendekati Sisil sampai dia berani bertanya pada Aditya. Batin Dimas.


"Aku sudah tanya Dimas tapi dia gak mau kasih tau Dit" bisik Ridho.


Duh kenapa Ridho sama Aditya malah bisik-bisik. Aku kan jadi gak tau apa strategi si Ridho semprul ini. Dimas kesal sendiri.


"Kak Adit sepertinya pria itu serius mau berkenalan dengan Sisil, Kakak gak takut Sisil diambil orang. Susah lho cari cewek baik seperti Sisil. Walaupun dia rada ceriwis dikit tapi wajar itu wanita kan emang harus ceriwis. Katanya biar rumah riuh penuh warna" bisik Reza.


Dimas terdiam mendengar kata-kata Reza.


Benar juga kata Reza, walau Sisil cerewet tapi dia wanita yang baik dia juga memakai jilbab seperti teman-temannya yang lain berbeda dengan wanita-wanita yang selama ini ku kencani. Sisil bisa menjaga dirinya dihadapan pria hidung belang seperti aku dan Ridho. Dia selalu menanggapi omongan pria dengan sopan dan tidak berlebihan.


Walau tubuhnya mungil tapi dia juga cantik, kulitnya putih wajahnya mulus, bibirnya se... aakh.. mengapa aku jadi memikirkannya. Dimas dilema sendiri.


"Jadi benar ya Dit, kamu mau sampaikan ke istri kamu untuk membantuku bisa lebih dekat lagi dengan Sisil" pinta Ridho.


"Aku akan coba bicara dengan istriku nanti ya Dho. Tapi setau aku istriku dan teman-temannya gak mau pacaran lho, mereka punya komitmen untuk langsung dilamar aja. Apa kamu serius dan sudah siap?" tanya Aditya.


"Kalau serius ya aku serius Dit tapi kalau ditanya siap? aku harus meminta waktu dulu untuk mempersiapkannya" jawab Ridho.


"Bagaimana pun Sisil itu sahabat istriku dan kamu temanku, aku tidak mau kamu mempermainkan sahabat istriku yang akhirnya akan merusak hubungan pertemanan kita Dho" tegas Aditya.


"Iya Dit akan ku fikirkan tapi aku memang serius ingin berkenalan lebih dekat dengan Sisil. Dia wanita yang berbeda dari wanita-wanita yang pernah aku dekati. Aku tidak akan main-main dengannya" ucap Ridho.


Sepertinya Ridho memang serius, mati aku bisa ketinggalan. Enak aja si Ridho ini, kan aku duluan yang dekat dengan Sisil masak dia mau main potong duluan. Gak bisa, Sisil itu harus samaku tidak boleh ada laki-laki yang memilikinya. Teriak hati Dimas.


Acara resepsi pernikahan Sandy berjalan dengan meriah sampai acara selesai. Ridho setia ikut menunggu sampai acara selesai dan tamu undangan sudah sepi


Hanya tinggal keluarga Sandy dan istrinya di tambah dengan teman-teman dekat Sandy dan juga istrinya.


Aditya dan para sahabatnya juga hendak bersiap-siap mau pamit pulang.


"Sil kamu pulang sama siapa?" tanya Ridho.


"Tadi aku kesini bareng Lidya dan Reza karena apartemen kami satu gedung jadi pulangnya aku bareng mereka juga" jawab Sisil.


"Aku antar aja gimana?" Ridho memberi penawaran.


"Mmm..." Sisil masih berfikir.

__ADS_1


"Sisil pulang bareng aku, masih ada yang mau kami bicarakan setelah ini" Dimas menarik tangan Sisil.


"Kak Dimas nariknya jangan kencang donk, tanganku sakit" Sisil meringis karena tangannya di cengkram Dimas kuat.


"Teman-teman aku pamit duluan ya" ucap Dimas pada teman-temannya yang ada di situ.


Aditya dan Reza tersenyum melihat kejadian itu. Usaha mereka untuk memanas-manasi Dimas berhasil.


Ridho yang tidak mengerti apa-apa bingung melihat tingkah Dimas yang langsung membawa Sisil keluar dari gedung resepsi pernikahan Sandy.


Dimas melepas tangan Sisil setelah keluar dari ruangan tempat acara berlangsung. Mereka berjalan menuju ke mobil dan meninggalkan area parkir menuju arah jalan pulang ke apartemen Sisil.


Di tempat sepi Dimas menghentikan mobilnya.


Sisil kebingungan dengan sikap Dimas sejak dari tempat pesta tadi dan saat ini.


"Kenapa kita berhenti disini Kak?" tanya Sisil.


"Ada yang ingin aku bilang sama kamu" jawab Dimas.


"Tentang apa?" Sisil balik bertanya.


"Tentang Ridho" jawabnya.


"Ada apa dengan Ridho?" Sisil semakin heran dan bingung kemana arah pembicaraan Dimas.


"Ridho itu bukan pria baik-baik, dia itu playboy yang hanya mau mempermainkan kamu" ucap Dimas.


"Sama donk seperti kakak, kakak kan playboy juga?" todong Sisil.


"Itu dulu Sil, aku sudah berubah sekarang" jawab Dimas.


"Trus apa hubungannya dengan Ridho?" desak Sisil.


"Tadi aku dengan dia mendekati Aditya ingin meminta bantuan Sandra untuk mendekati kamu" ucap Dimas.


"Trus?" tanya Sisil.


"Ih kenapa sih kamu bertanya terus Sil? Kamu ini saat seperti ini jangan lemot dulu napa sih" umpat Dimas kesal.


"Kak Dimaaaaas, sudah aku bilang aku ini gak lemot. Aku ini pintar tamatan UI apa kak Dimas lupa???" tanya Sisil.


Akh......


Dimas semakin kesal.

__ADS_1


...............


BERSAMBUNG


__ADS_2