
Aditya dan Alexa bergandengan tangan masuk kedalam salah satu supermarket terbesar di Jakarta. Sambil mendorong troly, Aditya terus menggengam tangan Alexa seakan tak ingin berpisah.
Mereka memilih beberapa bahan makanan kering dan keperluan rumah tangga yang dibutuhkan untuk stock sebulan. Sedangkan bahan makanan basah seperti ikan dan sayur-sayuran hanya untuk stock seminggu.
Setelah semua selesai mereka bayar, Aditya dan Alexa pulang kembali ke apartemen. Malam ini mereka makan malam dirumah saja dengan makanan yang mereka beli saat dijalan tadi.
Saat menjelang tidur, mereka berbincang-bincang sambil bermanja-manja di tempat tidur.
"Kak aku masih boleh kerja kan?" tanya Alexa.
"Terserah kamu sayang, Kakak tidak memaksa dan juga tidak melarang dan membatasi gerak kamu. Kalau kamu mau tetap bekerja silahkan, kalau kamu tidak bekerja kakak lebih senang jadi kamu hanya fokus melayani dan mengurus suamimu saja" jawab Aditya.
"Kalau kamu pergi kerja aku pasti bosan Kak dirumah seharian dan gak ada kerjaan. Kata Kakak Bi Leha biarin aja tetap kerja, trus kerjaku apa kalau semuanya dikerjain Bi Leha. Jadi aku izin sama suami dulu ya mau kerja. Kan katanya ridho suami itu ridhonya Allah" ucap Alexa sambil memainkan jemarinya diatas jemari Aditya.
"Iya sayang aku ridho kog, asalkan kamu senang aku sangat bahagia" jawab Aditya.
"Sekarang kita punya pekerjaan lain" ucapnya lagi.
"Kerja Apa?" tanya Alexa bingung.
"Kerja buat anak donk, biar kamu segera menyusul Lidya" Aditya segera menyerang Alexa.
Malam itu kembali terjadi penyatuan yang indah antara Aditya dan Alexa. Usaha untuk menghadirkan seorang anak kedunia ini.
********
Senin Pagi.
"Kak, kita pergi kerja naik mobil masing-masing aja ya" ucap Alexa.
"Kenapa begitu?" tanya Aditya bingung.
"Aku tidak enak sama rekan kerja yang lain. Kan yang tau pernikahan kita hanya Kak Dimas dan Kak Sandy" jawab Alexa.
"Semua sudah tau kalau aku sudah menikah sayang. Jadi ngapain ditutup-tutupi?" ucap Aditya.
"Mereka kan taunya Kakak udah nikah tapi gak tau nikahnya sama siapa? Dan aku, orang kantor taunya aku cuti sakit karena cidera" jawab Alexa.
"Kamu mau merahasiakan pernikahan kita?" tanya Aditya.
__ADS_1
"Kita kan baru ijab kabul aja Kak, surat nikah belum ada. Aku gak mau orang kantor mikirnya yang tidak-tidak. Seperti aku godain atau menjebak Kakak" jawab Alexa.
"Aku tidak mempersoalkannya, terserah mereka mau bilang apa" ucap Aditya.
"Kakak sih enak, disini aku nanti yang akan disudutkan karena aku di posisi yang lemah hanya seorang karyawan. Sedangkan Kakak pemilik perusahaan, gak mungkin mereka berani gosipin Kakak. Mereka pasti takut dipecat" Alexa menjelaskan.
"Jadi kamu maunya gimana?" tanya Aditya.
"Untuk sementara kita rahasiakan dulu hubungan kita ya" pinta Alexa.
"Baiklah, tapi aku tidak janji. Jika aku dengar mereka membicarakan kamu di kantor aku tidak akan menyembunyikan hubungan kita" Aditya memberikan penawaran.
"Iya Kak, aku mengerti" jawab Alexa.
Mereka sarapan bersama setelahnya berangkat ke kantor dengan mobil masing-masing. Karena perjanjian mereka tadi di apartemen, Aditya mencoba bersikap seperti biasa kepada Alexa agar mereka tidak ada yang curiga. Begitu juga Alexa, dia tidak ingin menjadi topik pembicaraan karyawan di kantor.
"Bu Sandra akhirnya Ibu masuk juga, gimana Bu sudah sembuh cideranya?" tanya Desi asistennya.
"Alhamdulillah. Seperti yang kamu lihat saya sekarang sudah bisa jalan Des" jawab Alexa.
Tiba-tiba Hp Desi bergetar bunyi pesan group masuk.
"Ada apa Des, mengapa wajah kamu pucat?" tanya Alexa.
"Bu, apa benar foto yang saya lihat ini?" Desi menunjukkan foto Alexa dan Aditya bergandengan tangan saat berbelanja di supermarket kemarin.
"Des, bisa saya jelaskan nanti. Waktu kita tidak cukup. Sekarang kita harus meeting dengan para pejabat dan pemilik perusahaan" ucap Alexa.
"I..iya Bu" jawab Desi.
"Sekarang kita keruangan meeting ya, saya tidak mau kena tegur hanya karena kita terlambat" ucap Alexa.
Mereka berjalan menuju ruang meeting untuk rapat bulanan dengan para pendiri perusahaan, para manager dan asistennya.
****
Aditya berjalan di loby kantor, saat melewati meja resepsionis dan mendengar selentingan beberapa karyawan sedang membicarakan sesuatu. Tapi begitu Aditya lewat mereka langsung terdiam.
Begitu juga saat menunggu lift. Ada dua karyawan yang sedang bergosip sambil memegang hpnya. Mereka sangat terkejut saat melihat Aditya sudah berada disamping mereka.
__ADS_1
"Bisa saya melihat isi hp kamu?" pinta Aditya dingin.
Sontak karyawan tersebut memberikan hpnya kepada Aditya karena takut melawan perintah dari salah satu pemilik perusahaan.
Aditya menerima dan melihat layar hp tersebut. Dia melihat pembicaraan di group para karyawan sudah ramai membicarakan foto dia bergandengan tangan dengan Alexa saat di supermarket.
"Terimakasih" ucap Aditya, kemudian mengembalikan hp yang dia pegang tadi kepada pemiliknya.
Aditya masuk ke lift dan naik menuju ruangannya.
Tepat pukul 8 pagi rapat bulanan akan di mulai. Semua para manager beserta asistennya sudah berkumpul di ruangan meeting.
Aditya, Dimas dan Sandy masuk keruangan tersebut.
Saat melihat Aditya masuk terdengar suara diruangan tersebut sedikit berisik dan begitu Aditya memulai pertemuan, seketika mereka terdiam.
Meeting berjalan selama dua jam. Saat di penghujung rapat Aditya membuka pembicaraan.
"Ada tambahan sedikit. Pagi ini saat saya tiba di kantor tanpa sengaja saya mendengar para karyawan terlihat kasak kusuk. Begitu juga saat saya hendak masuk ke lift, beberapa karyawan sibuk membicarakan sesuatu yang mereka lihat di hpnya.
Saya tau diperusahaan ini ada group karyawan. Tapi saya tidak mau group tersebut dijadikan ajang untuk membicarakan kehidupan pribadi seseorang. Apalagi yang dibicarakan itu adalah kehidupan pribadi saya.
Seperti yang kalian tau saya sudah menikah secara agama dan istri saya adala Alexandra Nur Wiratama, manager keuangan kita. Surat-surat sedang menyusul dan minggu depan pernikahan kami sah dimata negara.
Perlu saya tegaskan. Pernikahan kami terjadi bukan karena pertemuan kami diperusahaan ini tapi jauh sebelum perusahaan ini berdiri saya sudah lebih dulu kenal dengan istri saya.
Agar tidak menjadi dosa buat kalian semua yang telah menggosipkan hubungan kami. Maka saya akan jelaskan, pernikahan kami memang terkesan mendadak karena istri saya cidera saat hendak menolong saya dan saat kedua orangtua kami berdua datang pada waktu yang bersamaan, kami sepakat untuk menikah secara agama. Resepsi akan menyusul secapatnya.
Saya harap cukup sekian penjelasan saya dan saya tidak ingin hal ini terjadi lagi. Cukup sekian dan terimakasih. Selamat Pagi" Tutup Aditya.
Aditya keluar ruangan disusul oleh Sandy dan Dimas.
Ruang meeting kembali riuh. Para manager dan asistennya mengucapkan selamat kepada Alexa karena telah menikah.
Dan tentu saja ada beberapa manager yang merasa patah hati karena mereka sebenarnya sudah lama memendam perasaannya kepada Alexa.
"Jodoh siapa yang tau, ya kan Bu? tapi Ibu hutang penjelasan pada saya" ucap Desi.
Alexa hanya tersenyum memandang Desi.
__ADS_1
BERSAMBUNG...