
Saat Adzan Subuh Aditya berjalan menuju kamarnya dan istrinya. Aditya memencet bel dan berdoa semoga Alexa mau membukakan pintu untuknya.
Alexa menintip dari lubang di pintu kamar hotel untuk melihat siapa tamu yang datang, ternyata suaminya sudah menunggu di depan pintu.
Pasti Kak Adit mau ganti baju untuk shalat Subuh. Alexa mengalah, bagaimana pun dia memahami tugasnya sebagai seorang istri harus melayani semua kebutuhan suaminya apalagi untuk urusan shalat, Alexa pasti akan merasa bersalah dan berdosa jika tidak menyiapkan pakaian suaminya dan Aditya sangat tau itu makanya saat inilah yang paling tepat untuk masuk kekamarnya.
"Sayang... buka pintu, Kakak mau shalat subuh nanti keburu waktunya habis" ucap Aditya.
Alexa membuka pintu kamar dan membiarkan suaminya masuk. Aditya langsung masuk ke kamar mandi, mandi dan berganti pakaian. Dia keluar hanya dengan memakai handuk yang dia ikatkan di pinggangnya.
Seperti dugaannya Alexa sudah menyiapkan semua pakaiannya.
"Kamu tidak mau shalat subuh berjamaah sayang?" ajak Aditya.
"Iya sebentar aku ambil wudhu dulu" jawab Alexa.
Alexa segera masuk kamar mandi membersihkan tubuhnya dan mengambil wudhu kemudian mereka shalat subuh berjamaah dikamar hotel.
__ADS_1
Setelah selesai shalat dan berdoa seperti biasa Alexa mencium tangan suaminya dan Aditya membalas dengan mencium kening Alexa. Pagi ini mereka tetap menjalankan rutinitas itu. Aditya sengaja menahan wajah istrinya. Dipegangnya wajah Alexa dengan kedua tangannya di tatapnya manik mata istrinya lebih dalam mencoba menyelami isi hati Alexa.
"Sayang, kamu tau kan aku tidak pandai berbuat ataupun berkata romantis apa lagi merayu kamu yang sedang marah. Maaf mungkin aku tidak seperti suami yang kamu harapkan. Tapi percayalah padaku sayang" ucap Aditya.
Alexa merasa terharu mendengar kata-kata Aditya. Mereka saling tatap lama dan Alexa menemukan kejujuran dari kata-kata Aditya.
"Kamu mau tidak mendengar penjelasan kakak mengenai foto-foto itu?" tanya Aditya.
Alexa menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Aditya menarik tubuh istrinya mendekat. Mereka duduk dipinggir tempat tidur masih sama-sama mengenakan pakaian shalat tadi.
"Kami kuliah di fakultas yang sama, dikelas ada lima orang teman kami yang wanita, dia salah satunya. Cinta gadis yang baik dan lembut. Setiap hari kami selalu belajar bersama dan ngerjain tugas bersama. Sehingga teman-teman sering meledekin kami pacaran. Kakak tidak tau kapan pastinya dan siapa yang menyatakan lebih dulu hubungan kami seperti yang teman-teman katakan. Kemana-mana kami selalu jalan berdua, nonton, makan dan belajar bareng seperti orang pacaran. Semua hanya sebuah kebiasaan hingga sampai kami lulus, dia bekerja di sebuah perusahaan dan kakak mendirikan ADS Corp bersama Dimas dan Sandy" Aditya mulai menjelaskan awal mula ceritanya bersama Cinta. Kemudian dia menarik nafas panjang.
"Hingga sampai dua tahun yang lalu Kakak mendapati dia selingkuh dengan Satria. Yah Satria juga teman kami satu kelas dikampus. Memang dari dulu Kakak dengar dia sudah mengejar-ngejar Cinta. Cinta meninggalkan Kakak dengan alasan dia tidak tahan dengan sikap dingin dan pendiam Kakak. Kami putus dan dia menikah dengan Satria" Sambung Aditya.
"Kakak akui saat putus dengan Cinta kakak memang patah hati. Karena hanya dia teman wanita yang dekat dengan Kakak dan hanya dia yang kakak punya. Kakak tidak kenal dan dekat dengan wanita lain. Bahkan dulu kakak sempat berfikir bahwa dialah kelak yang akan menjadi istri kakak. Kakak melarikan diri dari semuanya, meninggalkan Jakarta untuk melupakan dia, Cinta juga pindah dibawa Satria ke Bandung. Dua tahun Kakak bekerja tanpa kenal waktu untuk menjauh dari hiruk pikuk kota, menyendiri di hutan Kalimantan dan Papua mengurus kantor cabang ADS Corp di luar kota. Keluarga Kakak tahu cerita itu sehingga mereka tidak pernah mempertanyakan kemana Kakak pergi selama dua tahun itu, tidak pernah bertanya kapan Kakak pulang. Begitu juga dengan Dimas dan Sandy. Bulak balik mereka membujuk Kakak untuk kembali ke Jakarta tapi Kakak selalu menolak. Sampai saat Ulang Tahun ADS Corp yang ke empat. Kakak merasa sudah cukup waktu untuk melupakan semua, Kakak sudah menerima pengkhianatan Cinta dan Satria. Mungkin dia memang bukan jodoh Kakak. Kakak kembali ke Jakarta dan kita bertemu kembali" ucap Aditya panjang.
__ADS_1
"Kamu ingat kejadian di dekat pintu Tol saat kita hendak balik ke Jakarta setelah pesta pernikahan Reza di Bandung. Kita dihadang oleh dua orang pria tidak dikenal. Kakak sudah memeriksa bukti-buktinya dan ternyata Satria lah dalang dari semuanya. Saat itu dia ada di dalam mobil. Dia melihat kita bertarung dengan para lelaki yang menyerang kita. Dia berfikir kamu adalah orang yang sangat penting bagi Kakak. Karena teman-teman Kakak semua tau Kakak hanya dekat dengan satu wanita yaitu Cinta. Jadi ketika melihat kamu bersama Kakak, Satria beranggapan bahwa kamu dan Kakak mempunyai hubungan. Sehingga dia membuat siasat lain dengan menculik Lidya. Dia kira Lidya itu adalah kamu karena ciri kalian hampir sama, kalian sering terlihat jalan bersama bahkan tinggal digedung apartemen yang sama. Terjadilah penculikan itu dan kamu cidera saat kita berusaha menyelamatkan Lidya. Papa dan Mama mengetahui kejadian itu, Kakak menceritakan siapa dalang atas kejadian itu. Mungkin itu juga alasan Papa dan Mama menjodohkan kita. Memaksa kita menikah dengan alasan agar Kakak bisa selalu melindungi kamu" Aditya mencium tangan istrinya.
"Saat itu Kakak sudah mencintai kamu, Papa Mama mengetahui itu dari sikap Kakak menjaga kamu selama kamu dirawat di Rumah Sakit. Mereka bekerjasama dengan Mama dan Papa kamu untuk menikahkan kita. Kakak menolak menikah dengan kamu karena saat itu Kakak belum tau isi hati kamu kepada Kakak bagaimana. Begitu juga dengan kamu kan yang masih menganggap Kakak membenci kamu, makanya kamu menolak menikah dengan Kakak" ucap Aditya.
Alexa menganggukkan kepalanya dan mendengarkan semua cerita suaminya.
"Sekarang kamu sudah tau kan sayang semua masa lalu Kakak, tidak ada yang kakak sembunyikan lagi dari kamu" tutur Aditya.
"Setelah mendengar cerita Kakak, kamu masih marah?" tanya Aditya.
"Masih. Kakak kan belum cerita bagaimana bisa ada foto Kakak dan Cinta tadi malam?" Alexa balik bertanya.
"Waktu kakak pamit ke kamar mandi sama kamu ternyata Cinta mengikuti dan menunggu kakak di pintu kamar mandi. Dia menarik kakak keruangan yang lebih sepi. Dia meminta maaf atas perbuatannya dulu pada kakak dan dia merasa menyesal. Tapi penyesalannya sudah tidak ada artinya bukan? Dia bukan siapa-siapa Kakak dan namanya sudah tidak ada lagi di hati kakak. Kakak sudah memaafkannya atas pengkhianatannya bersama Satria tapi Kakak tidak bisa menerima penyesalannya. Dia dan Kakak sama-sama sudah menikah dan kakak sudah tegaskan padanya bahwa kakak sangat mencintai kamu istri kakak" Aditya mengecup kening istrinya.
"Dia menahan tangan Kakak saat Kakak hendak pergi meninggalkannya dan Kakak tidak tau siapa yang mengambil foto itu dan mengirimkannya kepada kamu. Kalau foto yang lainnya, itu adalah foto-foto kami dulu saat bersama. Semua sudah berlalu dan tidak ada artinya lagi bagi Kakak. Kamulah cinta pertama dan terakhir di hati Kakak sayang" Aditya mengecup lembut bibir istrinya. Mencoba menyalurkan rasa cintanya pada Alexa agar Alexa mengerti perasaannya.
"Kamu masih marah sayang?" tanya Aditya.
__ADS_1
....................
BERSAMBUNG