
Dua hari dirumah Alexa belum pernah kemana-mana dia hanya menghabiskan waktu kumpul bersama orangtuanya dirumah saja. Alexa benar-benar memanfaatkan waktu bersama dengan Papa dan Mamanya.
Sore ini Reza datang menjemput Alexa dengan motor antiknya untuk jalan jalan sore menunggu waktu berbuka. Mengenang beberapa tahun yang lalu saat mereka masih sekolah, Reza selalu menjemput dan mengantarnya pulang dari sekolah dengan motor kesayangannya ini.
"Assalamu'alaikum Tante, Sandranya ada?" Sapa Reza pada Mama Alexa.
"Sandra?" Mama Alexa balik bertanya.
"Eh maksud saya Lexa tante. Kalau di Jakarta teman-teman manggil Lexa Sandra. Biar lebih feminim namanya dari pada Alex kayak nama cowok" Reza menjelaskan agar Mama Alexa gak bingung.
"Ooo... malah lebih bagus itu Za, Tante gak nyangka Lexa memang benar benar bisa berubah ya, bahkan nama panggilannya saja dia mau diganti" jawab Mama Lexa.
"Tante kayak gak kenal aja sama anaknya itu. Sandra kalau sudah berniat pasti benar benar dijalankan dan tidak mau main-main" ucap Reza.
"Tante senang sekali, sudah lama Tante menginginkan punya anak perempuan yang anggun dan lembut akhirnya sekarang terkabul. Rasanya hampir tak percaya tapi ternyata ini terjadi" Mama Alexa sangat terharu melihat perubahan anaknya.
"Jadi kebawa perasaan Tante jadi lupa. Kamu mau pergi ya sama Lexa?" tanya Mama Alexa.
"Iya Tante, mau jalan-jalan sore sambil menunggu waktu berbuka, tapi sebelum berbuka kami udah pulang kog" jawab Reza.
"Sebentar ya Tante panggil Lexa dulu. Dia masih siap-siap dikamarnya" Mama Alexa masuk ke dalam rumah dan memanggil anaknya.
Tak lama Alexa keluar dengan penampilan yang sekarang. Dia memakai celana kulot, kemeja corak garis-garis dan jilbab senada. Sangat cantik.
"Udah lama Za?" tanya Alexa.
"Belum kog, kita go?" Ajak Reza
"Okey" Alexa naik keatas motor Reza.
Reza menjalankan motornya dengan santai sambil menikmati sore ini mereka ngobrol ringan diatas motor. Tadi sebelum keluar pagar rumah Alexa Reza sempat melihat Alexa melirik kearah rumah Aditya.
"Kak Adit gak pulang San?" tanya Reza.
"Gak tau, belum ada lihat" jawab Alexa.
"Samperin kek kerumahnya, sapa Mama dan adiknya. Kalian kan bertetangga" ucap Reza.
"Males ah entar kalau dia pulang aku harus bilang apa, siapa tau dia masih kesal dan benci sama aku" jawab Alexa.
Reza terdiam dan membenarkan kata-kata Alexa apalagi dia tau Alexa itu bukan tipe cewek yang agresif walau dia cuek dan tidak tau malu kalau iseng sama orang tapi urusan hati dia lebih memendamnya dan akan menyimpannya rapat agar orang yang disukainya itu tidak mengetahuinya.
__ADS_1
Satu jam berkeliling kota Medan, melewati jalan-jalan memory mereka, lewat depan sekolah, lewat dojang, tempat mereka latihan taekwondo dan tempat tempat lain yang penuh kenangan bagi mereka.
"Nanti kalau kita masing-masing sudah berkeluarga pasti kita akan melihat tempat ini penuh dengan kenangan ya Za" ucap Alexa.
"Aku pastikan, aku akan tersenyum mengingat kenangan kita dulu. Kamu yang tomboy perlahan bisa berubah feminim. Kurasa kalau nanti aku bercerita pada anak-anakku bagaimana kamu dulu mereka pasti tidak akan percaya hahaha" Mereka tertawa bersama.
"Kog tua banget ya cerita kita, udah mikirin punya keluarga lagi hahaha" Alexa merasa malu sendiri.
Reza mengantarkan Alexa pulang kerumah.
"Aku gak singgah lagi ya San, takut gak keburu bisa-bisa buka dijalan nanti" ucap Reza.
"Oke, hati-hati ya. Salam sama om dan tante" jawab Alexa sambil melambaikan tangannya.
Tibalah hari yang dinanti nanti. Lebaran telah tiba.
Alexa dan orangtuanya pagi-pagi sudah bersiap untuk shalat Ied ke Mesjid dekat rumah mereka. Alexa dan orangtuanya berjalan keluar rumah menuju Mesjid.
Sampai di pelataran Mesjid Alexa dan Mamanya mencari tempat untuk shalat.
"Mbak Alex... Mbak.. sini..." ucap gadis remaja yang tak lain adalah Cica adiknya Aditya.
"Muat gak Ca tempatnya?" tanya Alexa.
Alexa dan Mamanya berjalan menuju tempat Mama dan adiknya Aditya duduk. Alexa membentang sajadahnya. Tak lama kemudian Shalat Ied dimulai.
Setelah selesai shalat mereka bergerak menuju rumah, tapi sebelumnya Alexa dan Mama serta adik Aditya saling bermaaf maafan.
"Mbak Alex dah lama pulang? Cica kog gak pernah lihat Mbak Alex dirumah?" tanya Cica.
"Sudah empat hari Ca. Mbak memang didalam rumah aja gak kemana-mana?" jawab Alexa.
"Alexa memang sudah pakai jilbab atau karena Lebaran aja pakai jilbabnya?" tanya Mama Aditya.
"Alhamdulillah sekarang sudah pakai jilbab terus tante" jawab Alexa.
"Mbak Alex cantik banget ya Ma, Cica suka melihatnya" ucap Cica. Cica adalah anak yang manja dan periang. Dia sangat senang setiap bertemu Alexa seperti sedang bertemu dengan kakak perempuannya. Maklum Cica kan hanya punya saudara laki-laki.
"Adit pulang Mbak?" tanya Mama Alexa.
Seeer.... Tiba-tiba jantung Alexa berhenti, menunggu jawaban Mama Aditya.
__ADS_1
"Nggak Mbak, Adit kan udah tingkat tiga, tahun depan udah nyusun skripsi jadi dia harus magang. Karena jurusan Aditya tekhnik elektro dia ngambil magang di perusahaan yang ada di Kalimantan Mbak, sekaliam jalan-jalan katanya. Jadi Lebaran ini dia gak pulang" jawab Mama Aditya.
"Jauh banget ya Mbak, tapi gak apa-apa deh. Adit kan laki-laki wajar kalau dia pergi jauh-jauh. Nanti juga kalau sudah tamat kuliah belum tentu dapat kerjanya dekat. Dari sekarang kita harus sudah terbiasa" ujar Mama Alexa.
"Iya, gak terasa ya Mbak anak-anak kita sudah besar sebentar lagi juga mau sarjana dan cari kerja" tutur Mama Aditya.
"Mbak masih enak ada Cica dirumah yang nemani, saya cuma punya satu anak hobbynya suka jauh-jauh dari Mamanya" curhat Mama Alexa.
"Hahaha... seperti Mbak bilang tadi dari sekarang kita harus terbiasa, nanti juga kalau Lexa menikah bisa jauh Mbak ikut suaminya" ujar Mama Aditya.
"Maunya sih pengen dekat-dekat aja Mbak, tapi anak-anak sekarang mana bisa dipaksa. Biar ajalah mereka menjalani hidup sesuai keinginan mereka" tutur Mama Alexa.
"Bener itu Mbak" Mereka ngobrol sambil jalan santai menuju rumahnya masing-masing.
"Lexa makin cantik memang Mbak, gak kelihatan lagi tomboynya. Tante gak nyangka kamu bisa berubah ya" ucap Mama Aditya.
Alexa hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Mama Aditya.
"Mbak Alex juga sekarang jadi pendiam, kalau dulu sukanya teriak-teriak sampai kedengaran kerumah kami" timpa Cica.
"Maaf Ca kalau dulu Mbak suka buat kalian terganggu karena Mbak yang berisik" Tawa Alexa.
"Hahaha... gak papa Mbak Cica suka. Mbak Alex keren. Rumah pasti ramai kalau ada Mbak." Cica tertawa.
"Untung cuma satu Lexa kalau ada yang lain seperti Lexa ini bisa roboh rumah tante Ca" celetuk Mama Alexa.
Mereka semua tertawa.... Alexa jadi malu karena ledekin.
"Nanti main kerumah ya Mbak" ajak Cica.
"InsyaAllah Ca" jawab Alexa.
Kalau aku main kerumah kamu yang ada aku tambah sedih Ca. Pasti aku akan ingat kakak kamu terus. Bisik Alexa dalam hati.
Jauh dilubuk hatinya sebenarnya Alexa sangat kecewa, lagi-lagi dia tidak bisa bertemu dan melihat Aditya. Sepertinya rasa ini memang harus aku hapus. Semakin sakit rasanya kalau terus berharap.
Sementara yang diharapkan juga belum tentu tau, bisa jadi disana Kak Adit sudah punya calon sendiri. Mungkin wanita yang kemarin dia lihat di Mesjid Salman Bandung. Hati Alexa semakin perih mengenang peristiwa lalu
😢😢😢
********
__ADS_1
Hai teman-teman yang sudah baca jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.
Terimakasih