
Alexa berjalan dan naik ke atas pentas. Mengambil gitar yang dia pinjam dari salah satu group Band Kemudian duduk dikursi yang disediakan tim EO mulai memetik gitar dan bernyanyi
Aku punya niat yang baik
Coba kuungkapkan padamu
Berharap kamu kan menjadi
Rencana besar dihidupku
Tapi kau bilang
"Pergi sana"
Kamu tak mau melihat diri ini selamanya
Awas nanti jatuh cinta
Cinta kepada diriku
Jangan jangan kujodohmu
Kamu terlalu membenci
Membenci diriku ini
Awas nanti jatuh cinta padaku
Aku punya niat yang baik
Telah kuungkapkan padamu
Kau tetap bilang
"Pergi sana"
Kamu tak mau melihat diri ini selamanya
Awas nanti jatuh cinta
Cinta kepada diriku
Jangan-jangan kujodohmu
Kamu terlalu membenci
Membenci diriku ini
Awas nanti jatuh cinta padaku
Awas nanti jatuh cinta
Cinta kepada diriku
Jangan jangan kujodohmu
Kamu terlalu membenci
Membenci diri ku ini
__ADS_1
Awas nanti jatuh cinta padaku
(Awas jatuh cinta)
(Cinta kepada diriku)
Jangan-jangan kujodohmu
Kamu terlalu membenci
Membenci diriku ini
Awas nanti jatuh cinta
Awas nanti jatuh cinta
Awas nanti jatuh cinta
Padaku
Semua mendengarkan suara merdua Alexa dengan tenang, mereka menikmati permainan gitar Alexa.
Disela-sela Alexa bernyanyi Reza membisikkan sesuatu ketelinga Aditya, hanya Aditya yang mendengar.
"Dengar Kak lirik lagu yang dinyanyikan Alexa. Jangan terlalu membenci. Awas nanti jatuh cinta" Reza tersenyum tipis.
Mudah-mudahan Kak Adit sadar dengan mendengar lagu Alexa ini.
Aditya terkejut mendengar perkataan Reza. Apa maksud Reza mengatakan seperti itu? tanya nya dalam hati.
Aditya mendengarkan setiap lirik yang dinyanyikan Alexa menyimak dan mencoba mengerti makna lagu yang dinyanyikan Alexa.
Tidak enak rasanya dalam satu kantor mempunyai musuh apalagi permusuhannya sudah lama. Hanya karena sikap nakal dan manja Alexa saat dia remaja. Tapi sekarang kan sudah berbeda.
Mereka sudah tidak remaja lagi, Alexa juga tidak nakal dan manja seperti dulu. Sekarang malah dia sangat cantik, pintar dan cekatan dalam bekerja. Semua pekerjaannya dia selesaikan dengan serius dan tidak ada kekeliruan. Sekarang dia adalah gadis yang smart. Aditya mulai mengakuinya.
Tapi untuk hati, Aditya mencoba menyelami isi hatinya. Pelan-pelan memang dia mulai suka memperhatikan setiap gerak gerik Alexa di kantor, senyum dan tawanya saat bersama teman-temannya. Keseriusannya dalam bekerja terlihat saat rapat bulanan dan yang terakhir Alexa sekarang sangat anggun dan feminim. Dia suka dengan tampilan Alexa yang berubah.
Apa itu alasan yang sangat kuat untuk menyimpulkan dia menyukai Alexa? Tidak... tidak... Aditya tidak berani mengambil keputusan secepat itu. Lagian Dimas temannya juga menyukai Alexa.
Aditya tidak mau bersaing dengan temannya sendiri.
Tak lama kemudian Alexa selesai bernyanyi. Tepuk tangan yang riuh menggema didalam ballroom hotel.
Pesta berlanjut dengan meriah dan tidak terasa sudah sampai jam 5 sore. Satu persatu tamu undangan sudah pulang.
Aditya, Dimas dan Sandy serta pacarnya pamit balik ke Hotel tempat mereka menginap.
Sebelum pulang Aditya menyapa kedua orangtua Alexa.
"Jangan lupa ya dit permintaan Tante tadi, titip Alexa besok" ucap Mama Alexa.
"Iya Tante akan saya ingat, besok saya akan kemari menjemput Alexa" jawab Aditya.
***
Malamnya Aditya, Dimas , Sandy dan beberapa teman-teman kuliahnya dulu melangsungkan reuni disebuah Cafe yang terkenal di Bandung.
Acaranya hanya makan bersama dan ngobrol ringan karena sudah lama tidak bertemu.
__ADS_1
"Hai bro apa kabar?" ucap Budi salah satu teman kuliahnya.
"Aku sehat" jawab Aditya.
"Aku dengar kalian sudah sukses di Jakarta mendirikan perusahaan ADS Corp yang sudah berkembang di Indonesia. Kantor Cabangnya ada dibeberapa provinsi" ucap Budi.
"Ya seperti yang kalian dengar" jawab Dimas dengan percaya diri.
"Tapi aku pernah dengar kamu sudah lama meninggalkan Jakarta Dit?" tanya lelaki yang bernama Candra.
"Iya, dua tahun aku mengurus kantor cabang di luar kota dan baru beberapa bulan belakangan ini balik ke Jakarta" jawab Aditya.
"Apa ada hubungannya dengan kisah Satria dan Cinta?" tanya Candra.
Dimas dan Sandy saling memandang. Mengapa temannya ini menanyakan cerita itu. Kami saja teman dekatnya tidak berani menyinggung atau menyebut nama mereka.
Aditya menjawab dengan tenang. Karena tidak ada lagi masalah dia dengan Satria dan Cinta. Semua sudah selesai, itu hanya masa lalu.
"Nggak. Aku tidak punya hubungan dengan mereka. Aku memang sedang membuka kantor cabang di luar kota" jawab Aditya.
"Benar bro.. kami berbagi tugas. Aditya kebagian tugas keliling Indonesia karena dia memang suka bepergian" bela Dimas.
Sandy mencoba mengalihkan pembicaraan teman-temannya yang sepertinya ingin membuka kisah lama Aditya.
"Teman-teman sebentar lagi aku akan menikah, nanti kalian datang ya kalau ku undang ke Jakarta" ucap Sandy.
" Pasti donk San" jawab teman-temannya.
"Kamu kapan nyusul Dim?" tanya yang lain pada Dimas.
"Kamu kan playboy, masak kalah sama Sandy?" tanya mereka.
"Tenang... sedang dalam tahap pengejaran" jawab Dimas ceria.
"Ngapain di kejar Dim, bukannya stok cewek kamu banyak?" tanya salah satu yang hadir.
"Yang ini beda bro sukanya di kejar agak sulit menaklukkannya" jawab Dimas.
"Kena batunya kamu" celetuk temannya.
Mereka semua tertawa melihat tampang Dimas playboy cap ayam jago. Akhirnya tobat juga Sang Casanova itu.
Malam semakin larut Aditya, Dimas dan Sandy kembali ke hotelnya. Pacar Sandy sengaja menginap dirumah saudaranya. Karena dia tak mau sendirian di hotel.
Mereka memesan kamar sendiri-sendiri. Aditya dan Sandy tidak mau pesan kamar bareng alasannya Dimas kalau tidur suka mendengkur.
Aditya masuk ke kamarnya, bersih-bersih sebelum tidur berganti baju dan berbaring diatas tempat tidur.
Fikirannya melayang pada perkataan temannya Candra tadi. Ternyata teman-temannya masih menganggap kepergiannya keluar kota karena sebuah pelarian. Pelarian atas pengkhianatan Satria dan Cinta.
Awalnya memang dia akui, dia menghilang karena ingin menghindari tatapan orang-orang yang mengenal dan mengetahui kisah percintaannya. Tapi sudah lama kisah itu dia lupakan. Sudah tidak ada lagi perasaan yang berbekas pada kisah lalu.
Kembali dia teringat sosok Alexa yang dengan anggunnya memetik gitar dan menyanyikan sebuah lagu di pesta siang tadi.
Suaranya masih merdu seperti dulu. Dulu setiap pulang dari mesjid setelah shalat Isya dia sering melihat dan mendengar Alexa bernyanyi sambil memetik gitar di teras depan rumahnya. Suatu kebiasaan yang selalu dia tunggu-tunggu sepulang dari mesjid.
Alexa selalu menyanyikan lagu-lagu cinta yang lagi viral pada masa itu. Tanpa sadar Aditya tersenyum.
Kamu semakin cantik dan anggun....
__ADS_1
Aditya pun tertidur merasakan lelah karena bepergian keluar kota Jakarta dan besok dia akan kembali pulang. Malam ini tidurnya sangat nyenyak diiringi alunan gitar dan suara merdu Alexa yang terbawa dalam mimpinya.