Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Menjadi Pasangan Hidupmu


__ADS_3

Setelah sesi foto selesai, mereka makan bersama.


Aditya mendorong kursi roda istrinya mendekati meja tempat makanan di hidangkan.


"Kamu mau makan sekarang, aku suapi?" tanya Aditya.


Alexa diam dan mengangguk mau.


Aditya mengambil satu piring penuh makanan untk mereka berdua. Dia akan menyuapkan makanan untuk istrinya, rencananya mereka akan berbagi makan bersama.


Satu demi satu suapan telah berhasil mendarat kedalam mulut Alexa.


"Cie..Cie.. pengantin baru udah mesra-mesraan makan pakai disuapin" goda Sisil.


"Aku kan belum bisa makan sendiri Sil, nih kamu lihat tangan aku masih di gips" jawab Alexa malu.


Sebenarnya dia sangat malu sekali makan seperti ini, didepan orang ramai disuapin seperti anak kecil, tapi mau gimana lagi dia belum bisa makan sendiri.


"Sisil itu sirik San, Sirik itu tanda tak mampu" ledek Reza.


"Siapa bilang aku tak mampu. Aku sanggup ya hari ini juga menikah tapi jodohnya aja yang belum ada" jawab Sisil.


"Ada tuh Sil yang masih jomblo. Tuh..." tunjuk Sandy kearah Dimas.


Malam ini memang hanya Dimas dan Sisil yang datang tanpa pasangan. Sandy hari ini datang bersama pacarnya.


"Aku... sama cewek cerewet ini?" tanya Dimas


"No... no... bisa keriting rambutku menghadapinya" sambung Dimas.


"Lah kan emang rambut kamu udah keriting Dim" Aditya mengingatkan.


"Eh iya ya aku lupa" Dimas menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Kak Dimas jangan benci gitu sama Sisil nanti seperti sesorang yang benci jadi cinta hahahah" ledek Reza sambil melirik Aditya.


Aditya jadi mati kutu tidak bisa membalas kata-kata Reza karena memang benar adanya. Alexa mencuri-curi pandang pada Aditya tapi reaksi suaminya itu biasa saja, wajahnya tetap datar.


"Habisnya dia cerewet banget Za, banyak maunya" adu Dimas pada Reza.


"Aku kan ingin berbuat terbaik untuk Sandra Kak?" bela Sisil.


"Cieeeeh.. udah panggil kakak" ledek Reza.


"Tuh Kak Dimas sendiri yang minta dipanggil Kakak, katanya ketuaan kalau dipanggil Bapak" jawab Sisil.


"Habis waktu pergi kemarin dia manggil Bapak terus, semua orang liatin aku, mana tubuhnya kecil gitu persis seperti anak-anak yang sedang jalan sama Bapaknya" Dimas membela diri.

__ADS_1


Semua yang mendengarnya tertawa melihat Dimas dan Sisil beradu argumentasi.


Acara akad nikah pun sudah selesai, malam semakin larut. Satu persatu sahabat sudah pamit pulang, hanya tinggal Aditya, Alexa dan kedua orangtuanya plus Cica.


"Dit, bawa istri kamu ke kamar, dia pasti sudah lelah" ucap Mamanya.


Aditya bingung harus berbuat apa. Tiba-tiba resah melandanya tapi karena tidak ingin melihat tatapan tajam dari Papa dan Mamanya akhirnya Aditya mendorong kursi roda Alexa masuk ke kamar.


Setelah pulang dari rumah sakit baru kali ini dia masuk ke kamarnya. Aditya melihat kamarnya sudah dihias menjadi kamar pengantin.


Mereka menjadi kaku dan salah tingkah tidak tau harus berbuat apa. Aditya menggendong istrinya, memindahkannya dari kursi roda ke tempat tidur.


Setelah itu Reza membuka jasnya, mengambil baju santai untuk dirumah kemudian dia masuk ke kamar mandi untuk berganti baju.


Alexa bingung harus berbuat apa, sebenarnya dia ingin ganti baju. Gaun ini membuatnya sangat gerah dan gatal. Tapi Alexa tidak bisa berganti baju sendiri. Kalau jilbab sudah berhasil dia lepas dari tadi.


Duh bagaimana bilang sama Kak Adit ya, aku mau ganti baju. ucapnya dalam hati.


Aditya keluar dari kamar mandi sudah memakai kaos oblong berwarna abu-abu dan celana pendek berwarna senada.


Dia melihat jilbab Alexa sudah terlepas menampilkan rambut lurus, hitam dan panjang. Cantik sekali kamu Xa. Ucapnya dalam hati.


"Maaf ya Kak aku gak bisa menyiapkan baju kakak" jawab Alexa merasa bersalah. Tugas pertama sebagai istri belum bisa dia laksanakan.


"Gak apa-apa, aku bisa sendiri kog. Kamu mau ganti baju juga?" tanya Aditya.


"Ya udah aku cari dulu ya baju kamu di koper" ucap Aditya.


Aditya membuka koper Alexa, dia mencari baju yang mudah untuk dipakaikan ke tubuh Alexa.


"Baju yang ini saja ya?" tanya nya.


Aditya menunjukkan pakaian daster batik lembut yang memiliki kancing di depan. Sepertinya ini nyaman untuk dipakai tidur dan mudah dipakaikan kebadan Alexa. Fikir Aditya.


Lagi-lagi Alexa hanya diam karena malu.


"Sini aku bantu kamu berganti pakaian" ucap Aditya.


"Tapi Kak..." Alexa malu dan ragu.


"Kamu malu? Aku kan suami kamu. Gak ingat tadi nasehat Papa, kita harus saling bantu. Kamu kan lagi sakit, tidak bisa ganti baju sendiri sebagai suami selayaknyalah aku membantu kamu" tutur Aditya.


Alexa masih menundukkan kepalanya.


"Ya udah kalau kamu malu, aku akan menutup mataku ketika mengganti baju kamu" ucapnya.


Aditya menutup matanya kemudian menarik kebawah resleting gaun yang dipakai Alexa. Pada saat ingin mengeluarkan lengannya dari baju tersebut tiba-tiba..

__ADS_1


"Aww... sssast..." Alexa merintih menahan sakit di lengannya.


"Tuh kan aku jadi menyakiti kamu? Kalau aku tutup mata aku gak bisa lihat. Jadi semakin sulit dan menyakitkan bagi kamu untuk berganti pakaian" ucapnya lembut.


Baru kali ini Alexa mendengar Aditya berkata selembut ini.


"Boleh aku membuka mata?" tanya Aditya.


"Boleh kak" Alexa pasrah, dia tidak tahan menahan sakit dilengannya.


Aditya membuka matanya. Kemudian melihat tubuh Alexa yang sedang terbuka setengah tubuhnya.


Mati aku.. Kalau aku tutup mata dia yang kesakitan, kalau aku buka mata Adit junior yang kesakitan. Seperti buah simalakama. umpat Aditya.


Aditya menahan salivanya.


Perlahan baju Alexa sudah terlepas dari tubuhnya. Kini Alexa hanya memakai dalaman saja. Aditya menelan salivanya. Ada yang bergejolak dalam tubuhnya.


Oh tuhan... mengapa aku disiksa seperti ini. Baru satu malam, bagaimana aku sanggup menjalani malam-malam selanjutnya selama dua bulan ini? bisiknya dalam hati.


Aditya segera memakaikan pakaian Alexa. Kemudian Aditya memasukkan pakaian dan jilbab Alexa ke tempat pakaian kotor.


Alexa sudah berbaring di tempat tidur. Disusul Aditya yang berbaring disampingnya. Aditya menarik selimut dan menyelimuti tubuh istrinya.


"Kita matikan lampu ya?" tanya Aditya.


"Iya Kak" jawab Alexa.


Aditya mematikan lampu kamar diganti dengan lampu tidur yang mengeluarkan cahaya remang remang.


Alexa segera tertidur lelap karena malam ini dia sangat lelah sekali. Sebentar saja nafasnya terlihat sudah teratur.


Semudah itu kamu bisa tidur lelap Xa, kamu tidak tau bagaimana perjuanganku untuk menguasai gejolak ditubuhku karena melihat tubuh polosmu tadi. Bagaimana pun aku lelaki normal.


Untung saja otakku masih waras, gak terbayang kalau tadi aku menyerang kamu. Bisa-bisa aku diamuk empat orang tua diluar sana. Umpat Aditya dalam hati.


Aditya mengacak-acak rambutnya karena frustasi. Gelisah melanda Aditya, dia harus meredam gejolak dalam dirinya. Setelah berulang kali menarik nafas panjang akhirnya mereda.


Dipandanginya wajah tidur istrinya tanpa jilbab.


Kamu semakim cantik dari terakhir kali aku melihatmu tanpa jilbab. Tujuh tahun bisa merubahmu menjadi wanita yang cantik dan dewasa.


Aku mencintaimu istriku....


Terimakasih sudah mau menjadi pasangan hidupku..


ucapnya sebelum matanya terpejam dan tertidur.

__ADS_1


__ADS_2