Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Menjelang Pernikahan Reza


__ADS_3

Setelah lamaran Reza berhasil kedua orangtuanya beserta Reza melamar Lidya secara resmi ke Bandung.


Reza, dan Lidya dibantu Alexa dan Sisil sibuk mempersiapkan pesta pernikahan yang akan diadakan satu bulan dari jarak lamaran mereka.


Untuk gedung dan dekorasinya mereka mempercayakannya pada keluarga Lidya di Bandung sedangkan pernak pernik seperti undangan, hantaran untuk Lidya, gaun dan cincin nikah serta souvenir pesta mereka urus dan pilih sendiri di Jakarta.


Lidya selalu meminta ditemani Alexa atau Sisil karena dia tidak mau pergi berdua saja dengan Reza. Lidya memang lebih alim dari dua teman serumahnya. Reza memaklumi itu dan dia tidak mempermasalahkannya.


Dari awal karena sikap Lidya yang bisa menjaga jarak dan sikapnya pada pria sehingga pria tidak sembarangan mendekatinya, itu yanh membuat Reza jatuh hati padanya. Selain itu Lidya juga dewasa dan bijaksana dalam bersikap.


Reza sering melihat Lidya sebagi penengah antara dia dan Alexa atau antara Alexa dan Sisil. Sifat keibuan Lidya sangat jelas terlihat walau dia anak bungsu dan perempuan satu-satunya tapi Lidya tidak manja.


Alexa dan Sisil menemani Lidya untuk memesan gaun pengantin yang akan dipakainya nanti saat dia menikah dengan Reza. Sore itu Reza tidak bisa ikut menemani karena dia ada meeting dengan client.


Alexa, Lidya dan Sisil mendatangi butik yang terkenal di Jakarta. Mereka mencari dan memilih gaun yang pas dan cantik untuk Lidya. Tak lupa Alexa dan Sisil juga memilih baju yang sama buat mereka berdua untuk pendamping pengantin. Mereka kan sahabat Lidya dan Reza sudah tentu mereka yang paling heboh di acara itu.


"Gaun sudah, undangan sudah, belanja seserahan sudah, souvenir juga sudah tinggal cincin nih Lid yang belum" ucap Alexa di depan ruang TV Apartemen mereka sambil memeriksa daftar agenda pernikahan Reza dan Lidya.


"Iya kata Bang Reza besok kita cari cincinnya" jawab Lidya.


Sejak resmi lamaran Lidya merubah panggilannya pada Reza. Karena Reza asalnya dari Medan dia minta Lidya memanggilnya Abang. Di Jakarta langka sebutan abang yang ada Mas. Menurut Reza panggilan itu lebih Romantis.


"Jam berapa Lid. Aku ada janji sama teman kantor besok?" tanya Sisil.


"Besok kan Sabtu gak kerja Sil jadi bebas aja waktunya" jawab Lidya.


"Gak papa kalau kamu gak bisa Sil, besok aku kosong kog. Aku bisa nemanin Lidya dan Reza" ucap Alexa.


Keesokan harinya tepat jam 10 pagi Reza, Lidya dan Alexa pergi menuju Mall terbesar di Jakarta. Mereka masuk ke toko perhiasan yang paling besar di Mall itu. Toko ini terkenal dengan bahan yang lebih berkualitas dan bentuknya beragam pilihan.


Reza dan Lidya sepakat memilih cincin yang mereka inginkan kemudian membelinya.


Setelah selesai urusan cincin mereka makan di Restourant seafood. Saat hendak masuk ke dalam Restourant Reza melihat Aditya dan Dimas sedang berjalan mendekat.


"Kak Adit, Kak Dimas mau kemana?" sapa Reza.


"Kami mau makan Za, kalian mau kemana?" tanya Aditya.


"Kami juga mau makan" ujar Reza.

__ADS_1


Dimas yang melihat disitu ada Alexa langsung komentar.


"Kalau gitu kita gabung aja ya Za" ajak Dimas.


"Boleh, ayok kak" Mereka memilih meja yang muat untuk berlima.


"Kalian baru selesai belanja ya San?" tanya Dimas.


"Iya Pak tadi baru habis beli cincin nikah" jawab Alexa spontan.


"Beli cincin nikah buat apa San?" tanya Dimas penasaran.


Aditya yang mendengar pun ikut menyimak.


Apa Alex yang mau nikah, sama siapa? Disini teman cowok mereka cuma Reza. Apa Alexa dan Reza yang mau menikah? tapi Reza bilang mereka hanya sahabatan saja? tanya Aditya dalam hati. Duh aku koh kepo ya urusan Alexa.


"Cincin nikah aku dan Lidya Kak" jawab Reza.


"Kamu mau nikah Za?" tanya Aditya.


"Iya Kak, InsyaAllah Sabtu depan. Kakak semua datang ya. Aku titip undangannya sama Sandra gak papa ya Kak" ucap Reza.


"Dimana acaranya Za?" tanya Dimas.


"Di Bandung Kak. Keluarga Lidya kan semuanya di Bandung kak, lagian Jakarta - Bandung kan tidak jauh. Kami rasa teman-teman di Jakarta tidak terlalu repot untuk datang ke Bandung menghadiri pernikahan kami" Jawab Reza.


"Selamat ya untuk kalian berdua" ucap Aditya pada Reza dan Lidya.


"Kami pasti datang Za, lagian sudah lama kami bertiga tidak main ke Bandung, bernostalgia mengenang kampus ya kan Dit" Dimas memandang kearah Aditya.


"Boleh juga, aku tidak masalah. Tinggal ngajak Sandy" timpa Aditya.


"Sandy gampang itu, dia pasti mau" ujar Dimas.


"Keluarga kamu kapan datang Za, pasti rame ya rombongan dari Medan?" tanya Aditya.


"Iya Kak mereka udah gak sabar sekalian mau jalan-jalan ke Bandung. Papa Mama Sandra juga ikut kog" jawab Reza.


"Oh ya Om Winata dan Tante juga datang Lex?" tanya Aditya. Aditya memang masih memanggil Alexa denga Alex atau Alexa dia tidak mau merubahnya dan memanggilnya Sandra seperti Dimas dan Sandy.

__ADS_1


"I..iya Pak, mereka ikut rombongan keluarga Reza berangkat hari Kamis dari Medan langsung ke Bandung. Setelah acara baru mampir ke Jakarta" jawab Alexa.


Huh... tumben mau ngajak aku bicara. Lupa kali dia dengan rasa bencinya. Batin Alexa.


"Wah keluarga kamu ikut juga San, senang ya nanti disana bisa kenal dengan orangtua kamu" ucap Dimas kesenagan.


"Kalau Tante datang aku boleh titip sambel teri medan Lex, sambal teri buatan Mama kamu enak. Aku kangen udah lama gak makan itu?" ucap Aditya.


What??? apa aku gak salah dengar, dia minta dibawain sambel teri buatan Mama, pakai kangen lagi sama masakan Mama. Cih sama anaknya benci tapi masakan emaknya mau. Umpat Alexa dalam hati.


"Iya Pak, nanti saya bilang sama Mama" jawab Alexa tersenyum palsu.


Reza tersenyum melihat interaksi antara Aditya dan Alexa. Sepertinya Kak Reza sudah tidak membenci Sandra lagi. Buktinya dia mau berbicara dengan Sandra, biasanya dia selalu bersikap cuek kalau melihat atau bertemu dengan Sandra. Batin Reza.


"Kami senang sekali Bapak mau meluangkan waktu untuk datang ke acara pernikahan saya dan Bang Reza. Kami tunggu kedatangannya ya Pak" ucap Lidya kemudian.


Tak lama makanan mereka datang dan mereka melanjutkan makan siang bersama.


Usai makan mereka masih santai ngobrol di mejanya.


"Saya izin cuti hari Jumat ya Pak, surat resmi sudah saya ajukan kebagian HRD" ucap Alexa.


"Gak masalah Lex, saya mengerti" jawab Aditya.


"Kamu kan sahabatan sama Reza sudah lama dari kecil. Dulu sampai sekarang juga selalu kemana mana sama, main juga sama. Saya sering lihat kalian dulu pergi dan pulang bareng naik motor antik Reza. Saya mengerti pasti hari bahagia Reza adalah hari yang penting buat kamu apalagi Lidya juga teman kamu" Sambung Aditya lagi.


Waow... ini rekor terpanjang dia bicara padaku setelah tujuh tahun tak bertemu. Patut di beri standing applause ni buat dia. Sorak Alexa dalam hati.


Reza semakin tersenyum melihat perubahan sikap Aditya pada Alexa.


*********


Ada apa dengan sikap Aditya??? Apakah sudah berubah??


Baca terus ya teman-teman...


Aku itu paling males sebenarnya baca novel ongoing. Karena aku bisa lupa jalan ceritanya, makanya secepat mungkin aku update terus ceritaku biar kaliam semua tidak lama dan bosan menunggu.


Selamat membaca, jangan lupa tinggalkan jejak kalian.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2