Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Menjaga Kamu


__ADS_3

Aditya terbangun setelah mendengar suara Alexa memanggil-manggil namanya.


"Kak... Kak Adit.. bangun" ucap Alexa.


Aditya langsung sigap, dia bangun dan duduk menghadap ke arah Alexa.


"Ya Lex, ada yang bisa aku bantu?" tanya Aditya.


"Tolong kakak keluar dulu, aku mau di lap sama perawat. Badanku lengket sekali rasanya, sekalian aku mau shalat" pinta Alexa.


"Eh.. iya silahkan, aku akan keluar dan ke mushalla. aku juga mau shalat" jawab Aditya.


Aditya segera turun dari tempat tidur, meraih hp dan dompetnya dan keluar dari kamar rawat inap, kemudian berjalan ke arah mushalla.


Setelah selesai shalat subuh Aditya masih duduk santai di mushalla memberi waktu untuk para perawat yang ingin membasuh tubuh Alexa.


Saat hari semakin terang Aditya berjalan menuju pintu keluar rumah sakit. Didepan pagar banyak menjual sarapan pagi. Aditya memilih bubur ayam.


Sarapan pagi yang menurutnya lebih sehat untuk lambungnya. Aditya membeli dua bungkus, siapa tau Alexa mau makan ini juga. Setelah selesai memesan Aditya kembali keruangan Alexa dirawat.


Dia melihat wajah Alexa sudah lebih bersih dan cerah. Alexa juga sudah bisa duduk di tempat tidurnya walau tangan dan kaki kanannya di gips.


"Kak Adit dari mana?" tanya Alexa.


"Habis beli sarapan" jawab Aditya sambil menunjukkan makanan yang dia beli.


"Kamu mau? aku beli bubu ayam" tawar Aditya.


"Mau, tapi aku gak bisa makan, tanganku di gips" ucap Alexa.


"Sini aku suapin" Aditya mendekat kemudian membuka wadah makanan setelah itu mulai menyuapi Alexa makan.


Duh mengapa jantungku berdetak kencang, rasanya bisa sedekat ini dengan Alexa. Aku jadi kaku dan tak bisa berkata apa-apa lagi. Batin Aditya.


Kak Adit kog baik sekali mau nyuapin aku. Apa.dia merasa bersalah karena masalah ini berasal dari dia? tanya Alexa dalam hati.


Pelan-pelan bubur Alexa sudah habis dia makan. Aditya mendekatkan gelas ke bibir Alexa kemudian Alexa minum.


Mereka saling diam, tidak tau harus berkata apa. Sama-sama salah tingkah.


Setelah selesai menyuapkan Alexa sarapan pagi kini giliran dia yang makan. Aditya duduk di sofa dan mulai makan sambil membuka hpnya.


Ternyata ada pesan dari Papanya sebelum take off.

__ADS_1


Papa


Dit, Papa dan Mama berangkat ke Jakarta bersama Papa Mama Alexa naik pesawat jam 6 pagi. Tolong di jemput!


Walau Aditya tau Hp Papanya saat ini sedang mati dia tetap membalas pesannya agar saat Hp Papanya aktif, Papany bisa membaca pesannya.


Aditya


Iya Pa. Nanti Sandy dan Dimas yang jemput di Bandara. Adit nemani Alexa di RS.


Setelah itu Aditya menelpon kedua sahabatnya melalui panggilan group.


"What's up bro? gimana kabar Sandra? tanya Dimas.


"Alhamdulillah dia sudah sadar, kata dokter dia hanya mengalami retak tulang lengan dan kaki kanannya. Saat ini sedang di gips" jawab Aditya.


"Sebentar lagi aku kesana ya bawa pakaian yang kamu minta" ucap Sandy.


"Jangan.. Aku minta tolong kalian ke Bandara jemput Papaku dan Papa Alexa. Kalian masing-masing bawa mobil ya. Tadi aku sudah kirim pesan sama Papa kalau kalian yang jemput mereka" Aditya menjelaskan.


"Senangnya aku Dit menjemput calon mertua" ucap Dimas girang.


"Ah kamu langsung modus" ledek Sandy.


"Jangan telat kalian. Jam 8.30 sudah sampai di Terminal X Bandara Soekarno Hatta" perintah Aditya.


Alexa yang mendengar Aditya menelepon sontak bertanya.


"Kak Adit ngabari Papa di Medan kalau aku cidera?" tanya Alexa.


"Iya tadi malam kamu tidak sadarkan diri. Aku takut terjadi sesuatu sama kamu jadi aku telp Papaku karena aku tidak punya no Hp Om Wiratama. Barusan Papa bilang kalau mereka berangkat bersama-sama ke sini naik pesawat jam 6 pagi" jawab Aditya.


"Ah Kak Adit ngapain ngadu sih sama Papa Mama, cidera begini sudah biasa. Dulu kakiku pernah patah gara-gara jatuh dari pohon trus tanganku pernah terkilir karena bertarung di pertandingan taekwondo" Sebentar juga sembuh" ucap Alexa.


"Kamu itu memang benar-benar preman pasar ya. Hal begini dianggap biasa. Kamu semalam itu sempat tidak sadarkan diri tau!" bentak Aditya khawatir.


Alexa sontak diam karena terkejut.


Duh salah ngomong lagi nih sepertinya. Kak Adit sampai marah gitu. Batin Alexa.


Tak lama kemudian Reza dan Lidya datang bersama Sisil. Untung hari ini weekend jadi mereka bisa datang bersama-sama menjenguk Alexa.


"Sandraaa... tadi malam aku khawatir banget waktu Lidya menceritakan keadaan kamu" Sisil memeluk Alexa dengan manjanya.

__ADS_1


"Aku gak apa-apa kog Sil. Nih lihat masih hidup" ucap Alexa anteng.


Cih masih juga bisa bercanda begitu, gak takut mati kali anak ini. Umpat Aditya dalam hati.


"iiih tapi kan tangan dan kaki kamu di gips gini San, gak bisa bebas bergerak" Sisil terlihat memang sangat khawatir.


"Lebih parah dari sini pernah lho Sil. Dulu dia pernah jatuh manjat pohon mangga. Kakinya patah dibawa urut ke tukang urut tradisional di kampung kami satu bulan sudah sembuh karena gak betah dirumah" celoteh Reza.


"Kog dibawa urut sih, gak di operasi?" tanya Lidya.


"Iya yank di kampung kami ada tukang urut patah tulang yang mujarab dan cepat sembuh. Namanya tukang urut Kem-kem yang punya Gurusinga" jawab Reza.


"Haah... Gurusinga, seram banget. Takut ah dimakan" jawab Sisil ngeri.


Alexa tertawa mendengar perkataan Sisil.


"Bukan Gurunya Singa seperti yang kamu bayangkan Sil, Gurusinga itu nama salah marga dalam suku karo di Sumatera Utara. Yang urut ya orang lah Sil, bukan binatang hahaha" jawab alexa tertawa


Reza dan Aditya juga ikut tertawa mendengar perkataan Sisil.


"Namanya aku gak tau San" ucap Sisil.


"Eh ini ya San aku bawain baju dan perlengkapan yang kamu butuhkan selama di RS" ucap Lidya.


"Iya, tolong simpankan di lemari Lid, nanti Mamaku datang biar aku minta tolong Mama nanti gantiin pakaianku" jawab Alexa.


Lidya membawa koper yang berisi pakaian dan perlengkapan Alexa kedalam lemari yang ada di kamar rawat inap.


"Oh iya Kak, jam berapa Tante dan Om Wiratama datang?" tanya Reza.


"Jam 8.30 sampai Jakarta mungkin sampai sini sekitar jam 10. Tadi aku sudah minta Sandy dan Dimas menjemput mereka di Bandara" jawab Aditya.


"Kalau gitu kita tunggu Papa dan Mama Sandra datang dulu ya Yank, baru kita pulang" ucap Lidya.


"Oke sayang" jawab Reza dengan gaya menggoda.


"Woy..woy... mesra-mesraan dirumah sono jangan disini. Mentang-mentang pengantin baru" Teriak Alexa.


"Ih sirik...Iri tanda tak mampu. Makanya kamu cepatan nikah biar bisa mesra-mesraan seperti kami" jawab Reza sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Sil.. sadar Sil. Muka kamu mupeng Sil" Alexa melambaikan tangan kirinya kearah wajah Sisil.


"Pengen kawin San...tapi belum punya calon" jawab Sisil lemah.

__ADS_1


"Hahahah kasian banget kamu" ledek Alexa sambil tertawa.


Dari tempat duduknya Aditya menikmati tawa riang Alexa. Cepat sekali kamu sembuh Xa dan segampang itu membuat kamu tertawa. Hanya dengan canda tawa dari teman-teman kamu, kamu sudah terlihat sangat bahagia. Kamu memang beda Alexa....


__ADS_2