
Hari ini Aditya sudah mulai bekerja. Pagi-pagi sekali Aditya sudag bangun dan membasuh badan Alexa seperti biasa. Mengganti semua pakaian yang Alexa pakai.
"Nanti aku usahakan sampai apartemen jam 5 sore jadi setiap sore aku yang tetap membasuh dan mengganti pakaian kamu. Aku tidak suka ada orang lain yang melihat tubuh kamu walaupun itu Bi Leha" ucap Aditya sambil memakaikan pakaian dalam Alexa.
"Gak apa-apa donk Kak, Bi Leha kan perempuan" bantah Alexa.
"Kalau aku bilang tidak suka ya tidak suka. Jangan dibantah lagi" tegas Aditya.
Alexa terdiam mendengar kata-kata Aditya. Apa maksud kamu kak? Bi Leha kan perempuan, mengapa dia tidak boleh membantuku mengganti baju. Walau aku sudah menjadi istri kamu tapi aku masih risih dan malu Kak tubuh polosku setiap hari kamu lihat bahkan kamu sentuh. Aku belum siap karena aku tidak tau isi hati kamu. Batin Alexa sedih.
Aku tau Alexa, kalau aku biarkan Bi Leha membantu kamu berganti baju pasti kamu akan selalu meminta Bi Leha yang mengganti baju dan membasuh kamu. Aku tau kamu selalu risih dan keberatan setiap kali tubuhmu ku sentuh. Apa kamu belum bisa mencintaiku Lexa? Sehingga kau keberatan kalau aku yang akan setiap hari membasuh dan mengganti baju kamu? tanya Aditya dalam hati.
Aditya memakai pakaian kerjanya, saat di hendak memakai dasi.
"Kak.." Alexa menarik jas Aditya.
"Heem..." jawab Aditya.
"Biarkan hal kecil ini aku yang kerjakan. Setidaknya ada yang bisa aku lakukan untukmu. Aku juga mau dapat pahala, bukan kamu saja" Alexa mengambil dasi dalam genggaman tangan Aditya.
Aditya menundukkan wajahnya sejajar dengan wajah Alexa. Alexa memasangkan dasi Aditya dari atas kursi rodanya tentunya dengan bantuan tangan Aditya juga pasang dasinya karena tangan Alexa yang satu masih di gips.
"Terimakasih" jawab Aditya.
"Sama-sama" suamiku... sambungnya dalam hati.
Aditya mendorong kursi roda ke meja makan dan mereka sarapan bersama. Selesai sarapan Aditya segera berangkat kerja.
"Aku pergi dulu, kamu hati-hati dirumah ya. Bi titip Alexa ya" ucapnya..
"Iya Pak" jawab Bi Leha.
"Kakak juga hati-hati ya" ucap Alexa.
Aditya meninggalkan apartemennya kemudian berangkat menuju kantornya.
Aditya telat sedikit saja keluar dari rumah karena tadi dia membantu Alexa dulu berganti pakaian sebelum dia pergi akibatnya saat ini dia sedang terjebak macet. Apalagi ini hari senin pasti lalu lintas padat.
Hari ini dia ada janji meeting dengan Reza jam 9 pagi. Untung saja dia tidak telat untuk meeting dengan Reza walau dia melewatkan pertemuan pagi setiap minggunya dengan para staff.
__ADS_1
Saat Aditya sampai di kantor setiap karyawan dan manager yang dia temui dikantor semua mengucapkan selamat padanya atas pernikahannya.
Bagaimana mereka bisa tahu kalau aku sudah menikah? tanya Aditya dalam hati.
Terakhir sesampainya dia di ruangannya sekretarisnya juga tak lupa memberikan selamat padanya pagi ini.
"Dari mana kamu tau kalau saya sudah menikah?" tanya Aditya pada sekretarisnya.
"Dari Pak Dimas Pak, tadi pagi dia bilang Bapak telat datang karena sedang mengurus istri Bapak yang sedang sakit" jawab sekretaris Aditya.
Dasar memang playboy cap ayam jago itu. Dia sudah berani mengumumkan status pernikahanku. Padahal rencananya aku akan memberi tahu seluruh karyawab pada saat resepsi pernikahanku nanti. Umpatnya dalam hati.
"Panggil Dimas dan Sandy kesini. Katakan pada mereka kalau saya sudah masuk" perintah Aditya.
"Baik Pak" jawab sang sekretaris.
Tidak begitu lama Sandy dan Dimas sudah datang keruangannya.
"Hai pengantin baru gimana kabarnya?" tanya Dimas.
"Lancang kamu Dim, dapat izin dari mana kamu seenaknya saja mengumumkan pernikahanku?" tanya Aditya yanh terlihat sangat kesal.
"Jaga sikap kamu Dim. Aku tidak mau berdebat dengan kamu pagi-pagi" ucapnya.
"Cepat sekali tersulut emosi, kelihatan banget belum pernah dapat jatah" ledek Dimas.
"Asem lo" umpat Aditya.
"Tapi tidak ada yang tau kan siapa istriku?" tanya Aditya.
"Tidak Dit, Dimas tidak menyebutkan siapa istri kamu. Dia hanya bilang kalau kamu telat datang karena sedang mengurus istri kamu yang lagi sakit. Itu saja" bela Sandy. Dia tidak mau melihat perdebatan sahabatnya ini pagi-pagi.
"Bagus, aku masih ingin merahasiakan status Alexa sebagaumi istriku karena aku tidak mau ada yang ingin mencelakakannya" ucap Aditya.
"Ok. Kami mengerti. Kalau begitu kami juga akan melindungi status Alexa sebagai istri kamu" ucap Sandy.
"Ingat Dit, aku merelakan Sandra untuk kamu jaga. Kalau sekali lagi dia celaka dan tersakiti aku akan merebutnya dari kamu" ancam Dimas.
"Kamu jangan terlalu berharap Dim, kamu tidak akan bisa merebutnya dariku karena aku akan menjaganya dengan sepenih hatiku" jawab Aditya.
__ADS_1
Cih udah bucin kamu Dit. Ucap Sandy dalam hati.
"Pegang kata-kata kamu itu Dit" Tuntut Dimas.
"Permisi Pak, Pak Reza sudah datang dan saat ini dia sudah menunggu di ruang meeting" lapor sekretaris Aditya.
"Baik, saya akan segera kesana" jawab Adity.
Aditya segera menemui Reza di ruang meeting untuk melanjutkan kerjasama perusahaan mereka.
Dua jam meeting selesai, Aditya mengajak Reza berbincang-bincang sebentar.
"Za, ada yang ingin saya tanya pada kamu?" tanya Aditya.
"Apa itu Kak?" Reza balik bertanya, dia merasa penasaran pada pertanyaan Aditya karena terlihat wajah Aditya sangat serius.
"Kamu dulu pernah bilang kamu dan Alexa sama-sama telah menyukai orang lain. Kalau kamu aku tau, maksud ucapan kamu dulu itu untuk istri kamu kan?" tanya Aditya.
Dijawab Reza dengan anggukan.
"Nah kalau Alexa, siapa pria yang ada di hatinya?" tanya Aditya.
"Kenapa kakak bertanya padaku. Rasanya gak pantas kalau aku yang mengatakannya pada kakak, tanya saja pada Alexa sendiri" ucap Reza.
Aditya terdiam. Masalahnya Za aku sangat takut mengetahui atau mendengar nama pria lain yang disebut Alexa. Pasti aku akan terluka. Batin Aditya.
"Baiklah kalau kamu tidak mau mengatakannya padaku, aku akan mencari taunya sendiri" jawab Aditya.
"Aku kasi sedikit clue nya ya Kak, agar Kakak lebih mudah mendapatkan jawabannya. Dia adalah orang lama dan dekat" jawab Reza sambil menepuk bahu Aditya.
"Aku pulang dulu kak, Aku masih punya janji lain di luar" ucap Reza berpamitan.
Aditya masih mencoba memecahkan teka-teki yang di berikan Reza. Orang lama dan dekat... Siapa ya??? tanya Aditya dalam hati. Tapi dia tidak menemukan jawabannya.
Setaunya dari dulu orang yang lama dan dekat dengan Alexa ya Reza. Apa maksud Reza itu ingin mengatakan bahwa dirinya sendirilah orang yang disukai Alexa tapi karena Reza mencintai istrinya Alexa memilih untuk mundur.
Sial... Kenapa kamu malah memberikan teka-teki padaku Za. Aku jadi bingung mencari jawabnya.
Suara isi hati Aditya...
__ADS_1