Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Keputusan Keluarga


__ADS_3

Malam ini kembali Aditya yang menjaga Alexa. Dia bersikeras tetap menjaga Alexa dirumah sakit karena khawatir takut terjadi sesuatu. Dalang penculikan belum tau pasti siapa orangnya.


Jam9 malam kedua orang tua Alexa dan kedua orangtua Aditya beserta adik tersayangnya pulang ke apartemen Aditya setelah sejak sore kedua orangtua Aditya dan Alexa datang kembali kerumah sakit.


Mereka menerima alasan Aditya tetap menjaga Alexa dirumah sakit karena semata-mata demi keselamatan Alexa. Kalau Alexa tidak cidera mungkin mereka tidak terlalu khawatir, Alexa kan memang jago beladiri. Tapi saat ini jangankan untuk bertarung berdiri saja dia tidak bisa.


Malam ini Aditya kembali menemani Alexa tidur dirumah sakit.


"Kamu tidur Xa, jangan begadang lagi biar cepat sembuh" ucap Aditya.


"Iya Kak" jawab Alexa tak mau berdebat. Apa coba hubungannya begadang dengan kesembuhanku. Aku kan saat ini cidera tangan dan kaki. Aku cuma dilarang bergerak dan berjalan. Tidak ada pantangan untuk begadang. Umpat Alexa dalam hati.


Lima menit berlalu.


"Kak"


"Hemmm"


"Aku gak bisa tidur"


"Kamu hitung aja anak domba"


Cih emangnya aku anak kecil kalau gak bisa tidur disuruh hitung anak domba sampai aku mengantuk.


Batin Alexa.


Lima menit kemudian


"Kak..."


"Hemmm"


"Aku gak bisa tidur"


"Jadi kamu mau apa Alexa?" tanya Aditya.

__ADS_1


"Tolong ambilin hp ku, aku mau nonton drakor" ucap Alexa.


"Cih cewek seperti kamu doyan drakor juga. Kayak anak ABG" sindir Aditya.


"Biarin, dari pada aku gak bisa tidur" jawab Alexa.


Aditya menyerahkan hp Alexa. Setelah Alexa mendownload film drakor yang dia inginkan Alexa menyerahkannya pada Aditya.


"Kak boleh minta tolong lagi gak?" tanya Alexa.


"Apalagi sih Alexa?" Aditya bertanya balik.


"Aku gak bisa pegang pakai tangan kiri terus. tolong letakin hp aku diatas meja dorong utk makan trus letakin si sebelah kiri aku" perintah Alexa.


Aditya menjalankan semua perintah Alexa. Posisinya sekarang Alexa sedikit miring ke kiri berhadapan dengan Aditya, kemudian Alexa menatap layar hpnya dan mulai menonton drakor kesayangannya.


Aditya berbaring ditempat tidur, miring ke kanan sambil menatap Alexa yang sedang asik menonton TV.


Saat ini posisi mereka sedang berhadapan. Tapi Alexa mengacuhkan Aditya. Dia sedang fokus menonton drama korea dengan judul terbaru.


Aditya memperhatikan wajah Alexa yang sedang menatap hpnya. Sesekali Alexa tertawa karena ada adegan lucu di film yang ditontonnya.


Apakah dia akan disebut orang jahat karena berbahagia diatas penderitaan Alexa? Alexa cidera dia malah bersyukur karena dengan begitu dia bisa menjaga dan menatap wajah Alexa seperti ini.


Tanpa terasa rasa kantuk tiba Aditya tertidur dengan tubuhnya yang mengahadap kearah Alexa.


Satu jam kemudian Alexa merasa ngantuk. Dia mematikan hpnya kemudian mencoba untuk tertidur.


Alexa melihat aditya sudah tidur dengan nyenyak, wajahnya terlihat damai.


Kalau sedang tidur begini baru wajah kamu terlihat tenang dan tampan Kak, kalau tidak wajah kamu sangat ketat dan dingin, walaupun masih tetap tampan hihihi... Alexa tersenyum dalam hati.


Alexa juga mulai tertidur dan berharap mimpi indah.


******

__ADS_1


Keesokan harinya keluarga orangtua Aditya dan Alexa datang kembali menjenguk Alexa di rumah sakit.


Cica yang selalu ceria dan manja tidak pernah absen ingin ikut menemani Alexa.


"Dit, Lexa, kami ingin membicarakan sesuatu pada kalian" ucap Papa Aditya.


"Bicara tentang apa Pa?" tanya Aditya


Mereka semua berkumpul dan terlihat semua wajah serius menatap mereka. Kecuali Cica yang sedang asik tiduran diranjang sebelah Alexa sambil memainkan Hpnya.


"Tadi malam kami sudah bercerita. Papa, Mama, Mas Wiratama dan Mbak Ayu. Mengenai tragedi yang terjadi pada kalian. Cideranya Alexa adalah karena masalah masa lalu kamu yang sepertinya belum selesai dan tergetnya adalah Lexa karena saat di Bandung mereka melihat kamu sedang bersama Lexa. Lexa kini sedang cidera walau tidak membahayakan tapi mungkin untuk dua bulan ini dia belum bisa beraktivitas seperti biasa. Kami harus segera kembali ke Medan karena Papa, Mama, Mas Wiratama dan Mbak Ayu tidak bisa berlama-lama disini, sementara Alexa membutuhkan seseorang yang bisa mengurusnya dan melindunginya disini.


Tadi pagi kami kembali bermusyawarah mencari jalan keluar untuk permasalahan ini. Dengan semua pertimbangan yang sudah kami fikirkan matang-matang akhirnya kami mengambil keputusan untuk menikahkan kalian berdua" ucap Papa Aditya tegas.


Sontak Aditya dan Alexa kaget mendengar perkataan Papa Aditya.


"Kalau kamu yang mengurus dan menjaga Alexa seperti beberapa hari ini, menurut kami itu tidak baik. Ada batasan yang harus kalian jaga antara laki-laki dan wanita. Kalian bukan muhrim dan bukan sudara.


Kalau kalian kami nikahkan tentu tidak akan ada lagi dosa antara kalian berdua. Malah segala sesuatunya yang kamu lakukan untuk Alexa akan menjadi ibadah yang berbuah pahala. Karena kamu akan mengurus istri kamu" sambung Papa Alexa.


"Iya Sayang, Mama juga lega ada yang mengurus dan menjaga kamu. Walaupun kamu bisa beladiri tapi kamu itu adalah wanita, tetap saja akan kembali pada kodrat kamu sebagai wanita. Kamu bukan wonder woman sayang. Pada akhirnya kamu akan menikah dan kamu akan menjadi seorang istri" ucap Mama Alexa sambil menggenggam tangan Alexa.


"Kamu juga Adit, harus mulai belajar bertanggung jawab. Usia kamu sudah sangat pantas untuk menikah tidak ada lagi penghalang antara kalian berdua. Kalian bukan orang asing yang akan dinikahkan dengan orang asing juga. Kalian sudah lama saling kenal, satu sekolah, rumah bertetangga bahkan sekarang kalian bekerja di gedung yang sama" ucap Mama Aditya sambil menyentuh bahu anaknya.


"Kami merasa akan tidak sulit untuk kalian berhubungan dalam ikatan pernikahan. Kalian hanya akan lebih saling mengenal sifat dan kebiasaan diri kalian sehari-hari lebih dalam. Selama ini kan hanya yang terlihat dari kulit luarnya saja" Papa Aditya kembali berbicara.


"Bagaimana Lexa, Adit. Apakah kalian bersedia kami nikahkan?" tanya Papa Alexa.


"Kalau kalian menikah kami akan pulang dengan tenang sayang, Mama tidak perlu khawatir lagi meninggalkan kamu disini. Sudah ada suami kamu yang menjaga dan mengurus kamu" Mama Alexa mulai mengeluarkan airmata.


"Kami juga tidak perlu khawatir kalian akan pergi jauh jika kalian menikah dengan orang lain. Kalau kalian menikah tentu kalian akan lebih sering pulang karena rumah kita bertetangga. Kelak setiap kalian datang kami tidak perlu saling memperebutkan cucu. Pasti indah sekali ya Mbak kalau kita menimang cucu?" ucap Mama Aditya pada Mama Alexa.


"Iya Mbak. Kita tidak perlu berbagi waktu untuk menjaga cucu tapi kita bisa bersama-sama menjaganya karena jarak rumah kita bersebelahan" Sambut Mama Alexa.


Aditya dan Alexa masih terdiam dengan fikiran masing-masing. Mereka berdua tidak menyangka ini rezeki atau musibah ya???

__ADS_1


Jelas rezeki buat mereka tapi apa akan menjadi musibah pada pasangan mereka?


Itu yang sama-sama difikirkan Aditya dan Alexa.


__ADS_2