Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Pulang kampung


__ADS_3

Pukul 3.30 pagi menjelang subuh Alexa sudah bangun dan bersiap hendak berangkat ke Bandara. Tak lama Reza sudah sampai di kosannya dan mereka memesan taxi online.


"Aku pulang dulu ya teman-teman" ucap Alexa pada Sisil dan Lidya.


"Hati-hati dijalan ya San" ucap Sisil.


"Salam buat Mama dan Papa kamu, semoga Papa kamu cepat sembuh" sambut Lidya.


Mereka berpelukan melepas kepergian Alexa pulang ke Medan.


Taxi sudah datang dan menunggu di depan pagar rumah kos Alexa. Reza dan Alexa segera naik dan taxi pun berjalan menuju Bandara.


Karena masih pagi jalanan masih sepi dan lancar mereka tiba di Bandara tepat waktu. Pukul 5 pagi sudah sampai. Reza dan Alexa mencari mushalla untuk melaksanakan shalat subuh. Masih ada waktu satu jam lagi menunggu keberangkatan.


Reza mengantarkan Alexa hanya bisa sampai pintu depan ruanh tunggu keberangkatan dalam negeri.


"Hati-hati ya San, salam buat Om dan Tante. Semoga Om cepat pulih" Reza memeluk Alexa memberi kekuatan.


"Makasih ya Za, aku pulang dulu" Alexa meninggalkan Reza dan masuk kedalam ruanh tunggu.


Reza berbalik dan kembali ke kosannya. Sedangkan Alexa terbang menuju Medan untuk melihat Papanya yanh sedang sakit.


Pesawat mendarat di Bandara Kuala Namu pukul 8.30 Wib kemudian Alexa naik kereta khusus untuk transportasi ke Bandara. Setelah sampai di stasiun besar kereta api Medan Alexa naik taxi menuju rumah sakit tempat Papanya di rawat.


Alexa sampai tepat 10 menit lagi jadwal operasi Papanya. Dia masih sempat melihat wajah Papanya yang pucat dan tidak sadarkan diri. Alexa memeluk Mamanya dan menangis.


"Ma... Bagaimana keadaan Papa" tanya Alexa.


"Masih sama sayang, sebentar lagi Papa akan dibawa keruang operasi. Kita berdoa ya semoga operasi Papa berjalan lancar dan Papa bisa sehat kembali" Mama Alexa membelai lembut kepala anaknya.


Alexa mendekati Papanya dan mencium pipi Papanya.


"Pa, Lexa udah ada disini menemani Papa. Papa yang kuat ya, Lexa dan Mama menunggu Papa sembuh" ucap Alexa, airmatanya terus saja mengalir membasahi pipinya.


Alexa menggenggam tangan Papanya.


"Papa harus berjuang demi Lexa dan Mama. Kamj masih membutuhkan Papa" Alexa mencium tangan papanya penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Bapak kami bawa keruang operasi ya Bu" ucap salah satu perawat yang akan membawa Pak Wiratama masuk keruang operasi.


Dua orang perawat mendorong tempat tidur Papa Alexa menuju ruang operasi diikuti Alexa dan Mamanya di belakang.


Operasi berjalan kurang lebih 3 jam. Alexa dan Mamanya menunggu di depan pintu ruang operasi. Tampak Mama dan Papa Reza hadir memberikan semangat pada mereka dan ada juga beberapa keluarga dekat yang hadir.


Waktu seperti terhenti 3 jam terasa sangat lambat dan menegangkan. Alexa dan Mamanya tak henti hentinya berdoa untuk kelancaran dan kesuksesan operasi Papa Alexa.


3 jam sudah berlalu. Lampu tanda operasi berlangsung sudah mati, artinya operasi sudah selesai. Alexa, Mamanya dan seluruh keluarga berdiri dan menunggu dokter keluar dari ruang operasi. Tak lama kemudian dokter beserta staff yang membantu operasi keluar. Mama Alexa segera mendekati mereka.


"Gimana dok operasi suami saya?" tanya Mama Alexa.


"Alhamdulillah operasi Bapak Wiratama berjalan lancar, pendarahan sudah bisa kami hentikan tapi kita belum bisa mengatakan operasi ini sukses sebelum Bapak Wiratama sadar. Beliau harus melalui masa kritis selama satu hari. Kalau beliau bisa melaluinya berarti operasi sukses dan InsyaAllah Pak Wiratama akan sembuh kembali" jawab dokter tersebut menjelaskan pada Alexa dan Mamanya dan kata-kata dokter tersebut dapat di dengar oleh seluruh keluarga yang hadir disitu.


"Saat ini Bapak Wiratama masih diruang pemulihan setelah beberapa jam beliau akan kami pindahkan keruang ICU agar kita bisa memantau perkembangan tubuhnya" sambung dokter tersebut.


"Mohon doa dari seluruh keluarga agar Bapak Wiratama dapat melalui masa kristisnya. Kami permisi dulu" Dokter beserta rekannya yang lain pergi meninggalkan ruang operasi.


Alexa dan Mamanya saling berpelukan dan menangis.


"Mbak yang kuat ya, kita terus berdoa semoga Mas Wiratama dapat melalui masa kritisnya. Maaf kami pulang dulu. Besok kami akan datang lagi kesini" ucap Papa Reza. Mama Reza kemudian memeluk Mama Alexa dan Alexa secara bergantian.


Keluarga mereka juga satu persatu sudah pulang meninggkan rumah sakit. Hanya tinggal Alexa dan Mamanya yang menunggu dirumah sakit.


Tak lama kemudian Papa dan Mama Aditya datang kerumah sakit. Mereka berjalan dengan tergesa-gesa.


"Maaf ya Mbak kami baru datang. Kami baru pulang dari luar kota dan mendengar kalau Mas Wiratama mendapat musibah kecelakaan langsung lari ke sini" ucap Mama Aditya.


"Iya Mbak gak apa-apa, saya mengerti" jawab Mama Alexa.


"Gimana keadaan Mas Wiratama Mbak?" tanya Papa Aditya.


"Mas Wiratama tadi sudah menjalani operasi saat ini sedang diruang pemulihan setelah itu akan dipindah keruang ICU. Kata dokter masa kritisnya satu hari, kalau Mas Wiratama bisa melaluinya berarti operasinya berjalan sukses" jawab Mama Alexa.


"Kamu kapan datang Lexa dari Jakarta" Mama Aditya memeluk Alexa penuh kasih sayang.


"Tadi pagi Tante. Saya naik pesawat pertama jam 6 pagi dan sampai Medan tepat sebelum Papa dibawa keruang operasi" jawab Alexa.

__ADS_1


"Kamu harus kuat ya sayang, agar Mama kamu juga bisa kuatm Kita harus saling menguatkan" ucap Mama Aditya kembali.


"Iya Tante" jawab Alexa.


"Mbak, kalau ada perlu apa-apa jangan sungkan katakan saja pada kami, InsyaAllah kami akan siap membantu kapan saja" ujar Papa Aditya.


"Terimakasih Mas Gunadi" jawab Mama Alexa.


"Iya Mbak kita kan bertetangga, kata orang keluarga terdekat itu adalah tetanggamu. Jadi Mbak Dewi jangan sungkan sama kami ya" ucap Mama Aditya.


"Iya Mbak Ayu" Mama Alexa berusaha tersenyum.


"Malam ini Mbak dan Alexa tidur dimana?" tanya Mama Aditya.


"Nanti malam kami akan pulang kerumah karena Mas Wiratama kan masih diruang ICU gak bisa ditemani. Besok InsyaAllah kalau dia sudah bisa melewati masa kritisnya dan sudah sadar kata dokter bisa dipindah keruang rawat inap" Jawab Mama Alexa.


"Kami jemput ya Mbak nanti malam. Kabari aja kami agar kami jemput kesini" Mama Aditya memberikan bantuan.


"Gak usah Mbak, Mas kami bisa pesan taxi. Jadi ngerepotin" tolak Mama Alexa.


"Tuh kan jangan sungkan Mbak" Mama Aditya mencoba memberikan bantuannya.


"Iya Mbak benar, kami naik taxi aja" Mama Alexa menolak secara halus.


"Baiklah Mbak tapi kalau butuh yang lainnya kabari kami ya secepatnya" ucap Papa Aditya memberikan bantuan.


"Terimakasih Mas" Jawab Mama Alexa.


Malam harinya Papa Alexa dipindah keruang ICU. Alexa dan Mamanya sempat melihat Papanya bergantian masuk keruang ICU sebelum mereka pulang kerumah.


Kemudian mereka memesan taxi dan pulang kerumah. Malam ini adalah malam yang berat, semoga tidak ada kabar buruk dari Rumah Sakit dan semoga Papa Alexa bisa melewati masa kritisnya satu hari ini.


Aamiin


*************


Hai teman-teman semua selamat membaca novel kedua saya ya.

__ADS_1


Tolong tinggalkan jejak kalian.


Terimakasih.


__ADS_2