Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sama
Menunggu jawaban


__ADS_3

"Bagaimana Aditya, Alexa. Apa kalian setuju?" desak Papa Aditya. Karena dari tadi mereka berdua hanya terdiam.


"Boleh kami meminta waktu untuk berfikir dan membicarakannya dulu berdua Pa, Ma, Om dan Tante? Kami kan sama-sama sudah dewasa tentu tidak baik kalau memutuskan sesuatu yang sangat penting dalam hidup kami secara tiba-tiba" Jawab Aditya.


"Iya Ma, Pa, Om dan Tante. Keputusan kalian membuat kami sangat terkejut. Selama ini hubungan Lexa dengan Kak Adit hanya sebatas atasan dan bawahan. Kami juga sudah lama tidak bertemu. Sudah bertahun-tahun tidak lagi saling mengenal. Terakhir bertemu kan saat masih sekolah pastinya telah banyak yang berubah dengan kami berdua" sambung Alexa.


"Kami saja baru berteman dan mendekatkan diri lagi. Kami perlu waktu untuk mengenal sifat kami masing-masing lebih dalam" bantah Aditya.


"Itu bisa kalian pelajari saat kalian sudah menjadi pasangan suami istri nak. Tidak ada lagi batasan yang harus kalian langgar semua bebas dan sah. Tidak akan ada yang menghalanginya" ucap Mama Aditya mulai kesal melihat penolakan anaknya.


"Pokoknya kami, Mama dan Mbak Dewi akan sangat marah jika kalian menolak untuk kami nikahkan. Dan kami tidak mau menerima atau melihat kalian berdua beberapa tahun ini. Ya kan Mbak?" Ancam Mama Alexa.


"Iya besan" jawab Mama Aditya.


Apa? Mama sekarang malah sudah manggil Tante Ayu Besan. Ya ampun apa yang harus aku lakukan? tanya Aditya bingung.


Duh Mama kenapa ngancam seperti itu sih. Kalau nahan rindu setahun dua tahun mungkin aku tahan tapi kalau ngambeknya dalam waktu yang tidak ditentukan yang ada aku akan jadi anak durhaka. Batin Alexa.


"Tuh dengar Dit, Lexa. Mama kalian sudah sangat kecewa. Bahkan mereka rela tidak mau melihat kalian lagi karena kalian menolak permintaan kami. Apa kalian mau jadi anak durhaka?" sambut Papa Aditya.


"Selama ini kami tidak pernah memaksakan kehendak kami pada kalian. Kalian mau sekolah dimana, mau tinggal dimana dan kerja dimana kami tidak keberatan. Kalian jauh dari kami dan meninggalkan kami, kami juga tidak keberatan walaupun kami harus menaha rindu pada anak kami. Apa lagi kamu Alexa, kamu adalah anak Papa dan Mama satu-satunya. Hanya kamu harapan kami untuk melanjutkan keturunan dari keluarga kita. Apa permintaan kami kali ini tidak bisa kamu kabulkan?" tanya Papa Alexa sengan suara yang sedikit tinggi. Papa Alexa jarang sekali bisa marah pada Alexa dan bicara seperti ini. Biasanya dialah pahlawan bagi Alexa yang selalu membelanya dari amukan Mamanya atau dari kenalakannya dulu.


Alexa langsung tersentuh dan bersedih. Sambil menangis dia menjawab..


"Iya Pa, Alexa mau.. Maaf kalau tadi sudah membuat Papa dan Mama kecewa" ucapnya sambil terisak.


Aditya menatap kearah Alexa yang sedang menangis.


Kenapa kamu menangis Xa, apakah kamu sesedih itu dipaksa menikah denganku. Apakah aku tidak pantas menjadi pendamping hidupmu? tanya Aditya dalam hati.

__ADS_1


"Bagaimana Adit?" tanya Papanya.


"Saya mau bertanya pada Alexa du.."


"Untuk apa lagi kamu bertanya, bukannya Alexa sudah berkata mau?" Kali ini suara Papa Aditya yang terdengar menggelegar karena menahan amarah.


"Sulit sekali ya mengabulkan permintaan kami?" tanya Papanya lagi.


"Tidak Pa. Saya akan menikahi Alexa" jawab Aditya tegas.


Alexa segera menatap wajah Aditya. Dia tidak percaya kalau Aditya akan berkata seperti itu. Airmatanya mengalir deras. Dia bahagia akhirnya menikah dengan Aditya walau dia belum bisa memiliki hatinya.


Aditya juga menatap Alexa, kini mereka saling menatap. Mencari jawaban dari manik mata orang yang ada dihadapannya.


Apakah ini keputusan yang terbaik untuk mereka?


Seperti itulah isi hati mereka.


"Iya sayang" jawab Mamanya.


"Yes... aku senang sekali akhirnya Mbak Alexa menjadi Kakak Iparku. Sudah lama kan Kak Adit aku minta seperti ini? baru kali ini Kak Adit kabulkan" ucap Cica kemudian dia segera turun dari tempat tidur dan memeluk Alexa.


"Selamat Mbak... Selamat datang dikeluarga kami. Terimakasih Mbak mau menikah dengan Kakakku yang bawel ini" ucap Cica manja.


"Iya Ca, sama-sama. Mbak juga punya adik ipar seperti kamu" Mereka saling berpelukan.


"Kalau begitu besok malam begitu Alexa pulang dari rumah sakit pernikahan akan segera kita langsungkan. Karena lusa kami semua akan kembali ke Medan. Kami tidak bisa lama-lama meninggalkan pekerjaan kami di Medan" perintah Papa Aditya.


"Apa?" ucap Aditya dan Alexa bersamaan.

__ADS_1


"Tidak ada penolakan lagi. Sementara hanya ijan kabul saja. Setelah itu surat-surat resmi bisa menyusul diurus. Yang penting kalian sudah resmi menikah. Jadi tidak berdosa kalau kalian tinggal serumah" ucap Papa Aditya.


"Iya Dit, kalau kalian mau mengadakan resepsi bisa dilaksanakan setelah Alexa sembuh. Kami menyerahkan semuanya pada kalian. Karena ini kan pernikahan kalian biarlah kalian yang menentukan bagaimana acaranya dan dimana tempatnya. Kalian bebas menentukannya" sambung Papa Alexa.


Alexa dan Aditya hanya terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi.


"Sekarang kami mau kembali ke apartemen, ada beberapa yang harus kami urus untuk pernikahan kalian besok" ucap Papa Aditya.


"Yuk Mas" ajaknya pada Papa Alexa.


Kedua orangtua mereka dan Cica pulang kembali ke apartemen meninggalkan Alexa dan Aditya berdua dalam suasana yang canggung. Mereka hanya saling diam dan mencari kesibukan masing-masing dengan pura-pura membuka hp.


Setelah berjalan keluar kamar rawat inap Alexa, sedikit lebih jauh dan dapat dipastikan Aditya dan Alexa tidak dapat mendengarnya lagi terlihat kedua orangtua Alexa dan Aditya plus adiknya kasak kusuk.


"Yes sandiwara kita berhasil Ma" ucap Cica girang.


"Aku sangat takut tadi Mbak waktu Aditya dan Alexa menolak. Aku kira akan gagal" ucap Mama Aditya.


"Kam sudah saya bilang Mbak, Alexa itu paling tidak bisa menolak kalau kami sudah mengancamnya apalagi kalau mendengar Papanya marah pasti dia luluh. Mbak lihat tadi kan, Alexa langsung jawab iya" sambut Mama Alexa.


"Iya" jawab Mama Aditya.


"Maaf Mas anak kami juga sangat keras kepala. Walau Alexa sudah berkata iya, tapi Adit masih mau menolak. Untung akhirnya dia manut juga" ucap Papa Aditya.


"Gak papa Mas yang penting kita akan segera jadi besan dan tidak pusing lagi memikirkan anak-anak kita" jawab Papa Alexa.


"Ayo Ma kita harus segera sampaikan kabar berita ini pada Reza, Lidya dan Sisil. Mereka pasti sangat senang mendengar kabar ini dan segera membantu kita mempersiapkan acara pernikahan mereka besok. Mumpung ini hari minggu masih ada waktu mencari semua yang sibutuhkan untuk acara besok" tutur Papa Alexa semangat.


"Iya ya Mas. Kami juga akan segera menghubungi Sandy dan Dimas agar mereka juga ikut membantu keperluan besok agar akad nikah berjalan lancar" sambung Papa Aditya

__ADS_1


Mereka semua tersenyum bahagia, rencana mereka telah berhasil untuk menikahkan Aditya dan Alexa.


Kerjasama dua keluarga yang sangat baik.


__ADS_2