
"Aby, Ela cepetan sayang nanti kita terlambat" Alexa memanggil buah hatinya.
"Iya Ma, tungu sebentar" jawab anak-anaknya.
Tak lama kedua buah hatinya datang dengan tampilan siap untuk bepergian.
"Aby nanti disana kamu jaga adik kamu ya. Ela disana nanti jangan pernah pukul Disil, Oke?" perintah Aditya.
"Iya Pa" jawab si Abang.
"Habis Disil suka colek-colek Ela Pa. Ela gak suka" jawab si adek Ela.
"Iya tapi kamu kan bisa bilang baik-baik sayang, gak main tonjok aja" sambut Alexa.
"Kalau kamu lakukan itu lagi nanti latihan taekwondonya Papa hentikan. Kalian mau?" tanya Aditya pada kedua buah hatinya.
"Nggak Pa" jawab anak-anaknya serentak.
Mereka kemudian masuk kedalam mobil dan melaju menuju rumah Reza dan Lidya untuk acara aqiqah putri keduanya yang baru saja lahir.
Aby dan Ela adalah anak kembar yang aktif. Mereka sangat akrab dan kompak. Saat ini usia mereka lima tahun. Aby sifatnya sangat mirip dengan Papanya. Pendiam dan dingin pada orang lain kecuali keluarga besarnya. Sedangkan Ela mengikut sifat Alexa kecil. Tomboy dan seperti laki-laki. Ela suka berkelahi dengan anak laki-laki dan selalu dilerai oleh Aby. Aby yang selalu bijaksana menghadapi sikap adiknya. Dia tidak pernah berkata kasar atau memukul Ela.
Aby hanya mengingatkan adiknya untuk lebih sabar dan tidak bermain kekerasan. Aby dan Ela sudah dimasukkan Aditya dan Alexa latihan taekwondo sejak usia 3,5 tahun bersama Rafa anak Reza dan Lidya. Mereka sangat senang dan serius sekali setiap latihan di Dojang.
Aditya dan teman-temannya sering bertemu dengan teman-temannya dalam acara seperti ini atau dalam acara ulang tahun salah satu dari mereka atau anggota keluarganya.
Itu yang membuat anak-anak mereka sangat akrab bahkan sering berkelahi. Contohnya Ela dan Disil anak Dimas dan Sisil. Disil yang mengikuti bakat Papanya emang paling senang mendekati anak wanita yang ada di dekatnya. Seperti Ela, Sintia putri Satria dan Cinta, dan Ditha putrinya Sandy dan Mitha.
Tapi Ela tidak suka selalu ditempelin Disil kemana-mana dan pertemuan mereka akan berakhir dengan perkelahian dan korbannya adalah Disil. Bahkan hidung Disil pernah berdarah karena dipukul oleh Ela.
Oleh sebab itu setiap mereka hendak bertemu Aditya dan Alexa selalu menasehati putri kecilnya terlebih dahulu agar saat mereka bertemu dengan teman-temannya mereka tidak berantam lagi.
Tiga puluh menit berlalu akhirnya mereka sampai dirumah kediaman Reza dan Lidya.
"Halo ponakan kesayangan Om, akhirnya kalian datang juga. Rafa sudah tidak sabar menunggu kalian dari tadi" sapa Reza pada kedua putra putri Aditya dan Alexa.
"Rafa dimana Om?" tanya Aby.
"Ada dikamarnya. Kalian langsung aja cari dia didalam" perintah Reza.
Kemudian Aby dan Ela berjalan menuju kamar Rafa putra pertama Reza dan Lidya.
Tak lama kemudian datang Dimas dan Sisil disusul Sandy dan Mitha juga Satria dan Cinta beserta buah hati mereka masing-masing.
Sejak perdamaian mereka dulu Satria dan Cinta sering ikut bergabung dengan group Aditya dan teman-temannya. Keluarga mereka sudah sangat akrab termasuk anak-anak mereka.
"Tante, Ela dimana?" tanya Ditha putri Sandy dan Mitha.
"Ada di kamarnya Rafa. Kalian cari kesana aja ya" perinta Alexa pada Ditha dan Sintia putri Satria dan Cinta.
"Aby dan Rafa disana juga Tante?" tanya Disil pada Alexa.
"Iya Disil sayang" jawab Alexa.
__ADS_1
"Disil kamu jangan ganggu para princess ya. Papa gak mau dengar kamu berantem lagi dengan Ela" Dimas mengingatkan putra tunggalnya.
"Oke Pa" jawab Disil.
Kemudian Disil berjalan menyusul Sintia dan Ditha menuju kamar Rafa.
"Hai teman-teman senang bertemu kalian lagi" sapa Disil.
"Hai Dis" sapa Rafa.
Rafa dan Aby sedang bermain lego sedangkan para pricess sedang bermain ular tangga.
"Aku pinjam mobil kamu ini ya Fa" pinta Disil
"Ok Dis" jawab Rafa.
Disil meminjam mobil remot Rafa dan mulai memainkannya.
Awalnya semua berjalan dengan baik sampai pada mobil yang dikendalikan Disil melalui remot control mulai mengganggu permainan para princesa.
"Rafa kamu mainnya yang bagus donk. Jangan ganggu kami yang sedang main" ucap Ela tidak suka.
"Sorry.. sorry... sepertinya remotnya macet sudah mulai habis batre kali. Aku padahal tidak menjalankannya kearah kalian tapi gak tau kog bisa jalan kesana ya" bela Disil.
Mereka bermain kembali. Ela, Sintia dan Ditha kembali bermain ular tangga dan Disil kembali menjalankan mobilnya melalui remot control.
Sepuluh menit kemudian mobil yang dikendalikan Disil menabrak papan ular tangga Ela, Sintia dan Ditha. Semua mainan para princess hancur berantakan.
"Ela..." Aby memberi peringatan pada saudara kembarnya.
"Dia sengaja Kak jalanin mobilnya kearah kami" amuk Ela.
"Nggak By aku tidak sengaja sepertinya emang remotnya sudah mulai habis batre" bela Disil.
Ela merebut remot kontrol dari tangan Disil kemudian mencoba mengendalikan mobil yang tadi dimainkan Disil.
"Tuh kan benar kamu cuma mau mengganggu kami, buktinya mobilnya bagus kog aku jalankan" teriak Ela.
"Sorry teman-teman aku tidak sengaja" jawab Disil sambil tertawa lepas tanpa rasa bersalah.
Ela semakin emosi melihat tampang Disil yang menyebalkan.
"Kamu tidak sungguh-sungguh meminta maaf" teriak Ela.
"Aku kan sudah minta maaf. Terserah kamu mau maafin atau nggak" jawab Disil cuek.
"Kamu...." teriak Ela.
Buk...buk...buk...
Ela memukul wajah Disil beberapa kali dan diakhiri dengan tendangan kakinya membuat Disil jatuh tersungkur.
"Ela... Disil..." teriak teman-teman mereka yang lain.
__ADS_1
Aditya dan para sahabatnya yang ada diruang keluarga mendengar suara teriakan dan keributan dari kamar Rafa.
"Kak itu pasti Ela dan Disil" ucap Alexa.
"Udah sayang tenang saja. Itu perkelahian anak-anak. Sebentar lagi mereka pasti baikan lagi" jawab Aditya.
"Iya San. Biarin saja mereka menyelesaikannya. Yang lain pasti akan melerai Ela dan Disil" sambung Dimas.
Tak lama Ditha dan Sintia datang sambil berlari.
"Om Tante bibir Disil berdarah dipukul Ela" lapor mereka.
Seketika Aditya dan teman-temannya berlari melerai anak mereka berkelahi.
Terlihat wajah kesal Ela dan wajah Disil yang kesakitan.
"Sekarang kalian ceritakan bagaimana kejadiannya" perintah Reza.
Rafa kemudian menceritakan apa yang baru saja terjadi. Para orang tua yang mendengar cerita Rafa tersenyum mendengarnya.
"Dasar buah jatuh tak jauh dari pohonnya" ledek Sandy.
"Dari kecil emang udah kelihatan bakat playboynya sama seperti papanya" sambung Satria.
Mereka semua tertawa melihat perkelahian anak mereka dan berusaha mendamaikan mereka. Namanya juga anak-anak selesai berantem pasti baikan lagi.
Persahabatan mereka berjalan dengan baik sampai pada anak-anak mereka. Pertikaian dan permusuhan yang terjadi dalam hidup mereka pasti akan bisa dilalui kalau diselesaikan dengan hati dingin dan keikhlasan untuk memaafkan.
SELESAI....
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Terimakasih buat suami tercinta yang selalu setia menemaniku dalam menghasilkan karya keduaku ini.
Terimakasih buat keluarga besar yang selalu mendukung dan memberi semangat untuk terciptanya hasil karya ini.
Terimakasih buat teman teman dan pembaca yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca novel kedua saya.
Maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan, kesamaan nama, tempat dan kejadian bukan unsur kesengajaan.
Ide cerita murni dari fikiran saya sendiri dan saya mohon maaf jika ada novel yang isi ceritanya hampir sama dengan novel ini.
Kesempurnaan hanya Milik Allah, kekhilafan adalah milik saya.
Nantikan karya-karya saya selanjutnya ya....
Jangan bosan-bosan untuk mampir ke novel saya.
Terimakasih
by
Winda Siregar
__ADS_1