
Kedua orangtua Aditya dan Alexa batal pulang. Mereka katanya ingin jalan-jalan dan berbelanja hari ini.
"Xa, kamu ada yang mau dititip?" tanya Mama Alexa.
"Ada mau, aku minta tolong bisa gak Mama carikan baju aku yang seperti" Alexa menunjukkan baju daster dari kain katun dengan kancing didepan.
"Baju seperti ini sangat membantu saat sekarang, tidak repot untuk mengganti pakaian" ucap Alexa.
"Iya Ma, kasian Alexa kemarin waktu melepas gaunnya kesakitan karena tanggannya tersenggol" Aditya membenarkan.
"Ok nanti kami cari ya. Serahkan semuanya pada kami" Mama Aditya menengadahkan tangannya.
"Apa Ma?" tanya Aditya bingung.
"Uangnya mana Pak Bos, kami mau belikan baju buat istri kamu lho. Kamu harus mengeluarkan uang kamu untuk keperluan istri kamu. Itu namanya nafkah untuk istri" ujar Mama Aditya.
Aditya mengambil dompetnya kemudian mengelurkan kartu unlimitide miliknya.
"Yes, kami akan menguras isi kantong kamu" Mama Aditya memainkan matanya kearah besannya.
" Yuk besan kita berangkat" ajak Mama Aditya pada Mama Alexa.
"Cica kamu harus ikut, jangan ganggu pengantin baru mesra-mesraan dirumah" ucap Mamanya.
Cica terlihat kesal padahal hari ini dia ingin ngobrol seharian sama kakak iparnya ini. Cica kan fans beratnya Alexa.
Papa Aditya dan Alexa tersenyum melihat tingkah istri mereka dan mengikutinya dari belakang. Ini memang rencana mereka untuk membuat Alexa dan Aditya semakin akrab dan mesra.
Aditya cuti seminggu dikantornya, bukan karena honeymoon karena baru menikah tapi karena ingin mengurus istrinya yang sedang sakit dirumah.
Suasana kembali canggung antara Alexa dan Aditya, lagi-lagi mereka ditinggal berdua.
"Kak.." panggil Alexa.
"Heemmm.." Aditya sedang membaca koran.
"Aku bisa minta tolong cucikan rambutku gak kak, sudah tiga hari tidak keramas. Rasanya gerah dan lengket" pinta Alexa.
" Ya udah, yok ke kamar" Aditya melipat korannya dan mendorong kursi roda Alexa ke pintu kamar mandi yang ada di kamarnya.
Aditya menggendong Alexa dan meletakkannya di pinggir bathup. Alexa menundukkan kepalanya dan mengarahkan kepalanya menggantung di ujung bathup.
Aditya mulai membasahi rambut Alexa yang panjang, hitam dan lurus, setelah itu memberi shampo dan memijit kepala Alexa lembut.
Aditya merasa interaksi mereka saat ini sangat romantis. Dia tidak menyangka mengurus Alexa seperti ini bisa membuatnya sangat senang. Setelah selesai Aditya membilas rambut Alexa dengan bersih kemudian mengeringkannya dengan handuk. Aditya melilitkan handuk dikepala Alexa kemudian menggulungnya keatas.
Terlihat jelas leher Alexa yang jenjang.
"Kamu mau sekalian aku bersihkan badannya? Aku basuh pakai kain basah ya? kamu kan belum bisa mandi" Aditya menawarkan.
"Mm... kalau Kakak tidak keberatan" jawab Alexa.
__ADS_1
"Kata Papa semua akan menjadi ibadah kan setelah menikah? Aku mau dapat pahala yang banyak" ujar Aditya.
Sekalian dapat bonus Xa, bisa melihat dan menyentuh tubuhmu. Soraknya dalam hati.
Aditya membuka satu persatu pakaian di tubuh Alexa, membuka pakaian dalamnya. Kemudian dengan telaten membasuh semua tubuh Alexa dengan handuk basah.
Alexa sangat mali sekali diperlakukan seperti ini, tapi dia hanya bisa pasrah karena tidak bisa melakukannya sendiri.
Lagi-lagi Tuhan menyiksaku... Sulit sekali menahan hasrat ini. Kuatkan aku Tuhaaaan. Teriak Aditya dalam hati.
Setelah selesai, Aditya melilitkan handuk ditubuh Alexa kemudian mengangkatnya keluar kamar mandi. Setelah itu Alexa di dudukkannya di pinggir ranjang.
Aditya mengambil baju dan pakaian dalam Alexa di dalam koper kemudian memakaikannya di tubuh Alexa satu persatu.
Berulang kali Aditya menelan salivanya. Sepertinya dia harus cepat-cepat berendam air dingin setelah ini.
Aku tidak kuat Tuhan... begitu berat cobaan ini. Teriaknya dalam hati.
Setelah selesai Alexa duduk di tempat tidur sambil menonton tv. Sedangkan Aditya masuk ke kamar mandi dan berendam untuk meredakan hasratnya.
Baru satu hari pernikahanku, aku sudah panas dingin dibuatnya. Batin Aditya.
Tiga puluh menit berendam dan mandi, Aditya keluar dari kamar mandi. Hari ini mereka tidak punya rencana kemana-mana dan juga tidak aktivitas yang bisa mereka lakukan dirumah. Mereka hanya santai seharian dirumah.
Jam 4 sore orantua mereka sudah pulang.
"Mbak Aleeex.... kami sudah pulang" teriak Cica sambil berlari masuk ke kamar Aditya.
"Kamu ya sembarangan aja masuk. Lain kali ketok pintu dulu" Aditya menyentil jidad adiknya geram.
"Kaaaak kasihan Cica, lihat tuh jidadnya merah" bela Alexa.
"Biarin aja, biar dia sadar. Gak seenaknya saja main masuk-masuk tanpa permisi" Aditya terlihat masih kesal.
"Dit, Xa, kami boleh masuk?" teriak Mama Aditya dari luar.
"Tuh orangtua aja permisi dulu kalau mau masuk, itu namanya sopan santun dan tata krama" ucap Aditya pada adiknya.
Cica hanya terdiam, tidak berani melawan kakaknya kalau sudah marah begini.
"Masuk Ma" jawab Alexa.
Mama Alexa dan Mama Aditya masuk dengan membawa lima bungkusan besar.
"Ya ampun Ma banyak banget belanjaannya?" tanya Aditya.
"Tenang saja, uang kamu gak akan habis hanya untuk membeli barang-barang ini. Sama istri itu gak boleh pelit entar rezekinya jauh" ucap Mamanya.
Mama Alexa hanya tersenyum melihat menantunya diamuk besannya.
"Sana kamu keluar saja temani Papa dan Papa mertua kamu" perintah Mamanya.
__ADS_1
Aditya keluar dari kamar dan duduk diruang TV bersama Papa dan mertuanya.
"Xa, kami bantu susun baju kamu dilemari ya" pinta Mama Alexa.
"Eh iya Mbak, ni baju Alexa yang lain masih di dalam koper juga. Yuk kita susun. Bantuin Ca, kamu jangan diam aja donk" ucap Mama Aditya.
Mereka bertiga mengeluarkan semua baju-baju Alexa dan menyusunnya di lemari pakaian Aditya.
Hanya tiga puluh menit semua sudah tersusun rapi.
"Akhirnya selesai juga, kami keluar ya Xa, Mama mau mandi udah gerah jalan seharian" ucap Mama Alexa.
"Mama juga mau istirahat sebentar, kaki Mama pegal. Yuk Ca keluar, kamu jangan kelamaan disini. mengganggu Kakak dan Kakak iparmu saja" ucap Mama Aditya.
Saat di depan TV Mama Aditya menyamperi anaknya.
"Dit, kamu dipanggil Alexa. Katanya dia mau dibasuh badannya, udah gerah seharian" ucap Mamanya sambil mengerlingkan matanya pada Mama Alexa.
Mereka tersenyum penuh arti.
Aditya masuk ke kamar.
"Kamu manggil Kakak?" tanya Aditya.
"Nggak Kak" jawab Alexa.
Dasar Mama ini senang sekali ngerjain anaknya.
"Mau basuh badan dan bersih-bersih?" Aditya menawarkan.
"Iya boleh kak, aku mau shalat ashar" jawab Alexa.
Seperti biasa Aditya membantu istrinya untuk basuh badan dan bersih bersih setelah itu meletakkannya kembali ke atas tempat tidur.
Saat mengambil pakaian di dalam lemari Aditya terheran heran melihat semua pakaian yang dibeli Mamanya.
"Ma... bisa kemari sebentar" teriaknya dari kamar.
"Berhasil Mbak, anakku sepertinya sudah bereaksi" ucap Mama Aditya. Kemudian dia berlari menuju kamar anaknya.
"Ada apa Dit, teriak-teriak?" tanyanya.
"Kenapa baju Alexa begini semua Ma, pendek-pendek dan gak berlengan semua?" tanya Aditya.
"Ya kami memang sengaja beli yang seperti itu Dit, agar kamu lebih mudah mengganti baju Alexa dan lihat tuh lengan dan kakinya bisa bebas gitu" tunjuk Mamanya.
"Iya tapi kan Lexa bisa kedinginan Ma kalau tidur malam" ucap Aditya kesal.
"Kamu tinggal kecilin AC nya Dit, gampang kan? Udah ya Mama mau mandi" ujar Mamanya kemudian dia berlalu meninggalkan Aditya yang panas dingin membayangkan Alexa memakai pakaian yang dibelikan Mamanya.
Dengan berat hati terpaksa dia harus memakaikannya pada istrinya.
__ADS_1
Berendam air dingin lagi nih nanti malam.
Mama... tega banget kalian mengerjain aku.. 😢😢