
Sesampainya di apartemen Aditya langsung masuk ke kamar memeriksa keadaan istrinya. Benar saja laporan Bi Leha, saat ini wajah Alexa sangat pucat dan lemas.
Alexa yang biasanya kuat dan lincah sekarang tergeletak lemah diatas tempat tidur. Aditya langsung menyambar jaket dan jilbab rumahan Alexa. Kemudian memakaikannya pada tubuh istrinya.
Setelah itu Aditya menggendong tubuh istrinya membawanya keluar apartemen.
"Kak kita mau kemana?" tanya Alexa.
"Kerumah sakit sayang" jawab Aditya lembut.
"Kak aku gak apa-apa hanya pusing karena masuk angin" tolak Alexa.
"Nggak, kata Bibi kamu bulak balik muntah. Begini lemasnya, kamu bilang gak apa-apa?" ucap Aditya.
Alexa hanya bisa pasrah dengan tindakan suaminya, dia tidak punya kekuatan untuk menolak keinginan suaminya.
Aditya meletakkan Alexa di kursi depan kemudian memasangkan sabuk pengaman untuk istrinya. Setelah itu Aditya menjalankan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.
Sesampainya di rumah sakit, Aditya kembali menggendong istrinya dan membawanya keruangan UGD. Dia meminta dokter untuk memeriksa kondisi istrinya.
Setelah memeriksa keadaan Alexa dokter menarik kesimpulan.
"Ibu kapan terakhir datang bulan?" tanya Dokter.
"Hah... mmm.. sepertinya bulan lalu dok" jawab Alexa bingung.
"Berdasarkan pemeriksaan saya tensi Ibu sangat rendah, Ibu kelelahan ditambah dugaan saya saat ini Ibu dengan hamil. Saya merujuk Ibu untuk diperiksa di dokter kandungan ya?" ucap Dokter tersebut.
"Eh iya dok" jawab Alexa lemah.
Tak lama Aditya masuk dan berdiri disamping Alexa.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Aditya.
"Saya belum bisa pastikan penyakit istri anda, sebaiknya beliau diperiksa oleh dokter spesialis. Tunggu sebentar disini nanti perawat akan membantu membawa istri anda keruangan dokter tersebut" jawab sang dokter.
Aditya semakin bingung dengan jawaban dokter tapi dia mengikuti saja semua perintah dokter tanpa membantahnya sampai semua lebih jelas.
Tak lama perawat datang membawa kursi roda kemudian membantu Alexa duduk di kursi roda dan membawanya keruangan dokter yang ditunjuk untuk pemeriksaan lanjutan kesehatan Alexa.
Sebelum masuk keruangan Aditya sempat membaca petunjuk di pintu masuk ruangan dokter tersebut. 'Spesialis Obgyn'.
Mengapa istriku dibawa kemari? jangan-jangan? tanya Aditya dalam hati.
"Selamat siang bu" sapa dokternya ramah.
"Siang dok" jawab Alexa lemah.
"Berdasarkan laporan yang saya baca, tensi Ibu rendah ya, Ibu mengalami pusing dan muntah-muntah?" tanya dokter itu lagi.
"Iya dok" jawab Alexa singkat.
"Sudah berapa lama Ibu mengalami hal ini?" tanyanya lagi.
"Baru hari ini dok" jawab Alexa kembali.
"Kapan terakhir datang bulan?" dokter bertanya.
__ADS_1
"Mm.. bulan lalu dok" jawab Alexa.
"Sebentar ya kita periksa dulu" ucap dokter. Setelah itu Alexa dibaringkan diatas ranjang dibantu oleh Aditya.
Perawat membuka baju Alexa sampai ke dada kemudian menaburi gel diatas perut Alexa. Setelah itu menempelkan sebuah peralatan kedokteran untuk memeriksa perut Alexa.
Alat tersebut digulirkan diatas perut Alexa, sang dokter menatap ke layar monitor.
"Lihat ini Pak, Bu. Ini adalah kantong kandungan Ibu dan saat ini sudah ada isinya dan wah sepertinya ada dua ini. Selamat ya Pak, Bu.. Ibu tengah hamil anak kembar. Usia kehamilannya sekitar 6 minggu" ucap dokter tersebut.
"Kak.." panggil Alexa.
"Kamu hamil sayang, alhamdulillah" ucap Aditya.
"Karena kondisi Ibu sangat lemah demi bayi yang ada dalam kandungan Ibu sebaiknya Ibu diopname ya di Rumah Sakit sampai kondisi Ibu semakin baik dan kuat. Bayinya butuh nutrisi karena mamanya muntah-muntah terus. Apalagi bayinya ada dua, kita bantu dengan infus dan vitamin ya" perintah dokter.
"Baik dok, tolong berikan yang terbaik buat istri dan anak-anak saya" jawab Aditya.
Setelah diperiksa Alexa dibawa ke ruang rawat inap dan Alexa segera di infus dan diberikan vitamin untuk menambah energinya.
Alexa disarankan untuk banyak-banyak istirahat di tempat tidur dan sementara dilarang untuk banyak jalan. Setelah kondisi Alexa mulai membaik barulah Aditya merasa lega.
Aditya setia menemani Alexa disamping.
"Sayang aku kirim pesan ke group keluarga kita ya, biar mereka heboh mendapat kabar gembira ini" pinta Aditya.
"Iya Kak" jawab Alexa.
Aditya mengirim foto Alexa yang sedang terbaring lemah di tempat tidur. Sontak group jadi ribut.
Papa Wiratama
Papa Gunadi
Alexa di opname, kenapa Dit?
Kemudian Aditya mengirim hasil USG dari dokter obgyn.
Mama Ayu
A**lexa hamil**?
Mama Dewi
Mbak kita mau punya cucu
Papa Wiratama
Alhamdulillah, selamat ya Dit, Lexa
Pap**a Gunadi
Selamat ya nak, duh senangnya**.
Cica
Hore sebentar lagi aku punya ponakan.
__ADS_1
Kemudian Aditya mengirimkan hasil USG yang lebih dekat lagi dan melingkari dua foto janin yang sangat kecil dalam kandungan Alexa.
Mama Ayu
Mbak cucu kita kembar
Mama Dewi
Iya Mbak kembar, tuh dua kantongannya
Papa Gunadi
Alhamdulillah senangnya
Papa Wiratama
Jadi kenapa Alexa harus di opname?
Aditya
Alexa sedang lemah kondisinya karena seharian muntah-muntah dan belum boleh turun dari temoat tidur harus bedrest
Mama Dewi
Kasihannya menantu Mama. 😢
Mama Ayu
Yang kuat ya sayang, semoga kamu dan anak-anak kamu yang ada di dalam perut sehat-sehat ya semua 😘😘
Aditya
Terimakasih semua. Mohon doanya ya
"Gimana Kak, mereka bilang apa?" tanya Alexa
"Semuanya senang sayang" jawab Aditya.
Aditya menggenggam tangan Alexa dan menciumnya.
"Terimakasih ya sayang kamu sudah bersedia mengandung anak aku" ucap Aditya.
"Kakak ini apa sih, kenapa gitu ngomongnya? Aku sangat senang akan menjadi seorang Ibu, menjadi wanita yang sempurna, merasakan perjuangan seperti wanita-wanita lain" jawab Alexa.
"Iya sayang Kakak juga sangat senang sekali. Kamu harus kuat ya demi anak-anak kita dan mohon maaf kalau mereka menyakiti atau merepotkan kamu" ucap Aditya.
"Tuh kan gitu lagi ngomongnya? Ini belum seberapa Kak. InsyaAllah aku akan kuat dan menikmati setiap prosesnya. Tetaplah disampingku ya Kak, menjadi penyemangat bagi kami bertiga" Alexa mengelus perutnya yang masih rata.
"InsyaAllah kakak akan selalu ada untuk kalian" Aditya mengecup kening istrinya dengan lembut dan penuh dengan kasih sayang.
******
Ditempat lain.
Cinta melihat mobil Aditya memasuki area parkir rumah sakit kemudian Aditya keluar dari mobil dan berjalan ke pintu mobil disebelahnya. Tak lama Aditya keluar dengan menggendong Alexa dengan penuh kasih sayang.
Aditya mengapa setiap melihat kamu hatiku sangat terluka. Sekarang kamu sudah sangat berbeda. Kamu begitu perhatian, begitu lembut dan penuh kasih sayang kepada Sandra. Mengapa dulu saat bersamaku tidak seperti itu. Aku yang selalu mengejar cintamu, mencari perhatianmu dan cintamu hingga aku lelah.
__ADS_1
Apa memang hanya Alexa yang kamu cintai dari dulu? pernahkah dulu kamu mencintaiku? tanya Cinta dalam hati.
Cinta menyeka airmatanya yang dari tadi sudah mengalir deras dan beranjak pergi melajukan mobilnya meninggalkan area parkir dan keluar dari Rumah Sakit dengan hati yang sedih.