
Jam 10 pagi Aditya, Dimas, Sandy dan pacarnya sampai di hotel tempat Pengantin, Alexa beserta rombongan Medan menginap.
Alexa, Reza, Lidya, Sisil dan kedua orang tua Alexa juga orang tua Sisil sudah menunggu di Lobi.
"Kamu sudah siap? kita berangkat Lex?" tanya Aditya.
"Sudah Pak" jawab Alexa.
"Lexa pulang dulu ya Ma, Pa" Alexa pamit dan memeluk kedua orangtuanya.
"Aku duluan Lid, Za, ku tunggu di apartemen ya"Alexa memeluk Lidya dan pamit pada Reza.
Sisil juga pamit pada kedua orangtuanya.
"Kami berangkat dulu ya Om, Tante , Reza dan Lidya" ujar Aditya pamit disusul Dimas, Sandy dan pacarnya.
"Titip Alexa dan Sisil" pesan Papa Alexa.
"Baik Om" jawab Aditya.
"Hati-hati ya Kak Adit" ucap Reza.
"Iya, kami jalan dulu ya Za, sampai ketemu lagi di Jakarta" Aditya menepuk bahu Reza.
Mereka masuk kedalam mobil. Alexa dan Sisil masuk kedalam mobil Aditya yang didalamnya ada Aditya dan Dimas. Sedangkan Sandy dan pacarnya naik mobil yang lain.
Mobil mulai berjalan meninggalkan pelataran hotel dan keluar menuju jalan utama. Suasana di dalam mobil hening tidak ada yang mencoba berbicara.
Tak lama kemudian Dimas yang sedang menyetir berinisiatif memecahkan keheningan diantara mereka.
"Kamu kerja dimana Sil?" tanya Dimas.
"Saya kerja di PT. Perdana Pak" jawab Sisil.
"Udah lama kerja disana?" tanya Dimas lagi.
"Sejak tamat kuliah Pak, sekitar 3 tahunan" jawab Sisil lagi.
Saat mereka hendak masuk ke pintu tol, tiba-tiba saja mobil mereka dihadang dua orang lelaki berbadan tegap.
"Keluar... Cepat keluar!" ucap kedua pria itu sambil menggedor jendela Aditya.
"Siapa mereka Dit?" tanya Dimas takut.
"Gak tau Dim" jawab Aditya.
"Keluar atau kami pecahkan kaca ini" Ancam Pria yang berdiri paling depan.
"Kalian di dalam mobil saja ya, biar aku keluar" perintah Aditya.
"Hati-hati Pak" ucap Alexa.
Aditya keluar dari mobil, tanpa basa basi kedua pria tersebut langsung memukul Aditya secara brutal.
Aditya seketika mengelak dan terjadilah pertarungan.
Tapi Aditya kesulitan karena dua pria itu bertarung secara keroyokan. Alexa gak tega melihat Aditya yang beberapa kali kena pukulan dua pria tersebut.
__ADS_1
Saat Alexa memegang kenop pinty mobil Dimas menahannya.
"Jangan turun San, kamu gak dengar Aditya menyuruh kita menunggu di mobil" cegah Dimas.
"Tapi kasian Pak Adit, dia dikeroyok" jawab Alexa.
"Tenang aja Aditya pintar berkelahi kog" ucap Dimas.
Saat Aditya kembali kena tendangan pria yang badannya lebih tegap dan jatuh tersungkur, Alexa sontak membuka pintu Mobil dan menendang pria yang ingin memukul wajah Aditya.
Alexa mengambil kuda-kuda dan mengeluarkan jurus taekwondo terbaiknya. Aditya kembali berdiri, sekarang pertarungan seimbang dua lawan dua.
Aditya dan Alexa memberikan pukulan dan tendangan. Tiba-tiba Alexa tersungkur karena tendangan yang terkena di perutnya.
Aditya langsung melindungi Alexa.
"Hati-hati Lex" ucap Aditya.
"Iya Pak" Alexa bangkit kembali dan melakukan tendangan balik pada lawannya.
Terjadi pertarungan sengit antara mereka sampai kedua pria berbadan tegap itu berlari dan masuk kedalam mobil mereka kemudian melarikan diri.
"Kamu gak apa-apa Lex?" tanya Aditya.
"Gak apa-apa Pak" jawab Alexa.
Aditya melihat jilbab Alexa yang rusak karena baru bertarung, sontak Aditya menyentuh jilbab Alexa dan merapikannya.
Alexa terdiam kaku, tidak menyangka sama sekali dengan apa yang dilakukan Aditya pada jilbabnya.
"Udah yuk kita masuk ke mobil" ajak Aditya.
"Kalian tidak apa-apa? Siapa mereka?" tanya Sandy.
"Kami baik-baik saja San, kami gak tau siapa mereka" jawab Dimas.
"Udah Dim, jalan. Mereka juga sudah pergi" perintah Aditya.
Dimas kembali mengemudikan mobil dan masuk ke Tol.
"Gila, ternyata kamu pintar beladiri ya San" ucap Dimas.
"Wuih Pak Dimas belum tau. Sandra ini sabuk hitam Dan-2 dalam taekwondo. Dulu dia hampir jadi atlet taekwondo dan sering menang pertarungan" jawab Sisil semangat.
"Oh ya? aku baru tau. Kamu tau Dit? tanya Dimas pada Adit.
"Aku tau, dulu kan Alexa sering latihan taekwondo sama Reza" ucap Aditya.
"Hebat banget kamu San. Mau donk dilatih kamu" ujar Dimas bersemangat.
Dasar playboy cap ayam jago, mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dulu aku ajak belajar taekwondo gak mau, giliran lihat Alexa bisa beladiri dia malah minta ajari, modus. Umpat Aditya.
"Boleh Pak asal Bapak tahan banting aja" jawab Alexa.
"Dibanting-banting seperti tadi?" tanya Dimas lagi.
"Iya" jawab Alexa singkat.
__ADS_1
"Gak jadi deh San , seram" Dimas mundur teratur.
Alexa dan Aditya tersenyum mendengar perkataan Dimas.
"Jilbab kamu kotor San" ucap Sisil menunjuk ujung jilbab Alexa.
"Gak papa Sil" jawab Alexa.
"Aditya membalikkan tubuhnya melihat keadaan Alexa.
"Kamu bener gak apa-apa?" tanya nya khawatir.
"Iya Pak, saya baik-baik saja" jawab Alexa.
Mereka berhenti sebentar di rest area tol untuk beristirahat dan mencari angin segar.
Saat di dalam kantin rest area.
"Kamu selidiki San siapa dalang dari kejadian tadi" perintah Aditya.
"Baik Dit" jawab Sandy.
"Aku curiga sama seseorang Dit, tadi samar-samar dari balik jendela aku melihat seseorang di dalam mobil yang menghadang kita tadi. Seperti miriiip... Ah tapi aku gak berani menyebutkannya takut menuduh tanpa bukti, tunggu semua jelas baru kita bisa pastikan" ujar Dimas.
"Nanti juga kita pasti akan tau siapa orang itu. Lihat saja, aku tidak akan tinggal diam" ucap Aditya geram.
"Pak Aditya sejak kapan bisa taekwondo. Setau saya dulu gak bisa?" tanya Alexa.
"Waktu kuliah dia sering ikut latihan taekwondo. Katanya di kampung ada cewek yang jago taekwondo, dia ingin mengalahkan cewek itu" potong Dimas.
"Jangan-jangan cewek itu...." Dimas menunjuk Alexa kemudian menatap Aditya.
Aditya melototkan matanya memberi kode agar Dimas tidak membahas itu.
Sandy tersenyum dalam diam, sepertinya dia mengerti keadaannya sekarang. Ada yang Aditya sembunyikan dan dia simpan dalam hatinya.
Wanita yang selalu memotifasi Aditya berlatih taekwondo dengan giat sampai dia mendapatkan sabuk hitam ternyata Sandra. Wanita yang katanya dia sangat kesal karena kenakalan dan keusilannya.
Aku akan memastikannya dulu baru aku kasi tau kamu Dit. Ucap Sandy dalam hati.
Tiga puluh menit mereka rehat, setelah itu melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju Jakarta.
Sesampainya di Jakarta mobil Aditya dan mobil Sandy berpencar. Sandy mengantarkan pacarnya sedangkan Aditya dan Dimas mengantar Alexa dan Sisil ke apartemennya.
"Jangan lupa kompres wajah kamu yang tadi kena pukulan, takutnya besok jadi bengkak" perintah Aditya dan terlihat sedikit khawatir.
"Gak apa-apa kog Pak, saya baik-baik saja" jawab Alexa.
"Kalau besok badan kamu sakit dan pegal udah gak usah masuk kerja, saya kasi izin" ucapnya lagi.
"Saya baik-baik saja Pak. Gak kenapa-kenapa" tolak Alexa.
"Ya sudah kami balik dulu. Kamu lansung istirahat" ucap Aditya.
"Sil kami pulang dulu ya" ucap Dimas.
"Iya Pak, hati-hati ya" jawab Sisil.
__ADS_1
Mobil Aditya bergerak menuju jalan pulang.