Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 21


__ADS_3

Pagi itu Piter menjemput Jingga lagi untuk mengantarnya kesekolah,Jingga pun menurut saja karena dia hanya menuruti perjodohan yang sudah di atur sejak lama ini.di dalam mobil Piter tidak membahas masalah semalam dan Jingga pun hanya terdiam,mobil sampai didekat sekolah Jingga menyalami tangan Piter sebelum ia keluar dari Mobil.


"Dik...jangan lupa nanti malam acara pertunangan kita,kalau bisa jangan bertengkar lagi dengan Pluto"


"Iya..."jawab Jingga malas dia lalu keluar dari mobil dan menutup pintu mobil dan berlalu dari hadapan Piter tanpa menoleh lagi.


"Apa dia marah pada ku?"gumam Piter.


Sebenarnya Jingga tidak marah pada Piter,dia hanya belum terbiasa saja dengan keadaan ini.dirinya belum pernah pacaran dan jatuh cinta sekalinya bertemu seorang pria dia langsung di ikat dengan tali ikatan yang di sebut pertunangan,itu lah yang membuatnya belum terbiasa.


Apa kau marah?


Piter mengirim pesan pada Jingga.


Tling pesan masuk ke ponsel Jingga.


Jingga membacanya.


Tidak kak,aku tidak marah aku diam saja tadi karena tidak tahu harus berbincang apa dengan kakak maaf kalau aku tidak sopan.


Jingga membalas pesan Piter.


Piter membaca pesan tersebut dan merasa lega.dia pun melajukan mobilnya lagi menuju kantornya. Sesampainya di kantor Piter langsung bertemu Al yang sudah menunggunya di kantor Al memberitahukan jadwal pekerjaan hari ini.


"Apa ada meeting yang sampai malam hari ini?"tanya Piter.


"Ada bos"


"Tolong kamu wakilkan saja,malam ini aku ada acara penting yang sempat tertunda kemarin jadi tidak bisa menghadiri meeting tersebut"


"Ooh baiklah"Al pun tidak banyak bertanya lagi.


Siang ini saat pulang sekolah Jingga tidak di jemput oleh Piter karena Piter sedang meeting di luar,Piter pun sudah memberitahukannya tadi sebelum dia pergi meeting.


"Ji...nggak di jemput?"tanya Anita.


"Tidak dia sedang sibuk,lagi pula lebih bagus begini hehe aku lebih nyaman"


"Masa sih...lebih nyaman atau lebih kangen..."Anita meledek.


"Apaan sih"Jingga malu.


Malam ini Jingga di dandani oleh bibinya yang seorang MUA,Rambut Jingga di tata rapi dengan sanggul modern yang bergaya formal tapi masih menunjukan keremajaannya,Jingga pun mengenakan baju kebaya berwarna pink salem di padukan dengan rok batik panjang Jingga pun mengenakan sepatu sandal flat agar dia nayaman dalam berjalan.

__ADS_1


Keluarga Jingga pun pergi menuju ke tempat pertemuan yang telah di tentukan.Piter pun pergi bersama keluarganya dia sudah mewanti-wanti Pluto agar tidak memancing keributan seperti kemarin,begitu pun keluarga yang lain hingga Pluto pun menuruti permintaan semua keluarganya untuk menahan diri saat bertemu Jingga nanti.


Pluto tidak menyangka kalau Jingga wanita yang paling jauh dari standar kakanya bisa menjadi kakak iparnya.walau sebenarnya Pluto sendiri tidak tahu tipe kesukaan kakaknya itu seperti apa,tapi menurut Pluto Jingga itu tidak sepadan dengan kakaknya selain terpaut usia yang cukup jauh Jingga itu agak sedikit tomboy Pluto tidak suka gadis tomboy.


Apa lagi Pluto juga tahu kalau Jingga itu pecinta binatang,Pluto berteman dengannya di medsos mangkanya dia faham betul Jingga seperti apa.


Kedua keluarga sudah berkumpul di sebuah restoran yang privat roomnya sudah mereka sewa sebelumnya.Piter yang melihat Jingga berpenampilan tidak seperti biasanya terkesima.


*Cantiknya...riasannya tidak berlebihan tapi dia tetap cantik.


Dengan tanpa riasan saja dia sudah terlihat manis,hemf aku suka dia apa adanya sih*...


Batin Piter.


Pluto yang melihat Jingga pun ikut terkesima karena Jingga tidak seperti biasanya.


Dia cantik juga kalau di dandani seperti ini,ups aku lupa dia calon kakak ipar ku sekarang hihi.


batin Pluto.


Jingga jadi canggung ketika melihat Piter menatapanya terus.


Aku aneh kali ya...mangkanya dia melihat ku seperti itu.


Acara pun di mulai kedua keluarga memang sepakat kalau acara pertunangan ini hanya di hadiri oleh keluarga inti saja karena mengingat status Jingga yang masih pelajar,bila terekspos keluar mereka takut mempengaruhi status Jingga di sekolah.


Piter pun memasangkan cincin berlian di jari manis Jingga begitu pun Jingga memasangkan cincin di jari manis Piter setelah selesai memasangkan cincin Jingga pun menyalami tangan Piter,acara pun selesai keluarga berbincang-bincang Jingga pamit keluar dari privat room dia mencari angin segar di luar.


Jingga duduk di taman yang lampunya berkelipan,di tatapnya jari manisnya,kemudian dia menopang dagunya di atas kepalan tangannya,Jingga melamun tapi entah apa yang di lamunkannya.


Piter menyusul Jingga keluar dan melihatnya sedang melamun sendirian,dia pun mengahampirinya dan duduk di sebelahnya.


"Apa yang sedang adik fikirkan?"tanyanya lembut.


"Eh....kakak..."Jingga terkejut"hehe tidak ada kak aku tidak sedang memmikirkan apa-apa"


"Oia landak kemarin kamu beri nama apa?"Piter tiba-tiba ingin mencairkan suasana.


"Namanya Momo lucu kan?"Jingga tersenyum manis.


Piter tersipu melihat senyuman manis itu.


"Eh....iya lucu tapi kamu lebih lucu lagi"Piter keceplosan.

__ADS_1


"Eh...maksud kakak?"Jingga bingung.


"Ah...sudah lupakan"


"Oia kapan kamu akan praktek kerja lapangan?"tanya Piter tiba-tiba.


"Mungkin bulan depan,kenapa memangnya kak?"


"Kamu ajukan saja ke kantor"


"Hehe itu tugas guru ku kak aku dan kawan-kawan ku nanti tinggal terima jadi saja"


"Ooo begitu,ke dalam yuk tidak enak dengan keluarga yang lain"


Jingga pun beranjak dari duduknya dan mengiringi Piter berjalan.


Malam pun berlalu semua keluarga telah berpamitan kembali ke rumah masing-masing,Piter kembali ke rumahnya sendiri karena jarak rumahnya dengan rumah Jingga tidak terlalu jauh begitu pun dengan kantor dan sekolah Jingga.


Tiga hari setelah acara itu,Piter mengajak Jingga latihan judo seperti biasa,tapi kali ini Piter meminta ijin pada kakek dan nenek Jingga untuk latihan judo,awalnya kakek tidak menyetujui kalau Jingga latihan bela diri tapi Piter menyakinkan mereka hingga akhirnya di ijinkan.


Piter memberikan seragam judo pada Jingga tapi kali ini dia memberikan secara baik tidak di lemparkan kewajah seperti kemarinnya.


Sensei Yuki melihat gelagat aneh pada diri Piter karena Piter terlihat sedikit lembut pada Jingga dan sikapnya sangat dewasa berbeda saat pertama kali dirinya melihat Piter sangat kekanakan.


Sensei Yuki mendekati Al dan berbisik.


"Ada apa dengan mereka?"bisiknya.


"Mereka sudah bertunangan"bisik Al.


"Oh...ya..."Sensei Yuki terlihat antusias dirinya senang karena doanya saat itu terkabul dia mengharapkan Jingga menjadi pendamping Piter dan itu terjadi.


Latihan pun di mulai Jingga yang banyak perkembangan sangat di perhatikan oleh sensei Yuki.


Sensei Yuki menyarankan agar Jingga latihan di klub agar kemampuannya bisa berkembang,bila perlu dia akan mengikut sertakan Jingga ke turnamen tingkat SMA sewilayah.


"Tanya kan saja padanya apa dia mau serius pada judo kalau aku sih dukung saja selama itu positif"kata Piter saat Sensei Yuki memberikan saran.


"Dik...sensei yuki mau bicara dengan mu"panggil Piter.


"Dik....oh...jadi panggilan sayangnya adik manisnya..."sensei Yuki gemas sendiri melihat hubungan mereka berdua.


Sekarang sudah tidak ada kajar-kejaran di ruang latihan saat ini mereka sudah serius dalam latihan,karena Jingga sudah menguasai tekhnik judo.hingga dia sudah tidak takut lagi bila sparing dengan Piter.

__ADS_1


...**************...


__ADS_2