
Pagi itu dokter mengecek ke adaan Jingga.
"Bagaimana dok?"tanya Piter.
"Kondisinya sudah stabil nanti siang sudah bisa pulang"jelas dokter.
"Ooooh syukurlah kalau begitu,oia apa saya bisa memasang cincin di jarinya?"tanya Piter
"Ya...silahkan"kata dokter.
Piter mengeluarkan cincin pertunangan mereka dari dalam saku celananya,yang kemarin di berikan Pluto.
Piter memasangkan cincin itu di jari manis Jingga.Perawat dan dokter yang melihat itu tersenyum melihatnya.
"Saya fikir pacarnya anak yang kemarin mengantar ups....."perawat itu keceplosan.
"Oooh itu adik saya,saya bukan pacarnya saya tunangannya sus"jelas Piter.
Perawat itu spontan menutup mulutnya karena tidak menyangka mereka sudah bertunangan.
Siang hari Jingga sudah di perbolehkan pulang Piter langsung membawanya pulang kerumah,sesampainya di rumah Jingga di antar Piter sampai ke depan kamarnya.
"Adik istirahat ya,kalau mau latihan besok saja itu juga bila luka di tangan mu sudah sembuh"
"Iya...kak"Piter membukakan pintu kamar Jingga.
Tapi saat Jingga ingin masuk kedalam Piter berbicara sesuatu hingga langkahnya terhenti.
"Apa adik serius dengan judo?"tanya Piter.
"Aku serius kak,waktu minggu kemarin aku sudah mengundurkan diri dari klub basket,posisi ku sudah digantikan oleh adik kelas ku"
"Adik sudah tidak menjadi meneger tim basket?"
"Iya...karena aku serius dengan judo,aku tahu bila aku serius aku pasti tidak bisa membagi waktu dengan tim basket sekolah kak"
"Semoga pengorbanan mu membuahkan hasil ya dik"Piter mengelus rambut Jingga"Ya sudah istirahat lah,kakak juga mau istirahat"
Piter pun masuk kedalam kamarnya,di dalam kamar dia langsung merebahkan dirinya di atas kasur empuknya.dia lalu melihat ponselnya di lihatnya beberapa jadwal pertandingan Judo yang di adakan bulan ini.
"Kalau dia benar-benar serius dia harus mengembangkan bakatnya dengan bertemu lawan tandingnya,adik bersiaplah minggu depan dan ke depannya kau akan kakak daftarkan untuk bertanding hingga menjadi benar-benar atlet profesioanal dan mendunia"gumamnya.
__ADS_1
Sore itu Jingga yang habis keramas ingin mengeringkan rambutnya,dicarinya alat pengering rambut di kamarnya tidak dia temukan.
"Kak Piter punya pengering rambut tidak ya?"
Jingga berjalan mencari Piter,ternyata Piter sedang di taman belakang bersama hewan peliharaan Jingga.
"Kak...apa kakak punya pengering rambut?"tanya Jingga.
Piter menoleh ke arahnya dia melihat Jingga sudah berganti pakaian dan memakai handuk di kepalanya.
"Ooo ada di kamar ku di laci meja rias ya kamu ambil saja,aku sedang melihat kelucuan mereka"Piter menunjuk jojo dan momo.
Jingga pun berjalan ke arah kamar Piter,dia masuk ke kamar Piter ini pertama kalinya dia masuk ke kamar Piter,kamar Piter disini terlihat lebih mewah dari kamar dia di rumah ibunya kamar yang di desain khusus untuk laki-laki mandiri.
Jingga mencari pengering rambut di laci meja rias seperti yang di katakan Piter saat dia membuka lemari dia menemukan pengering rambut itu tapi dia juga menemukan sesuatu yang tersimpan disana,sebuah foto seorang wanita terlihat mirip dengannya,di lihatnya belakang foto tersebut bertuliskan.
My Love Sandra.
Jingga menjatuhkan foto tersebut ke lantai,tapi segera di pungutnya kembali dan di taruh ke dalam laci.
Secinta itu kah dia dengannya?aku jadi tahu alasan dia menerima perjodohan ini karena aku mirip dengan kekasihnya saat masih seusia ku.
Jingga kecewa sungguh kecewa,dia kembali ke kamarnya dan entah kenapa air matanya menetes ada perasaan sakit di dadanya sakit dan sesak.
Piter kembali ke kamarnya di lihatnya laci meja riasnya pengering rambut masih ada di sana dan dia baru menyadari foto Sandara dia simpan disana.
"Ya ampun aku lupa foto ini masih aku simpan,apa adik melihat ini dan tidak jadi meminjam pengering rambutnya".
Piter langsung keluar dari kamarnya dan mengetuk pintu kamar Jingga.
"Dik boleh kakak masuk"tanyanya.
"Nggak boleh"teriak Jingga dari dalam kamar hingga Piter terperanjat.
"Dik...kakak akan jelaskan sama kamu,ayolah biarkan kakak masuk"
"Apa yang mau kakak jelasin sama aku,aku sudah mengerti semuanya"Jingga kesal dia marah dan melepar bantal ke arah pintu.
"Dik...adik..."Piter mengetuk pintu terus.
Jingga akhirnya membuka pintu dia lalu keluar kamarnya dengan menggedong tasnya.
__ADS_1
"Adik mau kemana?"tanya Piter bingung.
"Mau pulang buat apa aku disini lagi pula sudah terlalu lama aku disini"Jingga berjalan cepat.
"Dik...dengarkan kakak dulu"Piter meraih tangan Jingga.
Jingga kesal dia akhirnya menggunakan tekhnik judo untuk menjatuhkan Piter.
"Akh sial di saat seperti ini dia menggunakan tekhnik yang aku ajarkan padanya"keluhnya.
Tapi Piter tidak menyerah dia lalu memeluk Jingga dari belakang dan mengangkatnya,Jingga berontak ingin melepaskan diri tapi tidak bisa tenaga Piter sangat besar dan kuat begitu pun badannya yang tinggi besar hingga membuat Jingga kesulitan melepaskan diri darinya.
"Lepasin aku kak,aku mau pulang"teriak Jingga.
"Adik jangan seperti ini kakak akan jelaskan semuanya pada mu"Piter membawa Jingga masuk kedalam kamarnya.
"Apa yang mau kakak jelasin"masih berontak.
Piter kualahan juga menahan Jingga hingga dia melempar Jingga ke kasurnya.
"Dengarkan aku dulu bisa nggak sih"bentak Piter.
"Nggak aku nggak mau dengerin kakak"Jingga nggak kalah kerasnya.
Piter kesal dan mendorong tubuh Jingga yang terduduk di atas kasur hingga Jingga terjerembab di atas kasur,Piter langsung menahan kedua tangan Jingga dengan kedua tangannya dan posisi Piter sekarang berada di atasnya.
Jingga mulai ketakutan dengan perlakuan Piter.
"Dengar kan aku atau kau akan menyesal dengan apa yang akan aku lakukan pada mu"ancamnya.
Jingga berusaha berontak di bawah tekanan Piter dia terus berusaha melepaskan cengkraman Piter yang kuat,Piter kehabisan akal dia akhirnya terpaksa mencium bibir Jingga bibir mungil itu akhirnya di cium olehnya.
Jingga terkejut dirinya semakin takut dengan Piter dia takut Piter akan melakukan hal yang melebihi batas,Jingga akhirnya menggunakan kakinya untuk menendang perut Piter hingga Piter pun melepaskannya setelah ia puas mencumbui bibir gadis itu.
Jingga menatap penuh marah dan kebencian padanya tak pernah Piter melihat matanya semerah itu.Jingga kesal dan sangat marah pada Piter dia lalu menampar keras-keras pipi Piter.
Jingga berlari sambil menangis meninggalkan kamar Piter dia berlari keluar rumah,dia sudah tidak memperdulikan apa pun lagi,dirinya merasa kecewa dengan sikap Piter tadi.
Piter mengelus pipinya di lihatnya ada darah menetes di ujung bibirnya,dia menyesali perbuatannya pada Jingga,Piter kesal dan mengacak-acak isi kamarnya.
Kenapa kenapa semua ini terjadi kenapa aku tidak bisa menahan diri tadi akh...sial...
__ADS_1
Piter kesal.