
Satu bulan kemudian.
Hari ini adalah hari ulang tahun Piter,Piter sengaja hanya akan merayakan ulang tahunnya berdua saja dengan Jingga.
Piter menyewa sebuah kapal pribadi di sebuah pelabuhan dan akan membawa Jingga ke sebuah pulau di seberang lautan.
Jingga pun sudah menyiapakan sebuah kado untuk Piter sebuah kado yang dia buat sendiri.Jingga sempat bingung saat memikirkan kado apa yang akan dia berikan untuk Piter karena Piter bisa membeli segalanya yang dia mau tanpa memikirkan harganya.
Hingga akhirnya Jingga memilih membuat gelang dari benang kur yang pernah ia pelajari di internet tempo hari.Gelang kur berwarna merah dan di hiasi bandul perak yang dia oesan jauh hari dengan temannya,bandul berbentuk bunga edeleweis yang di tengahnya ada ukiran huruf JJ,bandul tersebut bisa di bagu menjadi dua bagian dan bila di satukan langsung menempel karena ada magnet di tengah-tengah patahan bagian bandul itu.
Piter sudah menunggu Jingga di tepi laut dan kapal pribadi pun telah menunggunya.
Jingga pun telah tiba di sana,Jingga mempersiapkan dirinya dia mengaca di spion mobil milik Piter dan menyiapkan kado yang telah dia siapakan yang dia bawa dalam tas kecil.
tapi saat Jingga sedang bersiap-siap Piter sudah tidak sabar dan menelpon Jingga.
"Adik dimana?"tanya Piter.
"Aku sudah sampai kak sedang di samping mobil kakak"kata Jingga sambil celingungkan mencari keberadaan Piter.
Dan ia pun akhirnya melihat Piter di samping sebuah kapal kecil,Jingga melambaikan tangannya dan tersenyum pada Piter begitu pun Piter,Piter berjalan menghampiri Jingga tapi saat Piter baru melangkahkan kakinya,tiba-tiba.
Dor...Dor...
Ada suara tembakan dari belakang Jingga,Piter panik dan langsung berlari ke arah Jingga,tapi tiba-tiba ada seorang pria yang memeluk Jingga dari arah belakangnya dan mereka jatuh dan bergulingan di tanah,seorang pria yang menganakan rompi anti peluru dan memegang senjata api,Pria itu melindungi Jingga.kado yang di bawa Jingga pun terjatuh di tanah.
Tapi tembakan terus terjadi Pria itu menggandeng tangan Jingga dan membawanya bersamanya.
Beberapa orang menhadang mereka dan langsung di hajar oleh pria itu dan ketika Jingga menjadi sasaran para pria yang menyerang mereka Jingga membalas mereka dengan membanting tubuh mereka.
Piter Khawatir bukan kepalang melihat kekasihnya dalam bahaya,saat Piter ingin menyelamatkan Jingga dirinya di halangi oleh pemilik kapal karena sangat berbahaya peluru melontat kemana-mana saat ini.
"Lepaskan aku...calon istri ku disana"Piter memberontak.
"Tunggu tuan itu berbahaya,tuan anda bisa tekena tembakan"cegah pemilik kapal dengan memeluk tubuh Piter.
"Aku tidak perduli"Piter berteriak.
"Dik...adik"Piter beeteriak.
Jingga di bawa lari oleh pria yang memakai rompi anti peluru itu,mereka menaiki sebuah mobil dan mereka pun di kejar dengan mobil yang lain.
"Dik...adik"teriak Piter saat melihat Jingga di bawa lari oleh pria itu.
__ADS_1
Piter langsung berlari ke arah mobilnya dan mengendari mobilnya dan memacu mobil itu dengan cepat mengejar mobil yang membawa Jingga.
Kejar-kejaran di jalan pun terjadi berserta suara tembakan.
Jingga takut dengan ke adaan yang terjadi.
"Hei...kenapa kau membawa ku dalam ke adaan seperti ini"teriak Jingga pada pria itu.
"Diamlah kau aku berusaha menyelamatkan mu karena berada di situasi yang tidak tepat seperti ini"
"Kau gila ya....aaaaaa"Jingga berteriak ketika mendengar suara tembakan mengarah ke mobil yang di taikinya.
"Ambil ini"Pria itu melemparkan sebuah pistol yang lain pada Jingga.
Jingga bingung saat menerima pistol itu.
"bantu aku Tembak mereka"kata pria itu masih menyetir.
"kau gila apa aku tidak bisa"protes Jingga.
"Kau bisa coba saja"kata Pria itu meyakinkan.
Jingga akhirnya mencoba entah kenapa dia tidak takut saat memunculkan dirinya di jendela mobil dan dia langsung membidik sebuah mobil dan langsung menembak kaca mobil tersebut dan mobil itu langsung oleng karena pengemudinya tertembak oleh Jingga.
Pria itu tersenyum pada Jingga.
Tapi mobil yang lain melayangkan tembakan ke arah mobil yang di taiki Jingga,untung refleks Jingga cukup bagus saat peluru akan mengarah ke arahnya dirinya langsung masuk ke dalam mobil.
Tembakan beruntun di lancarkan dan akhirnya mengenai ban mobil tersebut hingga mobil yang berkecepatan tinggi itu menjadi oleng dan menabrak bahu jalan dan mobil itu jatuh ke bawah jurang dan meledak saat di bawah,mobil yang membawa Jingga terbakar.
Piter yang mengikuti jejak mereka melihat mobil yang membawa Jingga sudah terbakar di bawah jurang.
"Jingga......"Piter berteriak sekencang-kencangnya melihat mobil yang membawa kekasihnya meledak di depan matanya.
Petugas polisi dan petugas forensik menuju lokasi tempat kejadian,beberapa petugas berusaha memadamkan api yang membakar mobil tersebut,Piter terduduk lemas di sisi jurang yang menjatuhkan mobil tersebut.
Al yang mendapat kabar dari pemilik kapal langsung menuju ke tempat lokasi bersama pemilik kapal.
Piter marah saat melihat pemilik kapal yang tadi mencegahnya menolong Jingga.
"Kau...gara-gara kau calon istri ku jatuh ke jurang"Piter langsung mencengkram kerah baju pemilik kapal.
"Pit...pit...sudah tenang dia berusaha menyalamatkan mu dari gempuran peluru tadi"Al berusaha melerai.
__ADS_1
"Kau jangan membelanya Al"bentak Piter.
"Aku mengerti perasaan mu aku mengerti"Al berusaha menenangkan sahabatnya.
"Aaaaa"Piter kesal dia lalu terduduk lemas di sisi jurang dia menundukan kepalanya dan air matanya pun menetes.
"Pit..."Al merangkul sahabatnya dan menepuk pundak sahabatnya.
Tiba-tiba Seorang tim forensik menghampiri mereka dan memberikan sesuatu pada Piter.
"Tuan...apa anda mengenali pemilik kalung ini?"petugas itu menunjukan sebuah kalung pada Piter.
Piter mengenali kalung itu,itu kalung milik Jingga liontin kalung tersebut berisi foto kedua orang tua Jingga.
"Ini milik Jingga"Kata Piter lirih.
"Hanya ini yang kami temukan di dalam mobil,tidak ada korban kemungkinan mereka kekuar sebelum mobil meledak"kata petugas itu.
"Apa...jadi maksud anda?"Piter bertanya bingung.
"Ya...kemungkinan orang yang berada di dalam mobil tadi selamat tapi entah mereka berada dimana"kata petugas itu.
"Al....Jingga masih hidup Al..."Piter sedikit senang mendengar berita tersebut.
"Ya...Pit..."Al pun senang mendengar hal itu.
"Tuan ini tadi saya temukan di tempat kejadian sepertinya milik gadis itu"pemilik kapal memberikan tas kecil pada Piter.
Piter menerima tas kecil itu,dan melihat isinya ternyata kotak kecil hadiah dari Jingga untuknya.ada kartu ucapan juga disana.
Piter membacanya.
*Selamat ulang tahun kak Piter...semoga selalu sukses dan selalu dalam lindungan tuhan,hihi aku bingung mau nulis apa lagi.
Oia maaf kalau hadiahnya tidak bagus dan tidak mahal ya kak,ini gelang aku buat sendiri belajar dari internet aku sengaja memilih warna merah ahar benang merah di antara kita selalu bersatu seperti rangkaian benang yabg ku buat menjadi gelang ini.
Dan bandul ini mungkin menurut kakak bentuknya aneh ya karena cuma sebelah hihi ini bukan separuh atau barang gagal ya kak tapi sebenarnya ini bentuk bunga dan ada ukuran huruf depan nama kita kak J dan J Jingga dan Jupiter, tapi aku sengaja memesannya bentuk terbelah karena aku menyimpan belahan yang lain dan bila di satukan keduanya akan menjadi bunga edeleweis bunga abadi dan ku harap cinta kita pun abadi ya... kak.
Selamat ulang tahun kak Piter ku sayang*.....
Piter menangis membaca kartu ucapan dari Jingga dia membuka kotak kado itu dan melihat isinya di genggamnya gelang berwarna merah itu.
Jingga.
__ADS_1
Batinnya menangis.