
Sensei Yuki mengajak Jingga untuk berlatih di klub dan akan mengikutsertakan Jingga dalam beberapa turnamen hingga Jingga nantinya akan menjadi atlet profesional.
Saat di ajak bicara dengan sensei Yuki Jingga melihat ke arah Piter.
"Adik mau serius latihan dan menjadi atlet judo?"tanya Piter.
"Apa kakak memperbolehkannya?"tanya Jingga ragu.
"Aku sih dukung saja,yang aku ragu kakek mu"
"Ah...iya benar kakek pasti keberatan"
"Tapi aku akan bantu bicara nanti bila adik memang benar-benar serius"
"Yang benar kakak akan bicara dengan kakek"
Piter.mengangguk.
"Aaaa terima kasih kak"Tanpa sengaja Jingga memeluk tubuh Piter karena sangking senangnya.
Sekarang malah Piter yang jadi salah tingkah karena malu.
Sensei Yuki yang melihat hal itu hanya tersenyum.
Selesai latihan Piter mandi dan berganti pakaian sebelum mengantarkan Jingga pulang,Jingga menunggu Piter di taman dekat kolam renang rumah Piter.
Saat sedang menunggu tak lama Piter pun muncul,dan langsung mengajak Jingga pulang.Jingga pun langsung pulang bersama Piter.
Sesampainya di rumah Piter langsung mengajak bicara kakek perihal Jingga yang serius dengan judo.
"Sayang kek dia berbakat,kalau bakatnya tidak di asah dan di biarkan terpendam sangat di sayangkan sekali"
"Tapi Piter..."
"Saya yang jamin kek,Jingga akan baik-baik saja"
"Bukan begitu Piter"
"Kakek takut dia akan jauh jodohnya?kan sudah ada saya kek apa yang kakek khawatirkan lagi,saya juga dulunya atlet judo sebelum saya sibuk dengan bisnis saya"
Kakek tertawa mendengar Piter membujuknya.
"Hahaha baiklah kakek ijinkan dia untuk menjadi atlet judo"
"Serius...kakek nggak bohong kan?"tanya Jingga.
Kakek mengangguk.
"Calon suami mu sudah mau menanggung semuanya kakek bisa apa hahaha"
Piter tersenyum.
Piter pun akhirnya pulang setelah berhasil meyakinkan kakek,Jingga mengantarkannya sampai depan gerbang.
__ADS_1
"Kak Pit terima kasih atas semua bantuan kakak"
"Ya...sama-sama dik...masuk dan istirahatlah"
"Iya aku akan masuk setelah melihat kakak menghilang dari gang ini"
Piter tersenyum dia tidak menyangka gadis kecilnya yang galak ini bisa bersikap manis juga padanya.
Piter pun keluar dari gerbang dengan motor gedenya dan menghilang di ujung gang.Jingga berjingkrak senang karena Piter berhasil membujuk kakeknya untuk membiarkannya menjadi seorang atlet psofesional.
Hari terus berlalu hari ini Jingga dan satu teman kelompoknya di sekolah sudah mulai mendapatkan pemberitahuan tempat praktek kerja lapangan.
"Iiihhh kita beruntung banget sih bisa PKL di perusahaan otomotif ini"kata Mika teman satu kelompok Jingga.
"Katanya susah loh dapat kesempatan PKL disana iya kita benar-benar beruntung ya"kata Cila.
"Iya...bener banget kita beruntung"kata Manda.
Sedangkan Jingga tidak komen apa-apa.
"Ji...kok elu nggak komen apa-apa?"tanya mereka bertiga.
Jingga hanya tersenyum.
"Dia mah nggak usah PKL di situ juga nggak masalah orang dia itu hemmm"Anita yang hampir keceplosan memberitahu kalau Jingga adalah calon istri presedir perusahaan tersebut langsung di bekap mukutnya.
"Jangan ngomong apa-apa sama mereka"bisik Jingga"elu tahu kan ini rahasia kita berdua ajah"bisiknya lagi.
Anita pun hanya mengangguk.
Fikir Jingga.
Jingga akhirnya mengajak Anita ke kantin sekolah untuk berbicara berdua saja.
"Nit menurut lu gue kasih tahu nggaknya sama kak Pit kalau gue dapet tempat PKL disana"
"Ya kasih tahu ajah toh nantinya dia akan tahu juga karena setiap hari kan elu di antar jemput sama dia"
"Iya juga sih"
Saat pulang sekolah hari ini Jingga tidak di jemput oleh Piter karena Piter sedang ada meeting di luar,Jingga pulang berjalan kaki bersama Anita.
"Bos Pit nggak jemput?"
"Dia sibuk lagian emang yang di urusin gue doang hahahah"
"Uh..pengertiannya calon istri ku ini ledek Anita"
Jingga hanya tertawa saja mendengar ledekan temannya.
"Ya...mau nggak mau gue harus belajar dari sekarang belajar ngertiin dia walau kadang jalan dikiran orang itu sulit di mengerti hehe"
"Maksud lu?"Anita bingung.
__ADS_1
"Ya...itu kadang dia baik terus nggak berapa lama dia ngomel-ngomel dengan alasan yang nggak gue ngerti"
"Contohnya?"
"Ya...contohnya kaya tempo hari muka gue kena bola sampai memar dia khawatir dia obatin luka gue terus nanya sakit yague bilang nggak dia ngomel kalau sakit ya bilang sakit jangan bohong gitu katanya ngaco kan fikirannya gampang banget berubahnya"
Anita tertawa tanpa suara.
"Terus ada lagi tempo hari tiba-tiba malam-malam telpon terus marah-marah gara-gara adiknya cerita gue pernah di sukai sama cowo tim basket dari SMA di daerahnya dia aneh kan Nit"
Anita tertawa tanpa suara sampai terpingkal.
"Elu senang banget denger cerita gue emangnya lucu ya?"
"Ya...lucu Ji...dia itu sayang sama elu mangkanya dia begitu mungkin elu belum terbiasa dengan sikapnya dia karena kan selama ini elu belum pernah pacaran hahaha"
"Iya juga sih elu bener gue emang belum pernah pacaran hehe".
Anita dan Jingga pun berpisah karena Jigga sudah tiba di ujung gang sempitnya.
Hari terus berlalu,dan hari ini Jingga berserta kelompok PKLnya dan juga guru pembimbingnya sudah bersiap menuju tempat PKL mereka.akhir-akhir ini Piter terlalu sibuk hingga jarang bertemu dengan Jingga dan Jingga pun belum sempat bercerita pada Piter kalau gurunya mendapatkan tempat PKL di perusahaannya.
Mereka pun tiba di depan kantor Perusahaan otomotif itu,para petugas ke amanan yang sudah mengenak Jingga sempat menganggukan kepala mereka pada Jingga tapi Jingga menempelkan jari telunjuknya di bibirnya menandakan diam jangan bicara apa pun.
Guru Jingga pun masuk kedalam perkantoran dan menemui staff yang mengurusi anak-anak magang disana,staff tersebut belum mengenal Jingga karena kantor mereka di bawah,berbeda dengan staff yang ada di atas karena kantor Piter adanya di atas jadi mereka semua mengenal Jingga.
Guru pembimbing Jingga yang bernama Ibu Sri pun menyerahkan anak didiknya pada staff yang mengurus disana.
"Kalian bekerjalah dengan baik,pelajari semua yang di ajari nanti karena itu akan menjadi materi di ujian kompetensi kalian"kata bu Sri.
"Iya...bu...."kata Jingga dan kawan-kawannya.
"Pak Dani saya titip murid-murid saya bila ada yang kurang berkenan dan tingkah mereka yang tidak baik atau tidak sopan bapak bisa menegur mereka"
"Baik bu..."kata pak Dani tersenyum.
"Ibu kembali kesekolah dulu ya turuti perkataan dan arahan pak Dani ya" kata Bu Sri.
"Iya Bu..."jawab Jingga dan kawan-kawannya.
Pak Dani pun membawa Jingga beserta kawan-kawannya menuju meja staffnya.pak Dani memperingatkan mereka jangan berbuat macam-macam di tempat mereka melakukan PKL karena itu bisa mencoreng nama sekolah mereka,belajar dan bekerjalah yang baik.kemudian pak Dani pun menempatkan mereka di bagian yang berbeda,dengan staff yang berbeda-beda.tugas anak PKL hanya membantu pekerjaan para staff yang sedang bekerja.
Jingga dan kawan-kawannya pun menuruti arahan staff disana.
Saat istirahat Jingga dan kawan-kawannya pergi makan di kantin ibu kantin yang sudah mengenal Jingga langsung menegurnya.
"Eh...Non Jingga"kata Bu kantin.
Aduh aku lupa ibu kantinkan kenal aku.
Jingga hanya tersenyum saja pada ibu kantin.
Jingga pun tidak tahu bagaimana reaksi Piter kalau tahu dia PKL di perusahaannya.
__ADS_1
...**************...