
Jingga terpaksa mengikuti langkah Piter kedalam mobil.
Orang ini maunya apa sih?masih ajah seenaknya,ah...iya jangan-jangan dia minta pertanggung jawaban aku karena semalam aku di gendongnya. hadeuh....
"Kenapa malah nongkrong di kafe bukan latihan judo?"Piter ketus.
"Maaf kak hari ini aku tidak latihan karena menemani teman ku Andra yang ingin mengutarakan cintanya sama Anita"Jingga menunduk dia tahu dia salah karena tidak latihan hari ini.
"Hei...urusan cinta mu saja berantakan mengapa harus repot dengan urusan orang lain?"nada Piter benar-benar kesal.
"Aku hanya menemani mereka kak bukan ikut campur urusan mereka"mengelak.
"Masih saja membantah"Piter kesal.
Jingga sebenarnya juga kesal karena Piter yang tidak pernah merubah sikapnya padanya,masih saja tukang ngomel.
"Besok jangan bolos latihan lagi,karena sabtu ini kamu ada jadwal pertandingan keluar kota"jelas Piter masih dengan nada yang sama.
"Iya..."Jingga menurut.
Mobil pun melaju dengan di Kendarai oleh Al sampai di depan gang sempit itu.Jingga pun turun dari dalam mobil.Piter memalingkan wajahnya ketika Jingga turun dari mobil dia seolah tidak rela berpisah dengan gadis ini.
"Terima kasih pak Al sudah mengantar ku,dan kak Piter terima kasih sudah mengantar ku"kata Jingga saat ia akan menutup pintu mobil.
"Ah...iya"kata Al dia lalu melirik kaca spion melihat wajah Piter yang menoleh ke arah jendela di sebelahnya.
Jingga menutup pintu mobil dan mulai berjalan ke dalam gang sempit itu.
"Al..."panggil Piter.
"Jalan kenapa malah ngeliatin gadis bodoh itu masuk ke dalam gang rumahnya"Piter sewot.
"Ooo kufikir kau ingin menatapnya lebih lama"tebak Al.
"Untuk apa"masih sewot.
"Ya...kali kamu merindukannya"ledek Al.
"Kurang ajar kau,tapi memang aku selalu merindukannya sih"Piter tersenyum.
Al menggeleng melihat tingkah ke kanakan kawannya.tapi dia senang karena Piter tersenyum.
Ke esokan harinya di siang hari Pluto menunggu Jingga di depan gerbang sekolahnya.
Beberapa murid ada yang mengenalnya terutama tim basket dan para tim pemandu sorak.
"Ah...itu bukannya Pluto dari SMA SSB"kata salah satu tim pemandu sorak.
"Aaa iya si ganteng ngapain disini ya..."seorang cewe penggemar Pluto histeris melihat idolanya ada di depan sekolahnya.
Dan desas desus mulai membuat Pluto bertambah gerah saja,di tambah sinar matahari yang terik di siang itu.
"Toa mesjid kemana sih lama bener keluarnya"keluhnya sambil bersandar di body motornya.
Tak lama yang di tunggu Pluto pun muncul di depan gerbang sekolah dengan sepedanya.tanpa basa basi lagi Pluto langsung menghampiri Jingga.
"Ikut gue"kata Pluto.
__ADS_1
"Apaan sih lu dateng nggak di undang juga"Jingga kesal.
"Ibu pengen ketemu sama elu"
"kenapa?ada apa?"Jingga bertanya.
"Ibu sakit sejak kejadian malam itu,dah lah ikut ajah jangan banyak tanya"kata Pluto.
"Tunggu gue titip sepeda gue sama temen gue dulu"
Jingga lalu menitipkan sepedanya pada Anita,agar Anita membawa sepedanya karena dia akan menemui ibunya Pluto.
Saat Pluto menghampiri Jingga para pemandu sorak yang mengidolakan Pluto berkomentar sinis dan memandang Jingga dengan tatapan tidak bersahabat.
Hingga salah satu dari mereka menjelek-jelekan Jingga di depan Pluto.
"Jingga bukannya kamu biasa di jemput om-om ganteng yang pakai mobil itu"kata salah satu dari mereka dengan ketusnya.
"Iya...ganteng dan keren sih...tapi sayang om-om...hahaha"mereka puas meledek Jingga.
"Apa maksud mereka itu kak Piter?"bisik Pluto.
"Ya siapa lagi"Jingga tersenyum dia menahan tawanya.
Terlihat tawa kecil dari bibir mereka berdua hingga membuat tim pemandu sorak yang menjelek-jelekan Jingga kesal karena Jingga sama sekali tidak teritimidasi sama sekali malah terlihat senang.
"Udah....yok"Pluto naik ke atas motornya dan mengajak Jingga tanpa perduli omongan mereka pada Jingga.
Jingga pun naik di belakang boncengan Pluto.
Di jalan Pluto tak menahan tawanya lagi ketika mengingat sebutan om-om pada kakaknya.
Pluto tertawa terbahak hingga tubuhnya bergetar.Jingga tahu apa yang membuat Pluto tertawa seperti itu hingga dia memukul punggung Pluto.
Plak...
"Jangan ketawa terus gue bilangin sama kak Piter loh kalau elu ngetawain dia"kata Jingga.
"Apaan sih"Pluto langsung terdiam.
Di lampu merah Pluto berhenti menunggu lampu itu berubah warna untuk berjalan kembali.
"Loh...itu bukannya Jingga dan Pluto ya Pit"kata Al yang melihat mereka berboncengan motor dan berhenti di lampu merah.
Piter langsung menoleh ke arah yang di lihat Al.
"Ngapain kedua anak itu berboncengan seperti itu"Piter mulai cemburu.
"Pit...jangan cemburu dulu mereka kan juga berteman kan?"
"Apanya yang berteman mereka musuh bebuyutan baru benar"Piter kesal.
Dia ingin keluar dari dalam mobil dan menghampiri mereka berdua tapi lampu sudah berubah menjadi hijau hingga semua kendaraan pun mulai berjalan Piter pun mengurungkan niatnya untuk turun.
"Al kejar mereka,akan kemana anak dua itu jangan-jangan siang-siang seperti ini mereka pergi kencan lagi"
Al menggelengkan kepalanya Al hampir tidak percaya kalau Piter bisa berfikir seperti itu.
__ADS_1
"Pit...dia adik mu loh adik kandung mu"Al mencoba mengingatkan Piter.
"Sudah ikuti saja dan cegat motor Plu agar mereka berhenti"
Al pun mengendari motornya dan menyalip motor Pluto,mobil berhenti di depan motor Pluto,Pluto mengenali mobil milik siapa yang telah mencegatnya itu.
Piter keluar dari dalam mobil.
"Apa yang kalian lakukan siang-siang begini bukannya langsung pulang kerumah masing-masing"Piter sewot ketika menghampiri kedua anak remaja itu.
"Ibu menyuruh menjemputnya,ibu ingin bertemu dengannya"kata Pluto pelan.
"Ibu?kenapa ibu?"Piter penasaran.
Setahu Piter ibunya tidak pernah mengundang orang lain kerumahnya,bila tidak ada acara apa pun.
"Ibu sakit sejak kejadian malam itu kak"Pluto ragu memberitahu kakaknya.
"Apa ibu sakit kenapa kau tidak bilang pada ku dasar bodoh"Piter mulai panik.
"Al tolong wakili aku meeting di sana ya,aku mau pulang ibu ku sakit"Teriak Piter dan Al hanya mengangguk faham.
"Geser"Piter menyuruh Jingga menggeser duduknya ke ujung motor dan Piter menyelip di antara mereka berdua Jingga berada di boncengan paling belakang dan Piter ada di tengah-tengah sedangkan Pluto tetap di belakang kemudi.
Motor pun berjalan sampai ke rumah,Pluto langsung memarkirkan motor di halaman rumahnya,Piter langsung berlari kedalam rumahnya dan meninggalkan Jingga bersama Pluto.
Piter masuk dan langsung mencari ibunya,di temukannya ibunya di taman belakang rumah sedang duduk sendirian.
"Ibu..."Piter langsung memeluk tubuh ibunya.
"Ibu sakit apa?maaf Piter baru tahu kenapa tidak memberi kabar pada ku bu?"Piter mengoceh.
Ibu membelai kepala anaknya.
"Piter...kamu pasti sibuk sekali kan akhir-akhir ini?"tanya ibu lembut.
Piter mengangguk.
"Tapi aku pasti meluangkan waktu ku untuk ibu bila ibu memintanya"Piter bersimpuh di depan ibu.
Jingga dan Pluto pun meghampiri ibu dan Piter di belakang rumah.Jingga melihat Piter begitu mencintai ibunya.
Ibu langsung tersenyum senang saat melihat keberadaan Jingga.
"Jingga kesini nak"Ibu meminta Jingga menghampirinya.
Jingga pun melangkah menghampiri ibu.
"Sini duduk di samping ibu,ibu rindu dengan mu"ibu menggeser posisi duduknya untuk memberikan ruang untuk Jingga duduk di sampingnya.
Jupiter bingung kenapa ibunya sangat menyangi Jingga walau hubungan mereka sudah berakhir.
"Terima kasih sudah mau datang menemui ibu"
Jingga hanya tersenyum ceria pada ibu,dia merasakan kasih sayang ibu yang tidak pernah ia rasakan,walau nenek dan kakeknya sangat menyanginya tapi itu semua berbeda dengan apa yang ia raskan saat ini.
...*************...
__ADS_1