
Jingga melebarkan matanya setelah mendengar ucapan Go,dia benar-benar tak percaya bahwa sekarang ini nyawanya sedang terancam.
"Ke...kenapa mereka harus menghabisi ku apa salah ku pada mereka?"Jingga gugup.
"Karena kau tadi berada di lokasi tempat mereka melakukan transakasi ilegal,mereka pasti berfikir kau adalah salah satu saksi dan pasti akan mengincar nyawa mu"
"Kau bohong kan pak?aku kan kebetulan saja berada disana bukan karena sengaja"Jingga masih mengelak.
"Aku serius,dan sebaiknya sekarang kau tinggal dan belajar di markas kami"
"Apa tinggal dan belajar?apaan sih maksudnya?"Jingga semakin tidak faham.
"Ya...tinggal dan belajar menjadi tim Khusus"Jelas Go.
"Maksud anda aku belajar menjadi detectiv gitu?"Jingga bingung.
Go mengangguk.
"Hehe anda pasti bercanda pak kemampuan ku itu tidak akan sampai ke arah sana bukan kah anda sendiri tadi yang bilang kalau aku ini gadis bodoh"
"Selama ini aku menyelidiki mu ternyata kau tidak sebodoh yang kau fikirkan,kau mempunyai bakat dan kau pintar bela diri bahkan kau pintar menembak"
"Heheh itu hanya kebetulan saja pak jadi aku mohon pulang kan aku ke rumah ku ya"Jingga memohon.
"Tidak karena bila mereka tahu keberadaan mu bukan hanya nyawa mu yang terancam tapi nyawa orang-orang di sekitar mu,keluarga mu bahkan kekasih mu pun bisa mereka habisi tanpa bukti"
Jingga spontan membuka mulutnya saat mendengar perkataan Go.
"Aku tidak bohong,oleh karena itu bergabunglah bersama kami"
"Tidak mau,aku tidak mau jadi detectiv aku hanya ingin menjadi gadis biasa saja"Jingga masih keras kepala.
"Jangan egois bila kau tidak ingin melihat orang-orang yang kau sayangi mati sia-sia karena kecerobohan mu"
"Tapi pak bukan kah ada hak perlindungan saksi ada kan?dan aku tidak perlu menjadi seorang detectiv pak bisa kan?"
"Memang ada hal yang seperti itu tapi mereka bisa menyamar dan menyusup lalu menghabisi mu dan orang-orang terdekat mu kau mengerti tidak aku dan tim ku ini sedang melindungi mu dan orang-orang terdekat mu"
Jingga terdiam mendengar ucapan Go,di lain sisi dia tidak ingin menjadi seorang detectiv di sisi lain dia juga tidak ingin orang-orang yang dia sayangi celaka apa lagi sampai mati sia-sia.
Mereka berdua akhirnya terdiam di sisi jalan,mereka bersembunyi di rerimbunan pohon yang ada di jalanan.
Tadi Jingga sempat memeperhatikan Go seperti menyalakan sesuatu dan seperti menghubungi seseorang.
Tak lama sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan persembunyian mereka berdua.Go segera menarik tangan Jingga dan membawanya masuk ke dalam mobil tersebut,Jingga terkejut karena yang mengendarai mobil tersebut adalah seorang wanita cantik.
"Bagaimana Go apa kau mendapatkannya?"tanya wanita itu.
"Ya...dan aku pun memdapatkan bonusnya"Go melirik Jingga ketika mengatakan bonusnya.
"Apa maksud bonusnya?"tanya Jingga polos.
__ADS_1
"Maksudnya kau nona muda"kata pengemudi cantik itu.
Jingga hanya bengong.
"Kau sudah mempersiapkannya?"tanya Go pada wanita itu.
"Sudah nih"wanita itu memberikan Go sebotol air mineral.
Go memberikannya pada Jingga.
"Minumlah kau pasti haus"kata Go.
Jingga langsung menerima air mineral itu dan meminumnya,tapi beberapa saat setelah meminum air itu,matanya terasa berat dan tubuhnya tak bisa dia kendalikan dia akhirnya jatuh tak sadarkan diri.
"Kau yakin anak ini tidak akan menyusahkan kedepannya?"tanya wanita itu.
"Aku yakin Ester dia ini punya bakat,sayang bila di abaikan begitu saja"kata Go.
"Oke....tanggung sendiri ya dengan apa yang akan dia lakukan nanti setelah dia bangun"Kata Ester santai.
Mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan tim mereka,mereka membawa Jingga kesana dan menaruh Jingga di kamar mayat.
"Hubungi keluarganya katakan wanita ini sudah mati"kata Go pada salah satu petugas.
Al....berlari ke ruangan Piter dan menggebrak pintu hingga Piter yang sedang melamun terperanjat.
"Ada apa Al?"tanya Piter penasaran.
"Itu....itu...."Al mencoba menjelaskan tapi dia bingung harus menyampaikannya.
"Jingga sudah ketemu dan sekarang berada di rumah sakit"
Piter langsung bangkit dari duduknya dan berlari keluar ruangannya dan Al mengikutinya dari belakang.
Piter langsung masuk kedalam mobilnya,dan memacu mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.
tak butuh waktu lama mobil Piter pun telah tiba di rumah sakit,Pitet masih belum mengetahui keadaan Jingga yang sebenarnya karena Al tidak tega mengatakannya biarlah Piter melihatnya secara langsung.
Piter berlari kecil bersama Al.
"Dimana ruangan yang merawat Jingga Al?"tanya Piter.
Tapi Al diam saja dia akhirnya mengajak Piter menuju sebuah lorong sepi dan di dapati kakek dan nenek Jingga menangis di depan ruangan tersebut.
Piter mulai curiga dan berfirasat buruk.
Tidak mungkin kan....dia tidak mungkin kan...
Piter melangkah ragu.
"Pit...tabah ya kawan Jingga sudah tiada"Al menangis saat menyampaikan hal ini.
__ADS_1
"Tidak...kau pasti bohong kan Al,Jingga tidak mungkin meninggal tidak mungkin"air mata Piter langsung keluar deras dari pelupuk matanya hingga membasahi wajahnya.
"Piter...mungkin ini memang berat untuk mu tapi ini adalah kenyataannya"Al berusaha membesarkan hati Piter.
"Tidak....tidak....tidak"Piter masih tidak percaya.Hingga akhirnya dia menerobos masuk ke kamar mayat.
Di lihatnya ada beberapa mayat disana,dan di hampiri lah mayat seorang gadis muda yang telah terbujur kaku di sana,wajahnya nampak pucat dan tubuhnya sangat kaku dan dingin.
"Dik...."isak tangis Piter saat melihat mayat Jingga.
"Adik....bangun bercanda mu tidak lucu sayang....bangun ya....kakak janji kakak tidak akan marah-marah lagi pada mu bangun ya sayang bangun"air mata Piter masih membasahi pipinya.
"Dik....Jingga bangun...."Piter berteriak dengan suara yang sangat lantang.
"Pit...piter kendalikan diri mu kawan"Al berusaha menenangkan Piter yang histeris.
"Lepaskan aku Al lepaskan anak ini pasti sedang tertidur dia memang bila tertidur seperti orang mati lepaskan aku aku akan membangunkannya" Piter berontak ketika Al memeluknya berusaha menguatkannya.
"Pit...pit....jangan begini Pit... Jingga bisa bersedih di alam sana bila tahu kau seperti ini".
Piter masih mencoba memberontak dan akhirnya kakinya lemas dan dia pun terpuruk di lantai.
"Andai kemarin aku tidak mengajaknya kesana pasti kejadian ini tidak akan terjadi"Piter memukul-mukul lantai dengan sangat kencang hingga lantai itu retak dan melukai tangan Piter.
Al yang melihat hal itu langsung mengajaknya berdiri dan keluar dari ruang mayat.Al mengajak Piter untuk mengobati luka di tangannya tapi saat Al mengajaknya berjalan keluar dari korodor kamar mayat,Piter bertemu dengan seseorang yang dia kenal.
Piter langsung berjalan cepat ke arah orang tersebut yang sedang berbicang dengan salah satu dokter disana.
Dan tiba-tiba.
Bugh....
Piter langsung menyerang Pria itu yang memang kondisinya kurang waspada hingga Piter bisa menyerangnya.
"Kenapa kau ajak calon istri ku bersama mu,kalau kau tidak membawanya dia pasti tidak berada disana sekarang"Piter mencengram kerah baju Go.
Go tampak santai saja menghadapi emosi Piter.
Ternyata benar laki-laki ini sangat mencintai anak itu.
Fikir Go ketika melihat kemarahan dan kesedihan di mata Piter.
"Piter...sebaiknya kita obati dulu luka mu kawan"Ajak Al.
Tapi Piter tidak mau melepaskan cengkraman nya.
"Pit...percuma kau marah padanya Jingga tetap tidak akan kembali".
Perkataan Al langsung menusuk hati Piter dia lalu melonggarkan cengkramannya dan Al langsung menarik tangannya dan mebawanya ke UGD untuk mengobati luka di tangannya.
"Boleh juga pantas Jingga menjadi hebat semua karena pelatihan darinya"Gumam Go saat melihat Piter pergi dari hadapannya.
__ADS_1
Go mengusap pipinya yang memar karena pukulan Piter.
...******************...