Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 33


__ADS_3

Setelah selesai Pluto yang sempat terkesima melihat penpilan Jingga langsung membuang jauh-jauh fikirannya bahkan kalau perlu dia akan buang fikirannya di dasar laut,agar tidak ada yang menemukan perasaannya itu.


Mereka bertiga pun berjalan ke area parkir.


sementara di dalam butik para pelayan bergosip tentang pelanggan mereka,yang baru saja datang.


Mereka tidak menyangka kalau calon istrinya Piter seorang pengusaha otomotif terbesar di negeri ini adalah gadis remaja seusia adik bungsunya.


"Astaga beruntungnya anak itu mendapatkan bks besar,tampan seperti dia".


"Iya...terakhir kali dia bersama wanita ke sini itu wanita dewasa cantik juga tapi terlihat sombong dan tuan muda juga tidak seramah tadi biasanya dia tidak banyak bicara dan dingin bahkan senyum pun tidak,tapi dia tadi tersenyum saat melihat gadis itu selesai berdandan"


"Iya...benar...dan dia terlihat sangat tampan bila tersenyum aaaa"pelayan tersebut histeris.


Para pelayan itu jadi bergosip.


Di dalam mobil Jingga yang tadi sempat mendengar pelayan butik menyebutkan kalau Piter pernah mengajak wanita kesana jadi membuatnya ke fikiran.


Berarti dia sering mengajak wanita belanja ya,belanja barang-barang yang harganya cukup menguras kantong,berapa wanita yang sering dia ajak untuk berjalan dan main-main heeeheh kenapa aku jadi kesal sendiri ya.


Jingga kesal sendiri.


"Adik kenapa diam saja?"tanya Piter.


"Tidak aku tidak apa-apa"jawab Jingga kesal dia menjawab tapi tidak memandang ke arah Piter malah memandang keluar jendela mobil.


"Jangan bohong kakak tahu kamu kesal"


"Nggak kak aku baik-baik saja,apa kita masih lama sampai di rumah ibu?"Jingga mengalihkan pembicaraan.


"Sebentar lagi"


Pluto pun terdiam dia asik main game di ponselnya.


Tak lama mobil pun sampai di gerbang rumah petugas keamanan yang menjaga langsung membukakan gerbang dan membiarkan mobil Piter masuk ke pekarangan rumah.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah,Pluto langsung berlari ke dalam kamarnya setelah menyalami tangan ibunya.dan Jingga pun menyalami tangan ibu saat dia melangkah masuk.


"Ya...ampun kamu cantik banget Jingga"puji ibu.


"Selama ini ibu ingin mempunyai anak perempuan dan itu bisa terwujud karena sebentar lagi kamu menjadi menantu di rumah ini"Kata ibu sambil mengelus pipi Jingga.


Jingga tersenyum dan merasakan sentuhan hangat ibu,karena sejak ia lahir di dunia ini belum pernah sekali pun dia merasakan kasih sayang dan belaian seorang ibu.


"Mari masuk..."Ibu mengajaknya masuk ke dalam rumah.


Ibu mengajak Jingga mengobrol di ruang keluarga,kemudian mengajak Jingga ke dapur untuk mengajari Jingga memasak makanan ke sukaan Piter.


"Kamu bisa memasak kan?"tanya ibu lembut.

__ADS_1


tiba-tiba Pluto melewati dapur karena ingin mengambil minum.


"Dia mana bisa masak bu...kalau berkelahi dan berteriak iya dia jagonya"celetuk Pluto.


"Plu...dia ini calon kakak ipar mu,bicaralah yang sopan padanya"kata ibu tegas.


"Iya...bu"Pluto pasrah.


"Minta maaf padanya"perintah ibu tegas.


"Maaf"Pluto meminta maaf dengan nada malas.


"Pluto..."Ibu mulai kesal.


Pluto pergi meninggalkan dapur menghindari omelan ibu.


Ibu hanya menggelengkan kepala saja.


"Maafkan anak itu ya Jingga dia memang agak manja mungkin karena dia anak bungsu jadi sifatnya agak berbeda dari kedua kakaknya"jelas ibu.


Hehe berbeda apanya sama kok anak tertua dan anak bungsu ibu sama,sama-sama ngeselin.


Fikir Jingga.


Mereka pun melanjutkan kegiatan memasak kembali,ibu mengeluarkan bebek yang sudah di potong-potong dan di marinasi dari dalam kulkas.Jingga tekejut melihat potongan bagian-bagian badan bebek karena selama ini dia tidak pernah memasak hewan langsung seperti ini.


Ooo jadi itu makanan kesukaannya.


"Nanti ibu berikan resepnya pada mu ya,karena Piter hanya cocok dengan resep itu,bila dia membeli di luara rasanya lain katanya"ibu menjelaskan.


Hahaha dasar aneh.


Dan ketika Jingga ingin menggoreng bebek tersebut Jingga mengambilnya dengan capitan dan memalingkan wajahnya saat mencelupkan bebek ke dalam wajan berisi minyak panas.


"Maaf ya...bek..."gumamnya saat memasukan bebek kedalam wajan.


Piter yang tidak sengaja melihat kejadian itu di dapur tersenyum melihat tingkah Jingga.Piter lalu mengambil air di kulkas dan meminumnya,Jingga yang menyadari ada Piter disana hanya tersenyum saja,tapi yang di beri senyum malah melengos ke arah lain membuat Jingga kesal saja.


Piter melengos karena tidak ingin Jingga melihat wajah meronanya karena salah tingkah.


Acara memasak pun selesai makanan pun di sajikan di meja makan termasuk menu vegan untuk Jingga.semua pun berkumpul untuk menikmati makanan,kecuali Ranus dan Ayah mereka sedang tidak ada di rumah.


Jingga duduk bersebelahan dengan Piter dan Pluto bersebelahan dengan ibu.


"Pit...ini yang masak Jingga loh"kata ibu.


"Serius bu...dia bisa masak?"Pluto mulai lagi.


"Plu..."tegur ibu.

__ADS_1


"Iya aku lihat perjuangannya saat masak tadi"kata Piter dia tersenyum mengingat kejadian di dapur tadi.


Ibu melihat senyum di bibir anaknya yang sudah lama sekali tidak di lihatnya.


Kapan terakhir kau tersenyum setulus itu Piter...hari ini senyum itu menghiasi wajah mu lagi setelah sekian lama hilang tanpa sebab.


Orang tua Piter tidak pernah mengetahui Piter pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita karena Piter tidak pernah sekali pun membawa wanita ke rumah orang tuanya,walau mereka sering mendengar dari orang lain kalau Piter sering berjalan dengan seorang wanita,tapi mereka tidak mengiraukannya karena mereka sudah menjodohkan Piter jauh hari sebelum Piter menjadi seorang pengusaha seperti sekarang.


"Hemmm enak..."kata Piter saat memakan makanannya.


"Ya enak kak orang yang ngajarin masak ibu"celetuk Pluto lagi.


"Hehehe iya kali ini kamu benar"Jingga setuju dengan Pluto untuk pertama kalinya.


Dan mereka pun tertawa.


"Tapi bakpao yang adik buat waktu itu enak loh dik,rasanya pas di lidah kakak manisnya pas"Piter mengingat Jingga pernah membuatkannya bakpao karakter.


"Serius kak dia bisa masak?"tanya Pluto tak percaya.


"Iya waktu itu dia buat bakpao dia bawa kerumah lucu deh bentuk-bentuk bakpaonya".


"Wah...ternyata ada bakat lain juga ya yang di milikinya hehe"


Jingga sudah malas meladeni Pluto dia hanya diam dan memakan makanannya.


Setalah makan selesai mereka pun sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing,Jingga memiih duduk sendirian di taman,ibu melihatnya dan duduk menemaninya.


"Jingga kenapa sendirian kemana Piter?"tanya Ibu.


"Eh...ibu kak Piter sedang menerima telpon dari kliennya bu"


"Ooo menginap saja di sini bukankah besok kalian libur?"


"Iya bu...tapi kalau kak Piter tidak mau menginap kami jadi tidak bisa menginap"


"Hehehe Piter pasti mau menginap disini,sebab ini rumah yang membesarkannya,sebenarnya dia selalu ingin pulang kesini setiap hari tapi karena kantornya jaraknya cukup jauh jadi dia memeilih membeli rumah di sana yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kantornya"


"Ooo begitu"


"Oia bu...boleh kah Jingga bertanya?"


"Tanya apa nak?"


"Apa kah kak Piter suka mengajak pacar-pacarnya kesini?"tanya Jingga ragu.


Deg....jantung Piter berdegub saat mendengar Jingga bertanya seperti itu pada ibunya.


...***********...

__ADS_1


__ADS_2