
Saat latihan di mulai,Piter memulai aksinya.Yuki memberitahu Jingga kalau dirinya akan di latih dengan Piter.
"Ap...apa?sensei bercanda kan?"
Yuki menggeleng.
"Nona ingatkan janji nona tadi di kantor?"kata sensei Yuki.
Aaa iya kenapa aku mau saja berjanji tadi,hahhah dia pasti mengerjai ku habis-habisan ini.
Fikirnya.
"Semuanya berbaris"teriak Piter hingga menggema di area lapangan.
Dan semua pun berbaris Piter memeperhatikan semua anggota dengan wajah dinginnya sama sekali tak ada senyum di wajahnya,ya tampan dan dingin seperti yang di ceritakan kawannya tadi.
"Pamanasan dahulu sepuluh kali keliling lapangan"perintah Piter.
Semuanya berlari.
"Hei kamu...yang berambut panjang"Piter menunjuk Jingga.
"Ya...sensei"Jingga menyahut.
"Kamu berlari 15 kali keliling lapangan"
Apa...kenapa dia membedakan aku benarkan dia tidak adil nyebelin.
Jingga kesal.
saat semuanya sudah berlari keliling lapangan Jingga masih berlari.Piter terus memperhatikannya.hingga Jingga selesai berlari.
"Ikuti pemanasan dengan teman-teman mu"perintah Piter.
Jingga pun menurut.
"Hei...kamu push up"perintah Piter pada Jingga dan Jingga pun menurutinya.
"Berapa kali sensei?"tanya Jingga polos.
"Tidak banyak-banyak hanya 10kali "kata Piter santai"tapi saya yang hitung"sambungnya.
Jingga pun menurutinya.
dan Piter mulai menghitung.
"Satu....satu...satu...satu...satu..."Piter menghitung angka satu sampai lima kali.
Jingga masih sanggup.
"Dua...dua...dua...dua..."sampai lima kali.
dan terus sampai angka empat Jingga mulai kelelahan.
"Capek ya?"tanyanya seperti meledek.
Jingga tidak menjawab.
"Tidak menjawab aku beri tambahan hitungan"
Aaa sial.dia ini benar-benar menyebalkan.
"Tidak sensei"jawab Jingga,dia menahan kesal.
"Apa aku tidak dengar"Piter berteriak.
Hingga semua anggota menoleh padanya.
"Hei siapa yang suruh kalian melihat ke arah sini"bentaknya pada yang lain dan mereka pun langsung kembali pada latihan mereka.
Aahh kenapa dia jadi segila ini sih...
Keluh Jingga.
"Hei...kamu belum menjawab pertannyaan ku tadi"
"Apa sensei bertanya apa?"Jingga menghentikan push up nya.
"Hei...siapa yang menuruh mu berhenti"Piter sewot.
__ADS_1
"Aaaa iya"Jingga melanjutkan push up nya kembali.
Piter tersenyum saat mengerjai Jingga dan para anggota yang lain tidak sengaja melihat senyum itu,hingga menimbulkan pertanyaan di benak mereka siapa kah Jingga hingga bisa membuat seorang Piter tersenyum sendiri saat melatihnya.
"Sensei Piter...lama tak jumpa"tegur seorang wanita yang berusia muda tapi terlihat lebih tua dari Jingga.
Piter menoleh ke arah suara tersebut.
"Eh...Meya"Sikap Piter kembali dingin.
Piter meninggalkan Jingga entah dia pergi kemana,dan Jingga bergabung dengan anggota yang lainnya,tapi saat baru bergabung Piter muncul kembali membawa sesuatu di tangannya.
"Sini ikut saya"Piter tiba-tiba menarik tangan Jingga.
Piter tiba-tiba bersimpuh di hadapan Jingga,hingga semua yang melihat melongo,Jingga pun jadi bingung,Piter memasangkan benda yang dia bawa di kaki Jingga itu adalah sebuah kantung kecil berisi pasir pemberat.
Apa ini dia memasang apa di kaki ku.
Jingga bingung.
"Kemarilah"Piter mengajak Jingga ke sisi lapangan.
Saat Jingga berjalan kakinya terasa berat.
Astaga langkah ku jadi berat begini.
"Ikuti gerakan saya"Piter memperagakan sebuah gaya,Piter mengangkat satu kakinya dan melompat memutar beberapa kali dia memperagakan itu.
"Ayo cobalah"Piter menyuruh Jingga mengikuti gayanya.
dan Jingga pun menurutinya.
"Bagus...teruskan,untuk beberapa hari ini latihan fisik dulu karena tehnik sudah kamu kuasai tapi fisik mu belum mumpuni untuk mengikuti turnamen"kata Piter.
Jingga pun akhirnya mengerti mengapa sedari tadi dirinya di bedakan dengan yang lain.
Meya menghampiri Piter yang masih fokus melatih Jingga.dan para anggota klub yang lain iri melihat Jingga si anak baru mendapatkan perhatian special oleh seorang Piter.
"Sensei..."kata Meya manja.
Piter menoleh.
"Ada apa?"tanyanya dingin.
"Sensei hanya melatih dia tidak dengan yang lain?"tanyanya manja dan melirik sinis pada Jingga.
"Itu urusan ku kamu sendiri sudah datang terlambat kenapa malah berkeliaran dan tidak ikut latihan dengan yang lain"Kata-kata Piter benar-benar menusuk jantung Meya.
Tapi Meya sudah biasa menghadapi sikap dingin Piter.
"Tapi aku ingin berlatih dengan sensei"Meya manja.
Jingga tersenyum mendengarnya.
"Hei...kenapa kamu senyum-senyum"Piter kesal pada Jingga.
"Eh...maaf sensei aku salah ya nggak boleh senyum ya?"Jingga bicara dan masih melompat memutar dengan satu kakinya.
"Yuki..."Piter memanggil sensei Yuki.
"Ya...tuan muda"sensei Yuki menghampiri Piter.
"Tolong awasi dia Meya ingin latihan bersama ku"Piter masih dingin.
Meya terlihat senang saat Piter mau berlatih dengannya.
"Baik tuan muda"kata Yuki.
Piter berjalan ke tengah lapangan dan mulai berlatih dengan Meya. Jingga masih fokus latihan di awasi oleh Yuki.
"Nona apa anda lelah?"tanya sensei Yuki.
"Aku tidak berani berhenti kalau kak Piter tidak menyuruh ku berhenti nanti dia berteriak lagi pada ku sensei"kata Jingga masih melakukan gerakan yang sama.
Sensei Yuki akhirnya mengahampiri Piter yang sedang asik berlatih dengan Meya.
"Tuan Muda apa dia boleh beristirahat?"tanya Yuki.
"Oh ya...biarkan dia beristirahat dan beri dia minum"kata Piter masih latihan bersama Meya.
__ADS_1
dan karena Piter lengah Meya pun berhasil menjatuhkan Piter.
"Aaaa aku berhasil menjatuhkan sensei"Meya berteriak kegirangan.
Dan itu membuat Jingga menoleh ke arah Piter dan Meya.Piter lalu bangun saat dirinya berhasil di kalahkan Meya.
"Sudah ya..."Piter meninggalkan Meya dan berjalan ke arah Jingga.
Meya mengejarnya dan tiba-tiba memeluk lengan Piter.
"Sensei ayo latihan lagi sensei kan jarang-jarang datang kesini"katanya manja.
Piter risih dengan sikap manja Meya.tapi Jingga malah tertawa melihat Piter kerepotan menghadapi Meya,Jingga tertawa terpingkal tanpa suara dan itu membuat Piter menjadi tambah kesal.
Bukannya cemburu dia malah tertawa seperti itu,aku ini calon suaminya kenapa dia tertawa melihat calon suaminya bersama wanita lain.
Piter kesal dia lalu melepaskan tangan Meya yang menggelendot padanya.
"Lepaskan Meya kamu sudah keterlaluan"Piter ketus.
"Hei...kamu ikut saya"Piter lalu menarik tangan Jingga dan membawanya ke arah lain.
"Kamu perhatikan ini"Piter menunjukan sebuah gulungan seperti kasur besar yang ada tali pengikatnya,Piter menarik tali tersebut dan memindahkannya ke belakang punggungnya seperti dia melakukan tekhnik bantingan punggung.
"Faham"tanya Piter dan Jingga mengangguk "Ya sudah cobalah"Perintah Piter.
Meya kesal melihat Piter lebih memilih melatih Jingga dari pada latihan bersamanya.
Dan Piter meninggalkan Jingga latihan sendiri ketika ada ketua klub datang,saat Jingga latihan sendiri Meya menghampirinya.
"Siapa kamu kenapa sensei Piter begitu memperhatikan kamu anak baru"
hemmm gimana ya jawabnya,kayanya dia suka sama kak Piter maksud ku suka yang benar-benar suka hihi.
Fikir Jingga.
"Aku Jingga,anggota baru di klub ini salam kenal"Jingga berusaha ramah karena dia tidak mau terpancing membuat ke onaran seperti janjinya tadi saat di kantor.
"Jangan merasa special karena sensei Piter memperlakukan mu secara khusus ya"Kata Meya sombong.
Meya sebenarnya atlet berbakat dan berprestasi banyak kejuaraan di menangkan olehnya.tapi dia sangat sombong karena dia anak konglongmerat di kota ini,dan para anggota.klub kurang menyukainya karena kesombongannya.
Dia sangat menyukai Piter karena Piter tampan,dingin dan juga pintar berbisnis.tapi Piter tidak pernah menanggapinya karena itu Piter jarang latihan di klub.
Jam Latihan pun selesai,Jingga ke ruang ganti bajunya basah kuyub bahkan rambutnya sampai lepek.
"Aaaa dia benar-benar gila melatih ku sampai seperti ini"Keluh Jingga saat melihat baju judonya basah.
"Hai...Jingga beruntung sekali kamu bisa di latih dengan sensei Piter"Kata salah satu anggota klub.
"Hehe beruntung ya aku"Jingga cengengesan.
"Iya karena sensei Piter itu jarang melatih anak baru seperti mu yang belum tahu apa-apa"kata seorang anggota yang lain.
"Ooo begitu"kata Jingga.
tak lama Jingga melihat kakinya dia melihat pemberat yang masih mengikat di kakinya.
"Akh...aku lupa mengembalikan ini ke dia"Jingga langsung melepaskan pemberat itu.
dan saat setelah membereskan bajunya dan mengganti pakaiannya Jingga langsung kembali ke lapangan lagi di lihatnya Piter sedang berbincang dengan beberapa orang disana.
Jingga menghampirinya.
"Sensei"Jingga menunduk memberikan hormat"Ini"Jingga memberikan pemberat itu pada Piter.
"Ah itu kamu bawa saja untuk latihan mu"kata Piter.
"Ooo ya sudah"Jingga meninggalkan Piter.
"Jingga tunggu"Piter berlari mengejarnya.
Jingga berhenti.
"Tunggu kakak ya sebentar,tunggu saja di dekat parkiran"
Jingga mengangguk.
Piter tersenyum padanya,dilihatnya Jingga benar-benar basah mandi keringat.
__ADS_1
Hari ini pasti sangat melelahkan untuknya.
...*******************...