
Jingga mengerjakan jurnalnya dikelas.
Bruk....
Anita menjatuhkan dirinya di kursi di depan Jingga,Jingga sempat terkejut mendengar suara kursi yang keras.
Jingga melihat wajah Anita cemberut.Jingga menghentikan kegiatannya.
"Kenapa?"tanya Jingga.
Anita menendang-nendang udara di kolong mejanya,Jingga menunggu Anita berbicara.
"Kenapa sih itu orang nyebelin banget"Anita kesal.
"Siapa?"Jingga bingung.
"Tuh si Andra"Anita sewot.
"Ow...ya gue ngerti"Jingga akhirnya mengetahui alasan sahabatnya ini kesal pagi-pagi.
Anita sebenarnya menyukai Andra tapi Andra tidak pernah menyadarinya Andra malah sibuk mengejar-ngejar primadona sekolah.
"Apa yang bisa gue bantu?"tanya Jingga.
"Nggak ada"jawab Anita kesal.
"Yakin??"Jingga membujuk.
"Iiihhh Ji...gimana elu mau ngebantu coba,elu ajah baru putus kan?"Anita masih kesal dan putus asa.
"Ya...biarin jangan fikirin masalah gue kawan yang penting sekarang adalah gue mau bantu elu"
Jingga akhirnya membuat rencana untuk Anita,dia mencoba mencari tahu dahulu bagaimana perasaan Andra sebenarnya pada Anita dia tidak mau gegabah yang nanti malah membuat Anita tambah kecewa.
Saat ini jam pelajaran bebas,semua kelas tidak menerima pelajaran dari para guru,Jingga ke kantin sendirian dia melihat Andra sedang sendirian dan menikmati makanan dan minuman dinginnya.
Jingga menghampiri Andra dia duduk di hadapan Andra.
"Ndra..."kata Jingga.
"Eh...elu ada apa?"tanya Andra.
"Nggak ada apa-apa,cuma mau ngobrol ajah"kata Jingga santai.
"Eh...gimana hubungan elu sama si bos?"tanya Andra.
"Hus...nanti ada yang denger"bisik Jingga.
"Hihi..."Andra tertawa kecil.
"Gue udahan sama dia"jawab Jingga santai.
"Hah kok bisa Ji..."Andra terkejut.
"Ih...di bilang jangan kenceng-kenceng ngomongnya"Jingga kesal.
"Ups sorry kok bisa"bisik Andra.
"Ya...panjang ceritanya"jawab Jingga santai.
Tiba-tiba Anita juga datang ke kantin bersama teman kelas yang lain teman laki-laki.
Andra melihatnya tanpa berkedip.
__ADS_1
"Ji....si Nita kok jalan berduaan sama si Ismail?"tanya Andra penasaran.
"Jadian kali"jawab Jingga santai.
"Hah apa kok bisa?"Andra heboh sendiri.
"Ya bisa ajah lah...dia kan belom punya pacar ya sah-sah ajah kan jadian sama siapa ajah"Jingga sengaja memancing.
"Ya...tapi...tapi...nggak sama Ismail juga kali Ji"Andra terlihat kesal.
"Kenapa karena Ismail ganteng,pinter,dan ketua osis gitu elu nggak percaya kalo temen kita bisa naklukin hati ketua osis kita yang populer itu".
"Ah...gak bisa di diemin nih"Andra bangun dari duduknya dia ingin menghampiri Anita.
Tapi langkahnya terhenti saat Jingga mencegahnya.
"Kenapa sih elu kok kayanya panas amat?"Jingga pura-pura bingung.
"Gue nggak terima kalo Anita jadian sama dia,Ismail itu udah punya pacar Ji...si Naura cewe populer sekolah kita,gue cuma takut dia maenin hati Anita doang"
"Udah biarin ajah kan Anita yang ngejalanin kenapa elu yang repot"
"Ji...masa elu tega liat temen kita di jadiin mainan sama cowo sih?"Andra sewot,Andra langsung melepaskan tangannya yang di pegang Jingga dan berjalan cepat ke arah meja Anita dan Ismail.
"Nit...sini ikut gue"Andra menarik tangan Anita tanpa pamitan pada Ismail.
Sementara itu Jingga hanya tertawa melihat reaksi temannya itu.dia lalu membiarkan mereka dengan urusannya berdua dan dia menyeruput jus yang sedari tadi di pesannya.
Jingga kembali ke kelas dan mengerjakan jurnalnya lagi,dia menulis ulang jurnal tersebut karena semalam telah di coret-coret oleh Piter.
"Heeh aku jadi kerja dua kali nih gara-gara dia,coba dia nggak nempatin aku di ruangan dia hal ini juga nggak akan terjadi kan dasar orang nyebelin"gumamnya sendirian.
Siang itu Seusai bel pulang sekolah berdering Jingga langsung mengayuh sepedanya menuju kantor Piter.sampai di area parkir Jingga tidak melihat mobil Piter.
Jingga berjalan ke dalam kantor dan langsung menuju ke lantai atas tempat ruangan Piter.sampai di lantai tempat tujuan Jingga langsung menemui Indah yang masih berada di mejanya.
"Siang kak..."sapa Jingga.
"Eh...Jingga sini ayo duduk si bos meeting di luar dia tadi berpesan kalau aku di suruh membantu mu mengerjakan tugas sekolah mu"
"Hehe maaf ya kak jadi merepotkan kak Indah"Jingga tersenyum.
"Sudah tidak apa-apa kok"
Indah akhirnya memberikan beberapa contoh pada Jingga contoh pekerjaan dan surat-surat yang bukan menjadi rahasia perusahaan.
Hari menjelang sore urusan Jingga dengan Indah pun telah selesai,Jingga berencana pulang dan akan meminta tanda tangan Piter esok hari.
Jingga pun pamit dan langsung pulang menuju rumahnya,sesampainya di rumah Jingga menerima telpon dari Andra,Andra memberitahu Jingga kalau Anita di bawa ke sebuah kafe oleh Ismail.
Jingga santai saja menanggapi ocehan Andra,hingga akhirnya Jingga bersedia menemani Andra menguntit Anita di kafe tersebut.
"Haaah kenapa gue harus ikut sih Ndra elu kan bisa sendiri"keluh Jingga.
"Apaan sih Ji...Anita kan teman kita ya elu masa nggak perduli sama temen kita kalau nantinya dia di permainkan sama Ismail gimana kan kasian"
"Kasian apa cemburu?"ledek Jingga.
"Hah cemburu ada-ada ajah lu,ya nggak lah"Andra mengelak.
Mereka berdua akhirnya pergi ke kafe yang dituju Anita dan Ismail.saat sampai disana Jingga dan Andra menjaga jarak tempat mereka,Andra terus memperhatikan Ismail dan Anita dan ketika Ismail memegang tangan Anita dengan mesra entah kenapa Api berkobar dalam dada Andra dadanya terasa panas hingga dia akhirnya menghampiri mereka berdua.
Andra langsung melepaskan tangan Ismail yang memegang tangan Anita.
__ADS_1
"Elu kenapa diem ajah sih di pegang-pegang begitu sama dia"Andra sewot.
"Kenapa?masalah emangnya buat elu?"Anita ketus.
Jingga tertawa saja memperhatikan mereka dari kejauhan.
"Iya masalah lah dia ini udah punya pacar"Andra sewot.
"Bukannya elu juga ngedemenin pacarnya ya?"Anita masih ketus.
"Gue nggak suka sama Naura gue cuma kagum doang ada orang lain yang gue suka sejak lama"nada Andra merendah.
"Terus kenapa setiap hari yang elu ceritain itu dia terus yang elu sebut namanya setiap jalan sama gue itu nama dia terus kenapa?"Anita masih ketus.
sementara Ismail hanya terdiam mendengarkan mereka berdebat.
"Itu...karena alasan biar gue bisa ngomong ajah sama elu,karena cewe yang sebenarnya gue suka itu elu bukan dia"Andra mengutarakan isi hatinya.
Jingga tertawa terpingkal menyaksikan adegan pernyataan cinta sahabatnya,tanpa dia sadari dirinya sedang di awasi dari belakang oleh seseorang.
Siang tadi saat di sekolah Jingga meminta tolong pada ketua osis Ismail untuk memancing perasaan Andra,sebenarnya Jingga sudah lama menyadari kalau Andra dan Anita itu saling menyukai,hanya saja karena mereka berteman jadi agak sulit mengungkapkan perasaan sebenarnya.
"Adik...ngapain disini?"
Suara dan panggilan yang sangat familiar terdengat dari arah belakang Jingga.
Jingga menoleh ragu,dan...
"Ya...ampun kenapa aku bisa ketemu orang ini disini sih?"gumamnya.
"Ngapain disini sendirian?"tanya Piter mencecar.
"Aku lagi nemenin teman,nah kakak sendiri bukannya lagi meeting ya?"Jingga bertanya balik.
"Meeting sudah selesai"jawab Piter dingin.
"Ji...gue balik duluan ya..."kata Ismail yang merasa urusannya sudah selesai setelah menyaksikan pernyataan cinta Andra dan Anita.
"Ya...thanks ya...Is..."Jingga melambaikan tangan pada Ismail dan tidak menghiraukan keberadaan Piter.
"Ji...balik yuk"ajak Anita.
Langkah Anita terhenti ketika melihat ada Piter di samping Jingga,Anita dan Andra menganggukan kepala pada Piter tapi Piter tidak bergeming senyum pun tidak.
"Eh...kita pulang duluan saja ya...kayanya kamu masih ada urusan ya"kata Anita ingin sebenarnya dia langsung berlari karena melihat ekspresi dingin dari Piter membuatnya takut.
"Eh...tunggu gue bareng kalian ajah"Jingga berdiri dari kursinya,sebanarnya tadi kalau tidak ada Piter Jingga ingin membiarkan Anita berduaan dengan Andra tapi rencananya jadi berubah dia malas bersama Piter jadi malah mau ikut Anita dan Piter.
"Kalau kamu pergi sama mereka,jangan harap aku mau menandatangani jurnal mu"ancam Piter.
"Ah...kan Ji...kita duluan ya"Anita dan Andra langsung kabur dari hadapan mereka berdua.
Tinggalah Jingga dan Piter berdua di meja kafe itu.
Jingga pasrah menghadapi orang yang ada di hadapannya sekarang ini.
"Kakak mau apa?"tanya Jingga dengan nada rendah.
"Ayo aku antar kau pulang anak remaja menghabiskan malam di kafe seperti ini sendirian tidak baik tahu"omel Piter.
"Aku tidak sendirian tadi ada teman-teman ku"Jingga sewot.
Piter lalu menarik tangan Jingga dan membawanya menaiki mobilnya.
__ADS_1
...**************...