
Di area parkir klub judo mobil Piter terparkir dan mereka bertiga pun turun dari mobil,Meya yang hari ini juga latihan melihat Piter bersama Jingga dan Pluto.
Piter sudah memperingati Jingga dan Pluto agar tidak berbuat onar saat latihan nanti dan mereka berdua pun meng iyakan perkataan Piter tapi Pluto dan Jingga itu seperti tikus dengan kucing tidak bisa akur begitu saja pasti ada saja kekacauan yang akan mereka timbulkan bila mereka bersama.
Di ruang ganti Meya bertanya pada Jingga.
"Apa kau ini pacaran dengan adik sensei Piter?"
Jingga tertawa tanpa suara.
"Hei...aku bertanya serius kenapa kau tertawa?"Meya sewot.
"Dia bukan pacar ku kak,siapa yang mau pacaran dengan cowo yang mulutnya ceriwis kaya dia"
"Hei...hei...sepertinya kau kesal sekali padanya jangan benci berlebihan nanti bisa jatuh cinta loh"Ledek Meya.
"Ah...nggak mungkin"Jingga mengelak.
Jingga pun pergi meninggalkan Meya di ruang ganti,saat dirinya membuka pintu Pluto juga baru keluar dengan Piter dari ruang ganti.Jingga melengos melihat Pluto dan Pluto pun begitu.
Di ruang latihan Jingga dan Pluto langsung di latih oleh Piter,semua anggota klub melihat keduanya yang di latih Piter,mereka berbisik-bisik sebagian dari mereka mengenal Pluto hanya saja Pluto jarang latihan kecuali dengan kakaknya,karena Pluto tidak terlalu tertarik dengan Judo walau sebenarnya bakatnya sudah ada,tapi dia lebih tertarik dengan olah raga lain.
Jingga dan Pluto pun memulai pemanasan mereka mulai berlari keliling lapangan berasama anggota lain putaran pertama tidak ada masalah,begitu pun di putaran ketiga tapi saat diputaran ke empat jiwa iseng Pluto muncul dia gemas melihat rambut Jingga yang di kuncir kuda itu bergoyang hingga tangannya gatal menarik rambut Jingga hingga Jingga mundur.
Pluto tertawa melihat reaksi Jingga,Jingga yang tidak terima di isengi akhirnya mengejar Pluto yang lari mendahuluinya.ketika jaraknya sudah dekat Jingga pun menarik rambut Pluto hingga Pluto mundur dan Jingga mendahuluinya.
Piter di sisi lapangan mulai membaca gelagat tidak beres disini adik dan tuangannya pasti akan buat ke onaran di tempat latihan.
Piter mencegat Keduanya saat berlari hingga Jingga berhenti mendadak dan hampir jatuh,Piter menangkapnya dan Pluto pun langsung menghentikan langkah larinya saat di cegat oleh Piter.
"Push up 100 kali"Kata Piter pada keduanya.
"Apa?!"Pluto terkejut.
"Kau memulai ke onaran bila di diami pasti lebih parah dari sekedar tarik menarik rambut"Piter sewot.
Pluto memasang wajah malas.
"Push up 100 kali masih belum turun juga hitungannya kakak tambah"ancam Piter.
"Iya...iya.."Pluto akhirnya turun dan mengambil posisi push up.
"Elu...sih"Kata Pluto kesal pada Jingga.
"Elu yang mulai duluan"
__ADS_1
Saat push up pun mereka masih sempat-sempatnya berdebat hal yang tidak penting.
Piter pusing melihatnya.
Setelah selesai latihan Pluto dan Jingga sama-sama kelelahan bagaimana tidak keduanya lebih sering di hukum karena sebentar-sebentar bertengkar meributkan masalah yang tidak penting,dan saat Piter.sengaja memepertemukan mereka saat sparing mereka berdua mengambil kesempatan untuk bergulat tidak mau kalah.
Saat Jingga ingin membanting Pluto dengan bantingan bahu atau seoi nage Pluto yang tidak mau kalah langsung menarik tubuh Jingga kebelakang dia langsung memeluk leher Jingga dan menariknya kebelakang agar Jingga tidak bisa membantingnya,Jingga pun mengalami kesulitan dan hilang keseimbangan hingga keduanya pun terjatuh.
Saat keduanya terjatuh mereka sama-sama ingin melakukan tehnik kuncian tapi Jingga sangat lincah saat Pluto ingin mengunci tubuhnya Jingga langsung menghindar dan masuk ketengah lapangan Pluto tidak tinggal diam dia pun mengejar Jingga dan saat Pluto mengejarnya Jingga langsung menyerangnya dan melakukan bantingan pangkal paha angkat atau surikomi goshi dan Pluto pun terjatuh telak.
Sampai akhirnya keduanya beristirahat di tepi lapangan dengan keringat membanjiri seluruh tubuh mereka.
"Heeh begininya nih kalau latihan judo bersama kakak,badan mandi dengan keringat"keluh Pluto.
Jingga hanya diam saja dia meneguk air minun di botol.
Saat mereka beristirahat Meya tiba-tiba menghampiri keduanya.
"Hei...Plu lama tidak latihan ya?"tegur Meya.
"Eh...kak"jawab Pluto singkat dan santai dia pun meneguk air mineral di botol.
"Sepertinya kalian lelah sekali,oia pacar mu ini hebat juga ya?"
Pluto langsung menyemburkan air dari mulutnya saat Meya mengira Jingga adalah pacar Pluto.
"Yeey siapa juga yang mau sama elu cowo ceriwis"sahut Jingga.
Meya memperhatikan mereka berdua memang tidak ada akurnya sedari tadi,seperti saling menyukai tapi tidak mau mengakui karena gengsi yang tinggi begitulah pemikiran Meya.
"Sudah...sudah tidak baik bertengkar terus kalau cinta tinggal bilang jangan pura-pura benci begitu"kata Meya.
"Hah cinta?nggak mungkin aku jatuh cinta sama dia kak"kata Pluto sewot"kecuali dengan perempuan seperti kakak"Pluto berkata sedikit malu.
Jingga yang melihat hal itu langsung tertawa.
"Wah...wah...ternyata selera mu boleh juga Plu...."ledek Jingga.
sekarang malah Meya yang jadi bingung,maksud hati ingin menyatukan kedua anak ini agar jalannya mendapatkan Piter lebih lancar kenapa malah adiknya menggodanya.
"Apaan sih lu awas ya bilang-bilang kakak"ancam Pluto.
Tapi Jingga tidak takut dengan ancaman Pluto dia malah berteriak pada Piter yang sedang berbincang dengan sensei Yuki.
"Sensei Pit....Hemm...hemmm"mulut Jingga langsung di bekap dari belakang oleh Pluto.
__ADS_1
"Berani lu bilang sama kakak gue,gue bocorin luh rahasia elu"bisik Pluto mengancam.
"Kalo elu bocorin rahasia gue yang elu hadapin bukan gue tapi kakak elu sendiri bodoh"kata Jingga saat Pluto melepaskan bekapannya.
"Iya juga ya..."Pluto jadi bingung.
"Udah ah...gue mau ganti baju"kata Jingga meninggalkan Pluto bersama Meya yang sedang kebingungan melihat keduanya.
Setelah selesai latihan dan berganti pakaian mereka pun pulang bersama,dan seperti janji Piter tadi dia akan membelikan baju ganti untuk Jingga hingga sebelum sampai kerumah Piter mencari toko pakaian dipinggir jalan yang masih buka.
"Beli bajunya disini saja ya?kalau di butik atau toko yang bagus pasti sudah tutup tidak apa-apa kan dik?"tanya Piter.
"Iya nggak apa-apa kak"jawab Jingga polos.
"Hehe dia mah di kasih karung goni juga di pakai kak"celetuk Pluto.
"Plu...bicara yang sopan padanya dia ini calon kakak ipar mu"Piter kesal karena adiknya sama sekali tidak menghormati Jingga sebagai calon kakak iparnya.
"Iya...iya"jawab Pluto malas"lagian kenapa harus dia sih calon istri kakak nggak ada yang lebih baik apa"gumamnya sendiri.
Piter dan Jingga pun masuk kedalam toko pinggir jalan yang di bajunya sudah di bandrol di gantungan dan di pajangan di luar toko.
Jingga memilih dua buah kaos dan dua buah celana bahan biasa juga memilih satu stel baju tidur.
"Sudah itu saja tidak nambah lagi?"tanya Piter yang mampu membeli semua isi toko itu.
"Iya sudah cukup kak hanya buat ganti malam ini dan besok kan?"
"Iya sih".
Piter pun membayar pada penjaga toko dan langsung meninggalkan toko setelah selesai belanja.
Jingga pun duduk di samping kemudi dia membuka jendela sedikit agar angin berhembus dan mengeringkan rambutnya yang basah karena keringat.dan seperti biasa semilir angin malam yang dingin membuat matanya mengantuk dan dia pun tertidur.
Mobil yang di kendari Piter pun tiba di halaman rumah seperti biasa Piter tidak membangunkan Jingga yang tertidur,Pluto yang akan membangunkannya pun di cegahnya.
"Seehhtttt"kata Piter"Kamu tolong bawa belanjaan dan tas Jingga biar kakak gendong dia sampai kamar"bisik Piter.
Apa astaga si toa mesjid udah kaya tuan putri ajah.
Pluto mengeluh dalam hatinya tapi dia juga tidak bisa menolak perintah kakaknya.
Piter menggendong Jingga hingga masuk kedalam kamarnya dia menaruh tubuh Jingga perlahan di kasurnya,Piter menyingkirkan rambut yang berantakan di wajah Jingga dia dengan lembutnya memperlakukan Jingga,dan entah kenapa Pluto kesal melihat kakaknya memperlakukan Jingga seperti itu,setelah menaruh tas dan belanjaan di sofa Pluto segera kembali ke kamarnya.
"Kakak sepertinya serius sama dia,tapi kenapa harus dia sih"Pluto kesal sendiri di dalam kamarnya.
__ADS_1
Pluto menjatuhkan dirinya di kasur dia tengkurap wajahnya membentur kasur yang empuk itu,dia pun memukul-mukul kasur dengan kepalan tangannya entah kenapa dirinya kesal melihat kejadian tadi.
...*****************...