Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 8


__ADS_3

Saat Piter merebut ponselnya tak lama Jingga menelponnya kembali, tanpa harus menunggu lama ia langsung mengangkat telpon tersebut.


"Hei... ada apa menelpon? "tanyanya sewot.


"Bos rok seragam sekolah dan sepatu ku tertinggal dirumah mu"


"Ya terus siapa yang menyuruh mu meninggalkannya disini? "Piter masih sewot.


"Ya itu kan gara-gara anda bos....."Jingga merengek.


Piter tersenyum mendengar rengekannya. Al yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala.


"Ah... sudah aku buang saja barang-barang mu ini"masih sewot.


"Aaaa jangan bos besok masih aku pakai ke sekolah tapi tertinggal disana"Jingga merengek lagi.


"Ya terus mau di apakan di sini juga tidak berguna"Bentak Piter.


"Bisa.....kah anda mengantarkannya ke rumah ku bos aku mohon.... "Jingga ragu dan merengek di akhir kata.


"Beraninya kau memerintah ku, Apa aku kurang kerjaan harus mengantarkan barang-barang mu"Bentak Piter.


"Aku tidak memerintah bos aku minta tolong,kalau kaki ku tidak sakit aku akan mengambilnya sendiri"


"Masa bodo"Piter sewot dan langsung mematikan saluran telponnya.


"Bos... aaaa orang itu nyebelin banget sih... "Jingga kesal.


"Sesssshhh aduh kok kaki ku makin nyut-nyutan ya? "keluhnya.


Jingga akhirnya menelpon temannya dia meminta bantuan temannya untuk mengantarkannya ke rumah Piter, temannya pun bersedia Jingga pun akhirnya menunggu kedatangan temannya yang akan mengantarkannya ke rumah Piter.


"Berani betul dia meminta ku mengantarkan barangnya kerumahnya"Piter sewot sendirian.


Al hanya diam melihat tingkah temannya.


"Tapi apakah dia tidak bisa kesekolah bila tidak memakai seragam sekolahnya?"Piter berfikir.


"Ah... masa bodo bukan urusan ku"Piter kesal sendiri.


Saat dirinya sedang berfikir, tiba-tiba ponselnya berdering lagi, Jingga menelponnya lagi.


"Apa! "Bentak Piter.


"Bos....aku ada di depan gerbang rumah mu, aku tidak bisa masuk penjaga rumah mu tidak mengijinkan".


"Hah... apa kata mu"Piter terkejut.


Dia langsung melihat keluar rumahnya,dilihatnya Jingga memang ada di depan rumahnya.


"Al... bilang pada penjaga agar membiarkan Jingga masuk"Piter memberitahukan Al.


Al pun segera menelpon ke pos penjaga untuk membiarkan Jingga masuk. dan tak lama Jingga pun masuk dan tiba di depan pintu rumah Piter. Jingga mengetuk pintu rumah Piter dan Al membukanya.

__ADS_1


Terkejut Al melihat penampilan Jingga dia hanya mengenakan setelan pakain tidur dan memakak sendal jepit.


"Permisi pak Al aku datang ingin memgambil sepatu dan rok seragam ku"


Al pun membiarkannya masuk kedalam.


"Mau apa kamu datang malam-malam?"tanya Piter sewot.


"Aku mau ambil sepatu dan rok seragam ku bos besok masih harus aku pakai kesekolah"


"Barang mu sudah aku buang"Piter sewot.


"Ya... bos kenapa di buang, dimana tempat sampahnya"Jingga celingukan mencari tempat sampah.


Dia akhirnya menemukan tempat sampah di pojok dekat dapur Jingga berjalan pincang ke arah tempat sampah itu. tapi saat dia membuka tempat sampah itu tidak ada isinya kosong.Jingga bingung.


"Bos... disini tidak ada barang-barang ku?"tanya Jingga polos.


Jingga menghampiri Piter yang duduk di sofa dengan langkah kaki yang pincang. saat dirinya menghampiri Piter di sofa dirinya melihat rok dan sepatunya ada di atas meja sofa.


"Wah... ternyata ada disini"Jingg terlihat senang.dia lalu mengambil barangnya dan pamit pulang.


"Mau kemana kamu? "tanya Piter sewot.


"Pulang"jawab Jingga polos.


"Kau kesini naik apa? "


"Aku naik motor bersama teman ku bos, sudah ya aku pulang dulu, terima kasih karena tidak membuang barang ku bos"Jingga berjalan pincang.


"Aaa bos"teriak Jingga.


Jingga tidak berani minta dinturunkan karena ingat kejadian sebelumnya Piter akan membantingnya bila dia minta dinturunkan.


Piter menggendongnya sampai ke depan pintu, teman Jingga yang melihat hal itu bengong dia tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Piter belum menurunkan Jingga dia malah bertanya pada Jingga, siapa yang mengantarkannya itu.


"Kau di antar pacar mu? "Piter geram melihat anak laki-laki remaja yang mengndarai motor.


"Bukan bos dia teman ku,bukan pacar ku"Kata Jingga polos.


Piter pun menurunkan Jingga perlahan.


"Terima kasih bos, aku pulang dulu"Jingga pun langsung naik ke atas motor.


Piter kesal melihat hal itu dia masuk kedlam rumah dan membanting pintu.Jingga dan temannya terperanjat kaget.


Motor dinyalakan dan Jingga pun berlalu dari rumah Piter.


Piter berjalan kesal berjalan cepat ke arah sofa dan menjatuhkan dirinya di sofa. Al yang melihat itu menghampirinya.


"Beraninya dia datang kesini dengan laki-laki lain"Piter kesal.

__ADS_1


Al ingin tertawa melihat tingkah kekanakan kawannya.


"Bukan kan Jingga bercerita tadi sore di kantor kalau temannya itu kebanyakan laki-laki"


Piter cemberut.


"Jangan bilang kau cemburu dengan bocah itu"Al meledek.


"Apaan sih"Piter mengelak.


Di perjalanan Teman Jingga bertanya siapa orang tadi dan kenapa Jingga bisa berhubungan dengan orang tersebut,Jingga hanya berkata ceritanya rumit dan panjang.motor pun sampai di depan rumah jingga tak lupa dia mengucapkan terima kasih pada temannya sebelum dia masuk ke dalam rumahnya.


ke esokan harinya, pagi-pagi Jingga sudah bersiap-siap berangkat kesekolahnya, dia berpamitan pada neneknya sebelum dia berangkat menuju kesekolahnya.saat dia berjalan ke arah pintu gerbang dia mendapati sosok Piter yang menunggunya didepan gerbang Piter menunggu di atas motor gedenya.


Jingga bingung dengannya.


"Apa yang anda lakukan disini bos?"tanya Jingga bingung.


"Menjemput mu mau ngapain lagi"Piter sewot.


"Aku heran dengan anda kenapa anda ini tidak bisa berkata-kata pelan"Jingga kesal.


"Ayo naik"perintah Piter.


"Tidak mau"


Jingga malah berjalan kaki dengan kaki pincang.


"Kalau tidak naik aku gendong kamu sampai kesekolah"ancamnya.


Orang ini kenapa sih suka banget mengancam.


Jingga pun dengan terpaksa naik di boncengan belakang.


Piter mengantarkannya sampai ke depan sekolahnya.


"Terima kasih bos..."


Piter langsung melajukan motornya,dirinya tidak ingin berlama-lama di lingkungan sekolah, karena takut Jingga terkena masalah bila ada temannya yang melihat mereka berdua.


Piter pun sampai di kantor, Al melihatnya tersenyum-senyum.


"Kenapa dengan wajah mu? "tanya Piter kesal.


"Pagi-pagi sibuk mengeluarkan motor,ternyata mau jemput mainan barunya ya? "


"Sialan kau "Piter melempar kertas ke arah wajah Al.


Al...tertawa lepas melihat tingkah kawannya.


"Sudah aku bilang berkali-kali dia itu bukan mainan aku tak pernah mempermainkan wanita apa lagi anak kecil seperti itu"


"Ya... ya... terserah pada mu lah. oia pagi ini ada meeting di kantor"

__ADS_1


"Ya... persiapkan lah semuanya"


...***...


__ADS_2