
Piter masuk kedalam kamar Pluto dan melihat adiknya tengkurap dan membenamkan wajahnya diatas kasur.
"Apa kamu bisa bernafas bila membenamkan wajah mu begitu?"tanya Piter.
Pluto langsung mengangkat wajahnya dan berguling dan sekarang dia telentang.
"Kak...apa kakak benar-benar mencintai Jingga?"tanya Pluto tiba-tiba.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"Piter bingung.
"Tidak yang aku lihat kakak sepertinya sangat menyangi dia"
"Dia kan calon istri kakak Plu"Piter duduk di samping adiknya yang sedang berbaring telentang.
"Tapi kenapa harus dia sih?"Pluto kesal sendiri.
"Memang kenapa?apa salah Jingga pada mu sih hingga kamu sebenci itu sama dia?"Piter penasaran.
"Nggak ada sih dia nggak punya salah apa-apa sama aku"
"Lah terus kenapa kamu tidak pernah akur dengannya?"
"Nggak tahu mulut ku selalu gatal saja bila melihat dia"
"Apa jangan-jangan kamu suka sebenarnya dengan dia?"tebak Piter.
"Hahaha kakak ini lucu sekali di luar sana masih banyak kak wanita yang cantik yang mau dengan ku kenapa aku harus suka sama dia,lagi pula dia itu calon istri kakak masa aku suka sama calon istri kakak ku sendiri".
"Mulai sekarang belajarlah menghormati dia karena dia calon kakak ipar mu walau kalian seumuran tapi dia itu calon istri kakak"
"Iya...iya..."Pluto malas meladeni kakaknya dia menutup wajahnya dengan bantal.
Piter hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya.Piter pun merebahkan dirinya di samping Pluto hingga rasa kantuk pun mengalahkannya dan dia pun terlelap.
Satu minggu kemudian setelah kejadian itu,hari ini hari minggu Pluto berkunjung ke rumah Piter dilihatnya Jingga juga ada disana.
Kenapa dia ada di sini sih?
Pluto bingung saat melihat Jingga berada di rumah kakaknya.
Piter memang tidak memberitahukan keluarganya kalau Jingga untuk sementara waktu tinggal di rumahnya.
"Elu ngapain disini?"tanya Pluto.
"Dia menginap disini"Piter yang menjawab.
"Apa?! menginap?"
"Iya...nggak usah keget begitu dong...dia itu tidur di kamar berbeda sama kakak,kakek dan neneknya sedang pergi keluar negeri jadi mereka menitipkan Jingga pada kakak mereka percaya kakak bisa menjaganya"
"Oooo begitu iya juga sih kakak nggak mungkin melakukan hal yang nggak baik hehe"
Piter pergi meninggalkan Pluto dengan Jingga di taman belakang,Piter pamit pergi keluar rumah sebentar.
Jingga mengeluarkan Jojo dari kandangnya dan Jojo langsung naik ke arah pundak Jingga Pluto merinding melihat itu.
"Dasar animal girl"celetuk Pluto.
__ADS_1
Jingga kesal mendengar ucapan Pluto hingga dia pun iseng dengan Pluto.
"Jojo gigit dia dia nakal"kata Jingga memerintahkan Jojo.
Dan Jojo pun langsung melompat ke arah Pluto,Pluto kalang kabut dan Jingga tertawa melihat reaksi Pluto.
"Jingga...Jingga....peliharaan mu ini tolong aaaa dia mau menggigit telinga ku"Pluto panik.
Tiba-tiba petugas ke amanan memberikan sebuah paket pada Jingga.
"Non ada kiriman paket buat enon katanya"kata petugas ke amanan itu.
Jingga menghampiri petugas itu.
"Perasaan aku tidak memesan apa pun ke alamat rumah ini"fikir Jingga.
"Eh...iya terima kasih ya pak"Jingga menerima paket tersebut.
Jojo masih bertengger di pundak Jingga,tiba-tiba Jojo menggeram.
Grrrrrgrrrgrrr.
Jingga bingung melihat Jojo menggeram seperti melihat sesuatu yang berbahaya.
"Ada apa Jo...ckckck tenang ya..."
Jingga membuka kotak paket itu dan tiba-tiba Jingga berteriak dan Jojo langsung melompat dan berisik,Pluto yang melihat hal itu jadi tambah panik.
"Ji...elu nggak apa-apa?"tanyanya panik karena melihat tangan Jingga terluka.
Dan melihat Jojo mengggigit seokor ular,ya..isi paket itu adalah seekor ular belang.Jojo mencengkram dan menggigit ular tersebut hingga ular itu mati.
"Ji...bertahan ya...pak cepat"pinta Pluto.
Bibir Jingga sudah pucat badannya mulai dingin.
"Ji...bertahan ya...Ji...."Pluto panik.
"Kak...Jingga di gigit ular sekarang kami menuju rumah sakit"Pluto menelpon Piter yang sekarang entah berada dimana.
Piter panik dia yang sedang berada di mini market karena ingin membeli sesuatu langsung berlari saat mandapat telpon dari Pluto.Piter langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.
Sampai rumah sakit Jingga langsung di tangani tim medis,mereka berusaha memberikan pertolongan pertama di lihatnya nafas Jingga sudah sesak,tim medis pun menyuntikan penawar pada Jingga dan membalut luka di tangan Jingga setelah memastikan racun ular tersebut sudah ternetralisir.
Piter langsung berlari dari area parkir setelah menaruh motornya,dia langsung berlari ke arah ruang IGD rumah sakit dan mecari keberadaan Jingga dan Pluto.
Saat melihat Pluto yang berdiri di samping Jingga yang tergeletak lemas Piter pun langsung menghampiri keduanya.
"Plu bagaimana Jingga?"tanyanya panik.
"Sudah lebih baik ka"kata Pluto.
Piter langsung memeluk Jingga,Jingga dan Pluto pun terkejut dengan reaksi Piter.
"Kenapa bisa ada ular di rumah?"tanya Piter bingung.
"Tadi ada yang mengirim paket untuk dia,dan saat dia membuka paket tersebut ternyata isinya ular dan dia langsung menyerang Jingga dan ular itu pun sekarang sudah mati karena di gigit Jojo"jelas Pluto.
__ADS_1
"Paket?"Piter bingung.
Pluto mengangguk.
Apa ada yang sengaja ingin menyakiti Jingga tapi siapa?
Fikir Piter dalam hatinya.
"Adik istirahat saja ya kakak akan cari tahu siapa pengirim paket itu".
"Apa aku belum boleh pulang?"tanya Jingga.
"Kata dokter tadi elu di rawat dulu beberapa hari disini biar kondisi badan elu stabil"jelas Pluto.
"Ooo begitu"
"Kakak pulang dulu ya Plu kakak titip Jingga,kakak mau cek cctv dan tanya petugas keamanan di rumah"Piter langsung berlari keluar ruang IGD.
Piter langsung melajukan motornya ke rumahnya,sesampainya di rumah dia langsung marah pada petugas keamanan,dia marah kenapa petugas ke amanan bisa seceroboh itu membiarkan paket gelap masuk ke dalam rumahnya,Piter pun mengecek cctv rumahnya dia mendapati orang yang mengirim paket tersebut,dia mencatat jasa pengiriman paket dan plat nomor motor yang mengirimkan paket tersebut.
Piter menelpon Al meminta bantuannya menyelidiki kasus ini.
"Hah...Jingga di gigit ular?"Al kaget saat medapat telpon dari Piter.
"Iya...kamu tolong selidiki ya siapa pengirim paket itu dan apa tujuannya,aku mau menemani Jingga di rumah sakit"
"Ok...serahkan semuanya pada ku,akan akunurus semuanya"
"Ok...terima kasih ya,beritahu bila ada beritanya ya".
"Ya...jagalah tunangan mu"
"Iya...pasti"
Saluran telpon pun terputus.
Piter langsung melajukan mobilnya kembali ke rumah sakit,sampai dirumah sakit ternyata Jingga sudah di pindahkan ke ruang rawat,Piter pun berjalan ke ruang rawat Jingga,disana Jingga di temani Pluto.
Piter langsung medekati Jingga.
"Gimana ke adaan Adik?"tanyanya lembut.
"Masih sedikit pusing saja kak,tidak apa-apa kok,untung Plu tadi segera bawa adik ke sini"kata Jingga.
"Oia...ini"Pluto memberikan cincin Jingga yang tadi di lepas oleh tim medis agar peredaran darahnya lancar.
"tadi tim medis melepasnya agar peredaran darahnya lancar katanya soalnya tadi tangannya sempat biru"jelas Pluto.
Piter mengambil cinci tersebut dan menyimpannya di kantung celananya.Pluto pamit pulang dia malas melihat kakaknya yang bucin.
"Kak aku pulang dulu ya,cepet sembuh ya Ji..."ucap Pluto.
"Ya...terima kasih hati-hati"kata Piter.
"Iya..."jawab Pluto santai.
Saat berjalan di lorong rumah sakit dirinya kesal,kesal memikirkan siapa yang berbuat jahat lada Jingga dan kesal melihat kakaknya yang sangat perhatian pada Jingga.sebenarnya apa sih alasan Pluto itu kesal bila melihat kakaknya sangat perhatian dan sayang pada Jingga dia sendiri pun bingung dengan perasaannya.
__ADS_1
...**************...