
Jingga masuk kedalam rumah Lita dan betapa terkejutnya Lita mendapati Edel ada di sana.
"Edel...kok bisa sampai kesini?"tanya Lita penasaran.
"Hehe bisa dong kak Edel..."Jingga asal bicara.
"Oiya kak bisa kita bicara sebentar?"tanya Jingga.
"Mau bicara apa?"Lita bingung.
"Kak benar besok kakak akan menikah?"tanya Jingga ragu.
Lita hanya mengangguk saja.
"Dengan siapa?apa kakak mencintai orang tersebut?"
"Dengan adik sepupu alm suami ku del"
"Kakak mencintai orang itu?"
"Cinta bisa tumbuh setelah menikah Del"
"Apa kakak tidak mencintai pak Al?"
Lita terdiam.
"Kak jawab Edel kak,kakak cinta atau tidak dengan pak Al?"
"Mas Al baik Del baik...banget sama aku dan Nai tapi aku nggak berani mencintai orang sebaik dia del itu ngelunjak namanya sudah di tolong minta di cintai juga"
"Tapi bila pak Al mencintai kakak gimana?"
"Nggak mungkin Del dia laki-laki baik,mapan dan juga tampan masa menyukai janda beranak satu seperti saya?"
"Ya...bisa saja kan kak semua tidak menutup kemungkinan,kaka baik,cantik siapa yang nggak suka sama kakak"
"Hehe bisa saja kamu"
"Benar kak aku tidak bohong,aku tanya sekali lagi bila pak Al mencintai kakak apa kakak mau menikah dengannya?"
Lita terdiam.
"Jawab pertanyaannya Lit..."tiba-tiba Al muncul bersama Piter.
__ADS_1
Lita terkejut melihat kedua sosok pria di hadapannya.
Al sudah tidak bisa menunggu lagi dia langsung ingin mendengar dari mulut Lita apakah dirinya juga mencintainya atau tidak,bila tidak itu tidak mengapa dia akan mengikhlaskan Lita menikahi laki-laki lain asalakan Lita dan Nai bahagia begitu fikir Al.
"Mas Al..."suara Lita kecil.
"Maaf bila kedatangan ku membuat mu terkejut,tapi aku kesini hanya ingin menyampaikan sesuatu"
Piter dan Jingga hanya terdiam mendengarkan dan menyaksikan mereka berdua.
"Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku mencintai mu dan Naina"
Yes...akhirnya Al...gila aku tak menyangka kau seberani ini kawan dalam hal menyatakan cinta,ini cinta pertama mu kawan semoga menjadi cinta terakhir mu juga.
batin Piter.
"Cinta?siapa kau berani-beraninya bilang cinta pada calon istri orang"seorang pria tiba-tiba keluar dari dalam rumah Lita.
Lita tertunduk saat melihat orang itu.
Ah...ternyata jalannya memang tidak mudah ya dalam mendapatkan cinta sejati itu.
Batin Piter.
"Terus apa maksudnya dia bilang cinta sama kamu?"kata pria itu ketus.
"Ya maksudnya saya memang mencintai dia mencintai Yulita ibu dari Naina istri alm Sadam"jelas Al tegas.
"Kurang ajar berani-beraninya kau menyatakan cinta dengan lantang jelas-jelas dia calon istri orang"pria itu langsung mencengram kerah baju Al dan akan memukulnya tapi tangannya berhasil di tepis oleh Al karena biar bagaimana pun skill bela diri Al memang bagus.
"Dia baru calon istri belum menjadi istri mu"kata Al ketus dan tegas.
Aih...gila Al aku nggak nyangka itu bakalan keluar dari mulut mu.
Piter seolah tak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut sahabatnya ini.
"Lita...katakan kau mau tidak menikah dengannya atau menikah dengan ku?"tanya Al pada Lita.
Lita terlihat bingung dengan pilihan yang di berikan Al.
"Kurang ajar sekali kamu ya"Pria itu langsung ingin memukul Al tapi tangannya langsung di plintir dan di tekuk ke belakang oleh Al hingga pria itu berteriak kesakitan.
"Aaaaakkk lepaskan aku gila kau"kata pria itu memaki.
__ADS_1
"Kau yang gila,kau pasti memaksa Lita kan untuk menikah dengan mu?pria arogan seperti mu tidak lantas dengan dia yang lembut seperti kapas"Al masih mengunci tangan pria itu.
Piter dan Edel tenang saja tidak berusaha melerai karena sejak tadi pria itu lah yang memulai menyerang duluan.
Keributan yang terjadi di teras rumah terdengar sampai dalam dan tetangga sebelah rumah Lita hingga mereka menonton kejadian itu,orang tua Lita yang keluar dari dalam rumah pun terkejut melihat kejadian di teras rumahnya.
"Apa-apaan ini"kata bapaknya Lita.
"Pak orang ini gila pak dia mau merebut Lita dari saya"kata Pria itu meski kesakitan.
"Saya tidak mau merebut pak itu semua saya serahkan pada Lita dia pilih saya atau dia itu saja"Al masih mengunci tangan pria itu.
"Lit...apa maksudnya ini,dia itu siapa?jangan bilang dia pria kota yang kamu maksud itu?"tanya bapak dan ibunya Lita.
Lita hanya mengangguk dan air matanya mulai tumpah.
"Masnya bisa lepasin tangan dia dulu"kata bapak Lita baik-baik.
Al pun melepaskan tangan pria tersebut.kedua orang tua Lita akhirnya mengajak mereka semua duduk untuk membicarakan masalah ini baik-baik.
"Sekarang gimana Lit...kamu masih mau meneruskan pernikahan ini atau tidak?"tanya bapak bijak.
"Tapi pak"Lita sudah bercucuran air mata.
"Apa yang mengganjal di hati mu Lit?"tanya Al karena Al merasakan ada yang tidak beres dengan pernikahan ini.
"Kalau kau tidak menikah dengan ku ingat saja orang tua mu tidak akan punya tempat tinggal lagi di kampung ini dan akan susah seumur hidup karena tidak akan bisa bekerja lagi ingat itu"bisik pria itu di telinga Lita.
Tapi bisikan itu tak sengaja di dengar oleh Piter.
"Ooo jadi begitu ngancemnya?"Piter akhirnya berbicara setelah sejak tadi diam saja.
Al yang mendengar Piter berbicara langsung menatapnya.
"Pak...bapak tenang saja bila bapak tidak punya tempat tinggal lagi disini teman saya akan menyediakan rumah bahkan yang lebih besar dari rumah yang paling besar yang ada di kampung ini,dan satu lagi teman saya ini Asisten Prisedir di perusahaan saya jadi hidup bapak dan ibu serta anak-anak bapak terjamin jangan mau di bohongi dengan penipu seperti dia"Piter mulai mengoceh.
Jingga hanya melongo mendengar kekasihnya membela kawannya.
"Sekarang bagaimana Lita kamu mencintai Al atau tidak karena Al mencintai kamu dan juga anak mu,jujur ini adalah yang pertama buat sahabat saya dan dia berharap kau lah cinta pertamanya dan juga cinta terakirnya"Piter mulai membujuk Lita.
Lita menatap Al.
Lita berfikir benarkah semua yang di katakan Jupiter itu apakah bukan kebohongan semata,tapi dia memang merasakan hal yang lain dalam diri Al dia begitu sayang Pada Naina,bahkan sering menjaga Naina bila dirinya sedang berada di rumah,dia berfikir Al memang tulus sayang pada Naina sekarang yang jadi prioritas utama Lita memang hanya Naina,bila dia harus menikah maka orang itu harus menyangi Naina dari pada dirinya sendiri.
__ADS_1
...***************...