
Para staff dan anak-anak PKL sedang serius bekerja,tiba-tiba Al datang dan menemui pak Dani.
Pak Dani langsung menghampiri Jingga bersama Al.
"Kamu ikut pak Al ya...kenapa kamu nggak bilang dari awal kalau kamu itu..."
"Ah...iya pak saya akan ikut pak Al"Jingga langsung memotong perkataan pak Dani.
"Pak kalau bapak sudah tahu lebih baik bapak diam ya jangan sampai teman saya tahu apa lagi pihak sekolah saya mohon pak"Bisik Jingga memohon pada pak Dani.
Pak Dani pun hanya mengangguk.
Jingga akhirnya pergi mengukuti Al,dia tahu Al akan membawanya ke mana ya pasti ke ruangan Piter.Al masuk kedalam ruangan Piter bersama Jingga.Piter sedang menatap komputernya dia menyuruh Jingga duduk di sofa.
Jingga pun menurut Al berdiri di samping sofa.Piter masih menatap layar komputernya.
"Kenapa kamu nggak bilang kalau tempat PKL kamu disini?"nada Piter dingin dan tidak bersahabat.
"Ji mau bilang sama kakak tapi akhir-akhir ini kakak sibuk dan kita jadi jarang bertemu"Jingga menjelaskan dengan lembut.
"Adik kan bisa kirim pesan kenapa tidak kirim pesan saja"masih menatap komputer.
"Ji takut ganggu kakak saat kakak bekerja".
Piter menghentikan pekerjaannya dia lalu berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah sofa.
"Terus kenapa adik tidak bilang sama Dani kalau adik itu tunangan kakak"
"Aku tidak berani bilang karena mereka pasti tidak akan percaya kan kak,kakak adalah pemilik perusahaan ini masa calon istrinya anak SMK yang masih sekolah"
Jingga berusaha berfikir logis.
"Baiklah mulai saat ini adik mengerjakan pekerjaan lapangan disini bersama kakak seperti yang tempo hari adik kerjakan lagi pula meja mu juga masih berdiri disana"
Jingga mengangguk.
Piter kembali ke meja kerjanya.
"Kak...boleh Ji memohon sesuatu?"
"Apa?"Piter menaruh dagunya di kepalan tangnnya.
"Tolong jangan menyebarkan kalau kakak adalah tunangan ku karena aku takut pihak sekolah tahu dan aku bisa di keluarkan dari sekolah"
"Kalau kamu di keluarkan dari sekolah kamu tinggal pindah ke sekolah lain yang kebih bagus"Jawab Piter santai.
"Iiihhhh kakak"Jingga merengek dan Piter menyukai itu.
Piter tersenyum.
"Iya...kakak tidak akan bilang-bilang karena tanpa bilang pun nantinya mereka akan tahu"
"Kakak...."Jingga merengek lagi dan menghentakan kakinya dan itu semakin membuat Piter gemas.
"Iya...aku tidak akan bilang sudah kamu kerja sana atau mau mengobrol terus dengan ku tapi aku masih sibuk dik"
"Nggak aku akan kerja,aku faham kakak sibuk namanya juga bos besar"Jingga ketus.
"Hemmm ngambek karena hampir dua minggu kakak tidak ada waktu ya buat kamu ya?"Piter menggoda.
Apaan sih katanya mau kerja sekarang malah meledek ku.
Jingga kesal.
__ADS_1
Piter mendekati meja Jingga,kini Jingga yang menjadi bingung.Piter duduk di atas meja Jingga.
"Adik merindukan kakak ya?"godanya.
Al yang masih berada di situ menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah sahabatnya mulai kekanakan lagi.
Jingga menggeleng.
Al menahan tawa saat melihat reaksi Jingga.
"Hah kamu tidak merindukan aku?"Piter kesal dia membentak Jingga.
"Aku ini tunangan mu loh kenapa kamu tidak merindukan tunangan mu sendiri"Piter sewot.
Tuh kan kumat anehnya.
Batin Jingga.
"Memangnya kakak merindukan adik?"kata Jingga ragu.
Tapi perkataan Jingga membuat Piter membungkam.dia akhirnya kembali lagi kemejanya dan menjatuhkan diri di kursi,Piter kesal.
Bagaimana aku tidak merindukan mu,aku rindu kau saja yang tidak peka.
Piter kesal.
Tuh kan aneh tadi baik terus marah-marah terus pergi begitu saja,aneh kan?
Fikiran Jingga yang masih polos masih belum menyadari kalau Piter itu mencintainya.
Sore pun tiba semua karyawan telah membereskan pekerjaannya masing-masing.dan salah satu teman Jingga menelpon Jingga karena tidak mendapati Jingga di mana-mana.
"Ji...elu dimana kok nggak kelihatan?"tanya Mika.
"Gue masih bekerja Mik...elu sama kawan-kawan pulang duluan aja ya"
"Nggak apa-apa nanti gue ada yang ngantar"
"Siapa?pacar lu ya?"tanya Mika penasaran.
"Hehe iya"
"Wah...diem-diem udah punya pacar ya lu"ledek Mika.karena setahu kawan-kawan satu sekolah Jingga itu tidak pernah berpacaran bila berjalan atau berboncengan dengan kawan laki-laki ya mereka hanya menganggap Jingga hanya sekedar teman.
Jingga itu manis dan energik teman-teman laki-laki di sekolahnya sangat menyukai Jingga tapi hanya sebatas teman,kalaunada yang menyukainya lebih dari teman mereka juga tidak berani mengungkapkannya karena Jingga itu terlalu cuek.
Hehe bukan pacar lagi calon suami iya
Jingga tertawa dalam hatinya.
"Ya udah hati-hati ya di jalan"kata Jingga sebelum mengakhiri saluran telpon.
Piter selesai dengan pekerjaannya.dia lalu menoleh pada Jingga.
"Adik sudah selesai?"tanyanya lembut.
"Sudah kak"Jingga lalu berjalan ke meja Piter dan menyerahkan laptopnya.
Piter menatapnya Jingga jadi salah tingkah.
"Kenapa kak kok melihatnya seperti itu"
"Tidak tidak apa-apa,ya sudah kita pulang yuk sudah mau malam juga"Piter menggandeng tangan Jingga.
__ADS_1
Akhir pekan Piter libur dia menjemput Jingga pagi-pagi kerumahnya,Piter ingin mengajaknya ke rumah kakeknya yang letaknya cukup jauh dari daerah rumah Jingga.
Saat sampai di rumah kakek ternyata disana ada kedua adik Piter yaitu Ranus dan Pluto.Pluto asik bermain basket di lapangan yang tersedia di halaman dekat taman belakang rumah kakek,sedangkan Ranus menemani kakek mengobrol.
Piter dan Jingga muncul Pluto yang memang tidak menyukai Jingga tidak datang mengahampirinya dia tetap asik bermain basket,Jingga pun tak memperdulikannya.
"Hei...Jingga...apa kabar nak?"tanya kakek senang saat melihat Jingga berssma Piter.
Tiba-tiba bola basket mental ke arah Jingga dan refleks di tangkap oleh Piter.
"Hati-hati kalau bermain"mata Piter menunjukan api kemarahan pada adiknya.
"Maaf kak tidak sengaja"Pluto menciut melihat kemarahan kakaknya.
Piter mendribel bola dan mulai bermain dengan adik bungsunya,Jingga duduk bersama kakek dan Ranus.
"Kak Jingga mau teh?"tanya Ranus.
"Hehe jangan panggil aku kakak dong aku kan belum resmi menjadi kakak ipar kalian"Jingga malu karena di tahu Ranus lebih tua darinya.
"Terus panggil apa dong?"
"Panggil Ji...saja teman-teman dan keluarga ku memanggil ku begitu"
"Nanti kalau kak Piter dengar bisa di marahi aku"
"Ya...kalau di depan dia kak Ranus panggil Ji kakak ipar saja hihi kalau tidak ada dia panggil Ji saja"
Kakek tertawa mendengar kepolosan Jingga.
Tiba-tiba bola mental ke arah Jingga lagi.
"Dik...awas"teriak Piter.
Jingga secara refleks menepis bola tersebut.
Piter langsung berlari ke arah Jingga.
"Adik nggak apa-apa?"tanyanya khawatir.
"Tidak kak aku tidak apa-apa"
Sepertinya memang ada yang mau ngajak ribut nih dari tadi.
Jingga melempar bola ke arah Pluto dan mengenai kepalanya,Pluto tidak terima dia lalu menghampiri Jingga.
"Hei...apa maksud lu"Pluto sewot.
"Apa gue cuma mau balikin bola itu ajah ke elu"Jingga nggak kalah sewot.
"Ya kenapa harus kena kepala?"masih ngotot.
"Dan elu sendiri ring basket itu disana kenapa ngelempar bola kesini elu sengaja kan?"Jingga ketus.
"Sudah...sudah kalian ini kenapa kalau bertemu tidak pernah akur"Piter kesal.
"Plu dia ini calon kakak ipar mu kalau bicara dengannya jangan seperti dengan teman"
Pluto cemberut karena kakaknya membela Jingga.
"Bagaimana kalau kita berolah raga yang lain Pit...sudah lama kakek tidak sparing dengan kamu"
"Baik kek"
__ADS_1
"Apa sparing"Jingga dan Pluto kaget berbarengan.
...***************** ...