Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 44


__ADS_3

Di kantor Al dan Indah tengah sibuk meeting dengan klien yang ingin memasukan beberapa prodak baru ke perusahaan Piter.


Beberapa proposal diserahkan untuk di pelajari oleh Al dan akan di tunjukan kepada Piter nanti saat dia sudah berada di kantor.


Al dan Indah sibuk di kantor sedangkan si bos sibuk dengan cintanya,benar-benar hari yang sibuk untuk sebagian orang.


Meeting hari ini selesai saat menjelang makan siang,karena tidak terlalu banyak klien yang mereka temui hari ini dan mereka bisa beristirshat saat jam makan siang.


"Huh.....pegalnya badan ini"keluh Al dia bersandar di sofa ruangannya.


"Piter sedang apa ya apa dia masih sakit"Al pun mengambil ponselnya dia lalu menghubungi Piter.


"Bos...meeting hari ini selesai lebih cepat,tidak terlalu banyak klien yang mengajukan prodak baru pada kita,proposalnya nanti aku pelajari dan akan kamu lihat besok nanti tinggal kamu tanda tangani bila memang sesuai dengan harapan mu"


"Ooo iya terima kasih atas kerja keras kalian hari ini"kata Piter sambil tersenyum pada Jingga yang melambaikan tangan ketika melihat Piter dari kejauhan.


"Kamu sudah sehat atau masih sakit?"tanya Al.


"Aku sudah sehat"jawab Piter singkat.


"Ooo syukurlah kalau begitu,istirahatlah agar besok bisa kembali ke kantor dengan sehat"


"Iya"


Panggilan telpon pun berakhir.


Piter menghampiri Jingga yang sedari tadi berdiri di depan kandang burung unta.


"Makan siang dulu yuk dik"ajak Piter.


Jingga pun mengangguk,mereka pun mencari stand makanan yang ada disana,mereka memesan beberapa makanan dan minuman,Jingga memesan salad buah.


Mereka pun menikmati makan siang itu bersama,selesai makan Piter meraih tangan Jingga,Jingga sempat bingung dengan kelakuan Piter.


Piter mengeluarkan kotak cincin dari dalam kantung celananya.dia membuka kotak tersebut dan mengambil cincin yang tersimpan disana.


Saat Piter ingin menyematkan cincin itu di jari Jingga,Jingga mengepalkan tangannya.


"Pakailah ini milik mu"bujuk Piter.


"Bukan itu bukan untuk ku"Jingga menmalingkan wajahnya.


Piter membelai lebut wajah Jingga dan memalingkan wajahnya agar menoleh kearahnya.


"Adik...pandang kakak"pinta Piter.


Jingga malah menunduk, Piter meraih dagu gadis itu agar dia mendengakan wajahnya.


"Lihat kakak,kau adalah calon istri ku pilihan ku bukan pilihan orang tua kita"Piter menatap Jingga serius.


Jingga menurunkan pelan tangan Piter yang meraih dagunya.

__ADS_1


"Ji....bingung sama sikap kakak,sebenarnya kakak itu cinta atau tidak sama Ji?"Jingga menunduk lagi dia tidak mau melihat wajah Piter.


"Apa yang adik rasakan selama ini saat berada di sisi kakak?".


Piter malah bertanya balik bukan jawab to the piont seperti harapan Jingga,ini lah yang membuat Jingga ragu padanya,kalau dia menganggap Piter sudah mencintainya dia takut dirinya salah menilai perhatian yang di berikan Piter itu sebagai perhatian karena cinta atau hanya kasihan saja.


"Dik...adik....jawab kakak dong"Piter menggoyangkan tangan Jingga.


"Seharusnya kakak yang menjawab pertanyaan Ji bukan menjawab pertanyaan Ji dengan pertanyaan lagi kak"Jingga kesal dia menarik tangannya yang di pegang Piter.


Jingga berdiri dari kursi dan pergi hadapan Piter.


Piter menyusulnya.


Aduh...Jupiter apa sih yang kamu lakukan kenapa bilang cinta ajah sulit sekali pada gadis ini padahal sebelumnya kau pernah menyatakan dengan mudahnya dengan yang dulu.


Piter bertengkar dengan isi hatinya sendiri.


"Adik...tunggu maafkan kakak ya...kakak buat adik kesal ya?"Piter meraih tangan Jingga.


"Sudah tahu kenapa masih bertanya"Jingga sewot.


"Sudah...sudah jangan ngambek begitu dong jelek tahu"Piter memegang kedua pipi Jingga.


Tangan Piter di tepis oleh Jingga.


"Kakak ini nyebelin banget sih"Jingga kesal dan pergi lagi dari hadapan Piter.


"Iya...iya...kakak minta maaf kakak salah hayo...kamu mau kemana lagi"Piter mengejar Jingga dan mengajaknya ke tempat-tempat yang ingin di kunjungi Jingga.


Suatu hari nanti akan aku utarakan isi hati ku yang sebenarnya pada mu dik...aku akan mencari waktu yang tepat untuk mengutarakannya.


Batin Piter.


Seminggu kemudian setelah kejadian itu,hari ini Jingga mengikuti pertandingan judo tingkat SMA se kota madya.


Jingga di dampingi sensei Yuki,sementara Piter masih sibuk di kantor,saat Jingga berjalan dengan sensei Yuki ada yang menegurnya.


"Jingga..."


Jingga menoleh ke arah suara yang memanggilnya.


"Iya...benar kamu Jingga"kata orang tersebut.


"Akira...."Jingga antusias saat melihat orang tersebut.


"Aaaaa kamu apa kabar?"tanya Jingga.


"Baik sekarang kamu ikut judo juga?"tanya Akira.


Akira adalah teman sekolah Jingga saat SMP dia juga ikut klub judo sejak di SMP.

__ADS_1


"Hehe iya"


"Bukankah kau di larang kakek mu untuk ikut olahraga bela diri?"tanya Akira.


"Iya...awalnya kakek melarang tapi guru ku berhasil membujuk kakek agar aku bisa latihan judo"


"Wah...hebat betul guru mu,siapa yang melatih mu?"tanya Akira penasaran.


"Sensei Piter"jawab Jingga polos.


"Sensei Piter...maksud mu sensei Jupiter sang legend yang dingin itu?"


"Kamu kenal dia?"tanya Jingga.


Seterkenal itu kah dia sampai banyak yang kenal padanya.


Fikir Jingga.


"Siapa yang tidak kenal dengan dia,cucu guru besar Andro"kata Akira.


Jingga bengong mendengar perkataan Akira.


"Kamu beruntung banget Ji bisa di latih olehnya,aku malah pengen banget di latih dia tapi sulit dia itu tidak punya waktu katanya untuk melatih"


Ya...ya...banyak yang bilang begitu hihi berarti aku memang beruntung ya..karena kak Piter selalu meluangkan waktunya untuk melatih ku.


Batin Jingga


"Nona...sebaiknya jangan mengobrol dengan laki-laki berlama-lama tuan muda bisa marah nanti bila tahu"kata sensei Yuki.


"Sensei dia ini teman ku saat masih SMP"Jingga menjelaskan.


Tapi Yuki tidak mau ambil resiko dia mengajak Jingga langsung masuk ke ruang atlet putri.


Kenapa sensei Yuki jadi seperti kak Piter sih,kenapa aku tidak boleh bicara dengan teman laki-laki padahalkan kami hanya berteman.


Jingga menggerutu dalam hatinya.


Pertandingan pun di mulai Jingga melihat Akira bertanding di arena,saat Akira menang dengan nilai sempurna Jingga berjingkrak kegirangan dan berlari menghampirinya saat Akira keluar dari arena.


"Wah....Akira...kamu hebat banget"Jingga terlihat antusias.


Yuki yang melihat itu hanya menepuk jidatnya saja.


"repot nih kalau begini nona muda terlalu energik sulit mengawasinya"keluh Yuki.


"Nona sudah giliran anda"Yuki menghampiri Jingga dan mengajaknya ke arena karena namanya sudah di panggil.


"Semangat Ji..."Akira memberikan semangat pada Jingga.


"Iya...terima kasih"kata Jingga sambil berjalan menuju arena.

__ADS_1


Saat di arena Jingga sudah bersiap dan berhadapan dengan lawannya,Piter melihatnya di tribun penonton dia masih mengenakan baju kerjanya,kemeja dan rompi lengkap dengan dasinya,ini pertandingan pertama Jingga dia ingin menyaksikannya langsung tanpa Jingga ketahui.


...**************...


__ADS_2