Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 86


__ADS_3

Siang hari di kantor Piter.


Pluto dan Uranus datang menemui kakak tertuanya Jupiter di kantornya.Piter masih menatap layar komputernya,sementara kedua adiknya duduk di sofa menunggu kakaknya selesai bekerja.


Piter yang sejak tadi diam dan berkonsentrasi dengan pekerjaannya akhirnya buka suara.


"Ada apa kesini?tumben?"tanya Piter.


Pluto menyenggol bahu Uranus dan Ranus pun mendorong tubuh Pluto,Piter yang melihat gelagat kedua adiknya langsung menebak apa yang akan mereka sampaikan padanya.


"Bilang pada ibu aku tidak akan menikah"ucap Piter dingin.


"Kak...tapi ibu sudah melamar anak gadis orang untuk kakak"Pluto akhirnya berani bicara.


Brak....


Piter menggebrak meja hingga membuat kedua adiknya terperanjat.


sebenarnya keduanya tidak mau membahas ini dengan kakaknya tapi ibu mereka memaksa mereka untuk membujuk kakak tertua mereka.


"Sudah berapa kali aku bilang aku tidak mau menikah"bentak Piter.


"Bila kalian berdua datang kesini hanya untuk membahas itu lebih baik kalian pulang"Piter ketus.


"Kak sebaiknya kakak bertemu dulu dengan wanita ini"Uranus memberanikan diri berbicara.


"Apa kalian tuli aku bilang pulang ya pulang sana"usir Piter.


"Kak...ayolah kak...buka hati mu"bujuk kedua adiknya.


Sret....


Piter bangkit dari kursinya dan menghampiri kedua adiknya menyeret kerah baju mereka dan mendorong kedua tubuh mereka keluar dari ruangannya.


"Indah jangan biarkan mereka masuk lagi"perintah Piter pada Indah.


"I...iya bos"kata Indah terbata.


"Tuh...kan gue bilang juga apa percuma nggak akan bisa"keluh Pluto pada Uranus.


"Terus gimana nih laporan sama ibu?"Ranus bingung.


"Tau akh...."Pluto kesal dan akhirnya berjalan menuju lift dan turun dari lantai tempat ruangan kakaknya.


Brugh...


Piter menjatuhkan dirinya di sofa dirinya menatap langit-langit ruangan tersebut,fikirannya melayang entah kemana,semua bayangan kenangan tentang Jingga berseliweran di fikirannya.


Kenapa sulit sekali melupakan mu dik,hehe padahal kau hanya anak kecil dulu saat kita pertama kali bertemu.sekarang di saat kita sudah sama-sama dewasa kenapa kita malah tidak bisa bersama.


Mata Piter akhirnya terpejam saat memikirkan itu semua dirinya kini tertidur di sofa ruangannya.sejak beberapa hari ini dia sengaja menyibukan diri bekerja tanpa mengenal istirahat dan kurang tidur berharap dirinya bisa melupakan Jingga walau hanya sekejap saja,tapi tetap saja tidak bisa.

__ADS_1


Kini badannya yang sudah lelah akhirnya bisa beristirahat setelah mengusir kedua adiknya dari dalam kantornya.


Malam hari.


Piter masih di kantornya bahkan Al saja sudah pulang sejak sore tadi mendapati sahabatnya tertidur dengan pulasnya di sofa Al pun tak berani membangunkan Piter,ia tahu sahabatnya kurang istirahat akhir-akhir ini,oleh karena itu dirinya tidak mau mengusik saat Piter sedang istirahat.


Dering ponsel Piter terdengar nyaring di ruangan tersebut hingga membangunkan Piter yang ketiduran di kantornya.


Piter membuka matanya melihat jam tangannya dan dia baru menyadari hari sudah malam.


Ponselnya terus berdering dan bergetar di atas meja kerjanya,Piter pun bangun dari sofa menuju meja kerjanya,meraih ponselnya dan melihat nama penelpon yang tertera di layar ponselnya.


"Ya...ada apa?"jawab Piter malas.


"Kak...ibu pingsan"suara Uranus panik.


"Apa?"Piter langsung mematikan saluran ponselnya dan berlari keluar ruangannya menuju lift dan turun dari lantai tersebut,dirinya berlari ke area parkir dan langsung membuka pintu mobilnya,dirinya langsung memacu mobilnya dan bergegas menuju rumah orang tuanya.


Tak berapa lama mobil Piter pun tiba di halaman rumah orang tuanya.Piter langsung berlari ke arah kamar ibunya,saat dirinya masuk Pluto dan Uranus sedang memijat tangan dan kaki ibu mereka.


"Bu....ibu kenapa bisa pingsan?"tanya Piter cemas.


"Ibu banyak fikiran kak jadi kurang jaga kesehatan asam lambung ibu jadi naik dan juga tekan darah ibu rendah banget tadi kata dokter"jelas Ranus.


"Ibu mikirin apaan sih bu?sampe kurang jaga kesehatan begini?"tanya Piter lembut.


"Ibu mikirin kamu Piter....mau sampai kapan kamu seperti ini menutup hati mu?usia mu sudah memasuki 32 tahun nak apa kamu tidak ingin mempunyai keturunan dan sehingga benar-benar tidak ingin menikah?"ucap Ibu lirih.


"Piter....ibu sudah melamar seorang gadis untuk mu,dia baik,cantik dan hebat kamu pasti menyukainya"jelas ibu.


Piter masih terdiam.


"Piter...ibu yakin kau tak akan menyesal bila memperistrinya,oleh karena itu temui lah dia besok malam saat ibu menyerahkan beberapa keperluan untuk melamar ya?"


"Oke...bila ibu menginginkan ku menikah aku akan menikah tapi aku tidak bisa menemuinya besok karena aku besok akan ada meeting di luar kota bersama Al"Piter akhirnya menyerah.


"Apa kau tidak bisa menyerahkan pekerjaan mu sementara pada Al?"tanya ibu.


"Tidak bisa bu aku harus datang langsung karena harus mennandatangi dokumen kerja sama secara langsung dengan pihak lain"


"Ooo begitu"


"Ibu atur saja semuanya,Piter tinggal menjalankan di hari H nya nanti"Piter pasrah akhirnya ia pasrah menerima pernikahan ini,karena tidak tega melihat ibunya sakit karena memikirkannya.


"Serius kak...kakak tidak mau melihat calon istri kakak?"tanya Pluto dan Ranus bersamaan.


"Iya nggak perlu aku percaya pada ibu karena ibu tidak akan mungkin asal-asalan memilih calon istri untuk kan?"


"Iya juga sih"fikir Ranus dan Pluto bersamaan.


Setelah selesai berurusan dengan ibunya Piter beristirahat di kamarnya dia memutuskan untuk menginap di rumah orang tuanya.

__ADS_1


Ke esokan harinya Piter menjalani rutinitas seperti biasanya,dan siang ini saat jam istirahatnya,dia mencoba menghubungi seseorang.semalam Piter berbohong pada ibunya kalau dirinya ada meeting di luar kota padahal tidak dia sudah malas dengan acara pertemuan seperti itu.bila memang akan menikah ya sudah langsung saja lah fikirnya tanpa harus bertemu dulu karena dia yakin ibunya pasti memilih wanita yang baik untuknya.


Tut...tut...


Saluran telpon terhubung dirinya senang bisa menghungi orang ini lagi karena sudah lama nomornya tidak dapat di hubungi,dan sepertinya di blokir dan hari ini dirinya merasa beruntung karena dapat menghubunginya.


"Halo...dimana?bisa kita bertemu?"


Piter pun mematikan saluran telponnya,dan bersiap keluar kantor untuk bertemu seseorang.


Piter melajukan mobilnya dan membawanya ke tempat pertemuan mereka,sebuah kafe yang lokasinya cukup jauh dari kantor Piter.Saat dirinya sampai ternyata orang tersebut sudah menunggunya disana,Piter pun segera menghampirinya.


"Sudah lama?"tanya Piter.


"Tidak baru lima menit aku sampai sini"


"Ooo begitu"


"Apa yang akan anda bicarakan?"


Piter terdiam cukup lama setelah mendapat pertnyaan dari orang tersebut.


"Woi....kak....kok melamun"tegur Jingga.


Ya orang yang di temui Piter sekarang ini adalah Jingga,Piter ingin bertemu dengannya untuk terakhir kalinya sebelum dia menikah itu maksud dan tujuannya sekarang ini.


"hemmm begini,ibu sudah melamar seseorang untuk ku"katanya ragu.


Deg....


Dada Jingga terasa sesak dan sakit...sekali mendengar hal ini,tapi dia juga tak dapat berbuat apa pun karena dirinya dan Piter memang sudah tidak mempunyai hubungan lagi sejak tiga bulan yang lalu.


"Wah...berita bagus ini"Jingga berpura-pura ceria.


"Dan aku harap kau pun akan menemukan seseorang yang tulus mencintai mu,dan ku harap kau akan selalu bahagia"


Jingga tersenyum lebar,walau dalam hatinya dirinya menangis.


"Pastinya aku akan bahagia,kakak pun harus bahagia karena bila melihat dan mendengar diri mu bahagia aku pun akan merasa bahagia"


"Maafkan aku ku mohon jangan membenci ku karena keputusan ku ini"


"Tidak...aku tidak akan membenci kakak,baik lah sukes ya kak,aku masih banyak kerjaan nih"Jingga pamit.


"Terima kasih karena sudah mau menemui ku hari ini"


"Ya..."jawab Jingga singkat.


Jingga pun menaiki mobilnya dan memacu mobilnya dengan kecepatan sedang.


...**************...

__ADS_1


__ADS_2