
Sebuah mobil berhenti di tepi jalan yang sepi di dalamnya terdapat seorang wanita yang mengemudi dan menundukan kepalanya di depan stir air matanya jatuh menetes membasahi stir mobil
Punggunnya bergetar isak tangis hanya isak tangis yang terdengar di dalam mobil tersebut.
"Kenapa rasanya sesakit ini....padahal tidak di pukul,padahal tidak berdarah dan tidak ada luka sedikit pun tapi kenapa aku ingin menangis sih...kenapa seperti ini sih....begini kah rasanya patah hati?hiks....hiks...."Jingga menangis sendirian di dalam mobilnya.
"Kenapa kami harus bertemu ya tuhan bila akhirnya kami tidak bisa bersatu hiks...hiks...mengapa cinta begitu kejam pada ku mengapa cinta tak berpihak pada ku hiks....hiks..."
Tak lama ponsel Jingga berdering dia pun melihat siapa yang menelponnya ternyata ayahnya.
"Ya ayah..."
"......."
"Nanti malam tidak bisa ayah...aku masih kerja sampai besok pagi,aku masih harus patroli dan mengajar besok pagi,aku masih di akademi ayah,belum bisa pulang"
"........"
"Terserah ayah lah Ji serahkan semuanya pada ayah,Ji akan ambil cuti nanti bila sudah waktunya"
"......."
"Ya...ayah...Ji tunggu kabarnya lagi"
telpon berakhir.Jingga meletakan Ponselnya di bangku sebelah kemudi memikirkan apa yang di katakan ayahnya.
"Mungkin gue juga harus move on,melupakan semua yang pernah gue rasain dan pernah gue alami,pendam dan buang jauh-jauh nama.Jupiter dari hati elu Ji...fokus ke masa depan lu,karena dia pun sedang menata masa depannya sekarang ini tanpa elu"
"Yakin....bisa yakin bisa...bisa...bisa....bisa...."Jingga meremas stir dan mulai menyalakan mesin mobilnya dan menjalani mobil tersebut menuju ke akademi detectiv.
Jingga berjalan di lorong akademi beberapa mirid menyapanya dan dia pun tersenyum pada setiap orang yang menyapanya,sampai akhirnya dia di dalam kantornya,seseorang memperhatikannya saat dirinya datang dengan wajah sendu dan mata sembab,orang itu pun menghampiri mejanya.
"Kenapa?"tanya Go saat melihat kedatangan Jingga dengan wajah yang seperti itu di tambah mata yang sembab,Go tahu Jingga habis menangis.
"Nggak apa-apa aku baik-baik ajah kok,sudah sana kembali ke meja anda"Jingga mengusir Go.
"Kau bertemu dengannya ya?"
"Kau menguntit ku?kebiasaan"Jingga kesal.
"Tidak aku hanya menebak saja,apa kau menagis karena dia?kenapa kau jadi cengeng sih kalau berhadapan dengan dia?"
"Ihhhhh itu bukan urusan mu tahu sudah sana kembali ke meja mu sana,tinggalkan aku sendiri"
"Kita duel gimana buat mengusir rasa kesal mu?"
"Nggak mau udah sana"Jingga akhirnya mendorong tubuh Go agar Go kembali ke mejanya.
Sementara dua orang temannya yaitu Ester dan Ryuna yang berada satu ruangan dengan mereka hanya menggelengkan kepalanya saja karena menyaksikan perdebatan keduanya.
Orang tidak mengerti cinta seperti mu mana faham perasaan ku gorila gila.
keluhnya dalam hati pada Go.
Hari terus berlalu tak terasa dua minggu sudah sejak pertemuan Jingga dengan Jupiter.
"Hemf.....sudah harinya ya..."kata Jingga dan Jupiter di sisi yang berbeda.
Jingga menuju sebuah ruangan yang dimana sudah banyak orang yang menunggu disana,sebuah kamar dimana dirinya akan di rias oleh MUA sebuah gaun berwarna putih dan elegan sudah terpajang di manekin dan gaun itu pula lah yang akan Jingga gunakan hari ini.
Jingga di persilahkan duduk di menghadap cermin besar dan mulailah dirinya di rias oelh MUA profesional.
__ADS_1
"Duh....mau jadi pengantin kok lesu begini sih cantik..."kata MUA itu yang seorang yang melambai.
Jingga hanya tersenyum terpakasa ketika di ajak bicara dengan MUA tersebut,make up wajah sudah selesai sekarang tinggal menghiasi rambut.Jingga di sanggul tinggi kebekalang dan di pasang mahkota dengan tudung di kepalanya,selesai di dandani kini dirinya dipakaikan gaun pengantin terlihat elegan dan cantik bak seorang putri raja.
"Iiiihhhh kamu cantik banget sudah seperti putri raja"puji MUA tersebut.
Jingga hanya tersenyum terpaksa pada MUA tersebut.
"Cantik...kok murung sih...kenapa hari ini seharusnya senyuman menghiasi wajah mu loh?"MUA itu bertanya karena penasaran sedarj tadi calon mempelai wanita terlihat murung dan sedih padahal ini hari pernikahannya.
Apa dia nikah karena terpaksa ya?kenapa dia sedih begitu sih...aduh...aku jadi ikut sedih...
batin MUA yang sungguh drama...
Sementara di sisi lain.
"Kak...kenapa belom siap-siap semua sudah siang loh kak masa kakak yang pemeran utamanya belum siap juga?"keluh Pluto saat melihat kakaknya di dalam kamar belum siap sama sekali,bahkan Piter masih mengenakan pakaian sehari-harinya saja kaos oblong dan celana pendek.
Piter melamun di sisi tempat tidurnya di mana sudah di persiapkan baju pengantin pria.
"Kak...ayo...di pakai semuanya sudah menunggu di bawah"bujuk Pluto yang melihat kakaknya malah asik melamun.
"Kakak sudah mandi belum?"tanya Pluto lagi.
"Sudah"jawab Piter malas.
"Ayo kak semangat sih...ini hari bahagia kakak loh"
"Bahagia buat kalian tidak buat ku"
"Kakak....ayo lah...aku yakin kakak tidak akan menyesal karena menikah dengan wanita ini"
"Sok tahu kamu"
"Nggak usah aku bisa sendiri"jawab Piter ketus.
Pluto pun keluar dari kamar Piter dan menutup pintunya kembali.
Piter membentangkan baju pengantin pria berwarna putih itu dia menghela nafasnya dalam,semua teman dan kerabatnya telah menunggunya di bawah sana.
"Haruskah aku terus maju? atau mundur sebelum terlambat?aku takut tidak bisa membahagiakan wanita itu bila dia bersama ku karena hanya tubuh ku yang ia miliki tidak dengan hati ku,jujur aku masih mencintainya"
Piter menatap gelang merah yang selalu dia kenakan,tapi hari ini dia melepaskan gelang itu dari pergelangan tangannya dan menyimpannya di laci meja rias yang ada di kamarnya.
"Aku akan memulai lembaran baru dengannya,mungkin aku tidak bisa mencintainya tapi sebisa mungkin aku tidak ingin menyakitinya,biar bagaimana pun dia seorang wanita sama seperti ibu dan dia juga calon ibu dari anak-anak ku kelak"
Piter akhirnya menganakan baju pengantin putih itu,memakai sepatunya dan setelah siap dia pun akhirnya keluar kamarnya,saat dirinya menuruni tangga dirinya di sambut senyuman oleh semua sahabat dan keluarganya.
"Nah...ini dia pemeran utamanya sudah siap"celetuk Pluto hingga membuat semua yang ada disana tertawa.
"Tenang kawan jangan tegang"rangkul Al dan Anton yang hadir disana.
"Hemmm wanginya calon pengantin"ledek Anton sambil mencium aroma tubuh Piter.
"Apaan sih Ton ya wangi lah masa bau kecut gila kamu"Piter kesal.
"Sudah siap semuanya ayo kita berangkat"kaya Ibu dan ayah Piter.
Dan dengan langkah sedikit ragu Piter akhirnya melangkah kesebuah mobil yang sudah di hiasi bunga di depannya.
Mobil pengantin dan pengiringnya pun melaju menuju sebuah gedung yang sudah di sewa sebelumnya oleh kedua belah pihak.
__ADS_1
Di dalam mobil Piter hanya diam dan melamun manatap jalanan,Al dan Anton yang ada di kursi depan yang menemani Piter di mobil pengantin sesekali meledeknya tapi tidak di gubris olehnya.
Mobil pun sampai digedung tempat di laksanakannya acara Piter masih melamun dia tidak melihat janur kuning yang bertuliskan namanya dengan pengantin wanitanya.dirinya hanya mengikuti langkah kaki rombongan yang mengantarnya.
Kini dirinya sudah duduk di sebuah panggung kecil yang telah di persiapkan untuk ijab kabul,dirinya di temani beberapa orang saksi dan juga wali nikah,tatapan matanya masih kosong dan masih belum menyadari siapa saja yang hadir bersamanya.
Kini pengantin wanita pun duduk di sisinya dengan tudung mahkota yang menutupi wajahnya dan terus tertunduk benar-benar tidak terlihat jelas wajah mempelai wanita oleh siapa pun.
Acara utama pun di mulai setelah acara doa selesai,penghulu lalu menjabat tangan Piter yang masih melamun.
"Saya nikahkan dan kawinkan Jingga Amalia Darma"
Mata Piter langsung melotot ketika mendengar nama mempelai wanitanya hingga ia melepaskan jabatan tangan penghulu tersebut.
"Tu...tunggu pak penghulu apa anda tidak salah sebut nama calon istri saya?"tanya Piter ragu.
"Iya...tidak salah ini di buku nikah tertulis seperti itu"
"Piter merebut buku nikah tersebut dan melihat foto yang ada disana,dan masih tidak percaya juga dia akhirnya membuka tudung yang menutupi wajah mempelai wanita.
Penghulu sempat heran tapi semua orang yang hadir disana menahan yawa mereka melihat kelakuan Piter.
Jingga yang melamun tidak sadar tudung pengantinnya dibuka oleh calon suaminya.
"Adik..."Piter seolah tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Jingga masih melamun dan masih belum menyadari apa yang terjadi.
"Dik...adik..."Piter menggoyangkan badan Jingga karena sejak tadi Jingga masih melamun.
Jingga pun terbangun dari lamunannya dan melihat Piter ada di hadapannya memakai baju pengantin.
"Kak Piter apa yang kakak lakukan disini dan kenapa kakak mengenakan pakaian seperti pengantin?"Jingga bingung dia akhirnya menatap sang ayah yang duduk disana.
Ayah tersenyum pasti padanya.
Piter pun melihat ke arah ibunya yang ada di bawah panggung dan ibunya pun hanya tersenyum lebar padanya begitu pun kawan-kawannya dan semua keluarganya.
"Bu...banarkan dia wanita yang ibu maksud?"tanya Piter ragu dan ibunya hanya tersenyum saja.
Piter menutup mulutnya yang spontan menganga karena tak percaya.
"Mangkanya kalau di suruh di temuin temuin jangan menghindar jadi senangnya telat deh"celetuk Pluto hingga membuat semua orang tertawa.
Jingga pun menangis dia menangis bahagia karena orang tuanya akhirnya merestui mereka.
Ijab kabul selesai Piter memasngkan cincin pernikahannya di jari Jingga.
"Kami merencanakan ini semua setelah melihat bagaimana rasa cinta kalian berdua selama ini,cinta yang bukan sekedar cinta tapi ketulusan yang ada disana hingga kami membuang ego kami untuk mempersatukan kalian berdua"ucap ibu menuturkan rencananya bersama doktor Darma.
"Sebab kami semua tahu hanya Jingga yang ada di hati Jupiter"ucap Pluto.
Semuanya pun akhirnya tersenyum dan memberikan selamat kepada mereka berdua karena setelah semua yang mereka hadapi akhirnya mereka bisa bersatu juga.
Happy Ending....
...Tamat...
Rencanaya nanti ada novel trusannya tapi peran utamanya Pluto dan Alisa +uranus dan Meya tapi belum di tulis sih masih rencana di kepala hihi
Sekarang author sedang tahap menulis novel baru judulnya "I Love You Bos N'dut"
__ADS_1
Dan satu lagi mampir ke novel pertama saya Judulnya My Idol js My Husband.
Happy Reading kawan...