
Sore tiba Jingga bersiap-siap untuk pulang sedangkan Piter belum kembali dari luar kantor.
"Sepertinya dia masih sibuk,aku pulang sendirian saja lah"gumam Jingga.
Jingga pun keluar dari dalam ruangan dan berjalan menuju lift untuk segera turun,tapi saat pintu lift terbuka Piter keluar dari dalam lift yang akan di masuki oleh Jingga.
"Adik sudah ingin pulang?"tanyanya.
"Hehe iya kak,aku fikir kakak masih di luar kantor"Jingga tersenyum.
Piter langsung menarik tangan Jingga membawanya kembali ke dalam ruangannya di iringi oleh Al.
"Tunggu sebentar disini"Piter menyuruh Jingga duduk di sofa.
Al dan Piter membahas sebentar tentang pertemuan tadi,dan setelah selesai dengan pekerjaannya Piter menghampiri Jingga.
"Sudah ayo pulang nanti kemalaman"Piter mengajak Jingga pulang.
Di dalam mobil.
"Apa kakek sudah memberitahu mu,kalau kakek dan nenek mu akan keluar negri minggu depan?"tanya Piter saat di jalan.
"Iya...sudah"
"Untuk sementara kamu tinggal di rumah ku kakek mu menitipkan mu pada ku"
"Kakek belum bilang hal itu pada ku?"Jingga terkejut.
"Kau tidak mau tinggal bersama ku?"tanya Piter ketus.
"Hehe kak kita belum menikah tidak pantas seperti itu"
"Tapi kakek mu yang menyuruh kau untuk sementara tinggal bersama ku"Piter sewot.
"Kau takut serumah dengan ku?hei...gadis bodoh jangan berfikiran kotor ya...kau fikir aku akan melakukan hal tidak sopan pada mu selama kita tinggal satu atap,rumah ku itu besar banyak kamar yang kosong kita tidak mungkin tidur dalam satu kamar bodoh,jangan berfikir kotor dulu"Piter ngomel sambil menunjuk kening Jingga.
"Bukan begitu kak, aku punya hewan peliharaan bagaimana mereka kalau aku tinggal di rumah kakak,siapa yang akan memberi mereka makan kalau aku di rumah kakak,nanti mereka mati gimana"
"Ya sudah bawa saja peliharaan mu itu"
"Kakak serius?"
"Iya kamu taruh di taman belakang rumah"
"Terima kasih kak"Jingga tersenyum riang.
__ADS_1
Satu minggu setelah kejadian itu.
Hari ini kakek dan Nenek pergi kebandara Jingga dan Piter mengantar mereka,dan kakek dan nenek pun berpesan pada Piter untuk menjaga Jingga selama mereka berada di luar negri.
Kakek dan nenek pun sudah naik pesawat kini tinggal Jingga dan Piter mereka berdua kembali kerumah Jingga untuk mengambil momo dan Jojo yang akan di bawa menginap di rumah Piter.
Setelah meletakan kandang Momo dan Jojo di taman belakang rumah Piter,Piter mengajak Jingga ke suatu tempat yang pasti sangat di sukai Jingga,suatu tempat yang mengingatkan Jingga pada ayahnya,karena Jingga selalu di ajak ayahnya setiap akhir pekan ke sana sewaktu Jingga masih kecil.
"Kita mau kemana kak?"tanya Jingga saat di mobil.
"Ke suatu tempat yang kau pasti suka"
"Ya...kemana?"Jingga penasaran.
"Itu rahasia"Piter meledek.
Jingga manyun,Piter tersenyum melihatnya.karena Jingga jadi terlihat menggemaskan bila seperti itu.
Mobil Piter pun berjalan dan menyusuri jalanan yang lenggang,mobil terus berjalan ke arah tempat tujuan,dan saat hampir sampai tempat tujuan Jingga mengenali arah jalan tersebut.
"Kakak mau ajak aku ke kebun binatang ya?"tanya Jingga senang wajah cemberutnya berubah menjadi ceria ketika dia tahu dirinya akan di bawa kemana oleh Piter.
Piter tersenyum saat melihat Jingga tersenyum senang,padahal hanya diajak ke kebun binatang tapi wajahnya sangat riang.
Mobil pun di parkir di area parkir,Jingga tak sabar untuk turun dari mobil.Jingga langsung membuka pintu mobil dan berlari keluar mobil Piter yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya saja tapi dia tersenyum melihat begitu cerianya Jingga.
"Kak...kemarilah"Jingga menggandeng tangan Piter.
"Kak...dulu ayah selalu mengajak aku setiap minggu kesini,tapi setelah ayah tiada aku jarang datang kesini"Jingga sedikit bercerita.
"Mangkanya kakak ajak adik kesini,adik merindukan ayah kan?"
"Kok kakak tahu?"Jingga bingung.
"Kemarinnya saat kau tidur kau mengigau memanggil ayah mu,maaf kakak baru sempat mangajak adik kemari"Piter mengelus kepala Jingga.Piter tahu tempat yang mengingatkan tentang ayah Jingga adalah tempat ini karena malam itu Piter menanyakannya pada kakeknya.
"Hehe tidak apa-apa kak,terima kasih ya kak"Jingga memegang tangan Piter.
"Kak...kita foto disana yuk bersama jerapah"ajak Jingga.
Mereka berdua pun berfoto bersama,terlihat senyum di wajah Piter dan Jingga saat mereka berfoto bersama.
Sore tiba Piter dan Jingga pun pulang dari kebun binatang,Piter langsung membawa Jingga ke rumah kakek Andro karena setiap minggu sudah di jadwalkan Jingga latihan judo bersama kakek Andro di rumahnya.
Sampai di rumah kakek Jingga dan Piter pun langsung menuju ke tempat latihan dan berlatih dengan kakek disana,kakek melihat Jingga mengalami kemajuan dalam setiap gerkannya Jingga terlihat lebih lincah dan tangkas dari sebelumnya.Tenaganya pun lebih kuat.
__ADS_1
"Semakin hari kemajuan mu semakin berkembang Jingga siapa yang melatih mu di klub?"tanya kakek.
"Yang melatih ku sensei Piter kek"
"Piter?maksud mu Jupiter?"kakek bingung karena baru kali ini Jupiter mau melatih seseorang.
"Hahaha ternyata tunangan mu sendiri yang melatih mu,apa dia keras pada mu?"tanya kakek.
"Iya tapi semua demi kebaikan ku kek,dalam seminggu ini aku di latih fisik oleh kak Piter"
"Wah...sepertinya dia serius melatih mu,memangnya kamu mau menjadi atlet pro Jingga?"tanya kakek.
"Kalau memang ada jalan ku menuju kesana aku mau kek"
"Wah...kakek akan mendukung mu Jingga bila kamu mau"
"Terima kasih kek"
Latihan bersama kakek Andro pun selesai,Piter mengajak Pulang Jingga kerumah dan saat di rumah,sebelum Jingga masuk ke kamarnya Piter berpesan.
"Dik...besok pagi-pagi kamu bangun untuk latihan pagi"
"Latihan pagi jam berapa kak?"
"Jam 4 pagi"
"Hah..."Jingga terkejut.
"Kenapa terkejut begitu,katanya kamu serius ingin jadi atlet ya harus disiplin dari sekarang"
"Tapi apa itu tidak terlalu pagi kak?"
"Aku sudah mengatur jadwalnya jam 4 pagi kamu sudah siap di tempat latihan,berarti kamu bangun jam 3.30 pagi untuk persiapan,karena jam 6 pagi kita sudah selesai latihan dan persiapan ke kantor mengerti? setelah itu sorenya persiapan lagi latihan di klub bila tidak ada aku Yuki yang akan melatih mu mengerti?"
Jingga bengong mendengar ocehan Piter.
"Hei...mengerti tidak?"Piter sewot.
"Ah...iya kak"Jingga mengangguk.
"Ya sudah masuk ke kamar mu dan istirahatlah,aku juga ingin mandi dan beristirahat"Piter pun masuk kedalam kamarnya,begitu pun Jingga masuk kedalam kamarnya.
Di dalam kamar Jingga merebahkan dirinya di kasur.dia berfikir aturan baru yang di buat Piter untuknya agar menjadi atlet,ya...memang semua yang di katakan Piter semuanya benar kalau dirinya harus disiplin.
"Semangat Jingga semangat"Jingga mengepalkan tangannya ke udara.
__ADS_1
...*****************...