Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 60


__ADS_3

Piter terkejut mendengar perkataan Jingga.


"Kak aku ini masih sekolah,nggak pantes pake ponsel mahal seperti itu,nanti orang-orang bertanya-tanya pada ku dapat uang dari mana aku bisa membeli ponsel seharga satu unit motor seperti itu"Jelas Jingga.


Piter tersenyum sinis.


ah...perasaan ku nggak enak nih.


Kata Jingga saat melihat senyum Piter.


Piter menghampiri Jingga dan mendekat padanya Jingga mendongak ke arah Piter karena badan Piter lebih tinggi darinya.


"Heh...gadis bodoh hanya masalah sepele seperti itu saja kau menolak hadiah dari ku"Piter mendorong dahi Jingga dengan telunjuknya.


"Kalau mereka tanya kau dapat dari mana benda mahal itu tinggal kau jawab itu hadiah dari pacar mu apa susahnya"Piter sewot.


Astaga ternyata benar dia pacarnya kak Jingga,kak Jingga kau hebat sekali,aku makin mengagumi mu.


teriak Alisa dalam hatinya.


"Apa...siapa yang pacar ku"Jingga teriak.


"Aku...siapa lagi"dengan pedenya Piter berkata seperti itu.


"Jangan kan ponsel seharga satu unit motor matic seharga satu unit rumah pun bisa ku belikan"kata Piter sombong.


"Hadoooh kakak ngerti nggak sih nanti mereka berfikir pacar aku itu pekerjaannya apa hingga bisa membelikan aku barang-barang mahal"Jingga frustasi karena Piter tidak memahami maksud Jingga.


"Ya tinggal kamu bilang pacar mu itu aku apa susahnya"Piter lalu berjalan menuju sofa dan duduk disana dengan santainya.


"Mana ada yang percaya"Jingga sewot.


"Kalau mereka tidak percaya abaikan saja"Piter tetap kukuh dengan pendiriannya.


Jingga menghentakan satu kakinya karena kesal,tapi itu membuat Piter semakin gemas padanya.


Alisa melihat hal itu hanya bengong saja.


"Hei...Plu kau sudah punya pacar rupanya"Piter beralih ke adiknya.


"Bukan kak dia adik kelas ku saat SMP"Pluto mengelak.


"Ooo begitu,berarti dia free ya...."Piter mendekati Alisa yang berdiri di samping Pluto.


"Cantik juga pintar juga kau memilih wanita"Piter memperhatikan wajah Alisa.


Alisa ketakutan sedangkan Pluto dan Jingga kesal melihat kelakuan Piter yang di luar kebiasaan menggoda wanita.


"Benar kau bukan pacarnya Plu?"tanya Piter.


Alisa hanya mengangguk.


"Kalau begitu mau jadi pacar ku?"Piter merayu.


Jlegerrrrr....


bagai di sambar piter mereka bertiga kaget bersamaan.


"Kakak apa-apaan sih"Pluto marah.


"Kenapa kata mu dia bukan pacar mu jadi dia bebas kan mau pacaran sama siapa saja termasuk dengan ku"ucap Piter santai.


Jingga semakin kesal berada satu ruangan dengan mereka.


Piter mengambil tas berisi ponsel di mejanya dan memberikannya pada Alisa.

__ADS_1


"Untuk mu"kata Piter.


Wajah Jingga sudah berubah menjadi lekukan kertas lecek.


Piter semakin senang menggoda Alisa karena melihat ekspresi Jingga.


"Kenapa kau terlihat tidak senang begitu"Piter melihat ke arah Jingga.


Jingga mengepal tangannya dan memalingkan wajahnya dari Piter.


"Permisi maaf kak...aku tidak ingin mengambil milik orang lain"Alisa mengembalikan hadiah yang di berikan Piter padanya.


"Anak baik,pantas Plu menyukai mu"kata Piter.


Pluto kesal menatap kakaknya.


Piter tersenyum melihat reaksi adiknya dan Jingga.


"Plu pulang lah antar gebetan mu itu pulang sampai rumahnya,terima kasih sudah membantu kakak"perintah Piter.


"Baiklah kak, Lis...ayo gue anter pulang"Pluto menuruti Piter.


Jingga yang ingin berjalan menyusul Pluto dan Alisa langsung di cegat oleh Piter.Piter menghalangi jalan Jingga.


Jingga nampak kesal.


"Mau kemana kamu"cegat Piter yang sudah berdiri membantangkan kedua tangannya di hadapan Jingga.


"Pulang"jawab Jingga kesal.


"Siapa yang nyuruh kamu pulang"Piter tersenyum.


"Nggak ada"jawab Jingga polos.


"Nggak mau"Jingga berontak.


"Cemburu ya...."Piter semakin senang meledek Jingga.


Jingga semakin kesal.


Piter lalu memeluk Jingga membuat Jingga membelalakan matanya.tapi dia tidak menolak saat Piter memeluknya dengan hangat.


"Aku mencintai mu dik hanya kamu, jangan kau ambil hati aku hanya menggoda mu dan Plu saja tadi"bisik Piter.


Jingga memukul dada Piter dengan keras.


"Kenapa memukul ku"Piter mengundurkan pelukannya.


Bukannya menjawab Jingga malah memukul dadanya lagi kali ini lebih keras.


"Aduh kamu ini kenapa sih dik?"tanya Piter sewot.


"Kakak nyebelin hiks..."Jingga malah menangis.


"Kenapa malah menangis?aku yang kamu pukul kenapa kamu yang menangis?"tanya Piter lembut dia mengelus pipi Jingga yang meneteskan air mata.


"Kalau cinta kenapa kakak memutuskan pertunangan kita kenapa?"Jingga masih menangis.


"Karena aku tidak mau orang tua kita mencampuri urusan cinta kita cukup aku dan kamu saja yang akan menjalaninya,mengerti?"kata Piter lembut.


Jingga menggeleng.


"Aku tidak mengerti"


"Sudah lah yang penting aku tahu kau mencintai ku"Piter memeluk Jingga lagi.

__ADS_1


Jingga menangis di pelukan Piter hingga kemeja Piter basah dengan air matanya.


Di dalam lift.


Pluto yang sedang berdua saja dengan Alisa.meminta maaf karena ulah Piter tadi.


"Lis maafin kakak gue ya...dia bukan berniat menggoda elu tadi,sebenarnya dia berniat menggoda Jingga"


"Iya kak aku mengerti kok,tapi benar tuan yang tadi itu pacarnya kak Jingga?"tanya Alisa penasaran.


"Mereka kemarinnya sudah sempat bertunangan,tapi kakak ku memutuskan pertunangan mereka"


"Kenapa bukan kah sepertinya kakak itu sangat mencintai kak Jingga?"tanya Alisa bingung.


"Ya...aku juga tidak mengerti pemikiran kakak ku sendiri,dia mutusin pertunangan tapi tidak melepaskan Jingga begitu saja".


Alisa jadi ikut bingung mendengar cerita Pluto.


Ting...


Pintu lift terbuka.


"Yuk"Ajak Pluto dia menggandeng tangan Alisa.


Alisa melihat tangannya yang di genggam Pluto,dia tersenyum.


Apa benar yang di katakan kakak nya tadi kalau kak Pluto menyukai ku.


Ucap Alisa dalam hatinya.


Pluto mengantar Alisa pulang dan meninggalkan area parkir kantor.


Piter mengajak Jingga keluar dari dalam ruangannya.


"Indah...nanti sampaikan pada Al kirim semua dokumen yang harus aku periksa ke email ku ya..."Kata Piter.


"Oh...iya bos"kata Indah sambil melirik tangan Piter yang menggandeng tangan Jingga.


"Aku pergi dulu"Piter langsung pergi dari hadapan Indah dan menuju lift.


"Kita mau kemana kak?"tanya Jingga.


"Beli ponsel mu biar kamu pilih sendiri aku belikan yang keluaran terbaru kamu malah kembaliin"Piter ketus.


"Bukan begitu"


"Apa kamu tidak merindukan ku selama tidak ada kabar?"


Jingga hanya menunduk.


"Kakak tahu dari mana ponsel ku rusak?"tanya Jingga mengalihkan pertanyaan Piter.


"Kemarin kan ponsel mu terjatuh tepat di depan kaki ku,aku yakin itu pasti rusak sehingga aku belikan lah ponsel yang baru untuk mu,aku kan rindu mendengar suara mu"


"Hehe kakak belajar menggombal dimana?"


"Kau ini"Piter kesal tapi gemas hingga dia mencubit pipi Jingga.


"Aw...sakit kak"kata Jingga.


Piter tersenyum dan membelai pipi Jingga yang tadi di cubitnya.


"Kakak akan menunggu adik sampai lulus sekolah"Kata Piter lembut.


...******************...

__ADS_1


__ADS_2