Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 6


__ADS_3

Jingga bengong melihat meja kerjanya.


"Hei... kenapa bengong? "tanya Piter.


"Eh... maaf bos"Jingga terbangun dari bengongnya.


Jingga pun duduk di mejanya.


"Ini tugas mu"Piter menaruh beberapa file dokumen di meja Jingga"Salin ini ke komputer, jangan ada yang salah dan bila tidak mengerti tanya pada ku"


"Oh iya bos"


Piter menyalakan laptop yang ada di meja kerja Jingga,di lalu membuka menu file yang harus di kerjakan oleh Jingga.


"Nanti kamu simpan semua hasil kerja mu di file ini mengertikan? "kata Piter sambil menatap layar laptop.


"Iya bos"Jingga pun faham.


Jingga pun mulai dengan pekerjaannya, begitu pun Piter dia masih serius menatap layar komputer di hadapannya.


Tak terasa sore sudah tiba,Al.datang keruangan Piter, untuk mengingatkan jadwal sore hari.


"Pit... hari ini seperti biasa jadwal latihan mu"Al mengingatkan.


"Ooo iya sudah jam berapa ini"Piter melihat jam tangannya.


"Sudah sore ya? "Piter lalu menoleh ke arah Jingga yang masih mengerjakan tugasnya.


"Apa kamu belum selesai? "tanya Piter.


"Sudah Bos"


"Coba aku lihat hasil kerja mu"


Jingga pun menghampiri meja Piter, Piter memeriksa hasil kerja Jingga.


"Boleh juga ternyata kamu cepat tanggap juga ya padahal aku hanya memberikan contoh sekali".


"Oia Pit... coach menanyakn ingin latihan di klub atau di rumah mu? "tanya Al.


"Di rumah saja, kamu suka olah raga? "tiba-tiba piter bertanya pada Jingga.


"Suka"jawab Jingga polos.


"Mau ikut latihan judo dengan ku? "


Aih... apa. lagi rencana dia sekarang ngajakin anak ini latihan segala.


fikir Al.


"Judo..."Jingga terlihat berfikir "Aku tidak punya seragamnya bos"


"Pakai saja seragam ku,atau kamu tidak suka olahraga bela diri".


"Suka bos aku sangat suka, tapi kakek melarang ku belajar bela diri"


"Kenapa? bukankan itu baik untuk mu agar kamu bisa menjaga diri mu? "


"Kata kakek nanti aku makin seperti anak laki-laki,sebab teman ku kebanyakan laki-laki "jawab Jingga polos.


"Hahaha ada-ada saja, jadi mau tidak ikut aku latihan sekarang sekalian agar kamu tahu runah ku kan hari sabtu dan minggu kamu bekerja di rumah ku"


"Ooo begitu ya... ya aku mau"Jingga tersenyum.


Piter apa yang kamu fikirkan sih???


Batin Al dia bingung dengan tingkah sahabatnya akhir-akhir ini.

__ADS_1


Mereka pun keluar kantor,Jingga melihat sepedanya sudah di perbaiki.dan terparkir di pos keamanan.


"Tadi bos yang nyuruh memperbaiki dj bengkel neng"jelas petugas keamanan.


"Ooo begitu terima kasih ya pak"


"Jangan berterima kasih pada saya terima kasih pada bos piter"


"ooo iya bener juga"Jingga mendorong sepedanya ke arah mobil Piter.


"Bos... terima kasih sepeda ku sudah bagus lagi"


"Ooo ya kamu taruh saja sepeda mu disini kita akan naik mobil ke rumahku"


"Terus aku pulang naik apa?"


"Nanti aku antar kamu pulang"


"Heh jadi merepotkan anda sudah lah lain kali saja aku ikut latihannya"Jingga ingin menaiki sepedanya tapi tidak jadi karena Piter. mengancamnya.


"Kalau kamu tidak ikut ongkos perbaikan sepeda mu harus kamu ganti"


Akh...nyebelin banget sih orang ini.


Jingga memarkirkan sepedanya dan ikut masuk kedalam mobil.


Al hanya menggelengkan kepalanya.


Di perjalanan Jingga bertanya apa Al juga ikut latihan, dan ternyata dia juga ikut latihan.


"Bos sejak kapan belajar judo? "


"Sejak Aku masih duduk di bangku SMP"


"Ooo begitu berarti sudah lama ya, apa bis ini melatih judo juga? "


"Iya... tapi aku juga butuh seorang pelatih untuk meningkatkan kemampuan ku"


"Dulu waktu masih sekolah dan kuliah iya taoi sekarang aku sibuk dengan pekerjaan jadi tidak lagi"


"ooo begitu"


Mobil pun sampai di depan gerbang rumah mewah, Jingga tidak terlihat kaget takjub atau semacamnya dia terlihat biasa saja memasuki rumah Piter, karena dia fikir itu wajar Piter mempunyai rumah semewah ini karena Piter pengusaha muda yang berhasil.


Jingga di bawa masuk kedalam rumah Piter dan langsung diajak Al ke tempat latihan ternyata disana sudah ada coach.


Piter masuk kedalam ruang latihan dan melemparkan seragam judo ke wajah Jingga.


"Cepat ganti baju mu"Piter sendiri pun sudah mengganti pakaiannya dengan seragam judo dan melepas kaca mata minusnya.


Jingga pun mencari toilet untuk mengganti pakainnya.


"Apa anak itu akan ikut latihan? "tanya Coach.


"Ya... nanti biar saya yang melatihnya".


Jingga masuk ke dalam ruangan Piter memperhatikannya, Jingga mengikat rambutnya yang tadi terurai.


"Siapa? "bisik coach pada Al.


"Maenan baru Piter"jawab Al berbisik .


"Oooo"


Latihan pun di mulai mereka melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum. memulai latihan sparing.Dan saat latihan sparing Jingga melihat Piter sparing bersama Coachnya Jingga benar-benar memperhatikan tekhnik mereka berdua.


Saat Piter berhasil membanting lawannya Jingga terlihat antusias.

__ADS_1


"Wah... bos hebat..."Jingga bertepuk tangan kecil.


Saat Piter melakukan sparing dengan Al pun begitu Jingga malah sempat bertriak.


"Aaaa bos keren banget"


Piter tersenyum melihat gadis kecil dihapannya terlihat sangat tertarik dengan judo.


"Kemarilah akan aku ajari beberapa teknik dasar pada mu"


Jingga pun menghampiri Piter di tengah lapangan.


Apa yang akan dilakukannya.


Fikir Al.


Piter pun mengarahkan Jingga untuk mendekat padanya dan menyuruhnya mencengkram bajunya,perlahan Piter mengajarkan cara tekhnik. sapuan lutut atau hiza guruma. beberapa kali dia memberikan contoh.


"Seperti ini mengerti"


Jingga pun mengangguk.


"Kita coba ya.. "


Jingga mencengkram baju Piter dan langsung menyapu lutut Piter, tapi piter tidak jatuh.


"Kurang kencang, harusnya seperti ini"Piter langsung menyapu lutut Jingga dan dia langsung terjatuh.


Beberapa kali Jingga di ajarkan tapi kakinya belum terlalu kuat untuk menjatuhkan Piter. akhirnya Piter mengajarkan tehnik kuncian pada Jingga.


Piter menyuruh jingga berbaring dan Piter langsung memeluknya melakukan kuncian Jingga berusaha berontak tapi tidak bisa.


"Aaaa anda ini apa-apaan aaa lepaskan aku bos"Jingga menjerit-jerit.


"Itu tehniknya bodoh"


"Ya tapi nggak usah peke peluk-peluk maksa begitu"Jingga sewot dan protes.


Al.dan coach menahan tawa.menyaksikan kedua orang ini.


"Sini akan aku ajarkan yang tekhnik yang lain"


"Nggak mau"Jingga menolak.


"Baik aku ajarkan kamu tekhnik bantingan"


Piter mengajarkan Jingga tekhnik bantingan,tapi dirinya di banting Piter beberapa kali,Jingga kesal akhirnya dia menyerang Piter dan akhirnya Piter bukannya membantingnya malah memeluknya dan menguncinya di lantai dengan tekhnik kami shiho gatame,tekhnik kuncian empat sisi bagian atas tubuh Piter mengunci separuh tubuh Jingga hingga Jingga sulit bergerak dan bernafas karena tubuhnya tertindih tubuh Piter, Jingga berontak dia mencengkram sabuk pengikat Piter dan menariknya,kemudian Jingga berusaha Bangkit mendorong memijakan kakinya dengan kuat dan mendorong tubuh Piter dengan tubuhnya dan Piter pun terdorong.


Jingga yang sudah terlepas dari kuncian Piter Jingga kesal dan langsung menarik tangan Piter melakukan kuncian tangan silang dengan cara menarik tangan Piter dan mengunci leher Piter seperti menduduki kepala Piter.


"Ternyata kamu pintar juga ya cepat sekali kau bisa melakukan ini pada ku"Piter tersenyum.


Jingga Kesal melepaskan Piter dan pergi dari lapangan.


"Hei... mau kemana? "teriak Piter.


"Pulang anda bukan mengajari ku tapi mengambil kesempatan"Jingga marah.


Al dan coach tertawa tanpa suara.


"Tapi judo. ya memang seperti itu,kalau tak percaya tanya saja pada gurunya".


"Aaaa masa bodoh, pokoknya aku nggak suka di pegang-pegang"Jingga kesal dia melepas baju judonya dan melemparkannya ke arah Piter.


Piter kesal karena selama ini tidak ada yang berani melakukan itu padanya.


Piter menghampiri Jingga dia lalu menarik Jingga dan menyapu. lututnya hingga Jingga terjatuh.dan kakinya terkilir.

__ADS_1


"Aw... "jerit Jingga saat kakinya terkilir.


...***********...


__ADS_2