
Malam telah tiba rembulan memancarkan sinar terangnya ke setiap permukaan di bumi ini.
Seorang gadis yang sedang terduduk di atas kasur di sebuah ruang rawat rumah sakit sedang asik menonton siara tv di kamarnya.
Ponsel Piter tiba-tiba berdering di lihatnya di layar ponsel tertera nama Alan,Piter segera mematikan tv yang menyala.
"Ya...Al bagaimana penyelidikannya?"tanya Piter.
"Aku sudah lapor pada polisi dan mengirimkan semua bukti pada polisi,sekarang polisi sedang mencari pelaku yang mengirim paket tersebut dan alasan pelaku kenapa mengirimkan paket berbahaya seperti itu dan Jingga juga akan di mintai keterangan sebagai korban dan saksi"
"Ya...terima kasih informasinya bila ada perkembangan tolong beri tahu aku ya secepatnya"
"Oke...."
Saluran telpon pun terputus.
Piter melihat ke arah Jingga yang menatapnya dari tempat tidur.Piter yang sedang duduk di sofa bangun dan menghampirinya.
"Adik tidak tidur?"tanyanya lembut dan mengelus rambut Jingga.
"Aku belum mengantuk,tapi kalau kakak lelah tidurlah lebih dulu"Jawab Jingga lembut.
"Kakak tidak terbiasa tidur jam segini"kata Piter yang duduk di kursi di samping tempat tidur Jingga.
"Ooo begitu,oia kak jangan beritahu kakek dan nenek kalau adik kecelakan seperti tadi mereka bisa khawatir"
Piter mengangguk.
"Sekarang tidurlah kakak akan menjaga mu"Kata Piter lembut.
Jingga pun menyandarkan kepalanya di bantal dan dia pun memejamkan matanya awal sulit untuk terlelap hingga ia pun berpetualang ke alam mimpinya.
Piter yang melihat Jingga telah terlelap berpindah ke sofa,dia berbaring di sofa tersebut sambil menatap layar ponselnya,dan rasa kantuk pun mengalahkannya hingga dia pun tertidur di sofa.
Tengah malam Jingga merasa haus,dia terbangun dari tidurnya saat dia duduk di atas kasurnya dia melihat Piter yang tertidur di sofa,Jingga menghampiri Piter dia membawa selimut untuk menyelimuti tubuh Piter,saat dia berada di samping sofa di tatapnya wajah Piter yang tampan itu terlelap seperti bayi yang sedang tidur.
Jingga berjongkok menatap wajah Piter.
Dia tampan sekali bila sedang tertidur,wajahnya kecil,alisnya tebal,hidungnya mancung,dan bibirnya pun tipis,bahkan wajahnya mulus dan putih perawatan seperti apa ya yang dia lakukan sampai bisa berwajah seperti ini hihi.
Jingga berguman sendiri.
__ADS_1
Ingin rasanya dia membelai wajah tersebut saat tangannya mengangkat ingin membelai wajah Piter,tiba-tiba tertahan karena tiba-tiba muncul bayangan Piter yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan marah padanya karena seenaknya menyentuh wajahnya tanpa ijin.
Jingga langsung mengerjapkan matanya dan menggelengkan kepalanya.
Jangan belajar gila Ji...mau menyentuh wajahnya tanpa ijin tiba-tiba dia bangun pas elu sentuh habis lu di semprot sama dia.
kata batin Jingga.
Jingga pun hanya menyelimuti tubuh Piter dengan selimutnya dan berbisik.
"Selamat malam kak semoga mimpi mu indah"bisiknya.
Jingga pun kembali ke kasurnya dan meminum air di gelas yang tersedia di meja kecil di samping tempat tidurnya,kemudian di pun tidur kembali.
Piter tesenyum padanya karena sedari tadi dirinya sadar kalau Jingga berada dekatnya,karena Piter bila tidur dia tidak bisa terlalu nyenyak jadi bila ada sesuatu yang menyentuhnya dia pasti terjaga,tapi saat dia sadar yang menyentuhnya adalah Jingga yang menyelimuti tubuhnya dia berpura-pura tidur kembali.
Apa yang di fikirkan tadi kenapa begitu lama menatap wajah ku,dan apa itu tadi dia seperti ingin menyentuh wajah ku tapi tidak jadi,hihi kau lucu sekali dik,aku jadi makin sayang sama kamu.
Piter pun tertidur kembali setelah memastikan Jingga sudah terlelap kembali.
Pukul 03.30 Alarm ponsel Jingga berdering di matikan olehnya dengan mata yang masih berat,Piter pun terbangun mendengar suara berisik dari alarm ponsel Jingga.Piter langsung duduk disofa dan mendapati Jingga sudah berdiri di depan tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.
"Kakak sudah bangun?"tanya Jingga.
"Hoam...iya"Piter menguap.
"Kalau masih mengantuk tidur lagi saja,tidak apa-apa"kata Jingga.
"Tidak aku tidak bisa tertidur lagi bila sudah terbangun"
"Ooo maaf adik sudah mengganggu tidur kakak ya?"Jingga merasa bersalah.
"Sudah tidak perlu minta maaf"Piter berdiri dari sofa dan mengambil gelas di dekat tempat air,dia lalu menegak air hangat yang telah tersedia di tempat air itu.
Setelah dia selesai minum dia pun menuangakan segelas air lagi kedalam gelasnya dan memberikannya pada Jingga.
"Ini minumlah"Piter menyodorkan gelas berisi air ke arah wajah Jingga.
Jingga sempat ragu menerima gelas itu.
"Tidak mau minum bekas ku ya?"Piter tersenyum sinis.
__ADS_1
Jingga jadi keki sendiri.
"Ya sudah kalau tidak mau aku minum saja sendiri"Piter meneguk air itu dengan tiga kali tegukan dan habis lalu dia menaruh gelas itu di sebelah tempat air itu.
Trek...
Terdengar bunyi keras karena Piter sepertinya sedikit kesal dengan kejadian di pagi ini.
Piter mendekat pada Jingga dia mendorong dahi Jingga dengan telunjuknya.
"Hei...gadis bodoh kau fikir aku tidak tahu fikiran mu tadi saat aku memberikan mu minum di gelas yang sama dengan ku?aku tahu kau pasti berfikiran minum satu gelas dengan ku sama saja berciuman secara tidak langsung begitu kan yang kau fikirkan?"tebak Piter.
Jingga malah jadi ketakutan badannya tiba-tiba membeku dan tidak bisa bergerak apa lagi melawan.
Piter tiba-tiba menyentuh bibir mungil Jingga dengan ibu jarinya.
"Bila ingin mencium mu lebih baik secara langsung saja tidak perlu pakai alat perantara mengerti?"Kata-kata Piter pelan tapi menghujam hingga membuat Jingga ketakutan setengah mati.
Piter lalu berjalan ke arah kamar mandi setelah meninggalkan Jingga yang berdiri kaku dan ketakutan,padahal Piter hanya menyentuh bibirnya dengan ibu jarinya apa lagi Piter benar-benar mencium bibirnya bisa menangis kali dia,fikir Piter.
Piter tersenyum didalam kamar mandi mengingat wajah pucat ketakutan Jingga dia tertawa geli tanpa suara di kamar mandi.
"Hahaha wajahnya benar-benar lucu sekali,haeh apa ini benar-benar pengalaman pertamanya ya?hehe"gumam Piter sambil tertawa tanpa suara di kamar mandi.
Piter pun membasuh wajahnya dengan air kemudian dia keluar dari kamar mandi,dia terkejut ketika melihat Jingga sedang melakukan pemanasan kecil.
"Hei...apa yang kamu lakukan bukankah kamu masih sakit"
"Aku sedang pemanasan kak hehe aku sudah tidak sakit kok kak"
"Ya tapi yang benar saja ini kamar rumah sakit dan kamu sekarang ini sedang di rawat,diamlah duduk jagan banyak bergerak"
"Eh...tapi aku terbiasa bergerak sejak kakak melatih ku"Jingga terus melakukan pemanasan ringan.
"Kalau aku bilang diam...diam kalau tidak menurut aku bukan hanya menyentuh bibir mu dengan jari ku tapi dengan bibir ku"ancam Piter.
Jingga langsung menutup bibirnya karena takut dengan ancaman Piter dia pun menghentikan pemanasan dan duduk di atas kasurnya.
Piter tertawa tanpa suara melihat reaksi Jingga.
...************** ...
__ADS_1