
Pagi ini Al yang sudah bangun dari tidurnya keluar dari kamarnya setelah mencuci mukanya,dia turun dari kamarnya di lantai dua dan menuju dapur untuk mengambil segelas air minum.
Saat di dapur di lihatnya Lita sedang memasak sarapan pagi.
"Eh...mas Al sudah bangun?"tanya Lita lembut.
"I...iya...oia mana Naina?"tanya Al keki.
"Ada mas di kamar lagi tidur tadi sudah saya mandiin dan menyusu jadi tertidur lagi"jelas Lita.
"Ooo begitu"Al lalu pergi dari dapur setelah selesai minum dia lalu berjalan menuju taman belakang rumahnya dan duduk santai disana.
Tak lama Lita datang menghampirinya.
"Mas mau sarapan? sudah siap,mau sarapan dimana disini atau di meja makan?"tanya Lita.
"Ooo iya...terima kasih nanti saya sarapan di meja makan saja,kamu urus saja anak mu"kata Al.
"Ooo iya mas...kalau begitu saya tinggal sebentar ya mas mau lihat Nai dulu"
Al hanya mengangguk.
Al pun akhirnya memakan sarapan di meja makan,tapi setelah dia menyendok nasi goreng yang di siapkan Lita dirinya memanggil Lita.
"Lita...lit..."panggilnya dari meja makan.
"Iya...mas ada apa"Lita keluar kamar sambil membawa Naina di gendongannya.
"Kamu sudah makan belum kalau belum makan kemarilah makan bersama"kata Al.
"Mas saja makan dulu Naina bangun soalnya mas"jelas Lita.
"Ooo dia bangun bawa kesini saja sambil kamu makan"
Lita pun turun dan membawa Naina turun bersamanya,Lita menggendong Naina Al melihat itu.
"Sepertinya repot juga seharusnya ada dorongan bayi ya biar kamu nggak terlalu repot gendong dia kesana kemari"
"Bagaimana kalau nanti kita pergi beli dorongan bayi sam box bayi sekalian buat Nai"tawar Al.
"Ah...mas nggak perlu saya nggak terlalu repot kok"
"Perlu ah...kamu kerepotan itu,sudah nanti ikut saja sekalian kamu dan Nai jalan-jalan di rumah terus kan jenuh dia kasihan"
Lita merasa tidak enak hati pada Al karena Al sangat baik padanya dan Anaknya.
"Sudah...nggak usah di fikirkan"kata Al yang membaca fikiran Lita.
Pagi menjelang siang Al dan Lita pergi kesebuah mal di kota,Al langsung mengajak Lita ke sebuah toko perlengkapan bayi dan anak,disana dia memilih box bayi dan juga dorongan bayi.
"Itu cocok loh pak buat putri bapak"kata SPG yang menjaga.
Al melihat box bayi berwarna ungu muda dan ada beberapa boneka yang menggantung di atasnya.
Al tersenyum pada SPG itu ketika SPG itu mengatakan Nai adalah putrinya.
Dan saat sedang sibuk memilih beberapa perlengkapan bayi dengan Lita,Piter yang kebetulan juga sedang jalan dengan Jingga karena hari ini hari libur mereka tak sengaja melihat pemandangan yang sungguh sangat langka untuk di lihat oleh Piter karena selama ini selama mereka berteman Piter tidak pernah melihat Al berjalan dengan seorang wanita.
Piter menoel Jingga yang tak melihat pemandangan yang di lihat Piter.
"Ada apa kak?"tanya Jingga bingung.
"Tuh"Piter menunjuk ke arah Al dan Lita yang sedang berada di toko perlengkapan bayi.
__ADS_1
"Wah...kak Lita..."Jingga berbinar melihat pemandangan di hadapannya.
Jingga lalu berlari masuk kedalam toko tersebut di ikuti oleh Piter.
"Kak Lita..."tegur Jingga.
Lita menoleh.
"Edel..."kata Lita senang ketika melihat Edel alias Jingga.
Al yang tadi fokus memilih barang-barang jadi pecah fokus karena melihat sosok di belakang Edel.sosok yang melihat ke arahnya dengan senyuman yang menggoda.
Piter mendekat pada Al.
"Mau jadi ayah sambung?"tanya Piter pelan.
"Apaan sih Pit...ini aku beliin buat Nai karena kasihan ibunya repot menggendongnya kesana kemari"Al mengelak.
"Ooo begitu"nada Piter tidak percaya.
"Kok begitu nadanya?"tanya Al.
"Ya mau bagaimana?"Piter bingung.
"Jangan meledek Pit..."kata Al agak kesal.
"Siapa yang meledek,aku nggak masalah kamu sama dia selama dia baik dan sayang sama kamu nggak masalah"jelas Piter.
"Apaan sih Pit...dia itu baru di tinggal suaminya masa iya aku langsung nikahin dia"Al keceplosan.
Piter tersenyum lebar karena berhasil memancing kawannya.
"Tuh...kan...bener kan kamu"
"Sudah...sudah...lebih baik kamu urusin urusan mu sendiri sama Edel sana"Al mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Piter...."Al kesal.
"Hihi"Piter masih meledek Al.
Piter pun mengajak Jingga keluar dari toko tersebut.
"Dik...yok jangan ganggu calon bapak sambung"ledek Piter pada Al.
Al sudah mendelik kesal pada Piter,tapi Piter tersenyum puas setelah meledek sahabatnya itu.
Piter senang melihat sahabatnya menemukan tambatan hatinya,karena kebahagiaan sahabatnya adalah kebahagiaannya juga,biar bagaimana pun Al selalu ada di sampinganya di saat dia senang atau pun duka.
"Kak....sepertinya pak Al serius dengan kak Lita ya?"tanya Jingga.
"Iya...aku tidak pernah melihat dia seperti ini dengan wanita"
"Masa sih?memangnya pak Al tidak pernah punya pacar gitu?"
Piter menggeleng.
"Al tidak pernah pacaran dia sibuk belajar dan mengejar karir kedua orang tuanya sudah tidak ada sejak dia SMP mangkanya dia fokus pendidikan agar dapat beasiswa dan berkarir agar menjadi orang sukses"
"Apa tidak ada wanita yang menyukai pak Al?"
"Ada dia sempat di kejar-kejar oleh teman wanita sekampus dulu tapi dia tidak mau pacaran"
"Ooo begitu apa pak Al tidak pernah menyukai seorang wanita kak?"
__ADS_1
"Tidak pernah dik seumur-umur ya dia kemana-mana sama aku dan Anton saja"
"Ooo begitu berarti kak Lita cinta pertamanya pak Al dong ya?"
"Ya...begitulah"
...***...
Saat sedang berjalan berdua tiba-tiba ponsel Jingga berdering di lihatnya di layar panggilan dari detectiv Go.
"Dimana kamu"semprot Go.
Jingga sampai menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Sedang di luar kenapa Tuan?"jelas Jingga.
"Dengan siapa?"tanya Go detail.
"Sendiri kenapa"Jingga berbohong.
"Bohong"semprot Go.
"Nggak percayaan banget sih"Jingga kesal.
"Kau fikir bisa membohingi ku kau jalan dengan dia kan?"nada Go ketus.
Jingga lalu celingukan karena dia tahu Go pasti ada disekitarnya.
"Anda dimana?dan ada urusan apa?"kata Jingga ketus.
"Di belakang mu"kata Go singkat.
Jingga mematikan saluran telpon dan pamit sebentar pada Piter untuk menemui Go.
Jingga menghampiri Go.
"Ada apa ini hari libur ku aku bebas main kemana saja bukan kah begitu peraturannya?"tanya Jingga ketus.
"Ya...tapi kau jangan jalan dengan pria"Go sewot.
"Kenapa apa masalahnya dia calon suami ku apa salahnya"Jingga kesal,dia semakin tidak mengerti dengan fikiran Go.
"Calon suami?"Go bingung.
"Iya...bukan kah anda sudah tahu sejak 6tahun yang lalu kalau dia adalah calon suami ku?dia tidak pernah main-main dengan ku tuan seperti yang ada di fikiran mu"
"Dia tahu siapa kamu sebenarnya?"
"Tahu"
"Kau memberitahunya?"
"Tidak dia menyadari sediri ketika mendengar suara ku"
Saat Jingga sedang berdebat dengan Go Piter muncul di belakang tubuh Jingga.manatap Go dengan pandangan kebencian begitu pun Go menatap Piter dengan penuh kemarahan.
"Bila tidak ada yang penting untuk di bahas kita pergi dari sini"kata Piter mengajak Jingga.
"Eh...kak"
"Ayo..."Piter menarik tangan Jingga tapi Go juga menarik tangan yang sebelah lagi.
Jingga yang berada di tengah-tengah kebingungan dan hanya melihat keduanya bergantian.
__ADS_1
"Dia milik ku"Piter mengaskan kata-katanya.
...**************** ...