Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 66


__ADS_3

Ujian pun berlanjut kali ini ujian tertulis,Jingga mencari seorang teman yang tadi ia tolong tapi tidak di temukannya.


Kemana anak itu kenapa dia tidak ada di ruang ujian,apa jangan-jangan dia mundur hadeuh....gagal deh....aki pasti gagal melewati ujian ini,ah...masa bodo lah...aku akan berusaha sendiri semampu ku.


Batinnya.


Sementara itu di ruang panitia ujian semua guru dan detectiv berkumpul,membahas ujian tahap pertama yang sudah di lewati para peserta. dan ada satu nama yang mereka bahas karena cukup menarik perhatian mereka yaitu Jingga.jiwa penolongnya dan rasa peduli sesamanya membuat dia semakin menarik untuk di bahas saat ini.


"Go...sepertinya pilihan mu benar-benar bibit yang baik"kata ketua tim atau pendiri dari akademi ini.


Go hanya terdiam mendengar perkataan sang ketua,dia terdiam memikirkan apa kah Jingga bisa melewati ujian tertulisnya karena yang dia tahu Jingga benar-benar buta dengan semua materi yang ada dalam ujian tertulisnya ini.


"Go...Go..."tegur ketua hingga membangunkan lamunan Go.


"Eh...iya pak maaf"


"Kau melamun apa yang kau lamunkan tumben sekali?"tanya pak Edward pendiri akademi.


"Ehm....tidak pak tidak ada hanya sedikit saja,aku hanya kebetulan bertemu anak itu,tapi tak menyangka dia sangat menarik"Go akhirnya membahas Jingga.


"Ya...kau benar"


Di sisi lain di luar negeri.


Jupiter sedang sibuk menjalin bisnis dengan rekannya di luar negeri,bisnis baru yang akan dia dirikan di luar negeri.


Piter mulai bangkit dari keterpurukannya tapi itu semua tidak membuatnya melupakan Jingga,dia memang melupakan kesedihannya tapi di hatinya tetap hanya ada Jingga.


"Dik...kakak akan berusaha menjadi orang yang lebih hebat lagi agar kau bangga pernah bersama ku"gumamnya saat melihat layar ponselnya yang bergambarkan mereka berdua.


Di Akdemi tim khusus.


Hasil ujian telah keluar,Jingga sudah putus asa dirinya tidak akan lulus ujian,karena apa karena jawaban yang di tulis di kertas jawaban adalah asal tebak saja.


Beberapa peserta ada yang berteriak girang dan ada juga yang memasang wajah sedih saat melihat hasil ujiannya,Jingga menunggu agak sepi saat melihat pengumuman dirinya tahu dia tidak akan lulus mangkanya dirinya tidak penasaran dirinya hanya memastikan saja namanya tidak ada di papan dengan kata lulus.

__ADS_1


Tapi mata Jingga terbuka lebar saat melihat namanya ada di salah satu peserta yang di nyatakan lulus.


"Apa gue nggak salah lihat ini nama gue kan?iya bener nama gue,gue lulus astaga gue lulus"Jingga seolah tak percaya dan dia masih berdiri di depan papan pengumuman.


PARA PESERTA YANG DI NYATAKAN LULUS HARAP MEMASUKI KELAS KARENA SELURUH PANITIA DAN JUGA PENDIRI AKADEMI AKAN MEMBERIKAN INTSTRUKSI PADA SEMUA PESERTA YANG LULUS.


Pengumuman di beritahukan melalui speaker.


Semua peserta yang telah lulus ujian pun masuk ke dalam kelas,dan duduk di bangku masing-masing.


Drap..drap...drap...


terdengar beberapa langkah kaki menuju kelas terlihat disana ada detectiv Go,detectiv Ester,dr.Ryan dan ada tiga orang detectiv lagi dua orang lelaki dan satu orang perempuan,dan yang membuat Jingga terperanga adalah kakek yang dia bantu di hutan pun ada bersama mereka juga seorang peserta yang dia gendong.


Ya...ampun ternyata dia itu salah satu panitia ujian...heuh...pantas aku tidak melihatnya saat tadi.


batin Jingga.


Anak gadis itu tersenyum pada Jingga saat mereka saling bertemu tatap.


"Saya dr. Ryan saya juga akan menjadi guru kalian di akademi ini,dan yang ini adalah detectiv Go dia adalah guru kalian juga,dan yang ini adalah detectiv Ester dia juga guru,dan yang ini adalah detectiv Lim dia juga akan mengajari kalian,dan ini adalah detectiv Pandu,dan yang satu lagi adalah detectiv Nika,dan anak gadis ini adalah senior kalian tadi dia ikut menguji keperdulian kalian sesama peserta tapi hanya satu orang yang menolongnya tulus sampai ke tempat tujuan terakhir dan bapak kita pendiri akademi ini beliau juga ikut menjadi bagian dalam ujian tadi bukan, pasti di antara kalian semua tadi sempat bertemu dengan beliau dan beliau pun hanya menemukan satu orang yang tulus membantunya"dr. Ryan menjelaskan dengan detail setiap orang yang ada di depannya.


Ooo jadi kakek itu pendiri akademi ini,tapi wajahnya agak mirip dengan gorila gila itu hehe aku baru menyadarinya.


batin Jingga.


Hari terus berlalu tak terasa satu tahun sudah Jingga menjalani pendidikan di akademi ini,latihan keras dan pelajaran juga dia tempuh dengan usaha keras,bahkan terkadang dia selalu di hukum oleh Go karena ulahnya yang tidak menuruti pengajaran yang di berikan Go.


Jingga tidak pernah menyukai Go entah kenapa mungkin karena Go telah membuatnya mati di fikiran keluarga dan orang-orang yang mengenalnya bakhan sekarang Jingga mempunyai indentitas yang baru Jingga berganti nama menjadi Edel dan nama itu lah yang menjadi jati diri Jingga saat ini dan bila di luar markas akademi Jingga pun harus menyamar menjadi orang lain bahkan sekrang ini rambutnya yang panjang di potong menjadi sangat pendek hanya seleher saja bahkan Jingga harus memakai kaca mata tebal untuk menyempurnakan penyamarannya agar tidak mudah di kenali.


Siang ini Jingga beserta dua kawannya pergi berbelanja untuk keperluan harian di markas,mereka mendapatkan giliran untuk belanja mingguan di kota.


Jingga mengendarai mobil ya....selama pendidikan Jingga sudah bisa mengendari kendaraan yang selama ini tidak pernah dia kemudikan sendiri,biasanya dia hanya mengayuh sepedanya,tapi sekarang dia bisa mengandari motor,mobil dan bahkan berkuda.


Jingga berbelanja bersama Helga dan Muti mereka membeli keperluan sesuai dengan catatan yang di berikan oleh tim dapur markas.

__ADS_1


Saat Selesai berbelanja dan mereka pun menaruh barang belanjaan di dalam bagasi mobil,tiba-tiba Muti tertinggal sesuatu ada barang yang belum ia beli.


"Del...aku kembali kedalam sebentar ya ada yang belum kebeli nih"kata Muti pada Edel alias Jingga.


"Oh...oke"kata Jingga sambil menata barang di bagasi mobil bersama Helga.


Muti berjalan dan membawa beberapa bungkusan tiba-tiba dirinya menabrak tubuh seseorang.


Srak....


Barang yang Muti bawa terjatuh di lantai orang yang menabrak Muti pun membantu Muti mengambil barang yang terjatuh di tanah.


"Ah...maaf ya..."kata wanita itu.


Ya yang menabrak Muti tidak sengaja itu seorang wanita dewasa.


"Ah...tidak apa-apa nyonya saya juga salah karena terlalu terburu-buru"kata Muti.


Wanita itu tersenyum ramah pada Muti.


Jingga yang menunggu Muti kelamaan akhirnya menyusul Muti dan mendapati Muti sedang mengobrol dengan orang lain.


"Mut...ayo buruan nanti kelamaan gorila gila bisa marah dan kita kena hukuman"celetuk Jingga.


"Ah...iya...permisi nyonya"pamit Muti.


Wanita dewasa itu menoleh ke arah suara Jingga karena sangat penasaran,tapi wanita itu tidak dapat melihat wajah Jingga dia hanya melihat punggung Jingga saat tubuhnya memasuki mobil bersama kedua kawannya.


"Nona....suaranya sangat mirip dengan mu Jingga murid judo ku,aku jadi merindukan dia"Yuki menitikan air matanya di ujung pelupuk matanya.


"Semoga kau tenang disana Jingga,sensei sangat merindukan mu,kini aku tahu bagaimana perasaan tuan muda yang sangat hancur saat di tinggal oleh mu,memang saat kau tak ada benar-benar tak ada lagi murid seperti diri mu"


Yuki jadi sangat merindukan murid kesayangannya itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2