Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 82


__ADS_3

Go dan Jingga menyusup ke sebuah ruangan di bawah tanah setelah melihat sekelilingnya di rasa aman,Ester dan dokter Ryan pun mengikuti mereka di belakang,dan memang tidak mudah menembus penjagaan sarang mafia ini.


Penjagaan di ruang bawah tanah semakin ketat sepertinya kedatangan mereka memang sudah dintunggu oleh bos mereka setelah mengetahui markas mereka kemarin di obrak-abrik oleh Jingga dan kawan-kawannya.


Pertarungan pun tak dapat di hindari oleh mereka,Piter yang mengikuti langkah mereka secara diam-diam pun ikut andil dalam pertarungan itu.


Betapa terkejutnya dirinya mendapati Piter sedang ikut berkelahi dengan pasukan mafia bawah tanah ini.


"Del sejak kapan dia disini?"tanya Go sambil memukul salah satu anggota mafia tersebut.


"Mana ku tahu"jawab Jingga singkat karena tangan dan kakinya sibuk memukul dan menendang.


"Ah...cari mati ajah itu orang"kata Go yang kesal melihat kehadiran Piter.


Bukan karena dia cemburu dengan Piter tapi karena Go takut Piter terluka pada saat mereka sedang menjalankan misi penting seperti ini.


Pertahan pertama bisa di lalui oleh mereka semua anggota mafia di barisan pertama berhasil di lumpuhkan dan di kalahkan.Jingga bersama kawan-kawannya menerobos masuk kembali untuk melawan penjagaan yang berikutnya.


"Kak kenapa kakak mengikuti kami ini bahaya kak"omel Jingga.


"Terus aku harus membiarkan kamu menempuh bahaya seperti ini begitu?"Piter sewot.


"Ah...sudah lah bukan saatnya berdebat saat ini"


Dor...dor...dor...


Suara tembakan mulai terdengar beberapa peluru pun mulai menerjang mereka semua.


"Akh...sial"Go dan Jingga bersamaan mengeluarkan pistol yang mereka sembunyikan di balik baju mereka.


Piter pun berusaha menghindari terjangan peluru,Jingga dan Go bersama-sama menghalanginya agar Piter tidak terkena sasaran peluru.


Dokter Ryan dan Ester pun mengeluarkan Pistolnya dan mulai baku tembak antara tim mafia dengan tim khusus.


Mereka berhasil mengalahkan penjagaan lapisan kedua dan mereka sekarang berada di depan satu ruangan dimana tempat doktor Darma di sembunnyikan.


Go berada di barisan terdepan dia membuka Pintu dan langsung di sambut peluru yang langsung menuju ke arah mereka,dia pun dengan gesit menghindari peluru tersebut dan Jingga yang membalas menembak kedalam dan merangksek masuk bersamaan.


Di dalam ruangan tersebut sudah berjajar para anggota bersenjata api di tengah mereka ada seseorang pria tua sedang duduk sambil mengelus senjata apinya,itu lah bos mereka yang tak lain adalah paman dari Jingga ayah Sandra,Samuel itulah namanya.


Jingga sangat geram melihat laki-laki tua itu karena dia lah penyebab hancurnya keluarganya.


"Hemf...anak kecil ternyata"laki-laki tua itu mendengus kasar ketika melihat kelompok Jingga dan kawan-kawannya.

__ADS_1


Jingga menatap tajam auranya mulai berbeda dari tadi sebelum dia masuk ke dalam ruangan ini.aura yang dingin dan hitam terasa mengelilingi tubuhnya.


Jingga langsung mengarahkan pistol ke arah laki-laki tua itu.


Dor....dor...dor...


tejadi baku tembak kembali tembakan Jingga meleset,Go melihat itu langsung mengingatkannya.


"Ed...jangan terbawa emosi tembakan mu akan gagal bila mengikuti emosi"peringat Go.


Jingga pun akhirnya menuruti Go dan menenangkan dirinya.


Pertarungan terjadi lagi dari baku tembak hingga baku hantam pun terjadi.tim Khusus berhasil mengalahkan mereka tersisa bos mereka yang sudah tersungkur di lantai.


"Katakan dimana kau sembunyikan doktor Darma"tanya Jingga dingin sambil menodongkan pistolnya ke kepala bos mafia tersebut.


"Siapa kau kenapa kau terus mengejar Darma?"wajah Laki-laki itu datar tak terlihat tertekan apa lagi rasa takut terlihat di wajahnya.


"Aku Jingga Amalia Darma putri doktor Darma"


Mata Laki-laki itu langsung membulat ketika mendengar Jingga menyebutkan jati dirinya.


"Kau bukakah kau sudah mati?"terlihat wajah kesal dari wajah laki-laki itu.


Jingga hanya tersenyum sinis.


"Bukan salah ku mereka seperti itu,itu salah mu kau yang menanam kejahatan pada hati istri dan anak mu hingga mereka dalam keadaan mengenaskan seperti saat ini"aura Jingga benar-benar dingin dan menakutkan.


Piter yang baru mengetahui sebuah kenyataan di hadapannya sedikit terpukul,karena dia tak menyangka bahwa mereka masih keluarga,Sandra gila dia pun baru mengetahui itu.


Sandra gila jiwa dan mentalnya terganggu karena Jingga menemuinya saat di penjara padahal dirinya baru di katakan meninggal dan tante Delima dia bunuh diri karena stress melihat Jingga berada di rumahnya saat itu,mereka mengira di hantui oleh Jingga padahal Jingga masih hidup tapi mereka fikir Jingga adalah hantu yang penasaran hingga menghantui mereka.


Bos mafia itu mengambil tembakannya dan langsung.


Dor...


"Adik awas..."Piter langsung memeluk tubuh Jingga hingga dirinya lah yang terkena peluru tersebut.


"Kak..."Jingga panik saat melihat darah segar membasahi tangannya.


Dor...


Jingga menembak bos mafia itu dan seketika lumpuh lah dia karena Jingga mebembak lututnya.dan...

__ADS_1


Dor...dor...


Sekali lagi Jingga menembak dan mengenai kedua tangannya hingga orang tersebut tidak bisa bergerak sama sekali.


Piter menyaksikan aksi Jingga begitu dingin dan kejam.


"Dik...jangan membunuh"Piter berucap dan menahan sakit di punggungnya.


Jingga langsung berjongkok memapah tubuh Piter.


"Kak bertahan lah"Jingga menangis melihat ke adaan Piter.


"Edel...Doktor Darma sudah kami bebaskan"ucap dokter Ryan.


Jingga melihat sosok seorang laki-laki paruh baya berambut hitam dan beberapa helai rambut putih yang berjalan bersama dokter Ryan dan Ester.


"Ayah..."ucap Jingga lirih.


"Kak ayah ku kak"Jingga meneteskan air matanya.


"Ya...temui lah"Piter masih menahan rasa sakit di punggungnya.


Jingga berlari ke arah ayahnya,Dokter Darma membelai wajah Jingga saat Jingga berada di hadapannya.


"Ayah..."


"Ji....Jingga putri ku"Dokter Darma langsung memeluk tubuh Jingga erat.


"Tuan...bertahan lah"dokter Ryan mencoba memberikan pertolongan pertama pada Piter.


Jingga yang mendengar hal itu langsung melepaskan pelukan ayahnya dan berlari ke arah Piter.


"Kak...bertahan lah kak,dokter kita bawa dia ke rumah sakit"


"Ya..."


Piter di gendong Go dan di bawa ke dalam mobil pesta yang sedang berlangsung langsung bubar setelah tadi terdengar suara tembakan di sana sini,tim khusus sudah mengepung gedung W dan menahan semua anggota mafia.


Di dalam mobil Jingga langsung mengambil posisi di depan kemudi melihat Piter terus mengeluarkan darah Jingga melepaskan kemeja putih yang dia gunakan dan membalut luka Piter dengan kemeja tersebut,kini Jingga hanya menggunakan kaos ketat yang di gunakan untuk dalaman bajunya.


"Bertahanlah kak"ucapnya saat membalut luka Piter.


setelah selesai membalut luka Piter Jingga langsung tancap gas mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi agar dirinya cepat sampai di rumah sakit.

__ADS_1


...************** ...


__ADS_2