Jingga Di Hati Jupiter

Jingga Di Hati Jupiter
Bab 46


__ADS_3

Jingga masih kebingungan Piter kemana Piter akan membawanya,dirinya hanya berharap Piter tidak berbuat hal yang tidak baik padanya.


Piter hanya diam saja saat Jingga bertanya padanya wajahnya pun dingin tanpa ekspresi.


kenapa wajahnya seperti itu ya...menakutkan


fikir Jingga.


Piter terus melajukan mobilnya dan dia berhenti di sebuah pantai tempat dia pernah mengajak Jingga saat dirinya sedang galau dengan perjodohan dan dengan perasaannya sendiri pada Jingga.


Piter keluar bersama Jingga dari dalam mobil,Jingga berjalan mengiringi Piter.


Ternyata ketempat ini,dia pasti lagi galau deh...tapi galau karena apa?


Jingga berfikir.


Dia tidak menyadari kalau yang membuat Jupiter galau adalah dirinya.


Piter duduk di sisi pantai di atas pasir putih itu.dirinya menatap langit senja berwarna jingga.dirinya terdiam begitu pun Jingga.


"Adik...apa adik benar-benar ingin mengakhiri ini semua?"tanya Piter tiba-tiba dia bertanya tapi wajahnya masih menatap pantulan langit di pantai.


Jingga terdiam.


"Dik...jawab kakak"Piter menoleh pada Jingga.


Jingga tertunduk wajahnya terhalangi rambut hitam yang terurai dan bergoyang karena tertiup angin.


"Dik..."Piter menggoyangkan pundak Jingga.


"Ji...tidak bisa memutuskan kak semuanya Ji serahkan pada kakek"Jingga masih tertunduk.


"Dik...kamu itu sudah besar seharusnya bisa mengambil keputusan sendiri terlebih untuk hidup mu untuk masa depan mu"


"Memangnya kalau Ji tidak mau mengakhiri hubungan ini perjodohan ini?memangnya kakak akan memilih Ji tidak kan?kakak kan masih mencintai kak Sandra jadi buat apa Ji bertahan di sisi kakak sementara di hati kak Piter masih mencintai kak Sandra bukan kah itu sama saja menyakiti hati Ji sendiri?lebih baik Ji mundur dari pada Ji sakit hati menjalani hubungan dengan seseorang yang hatinya tidak mencintai Ji"


"Hei...bukankah sudah aku bilang aku sudah tidak mencintainya"Piter sewot.


"Bohong kakak jangan berbohong terus sama aku,mentang-mentang aku tidak pernah pacaran tidak pernah jatuh cinta jadi kakak mudah membohongi aku kan begitu kan?"


"Aku tidak berbohong pada mu ini semua memang kenyataan"


Jingga tetap tidak percaya pada Piter.

__ADS_1


Jingga berdiri dari duduknya dia sudah tidak mau mendengarkan Piter lagi.Piter pun bangun dari duduknya,dia menarik tangan Jingga kuat-kuat agar Jingga jatuh di pelukannya.


Dipeluknya tubuh gadis itu disisi pantai di atas pijakan pasir putih.Jingga berontak berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Piter.


"Aku mencintai mu"akhirnya kata-kata itu terucap dari mulut Piter saat memeluk Jingga.


Jingga terbelalak mendengar ucapan Piter.


Jingga berontak dan melapaskan pelukan Piter.


"Berbong juga ada batasnya kak,kenapa kakak tega berbohong pada ku dengan cara mengucapakan kata-kata seperti itu"Jingga marah dan tanpa dia sadari air matanya menetes.


"Terserah kamu mau percaya atau tidak tapi aku mencintai mu aku jatuh cinta pada mu sebelum aku bertemu kamu di perjodohan itu dik"Piter akhirnya mengungkapakan semuanya.


Piter tidak ingin kehilangan Jingga dia tidak ingin melepaskan Jingga,dia ingin selalu ada disisi Jingga.


Tapi ucapan Piter semakin membuat Jingga tidak percaya.


Jingga akhirnya berjalan melangkah dengan cepat meninggalkan Piter.


aku jadi benci dengannya tega-teganya dia mempermainkan perasaan aku seperti ini,apa salah ku padanya coba,hanya karena waktu itu aku merusak kaca spion mobil mewahnya saja dia bisa berbuat setega ini pada ku.


Jingga terus berjalan cepat amarahnya sudah tidak bisa di bendung lagi.


"Apa dia itu tidak menyadari kalau aku memperlakukannya berbeda dari yang lainnya,secetek itu kah daya fikirnya"gumam Piter saat melihat Jingga berjalan cepat meninggalkannya.


...****...


"Heuh...katanya dia cinta sama aku tapi dia tidak berusaha mengejar ku dan membiarkan aku jalan kaki sendirian dasar orang nyebelin"keluh Jingga saat berjalan kaki sendirian keluar dari area pantai.


Jingga berjalan sendirian mendendang-nendang batu kecil.


"Aaaa ponsel ku dan tas ku masih di dalam mobilnya lagi,aku mau kembali kesana tapi aku sudah berjalan terlalu jauh aarhh nyebelin"Jingga kesal.


Tiba-tiba mobil Piter berhenti disisi jalan ketika melihat Jingga berdiri sendirian di tepi jalan.Jingga menatap kesal pada mobil tersebut.


Piter turun dari mobilnya dan membawa tas Jingga,dia menyerahkan tas itu kesal dia mendorong tas itu ke dada Jingga lalu pergi meninggalkan Jingga sendirian disana,dia memacu mobilnya dengan kecepatan di luar batas maksimal.


"Tuh...kan ngaco kan?bilangnya cinta tapi kelakuannya begini"Jingga menggenggam erat tas ranselnya dan menggoyang-goyangkannya ke udara.


"Jupiter nyebelin"teriaknya memaki Piter.


Piter berhenti di depan rumah Anton,entah kenapa dia berkunjung kesana,sepertinya dia memang membutuhkan teman bicara saat ini.Piter menekan bel rumah Anton.

__ADS_1


Jegrek.


"Ya...ampun"Anton terkejut saat melihat sosok di balik pintu.


Tampang kusut terlampang jelas di wajah sahabatnya itu.


Piter langsung masuk kedalam rumah padahal Anton belum mempersilahkannya masuk.Piter menjatuhkan dirinya di atas sofa terlihat sekali beban yang dia bawa.


Anton ke belakang dapur dia membuatkan secangkir teh mawar untuk membuat kawannya sedikit releks.


"Ada apa?"tanya Anton lembut sambil menaruh cangkir teh di atas meja.


Piter menghela nafas dan memejamkan matanya sejenak.


Anton dengan sabar menunggu sahabatnya berbicara.


"Kenapa anak itu bodoh sekali sih,dia tidak pernah merasakan apa kalau aku itu sangat menyangi dia,apa dia tidak merasa kalau aku itu memperlakukannya berbeda dari yang lain kenapa otaknya itu teramat kecil sih"Piter berbicara sambil menatap lampu kristal di atas langit-langit rumah Anton.


"Minumlah dulu teh mu agar kau bisa sedikit tenang kawan"Anton menggeser cangkir teh yang ada di tengah meja ke sisi Piter.


Piter mengangkat cangkir itu dan mencium aroma mawar membuatnya sedikit tenang dari rasa cemasnya.dia pun menyeruput teh tersebut dan menaruh cangkir itu di atas meja kembali.


Piter lalu mulai bercerita tentang masalah yang dia alami,di mulai dari perjodohan itu hingga baru di ketahui kalau Jingga adalah saudara sepupu Sandra dan yang seharusnya di jodohkan olehnya itu seharusnya Sandra bukan Jingga,Jingga adalah pengganti,menggantikan posisi Sandra saat ibunya Sandra belum kembali datang ke rumah kakeknya.dan yang lebih membuat Piter Frustasi adalah Jingga tidak percaya padanya bahwa dia mencintai Jingga sebelum pertemuan perjodohan itu.


Anton dengan seksama mendengarkan cerita sahabatnya ini.rumit memang rumit sekali kalau mendengarnya apa lagi menjalaninya.


"Jadi kau akan tetap memilih Jingga atau kembali pada Sandra,karena pasti akan di adakan pertemuan keluarga lagi kan setelah nanti kakeknya kembali dari luar negeri?"tanya Anton.


"Sebenarnya aku ingin tetap bersama gadis bodoh itu,tapi dia terlalu bodoh untuk menafsirkan perasaan ku"jawab Piter kesal.


"Sangking kesalnya aku tinggalkan dia di jalan tadi sendirian,tanpa bicara lagi"


Anton menggelengkan kepalanya.


"Kau tinggalkan dia di jalan apa dia membawa uang untuk ongkos pulang ke rumahnya?"tanya Anton tiba-tiba.


Piter langsung bangun dari duduknya setelah mendengar ucapan Anton.


"Kau ini kenapa?"tanya Anton bingung.


Piter segera berlari dari dalam dan keluar rumah Anton.


"Hei..Pit...kenapa dengan mu?"Teriak Anton.

__ADS_1


...************** ...


__ADS_2